Jurnal Imam Bonjol: Kajian Ilmu Informasi dan Perpustakaan
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

10
(FIVE YEARS 0)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

2579-3160, 2549-1091

2019 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 160-172
Author(s):  
Lusi Ismail

Abstract: There are many factors behind why Indonesian people do not like literature, so the impact is the lack of interest in reading in Indonesia, especially in rural areas. Introducing the library as a means of information which is an absolute necessity of the community in the information age needs to be done. Awareness of the importance of this library should be fostered since childhood, therefore the thing that needs to be done is to provide adequate facilities / good for children's libraries. But before moving in that direction, the children's soul must be understood and what kind of information is needed by the children. Therefore it is necessary for the active involvement of various parties such as parents, teachers and the government to foster interest in reading early on by introducing the library early on. However, it is difficult to expect children and adolescents to come to the library without any precise effort and resources pull from the library itself. The lack of attention to the elements intended to extend the reading interest of Indonesian people, especially for people in rural areas.Keywords: Library, Early ChildhoodAbstrak : Banyak faktor yang melatarbelakangi mengapa masyarakat Indonesia kurang suka ke pustaka, maka dampaknya adalah kurangnya minat baca di Indonesia khusus lagi bagian pedesaan. Memperkenalkan  perpustakaan sebagai salah satu sarana informasi yang merupakan kebutuhan mutlak masyarakat dalam era informasi perlu dilakukan. Kesadaran akan pentingnya perpustakaan ini memang sebaiknya dipupuk sejak kecil, oleh karena itu hal yang perlu dilakukan adalah menyediakan fasilitas yang memadai/baik untuk perpustakaan anak-anak. Akan tetapi sebelum melangkah ke arah itu, harus pula dipahami jiwa anak-anak tersebut dan informasi yang seperti apa yang dibutuhkan oleh anak-anak. Oleh karena itu perlu adanya keterlibatan secara aktif dari berbagai pihak seperti orangtua, guru dan pemerintah untuk menumbuhkan minat baca sejak dini dengan memperkenalkan perpustakaan sejak dini.Akan tetapi, sulit mengharapkan anak-anak dan remaja untuk datang ke perpustakaan tanpa ada upaya yang jitu dan daya tarik dari perpustakaan itu sendiri. Kurangnya perhatian elemen-elemen  yang dimaksudkan memperpanjang daya minat baca masyarakat Indonesia, khusus bagi masyarakat yang ada di pedesaan.Kata kunci : Perpustakaan, Anak Usia Dini


2019 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 172-178
Author(s):  
Ratnawita Ratnawita

Abstract: The effectiveness of circulation services in the Tarbiyah and Teacher Training Faculty of IAIN Imam Bonjol Padang can be seen from the circulation service procedure. First, the services provided by the Tarbiyah and Teacher Training Institute of IAIN Imam Bonjol Padang have not run optimally because there are some services that have not been effective in circulation services. Second, the obstacles faced in providing circulation services include collections, librarians and spatial planning.Keywords: Library services, circulation services, service effectivenessAbstrak : Efektifitas layanan sirkulasi di Perpustakaan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN Imam Bonjol Padang dapat dilihat dari prosedur layanan sirkulasi. Pertama, layanan yang diberikan Perpustakaan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN Imam Bonjol Padang belum berjalan optimal karena terdapat beberapa layanan yang belum efektif pada layanan sirkulasi. Kedua, kendala yang dihadapi dalam memberikan layanan sirkulasi antara lain koleksi yang dimiliki, pustakawan dan tata ruang.Kata kunci : Layanan perpustakaan, layanan sirkulasi, efektifitas layanan


2017 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 46-73
Author(s):  
Nasrul Makdis

