Jurnal Kesehatan Melayu
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

43
(FIVE YEARS 0)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Fakultas Kedokteran Universitas Riau

2597-7407, 2597-6532

2018 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 67
Author(s):  
Taufik Suryadi Ismail ◽  
Syahrul Syahrul ◽  
Ryan Mirza Mirza

Tinggi badan merupakan hal yang penting dalam memprediksikan dan mengidentifikasi individu atau korban tak dikenal akibat kecelakaan pesawat, mutilasi, bencana dan musibah lainya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan rumus regresi perkiraan tinggi badan berdasarkan panjang jari tengah subjek laki-laki dan perempuan. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan metode cross sectional. Subjek penelitian merupakan mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Kedokteran Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Syiah Kuala berjumlah 287 orang yang diambil dengan metode systematic random sampling. Pengukuran antropometri yang berupa tinggi badan dan panjang jari tengah kanan dan kiri. Data akan dianalisis statistik dengan uji korelasi Pearson dan rumus regresi linier.Berdasarkan hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara panjang jari tengah dengan tinggi badan dengan nilai korelasi(r) 0,541-0,668 dan nilai sig = 0,000 (sig.<0,05). Didapatkan formula perkiraan tinggi badan yaitu, Laki-Laki: Tinggi Badan (cm) = 94,217 + 6,736 (panjang jari tengah kanan (cm)) Standar Error(SE) ±7,444; Tinggi Badan (cm) = 98,696 + 6,318 (panjang jari tengah kiri (cm)) SE ±7,701; Perempuan: Tinggi Badan (cm) = 103,153 + 5,299 (panjang jari tengah kanan (cm)) SE ±7,591; Tinggi Badan (cm) = 104,254 + 5,239 (panjang jari tengah kiri (cm)) SE ±7,552. Tinggi badan seseorang dapat ditentukan dengan mengukur panjang jari tengah.


2018 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 88
Author(s):  
Dino Irawan

Menggigil pasca anestesia merupakan mekanisme kompensasi tubuh yang dapat menimbulkan efek samping antara lain pasien merasa tidak nyaman bahkan nyeri hingga dapat meningkatkan kebutuhan oksigen karena adanya peningkatan aktifitas otot. Menggigil pasca anestesi pada pasien yang menjalani seksio sesarea yang dilaporkan berkisar antara 37-57%. Kejadian tersebut dapat diatasi dengan beberapa cara salah satunya dengan pendekatan farmakologis. Klonidin merupakan parsial agonis α2adrenergik yang secara ekstensif dievaluasi sebagai adjuvan anestesi spinal dan memiliki efek anti menggigil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi kejadian menggigil, karakteristik menggigil, dan perubahan tanda vital pasien seksio sesarea pasca anestesi spinal yang diberikan klonidin 30 mcg intratekal. Penelitian ini bersifat deskriptif. Observasi dilakukan di ruang pemulihan RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dengan jumlah sampel sebanyak 30 pasien. Hasil penelitian menunjukkan 5 dari 30 pasien (16,7%) mengalami kejadian menggigil. Berdasarkan derajat menggigil, 25 pasien (83,3%) derajat 0, dan 5 pasien derajat 1 (16,7%).  Pada penelitian ini perubahan suhu tubuh, tekanan darah, dan denyut nadi hanya terjadi sedikit perubahan.


2018 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 51
Author(s):  
Olivia Makmur ◽  
Yuni Eka Anggraini ◽  
Dimas Pramita Nugraha

Erupsi obat alergi merupakan bentuk reaksi simpang obat tipe B yang terjadi di kulit yang disebabkan oleh penggunaan obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pasien erupsi obat alergi di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau pada periode 1 Januari 2011-31 Desember 2015. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif dengan menggunakan data sekunder berupa rekam medis. Sampel yang digunakan sebanyak 351 sampel yang telah sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Pasien erupsi obat alergi paling banyak ditemukan pada perempuan (58,97%) dibandingkan dengan laki-laki. Kelompok usia 41-60 tahun (30,20%) merupakan kelompok usia pasien erupsi obat alergi terbanyak. Penyakit endokrin (10,54%) merupakan penyakit penyerta yang paling banyak ditemukan pada penelitian ini dan riwayat alergi makanan ditemukan pada 4 kasus (1,14%). Bentuk erupsi yang paling sering ditemukan adalah eritroderma (23,93%). Obat penyebab erupsi obat alergi yang paling banyak ditemukan adalah antibiotik (21,65%).


