MoDuluS: Media Komunikasi Dunia Ilmu Sipil
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

24
(FIVE YEARS 5)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

2714-9013, 2714-9021

2021 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 19
Author(s):  
Amilia Lalita Ivana ◽  
Hary Moetriono
Keyword(s):  

Transportasi laut merupakan sarana penting diberbagai bidang, antara lain adalah bidang ekonomi, sosial, keamanan, dan lain-lain. Prasarana paling penting dalam keberlangsungan transportasi laut adalah pelabuhan. Terminal Jamrud Pelabuhan Tanjung Perak merupakan terminal barang yang melayani domestik dan internasional. Dalam menjaga pelayanan pelabuhan agar berjalan tetap optimal, maka perlu menghindari waktu tunggu kapal. Penelitian ini bertujuan untuk membuat strategi optimasi waktu sandar kapal dengan mengoptimalkan pelayanan pengangkutan. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan dan mengevaluasi data bongkar muat selama 6 tahun terakhir (tahun 2011 sampai 2017). Analisa pelayanan di terminal Jamrud pelabuhan Tanjung Perak dilakukan dengan menggunakan metode pemrograman linier dan model metode model antrian. Hasil output yang utama adalah optimasi waktu sandar kapal. Hasil hasil analisis deskriptif kuantitatif dengan tujuan untuk meminimalkan waktu sandar kapal mendapatkan solusi yaitu dengan penambahan 50% NOT (Not Operation Time), 75% NOT (Not Operation Time), dan 100% NOT (Not Operation Time) pada ET (Efektif Time), maka efektivitas untuk semua jenis muatan di semua dermaga di Terminal Jamrud sesuai dengan SOP yaitu 70%. Dan juga dengan penambahan 50% IT (Idle Time) dan 50% NOT (Not Operation Time) pada ET (Efektif Time), penambahan 75% IT (Idle Time) dan 75% NOT (Not Operation Time) pada ET (Efektif Time) dan penambahan 100% IT (Idle Time) dan 100% NOT (Not Operation Time) pada ET (Efektif Time) efektivitas sudah sesuai dengan SOP yaitu 70%


2021 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 7
Author(s):  
Hendry Edy ◽  
Tantin Pristyawati

Di Pulau Jawa, daerah yang pembangunan dan pertumbuhan ekonominya baik pada umumnya berada di sepanjang pantai utara seperti kota Semarang, Pati, Rembang dan Jepara. Sedangkan di bagian selatan pertumbuhan ekonominya cenderung lebih lambat. Sehingga untuk memacu perkembangan wilayah selatan, pemerintah meningkatkan tersedianya infrastruktur berupa Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS). Oleh karena itu dilskuksn penelitian yng bertujuan untuk menganalisis perubahan tata guna lahan yang terjadi di Desa Jetis, dengan adanya pembangunan JJLS. Metode dalam penelitian ini merupakan metode kualitatif, dimana data awal penelitian ini diambil dengan  menggunakan observasi langsung di lapangan dan juga wawancara dengan aparat desa dan masyarakat sekitar. Dengan model Miles and Huberman. Analisis dilakukan pada saat pengumpulan  data berlangsung dan setelah selesai pengumpulan data pada periode waktu tertentu sampai diperoleh data yang kredibel dan sesuai dengan data yang dibutuhkan. Uji keabsahan data pada penelitian kualitatif meliputi uji, credibility (validitas internal), transferability (validitas eksternal), dependability (reliabilitas) , dan confirmability (obyektivitas). Hasil penelitian yang dilakukan melalui pendekatan analisis peta digital (sistem informasi geografis) dengan cara tumpang susun peta penggunaan lahan hasil interpretasi citra sebelum dan sesudah pembangunan JJLS, diperoleh  bahwa belukar/ semak sebesar 1.68 %, sawah tadah hujan  1 % dan tegalan mengalami pengurangan hampir 10,16%. Sedangkan penambahan terjadi pada lahan pemukiman  kurang lebih 13%. Pola perubahan penggunaan lahan yang terjadi adalah pola tersebar. Perubahan penggunaan lahan yang terjadi dari lahan belukar, sawah tadah hujan dan tegalan menjadi pemukiman.


2021 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 25
Author(s):  
Pandji Thoha S. Balido ◽  
Sri Wiwoho Mudjanarko ◽  
Hendramawat Aski Safarizki
Keyword(s):  

Perkerasan lentur (flexible pavement) adalah sistem perkerasan jalan dimana konstruksi terdiri dari beberapa lapisan. Tiap-tiap lapisan perkerasan pada umumnya menggunakan bahan maupun persyaratan yang berbeda sesuai dengan fungsinya yaitu, menyebarkan roda kendaraan sedemikian rupa sehingga dapat ditahan oleh tanah dasar. Aspal sebagai bahan pengikat merupakan material penting dalam konstruksi perkerasan jalan. Perkerasan jalan di Indonesia sebagian besar menggunakan aspal minyak dengan Penetrasi 60/70. Akan tetapi penggunaan aspal konvensional masih memiliki kelemahan, salah satunya adalah perkerasan jalan tidak mampu menahan beban lalu lintas berlebih dan temperatur tinggi. Penggunaan Asbuton modifikasi (Retona) diharapkan dapat mengatasi kelemahan aspal konvensional tersebut. Aspal Retona dikembangkan melalui proses penyulingan dan ekstraksi Asbuton guna mempertinggi kualitas aspal. Penelitian ini dilakukan di laboratorium PT. Alam Indah Cendana Lestari, Kota Kupang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja terhadap ruas jalan petuk. Perkerasan jalan tidak mampu menahan beban lalu lintas berlebih dan temperatur tinggi. Perencanaan perkerasan jalan ini adalah untuk mendapatkan tebal struktur perkerasan lentur dengan menggunakan metode Bina Marga 2017.