Abstract: To run the Tri Dharma of Higher Education, lecturers must at all times be able to access and update information quickly. Thus the lecturer will not miss the latest knowledge and information from students or from the general public. Without mastering information, the lecturer will look passive and "telmi" (late thinking). Especially in this highly competitive information technology era, information becomes very important so that lecturers continuously develop and deepen their knowledge. To meet the information needs of lecturers, it is needed a mechanism for access to information and information availability. Access to information requires the availability of infrastructure (telecommunications, electricity) and devices (hardware and software) as well as mastering the use of computers (computer literacy). the problem that often arises now is that there are several attitudes of lecturers in terms of finding information. There are among lecturers who are always actively seeking and finding various information. Meanwhile there are also lecturers who are passive, in the sense that said lecturer there is no desire in finding new information and knowledge, but it is enough to hold the knowledge as it is. However the situation must be said that every lecturer is not likely to neglect information, because that information is an academic and scientific need.Keywords: Information Needs, Tridharma College,Abstrak : Untuk menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, dosen setiap saat harus dapat mengakses dan meng-update informasi dengan cepat. Dengan demikian dosen tidak akan ketinggalan pengetahuan dan informasi terkini dari mahasiswanya atau dari masyarakat umum. Tanpa menguasai informasi maka dosen akan terlihat akan pasif dan “telmi“ (telat mikir). Apalagi di era informatika yang sangat kompetitif ini, informasi menjadi sangat penting agar dosen secara berkelanjutan mengembangkan dan memperdalam pengetahuannya. Untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi dosen dibutuhkan adanya mekanisme akses terhadap informasi dan ketersediaan informasi. Akses terhadap informasi membutuhkan ketersediaan infrastruktur (telekomunikasi, listrik) dan perangkat (hardware dan software) serta penguasaan penggunaan komputer (literasi komputer). persoalan yang sering muncul sekarang adalah bahwa terdapat beberapa sikap dosen dalam  hal mencari informasi. Ada di antara dosen yang senantiasa aktif mencari dan menemukan berbagai informasi. Sementara itu ada juga dosen yang pasif, dalam arti kata dosen tersebut tidak ada keinginan dalam mencari informasi dan pengetahuan baru, tetapi cukup memadakan pengetahuan apa adanya. Bagaimana pun situasinya harus dikatakan bahwa setiap dosen tidak mungkin alpa dengan informasi, karena informasi itu adalah kebutuhan akademik dan kebutuhan ilmiah. Kata kunci :Kebutuhan Informasi, Tridharma Perguruan Tinggi,


2017 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 79-98
Author(s):  
Reza Fahmi

Abstract: This research departs from the awareness that libraries are vital instruments for a tertiary institution. One important element in measuring the quality of a library is the services provided at the library. Furthermore, this study aims to: (1) Obtain an overview of the Ushuluddin Faculty IAIN Imam Bonjol Padang library. (2) Obtaining an overview of the various services carried out at the Faculty of Usuluddin. (3) Obtaining an overview of the library service user profile at the Faculty of Usuluddin IAIN Imam Bonjol Padang. This research uses a qualitative approach. Remember secondary data is used as the main source used in research carried out. Then as resource persons / informants in this study are: (1) library coordinator of the Faculty of Usuluddin. (2) library staff in the Faculty of Usuluddin. (3) Library library students of the Ushuluddin Faculty IAIN Imam Bonjol Padang. Data collection techniques are through documentation studies and interviews to supplement information obtained from various informants / informants in the research conducted. The data scaling technique is to use statistical tools, namely by using qualitative descriptive analysis. The results of this study found: (1) There are three main services for users provided by the Ushuluddin Faculty IAIN Imam Bonjol Padang library: (a) circulation services (b) reference services (c) internet services. (2) There is a significant increase in the number of users at the Faculty of Islamic Studies Imam Bonjol Padang IAIN between 2015 and 2016. (3) Those who use library services of the Faculty of Islamic Studies Ushuluddin IAIN Imam Bonjol Padang are generally male in 2015. While female visitors dominates the users of the Faculty of Usuluddin IAIN Imam Bonjol Padang in 2016 .. (4) Users who use the library of the Usshuluddin IAIN Faculty of Padang generally come from the Department of Islamic Psychology.Keywords: Library and Library Service,Abstrak : Penelitian ini berangkat dari kesadaran bahwa perpustakaan merupakan instrumen vital bagi sebuah perguruan tinggi. Salah satu unsur penting dalam mengukur kualitas perpustakaan adalah layanan yang diberikan pada perpustakaan tersebut. Lebih jauh penelitian ini bertujuan untuk : (1) Memperoleh gambaran tentang perpustakaan Fakultas Ushuluddin IAIN Imam Bonjol Padang. (2) Memperoleh gambaran tentang berbagai layanan yang dijalankan pada Fakultas Ushuluddin. (3) Memperoleh gambaran profil pengguna layanan perpustakaan di Fakultas Ushuluddin IAIN Imam Bonjol Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Mengingat data-data skunder digunakan sebagai sumber utama yang digunakan dalam penelitian yang dijalankan. Kemudian sebagai nara sumber / informan  dalam penelitian ini adalah : (1) koordinator pertpustakaan Fakultas Ushuluddin. (2) staf perpustakaan di Fakultas Ushuluddin. (3) Mahasiswa pemustaka perpustakaan Fakultas Ushuluddin IAIN Imam Bonjol Padang. Teknik pengumpulan data adalah melalui studi dokumentasi dan wawancara untuk melengkapi informasi yang diperoleh dari berbagai narasumber / informan dalam penelitian yang dijalankan. Teknik pengalisaan data adalah dengan menggunakan alat bantu statistik, yakni dengan menggunakan analisa deksriptif kualitatif. Hasil penelitian ini mendapati : (1) Terdapat tiga layanan utama bagi pemustaka yang diberikan oleh perpustakaan Fakultas Ushuluddin IAIN Imam Bonjol Padang : (a) layanan sirkulasi (b)  layanan referensi (c)  layanan internet. (2) Adanya peningkatan jumlah yang signifikan dari pemustaka di Fakultas Ushuluddin IAIN Imam Bonjol Padang antara tahun 2015 sampai dengan 2016. (3) Pemustaka yang menggunakan layanan perpustakaan Fakulas Ushuluddin IAIN Imam Bonjol padang umumnya adalah laki-laki pada tahun 2015. Sedangkan pemustaka perempuan mendominasi pengguna perpustakaan Fakultas Ushuluddin IAIN Imam Bonjol Padang  tahun 2016.. (4) Pemustaka yang menggunakan perpustakaan Fakultas Ushuluddin IAIN Imam Bonjol Padang umumnya berasal dari Jurusan Psikologi Islam.  Kata kunci : Pemustaka dan Layanan Perpustakaan,


