incontinence impact questionnaire
Recently Published Documents


TOTAL DOCUMENTS

38
(FIVE YEARS 1)

H-INDEX

12
(FIVE YEARS 0)

2021 ◽  
Vol 19 (1) ◽  
Author(s):  
Katarzyna Skorupska ◽  
Magdalena Emilia Grzybowska ◽  
Agnieszka Kubik-Komar ◽  
Tomasz Rechberger ◽  
Pawel Miotla

Abstract Purpose Urogenital Distress Inventory-6 (UDI-6), Incontinence Impact Questionnaire-7 (IIQ-7) and The International Consultation on Incontinence (ICIQ-SF) Short Form are used to diagnose individuals with urinary incontinence (UI) and to assess the impact of the dysfunction on patient quality of life. While ICIQ-SF has fixed cutoff values—UDI-6 and IIQ-7 do not. We aimed to find the cutoff scores for UDI-6 and IIQ-7 in women with UI. Methods The study involved 205 women aged between 31 and 83 years—155 with, and 50 without UI symptoms. All participants completed all three questionnaires: ICIQ-SF, UDI-6 and IIQ-7. Patients were categorized according to their ICIQ-SF scores, as symptomatic ICIQ-SF ≥ 6 (n = 134) and asymptomatic ICIQ < 6 (n = 60). The Receiver Operating Characteristics (ROC) curve was used to test how well UDI-6 allowed a discrimination between patients suffering from UI and those who do not. Area under Curve (AUC) statistic was calculated to measure the UDI-6 and IIQ-7 Total Score efficiency. Results The cutoff values were selected. On the basis of the ROC curve analysis, the UDI-6 Total Score of 33.33 and IIQ-7 Total Score of 9.52 were determined to be the optimal cutoff for distinguishing between symptomatic and asymptomatic women (AUC = 0.94-UDI-6 and 0.91-IIQ-7). Conclusions For UDI-6 scores more than 33.33 indicate higher distress caused by UI symptoms. Moreover, the higher impact of UI on health- related quality of life is seen in women who scored 9 or more in the IIQ-7 questionnaire, and such women felt impaired quality of life. Trial registration number NCT04433715, 11.06.2020 “retrospectively registered”.


Author(s):  
Jai B. Sharma ◽  
Mukul Chauhan ◽  
Neerja Bhatla ◽  
Amlesh Seth ◽  
Rajesh Kumari ◽  
...  

Background: Overactive bladder syndrome (OAB) is a common condition. The aim of the present study was to correlate the incontinence impact questionnaire (IIQ) score with urodynamic studies in patients of overactive bladder syndrome.Methods: It was a prospective study performed in a tertiary referral centre on 60 women with symptomatology of OAB. IIQ score was calculated and urodynamic studies were performed in all patients in which detrusor overactivity, maximum flow rate of urine per second (Qmax) and voiding time in seconds was calculated in all women.Results: The mean age was 42.3±9.91 years, mean body mass index was 24.7±2.71 kg/m2, mean parity was 2.4 and mean serum creatinine level was 0.84±0.21 mg/dl. Symptoms seen were urgency (100%), frequency (100%), urge incontinence (95.0%) and nocturia (76.6%). IIQ score ranged from 7-20 with mean being 12.27±3.38. OAB was mild in 36.6%, moderate in 41.66% and severe in 21.66% patients. On urodynamic studies, detrusor overactivity was present in 75% cases being 59% in mild, 80% in moderate and 76.92% in severe OAB. Mean Qmax increased with severity of OAB and was 29.55ml/second in mild OAB, 30.36ml/second in moderate OAB and 31.59 ml/second in severe OAB. Mean voiding time decreased with severity of OAB and was 33.44 seconds in mild OAB, 32.14 seconds in moderate OAB and 31.47 seconds in severe OAB.Conclusions: IIQ score and urodynamic studies are useful in diagnosis and quantification of OAB syndrome.