2020 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 42
Author(s):  
Yayu Sri Wahyuni ◽  
Cilda Thesisa Ilmawan Dzinnur ◽  
Satria Agung Wibawa

Dengan berkurangnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) di daerah perkotaan, maka teknologi Lubang Resapan Biopori (LRB) merupakan salah satu teknologi alternatif eco drainage yang dapat diterapkan untuk menanggulangi banjir, membantu mengurangi kekeringan serta mengurangi beban sampah kota. Selain menggunakan sampah organik sebagai media pengisi Lubang Resapan Biopori (LRB) juga digunakan bahan bioaktivator dan fases hewan sebagai bahan campuran. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh sampah organik, bioaktivator dan fases hewan terhadap infiltrasi pada Lubang Resapan Biopori (LRB) serta untuk mengetahui permeabilitas yang terjadi di sekitar LRB pada minggu ke-4. Dari hasil data pengujian, analisa data dan pembahasan, dapat ditarik kesimpulan bahwa sampah organik, bioaktivator dan fases hewan berpengaruh pada peningkatan infiltrasi. Rata-rata peningkatan infiltrasi pada LRB1 (sampah organik) sebesar 6,831cm/detik, LRB2 (sampah organik+fases hewan) sebesar 6,888 cm/detik, LRB3 (sampah organik+bioaktivator) sebesar 7,175 cm/detik. Sampah organik, fases hewan dan bioaktivator juga secara langsung mampu mempengaruhi permeabilitas tanah di sekeliling LRB walaupun tidak terlalu signifikan. Nilai tertinggi permeabilitas terjadi pada blanko-blanko yang terletak dekat dengan LRB, yaitu blanko 1A, 2A dan 3A dengan nilai 0,017681 cm/detik; 0,017582 cm/detik; 0,017979 cm/detik.


2020 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 34
Author(s):  
Agung Kristiawan ◽  
Slamet Budirahardjo ◽  
Putri Anggi Permata Suwandi

Material merupakan salah satu komponen penting dalam pelaksanaan suatu proyek konstruksi dan pemakaiannya harus dikontrol dengan baik sehingga tidak banyak sisa-sisa material yang terbuang dan menumpuk. Untuk minimalisasi sisa material akan menguntungkan  pihak kontraktor dan bisa mengurangi dampak lingkungan. Sisa material konstruksi banyak sekali jenisnya seperti sisa material bata, pasir, split, begesting, dll. Pada pekerjaan plesteran membutuhkan pasir yang sudah diayak sesuai saringan yang dibutuhkan dan akan didapatkan sisa material ayakan pasir yang berbentuk kerikil. Sisa material kerikil dari ayakan pasir apabila tidak digunakan akan menumpuk dan dapat mengganggu pada penempatan material lain apabila lahannya tidak cukup luas. Sisa kerikil dari ayakan pasir tersebut dapat dipakai sebagai agregat kasar pada campuran beton sehingga sisa material tersebut dapat dioptimalkan lagi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji karakteristik beton dengan mengoptimalisasikan sisa material, dalam hal ini kerikil sisa ayakan pasir sebagai pengganti agregat kasar campuran beton perbandingan 1 PC : 2 PS : 3 KR dengan variasi pengaruh material sisa ayakan pasir terhadap agregat normal beton sebesar 10%, 15%, 20%, 25%, 30%. Dari hasil uji laboratorium, karakteristik umum kuat tekan beton perbandingan 1 PC : 2 PS : 3 KR dengan agregat kasar memakai kerikil sisa ayakan pasir menunjukkan bahwa semakin besar persentase substitusi batu pecah dengan grosok maka kuat tekannya semakin turun. Karakteristik Kuat Tekan Kubus Beton Penambahan Portland Cement (PC) dengan Substitusi Grosok 5% cukup dipengaruhi oleh besarnya penambahan PC, semakin besar persentase penambahan  PC maka kuat tekannya semakin besar.