2017 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 74-78
Author(s):  
Nurhayati Zein

Abstract: College libraries are the heart of universities. This statement has become a commitment for all academicians, but this statement has not been fully enforced by each related party. Like the level of use of library collections, both for library users among the teaching staff (lecturers), students or researchers, even for librarians themselves are those who consider collections that are not touched by users because they are difficult to read, just be put away to the warehouse, in the case that the collections contain information that is of scientific value that is straight, worthy of being used as a scientific benchmark. The visit to the library has decreased, because the user feels unable to read various kinds of information that are already available in the library. Therefore, it is necessary to support user education activities as the main task of the librarian.Keywords: Librarian, Librarian and User EducationAbstrak : Perpustakaan perguruan tinggi adalah jantungnya perguruan tinggi . pernyataan ini sudah menjadi komitmen bagi semua civitas academika,akan tetapi pernyataan ini belum sepenuhnya diberlakukan oleh masing masing pihak terkait.seperti tingkat keterpakaian koleksi perpustakaan, baik itu bagi pemustaka dari kalangan tenaga pengajar ( dosen ), kalangan mahasiswa ataupun dari kalangan peneliti ,bahkan bagi pustakawan itu sendiri ada yang menganggap koleksi koleksi  yang kurang dijamah oleh pemustaka karena sulit dibaca disingkirkan saja ke gudang,pada hal koleksi tersebut berisi informasi  yang bernilai ilmiah yang lurus,pantas dijadikan tolok ukur ilmiah. Kunjungan ke perpustakaan menjadi menurun , karena pemustaka merasa tidak mampu membaca bermacam macam  informasi yang sudah tersedia di perpustakaan.Oleh sebab itu perlu didukung kegiatan  user education  sebagai tugas pokok pustakawan.Kata kunci : Pemustaka, Pustakawan dan User Education


2017 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 1-12
Author(s):  
Afrizal Afrizal

Abstract  : This paper discusses the glory of Islamic civilization in the past through the development of science. Besides that, it also discussed about the condition of the library in Islamic educational institutions in general, which was so concerned and seemed not to get the attention of various parties concerned. In fact, the library is a window of science and information because that is where the user will be able to discover new thingsKeywords : Islamic Library, Islamic EducationAbstrak   :Tulisan ini membahas tentang kejayaan peradaban Islam di masa lampau melalui perkembangan ilmu pengetahuan. Selain itu juga dibahas tentang bagaimana kondisi perpustakaan di lembaga pendidikan Islam secara garis besar yang begitu memperihatinkan dan seakan tidak mendapatkan perhatian dari berbagai pihak terkait. Padahal, perpustakaan adalah jendela ilmu pengetahuan dan informasi karena di sanalah tempat di mana pemustaka akan mampu menemukan berbagai hal baruKata kunci : Perpustakaan Islam, Pendidikan Islam


2017 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 27-35
Author(s):  
Armen Armen