2020 ◽  
Vol 43 (3) ◽  
pp. 261-265
Author(s):  
Marco Monticone ◽  
Giorgio Ferriero ◽  
Andrea Giordano ◽  
Calogero Foti ◽  
Franco Franchignoni

2017 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 20
Author(s):  
Desby Juananda ◽  
Dhany Febriantara

Inkontinensia urin (IU) diartikan sebagai keluarnya urin tanpa disadari yang dapat diamati secara objektif, serta menimbulkan masalah sosial dan kebersihan. IU merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dijumpai pada lanjut usia (lansia). Pada penelitian ini akan dinilai gambaran prevalensi dan dampak IU, serta kualitas tidur pada lansia di Panti Werdha Provinsi Riau. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan potong lintang yang dilakukan pada 30 orang lansia berusia lebih dari 60 tahun menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner, antara lain Incontinence Impact Questionnaire-7 (IIQ-7), Urogenital Distress Inventory-6 (UDI-6), dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Pada penelitian ini diketahui bahwa 16 orang (53,33%) lansia mengalami IU, dan  umumnya adalah perempuan. Tipe IU yang ditemukan, antara lain tipe urgensi sebanyak 14 orang (87,5%), tipe stres sebanyak 1 orang (6,25%) dan tipe luapan sebanyak 1 orang (6,25%). IU diketahui berdampak pada aktivitas fisik (44,44%), perjalanan (44,44%) dan kesehatan emosional (11,12%). Lansia yang mengalami IU memiliki kualitas tidur yang tidak baik (100%) dan waktu tidur yang singkat (68,75%). Penelitian ini menunjukkan bahwa prevalensi IU pada lansia di Panti Werdha Provinsi Riau cukup tinggi dengan distribusi terbanyak adalah tipe urgensi. IU diyakini sangat berdampak pada aktivitas fisik, emosi dan kualitas tidur.


2017 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 20
Author(s):  
Desby Juananda ◽  
Dhany Febriantara

Inkontinensia urin (IU) diartikan sebagai keluarnya urin tanpa disadari yang dapat diamati secara objektif, serta menimbulkan masalah sosial dan kebersihan. IU merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dijumpai pada lanjut usia (lansia). Pada penelitian ini akan dinilai gambaran prevalensi dan dampak IU, serta kualitas tidur pada lansia di Panti Werdha Provinsi Riau. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan potong lintang yang dilakukan pada 30 orang lansia berusia lebih dari 60 tahun menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner, antara lain Incontinence Impact Questionnaire-7 (IIQ-7), Urogenital Distress Inventory-6 (UDI-6), dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Pada penelitian ini diketahui bahwa 16 orang (53,33%) lansia mengalami IU, dan  umumnya adalah perempuan. Tipe IU yang ditemukan, antara lain tipe urgensi sebanyak 14 orang (87,5%), tipe stres sebanyak 1 orang (6,25%) dan tipe luapan sebanyak 1 orang (6,25%). IU diketahui berdampak pada aktivitas fisik (44,44%), perjalanan (44,44%) dan kesehatan emosional (11,12%). Lansia yang mengalami IU memiliki kualitas tidur yang tidak baik (100%) dan waktu tidur yang singkat (68,75%). Penelitian ini menunjukkan bahwa prevalensi IU pada lansia di Panti Werdha Provinsi Riau cukup tinggi dengan distribusi terbanyak adalah tipe urgensi. IU diyakini sangat berdampak pada aktivitas fisik, emosi dan kualitas tidur.


2017 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 20
Author(s):  
Desby Juananda ◽  
Dhany Febriantara

Inkontinensia urin (IU) diartikan sebagai keluarnya urin tanpa disadari yang dapat diamati secara objektif, serta menimbulkan masalah sosial dan kebersihan. IU merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dijumpai pada lanjut usia (lansia). Pada penelitian ini akan dinilai gambaran prevalensi dan dampak IU, serta kualitas tidur pada lansia di Panti Werdha Provinsi Riau. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan potong lintang yang dilakukan pada 30 orang lansia berusia lebih dari 60 tahun menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner, antara lain Incontinence Impact Questionnaire-7 (IIQ-7), Urogenital Distress Inventory-6 (UDI-6), dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Pada penelitian ini diketahui bahwa 16 orang (53,33%) lansia mengalami IU, dan  umumnya adalah perempuan. Tipe IU yang ditemukan, antara lain tipe urgensi sebanyak 14 orang (87,5%), tipe stres sebanyak 1 orang (6,25%) dan tipe luapan sebanyak 1 orang (6,25%). IU diketahui berdampak pada aktivitas fisik (44,44%), perjalanan (44,44%) dan kesehatan emosional (11,12%). Lansia yang mengalami IU memiliki kualitas tidur yang tidak baik (100%) dan waktu tidur yang singkat (68,75%). Penelitian ini menunjukkan bahwa prevalensi IU pada lansia di Panti Werdha Provinsi Riau cukup tinggi dengan distribusi terbanyak adalah tipe urgensi. IU diyakini sangat berdampak pada aktivitas fisik, emosi dan kualitas tidur.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document