2020 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 26
Author(s):  
Muhammad Abi Hartono ◽  
Eva Azhra Latifa
Keyword(s):  

Terdapat banyak metode dalam mendesain tebal perkerasan kaku, diantaranya metode AASHTO 1993 dan metode AUSTROADS 2012. Pemilihan metode perencanaan yang tepat untuk suatu pekerjaan mempunyai peranan penting terkait dengan indikator keberhasilan suatu proyek dalam hal ini konstruksi perkerasan kaku yang memenuhi syarat teknis dan biaya yang ekonomis. Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk membandingkan tebal pelat beton dan biaya yang diperlukan konstruksi perkerasan kaku dengan lapisan tanah dasar yang diberi perkuatan dengan penambahan semen dibandingkan dengan lapisan tanah dasar yang diberi lapisan geotekstil. Tujuan penelitian ini adalah : menetukan tebal perkerasan kaku dan memilih biaya yang lebih ekonomis. Tebal pelat beton menggunakan metode AASHTO 1993 dan Austroad 2012 dihitung serta dianalisis biaya yang paling ekonomis dari kombinasi tanah dasar, pondasi atas, serta struktur plat beton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa apabila menggunakan metode AASHTO 1993 menghasilkan tebal lean concrete 10 cm dan ketebalan pelat beton 27 cm. Sedangkan untuk metode AUSTROADS 2012 menghasilkan tebal lean concrete 10 cm dan ketebalan pelat beton 21 cm. Biaya yang paling murah didapatkan dari kombinasi (Perkerasan AUSTROAD, Tanah Stabilisasi, dan Pondasi Bawah) memerlukan biaya sebesar  Rp.71,394,879,243


2020 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
pp. 16
Author(s):  
Susilo Susilo

Pondasi tiang atau disebut juga pondasi dalam dipergunakan untuk konstruksi beban berat ( high rise building ). Sebelum melaksanakan suatu pembangunan konstruksi yang pertama-tama dilaksanakan dan dikerjakan dilapangan adalah pekerjaan pondasi (struktur bawah). Pondasi merupakan suatu pekerjaan yang sangat penting dalam suatu pekerjaan teknik sipil, karena pondasi inilah yang memikul dan menahan suatu beban yang bekerja diatasnya yaitu beban konstruksi atas.  Tujuan dari studi ini untuk menghitung daya dukung tiang pancang dari hasil sondir, Standart Penetration Test (SPT), dan berdasarkan parameter kuat geser tanah, membandingkan hasil daya dukung tiang pancang dan menghitung penurunan yang terjadi pada tiang pancang. Metodologi pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan observasi, pengambilan data dari pihak proyek serta melakukan studi keperpustakaan. Pada perhitungan daya dukung tiang pancang dilakukan dengan metode Meyerhof dan berdasarkan parameter kuat geser tanah. Berdasarkan data sondir, SPT, parameter kuat geser tanah yang diperoleh dan dihitung . Dari analisis didapat berbagai Alternatif yakni diameter 0,8 m, 0,7 m, 0,6 m, diambil alternatif ke-2 diameter 0,7 m dengan metode Meyerhoff  Kapasitas daya dukung pondasi tiang ditentukan oleh kemampuan material tiang untuk menahan beban struktural. Berdasarkan hasil analisis diperoleh tegangan yang terjadi pada tiang sebesar 325,78 Ton > 310 Ton, sehingga pondasi aman digunakan. Analisis tiang kapasitas dukung penurunan tiang pancang metode  Meyerhoff diameter 0,8 m sebesar 0,00197 m, 0,7 m sebesar 0,00257 m, 0,6 m sebesar 0,00349 m.


2020 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
pp. 21
Author(s):  
Langgeng Satriawan

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penyebab utama kerusakan pada jalan Ngadirojo – Giriwoyo Km. 44 +800 – Km. 46 + 800  dan seberapa parah kerusakan yang ditimbulkan akibat beban yang berlebih (Overload) pada ruas jalan Ngadirojo – Giriwoyo Km. 44 +800 – Km. 46 + 800. Penelitian ini menggunakan metode Observasi, yaitu dengan melaksanakan peninjauan langsung dilapangan, dan data yang bersifat sekunder kami analisis menggunakan program komputer, yaitu Microsoft Exel. Berdasarkan hasil survei kerusakan jalan, jenis kerusakan yang terjadi pada ruas jalan Ngadirojo – Giriwoyo Km. 44 +800 – Km. 46 + 800 adalah Lubang, Retak Refleksi, Sungkur, Stripping, Retak kulit buaya, Pengelupasan permukaan, Jumbul. Kerusakan yang dominan pada ruas jalan Ngdirojo – Giriwoyo Km. 44 +800 – 46 + 800 adalah Sungkur, Lubang, Retak Refleksi. Dari data LHR yang penulis peroleh, bisa dipastikan penyebab utama kerusakan jalan Ngdirojo – Giriwoyo Km. 44 +800 – 46 + 800 dikarenakan oleh kendaraan dengan muatan berlebih (Overload) yang didominasi kendaraan berat atau dalam artian jalan tersebut dipaksakan untuk menerima beban berlebih saat ini. Dari hasil perhitungan pertumbuhan lalulintas (i) dengan metode Eksponensial adalah 7,29 %. Untuk prediksi pertumbuhan lalu lintas ditahun mendatang didapatkan hasil 2019 = 18,47 dengan volume 2825,7 (smp/jam), 2024 = 54,93 % dengan volume 3580,6 (smp/jam) dan 2029 = 91,38 % dengan volume 4335,5 (smp/jam).


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document