Abstract: From a religious perspective, we can easily answer that it is God who teaches us to communicate, using the intellect and language skills that are bestowed upon us. The Qur'an says, "God is most gracious, who has taught the Qur'an. He created man, who taught him how to speak "(Ar-Rahman: 1-4). Speaking of communication definitions, there is no right or wrong definition. Like any model or theory, definitions must be seen from their usefulness to explain the phenomena that are defined and evaluate them. Maybe too narrow, for example "Communication is the delivery of messages through electronic media or too broad for example Communication is the interaction between two or more living things". Communication is broadly defined as sharing experiences to some extent, each being can be said to communicate in terms of sharing experiences. Human communication in English is Human communication. All Beings, institutions or institutions large and small all need good communication.Keywords: Improving Librarian Communication with Librarians in Finding Sources of Information Abstrak :Dari perspektif agama, secara gampang kita bisa menjawab bahwa Tuhan-lah yang mengajari kita berkomunikasi, dengan mengunakan akal dan kemampuan berbahasa yang dianugerahkan-Nya kepda kita. Al-Qur'an mengatakan, “Tuhan Yang Maha Pemurah, yang telah mengajarkan Al-Qur'an. Dia menciptakan manusia, yang mengajarinya pandai berbicara” (Ar-Rahman:1-4). Berbicara tentang defenisi komunikasi, tidak ada defisi yang benar atau salah. Seperti juga model atau teori, definisi harus dilihat dari kemanfaatannya untuk menjelaskan fenomena yang didefinisikan dan mengevaluasinya. Mungkin terlalu sempit, misalnya “Komunikasi adalah penyampaian pesan melalui media elektronik atau terlalu luas misalnya Komunikasi adalah interaksi antara dua makhluk hidup atau lebih”. Komunikasi didefinisikan secara luas sebagai berbagi pengalaman sampai batas tertentu, setiap makhluk dapat dikatakan melakukan komunikasi dalam pengertian berbagi pengalaman. Komunikasi manusia dalam bahasa Inggris adalah Human comunication. Semua Makhluk, lembaga atau instansinya Besar maupun kecil semua butuh komunikasi yang baik.Kata kunci :Meningkatkan Komunikasi Pustakawan dengan Pemustaka dalam Mencari Sumber Informasi 


2017 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 36-45
Author(s):  
Armizawati Armizawati

Abstract : In this qualitative case study, we examined benefit Online Public Acsses Catalogue (OPAC) in IAIN Library. This research focus to student that use Online Public Access Catalogue (OPAC). This research using Miles & Hubberman model (Reduction data, show data and conclusion). Data were collected purposive sampling through observation and interview. The findings, showed that Online Public Acsses Catalogue (OPAC) give benefit,effective and efisien use to find all book fast.  Keyword : Benefit OPAC,Student IAIN BatusangkarAbstrak: Dalam studi kasus kualitatif ini, kami menguji manfaat Online Public Acsses Catalog (OPAC) di Perpustakaan IAIN. Fokus penelitian ini kepada siswa yang menggunakan Katalog Akses Publik Online (OPAC). Penelitian ini menggunakan model Miles & Hubberman (Reduksi data, tunjukkan data dan kesimpulan). Data dikumpulkan secara purposive sampling melalui observasi dan wawancara. Temuan, menunjukkan bahwa Online Public Acsses Catalog (OPAC) memberikan manfaat, efektif dan efisien untuk menemukan semua buku dengan cepat.Kata kunci: Manfaat OPAC, Mahasiswa IAIN Batusangkar


2017 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 13-26
Author(s):  
Yendri Yendri

Abstract: Learning resource center is a unit within an institution (specifically schools / universities / companies) that has an important role in encouraging the effectiveness and optimization of the learning process, and the implementation of various service functions (such as media services, training, learning consultancy, etc.). Improving learning productivity, providing the possibility of learning that is more individual in nature, providing a more scientific basis for learning, further strengthening learning, enabling learning instantly and enabling the presentation of broader learning, by presenting information that is able to penetrate geographical boundaries. In supporting these activities, libraries need to have library staff. According to Law No.43 of 2007, library staff is divided into two, namely technical staff and librarians. Library technical staff are non-librarians who technically support the implementation of library functions, for example computer technical staff, audio-visual technical staff and administrative technical staff. Library competence in the application of Information Technology has greatly changed the social character of the wearer. Changes in information needs, in interacting with others, in competition, and others. Learning needs also do not have to be seen as something solely serious Keywords: Library, Librarian, Information Technology Abstrak : Pusat sumber belajar adalah suatu unit dalam suatu lembaga (khususnya sekolah/Universitas/Perusahaan) yang berperan penting didalam mendorong efektifitas serta optimalisasi proses pembelajaran, dan  penyelenggaraan berbagai fungsi layanan (seperti layanan media, pelatihan, konsultasi pembelajaran, dan lain lalin). Meningkatkan produktivitas pembelajaran, memberikan kemungkinan pembelajaran yang sifatnya lebih individual, memberikan dasar yang lebih ilmiah terhadap pembelajaran, lebih memantapkan pembelajaran, memungkinkan belajar secara seketika dan memungkinkan penyajian pembelajaran yang lebih luas, dengan menyajikan informasi yang mampu menembus batas geografis.  Dalam mendukung kegiatan-kegiatan tersebut, perpustakaan perlu memiliki tenaga perpustakaan. Menurut UU No.43 tahun 2007, tenaga perpustakaan terbagi menjadi dua, yaitu tenaga teknis dan pustakawan. Tenaga teknis perpustakaan adalah tenaga non-pustakawan yang secara teknis mendukung pelaksanaan fungsi perpustakaan, misalnya tenaga teknis komputer, tenaga teknis audio-visual dan tenaga teknis ketatausahaan. Kompetensi perpustakaan dalam penerapan Teknologi Informasi telah banyak mengubah karakter sosial pemakainya. Perubahan dalam kebutuhan informasi, dalam berinteraksi dengan orang lain, dalam berkompetisi, dan lain-lain. Kebutuhan pembelajaran juga tidak harus dilihat sebagai sesuatu yang serius melulu Kata kunci : Perpustakaan, Pustakawan, Teknologi Informasi


2017 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 99-112
Author(s):  
Ermawelis Ermawelis

Abstract: Satisfaction is a feeling of pleasure that arises from a person caused by having achieved a goal or goal. Someone's satisfaction or dissatisfaction can be seen through the results obtained from the search for their needs. If he gets what he needs satisfaction it will arise automatically, because he gets satisfaction then the desire to come back will be great, and vice versa if his desires are not fulfilled then he is disappointed / dissatisfied automatically he does not return. Because of the limited time and ability of the writer to find out the level of satisfaction of the library user towards the Da'wah and Communication Sciences library, the writer collected data using the interview method. Interview is the process of obtaining information in the form of questions and answers with sources of information that take place with or without interview guidelines (Burhan Bungin, 2009: 108). Samples were taken based on the average number of visitors each month for one year (data obtained from the number of visitors from January to December 2015) which amounted to 7182/12 mth = 598.5 months, 599 visitors a month. If the sample of subjects is less than 100, all of them are taken, if more than 100 people, 10-15% or 20-25% can be taken. To collect the data the authors took a sample of 60 visitors or 10% of the average number of each month which amounted to 599 people (10% X 599 people = 59.9 rounded up to 60 people. To measure the level of user satisfaction the authors used the scal interval method with how to divide the difference between the highest score with the lowest score with many scales.Keywords: Satisfaction, PemustakaAbstrak : Kepuasan adalah suatu perasaan senang yang timbul dari diri seseorang disebabkan karena telah mencapai satu tujuan atau sasaran. Puas atau tidak puasnya seseorang bisa dilihat melalui hasil yang didapat dari pencarian kebutuhannya. Jika dia memperoleh apa yang dia butuhkan kepuasan itu akan timbul secara otomatis, karena dia mendapat kepuasan maka keinginan untuk datang kembali akan besar, begitu pula sebaliknya apabila keinginannya tidak terpenuhi maka dia kecewa / tidak puas secara otomatis dia tidak kembali. Karena keterbatasan waktu dan kemampuan penulis untuk mengetahui tingkat kepuasan pemustaka terhadap perpustakaan fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi penulis mengumpul data dengan metode wawancara. Wawancara adalah proses memperoleh keterangan berupa tanya jawab dengan sumber informasi yang berlansung dengan atau tanpa pedoman wawancara (Burhan Bungin, 2009: 108 ). Sampel yang diambil berdasarkan jumlah raaata-rata pengunjung setiap bulan selama satu tahun ( data diperoleh dari jumlah pengunjung dari bulan Januari s/d Desember 2015 ) yaitu berjumlah 7182/ 12 bln.= 598,5 dibulankan 599 pengunjung sebulan. Apabila sampel subjeknya kurang dari 100 diambil semuanya, apabila lebih dari 100 orang maka dapat diambil 10-15 % atau 20 – 25 %. Untuk mengumpulkan data penulis mengambil sampel yaitu sebanyak 60 pengunjung atau 10% dari jumlah rata-rata tiap bulan yang berjumlah 599 orang ( 10% X 599 orang = 59,9 dibulatkan menjadi 60 orang. Untuk mengukur tingkat kepuasan pemustaka penulis memakai metode skal interval dengan cara membagi selisih antara skor tertinggi dengan skor terendah dengan banyak skala.Kata kunci :  Kepuasan, Pemustaka


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document