2018 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 125
Author(s):  
Elva Susanty
Keyword(s):  

Infeksi parasit usus merupakan penyakit endemik yang menyebabkan masalah kesehatan di negara berkembang seperti Indonesia. Diagnosa parasit usus memerlukan teknik pemeriksaan yang sensitif dan biaya murah. Teknik konsentrasi formol eter (formol eter concentration/FEC) merupakan salah satu teknik pemeriksaan dengan sampel feses untuk mendeteksi parasit usus dengan prinsip sedimentasi. Tehnik ini merupakan salah satu tehnik yang ekonomis, mudah dilakukan, dan meningkatkan jumlah penemuan parasit usus karena dapat memisahkan debris dari feses. Tujuan: Mengetahui teknik konsentrasi formol eter dalam mendiagnosa parasit usus. Tinjauan Pustaka: Prevalensi infeksi parasit usus masih cukup tinggi di negara berkembang akibat kurangnya sanitasi dan buruknya higiene, sehingga diperlukan suatu teknik pemeriksaan yang bisa mendeteksi kista protozoa, larva, dan telur cacing. Teknik FEC menggunakan formalin 10% dalam air sebagai penstabil dan eter sebagai pelarut. Teknik FEC tidak merusak organisme dalam sampel feses, dapat mengetahui parasit usus dengan sampel feses sedikit, dan ekonomis. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa teknik FEC lebih baik daripada teknik direct wet mount dalam mendiagnosa parasit usus. Simpulan:  Teknik FEC merupakan salah satu teknik pemeriksaan yang sensitif dan ekonomis dan dapat digunakan sebagai pilihan untuk mendiagnosa parasit usus.


2018 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 93
Author(s):  
Tubagus Odih Rhomdani Wahid

Penyakit Hirschprung adalah suatu kelainan bawaan berupa aganglionosis usus, mulai dari sfingter ani internal ke arah proksimal dengan panjang yang bervariasi, bersifat kosmopolitan, dengan insiden berkisar 1 diantara 2000 sampai 12.000 kelahiran.  Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil luaran operasi pulltrough pada Hirsprung dengan skor Klotz periode januari 2010-Desember 2016, meliputi hubungan status gizi dengan hasil luaran dan komplikasi yang timbul.  Penelitian ini dilakukan dengan rancangan deskriptif analitik dengan pengumpulan data secara retrospektif terhadap penderita Hirschprung yang dikerjakan terapi definitif dengan metode operasi pulltrough, data diambil dari rekam medis dan kuisioner di RS Arifin Achmad periode Januari 2010- Desember 2016. Dua puluh sembilan pasien terdapat 16 (55,2 %) pasien laki - laki dan 13 (44,8%) pasien perempuan.  Terdapat 21 (72,4%) dengan gizi baik dan 8 (27,6%) dengan gizi kurang. Komplikasi yang terbanyak ditemukan adalah enterokolitis 5(17,2%) diikuti dengan stenosis rectum 1(3,4%). Terdapat hubungan bermakna komplikasi pasca operasi pulltrough dengan evaluasi skoring Klotz dan tidak terdapat hubungan bermakna antara status gizi dengan evaluasi skoring Klotz.


2018 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 130
Author(s):  
Donaliazarti Donaliazarti

Hemoglobin SD adalah suatu keadaan heterozigot HbS dan HbD yang merupakan bentuk penyakit sel sabit yang jarang. Pasien dengan Hb SD menunjukkan manifestasi klinis yang bervariasi. High performance liquid chromatography (HPLC) merupakan metode rujukan untuk membantu menegakkan diagnosis kelainan Hb saat ini. Anak laki-laki berusia 7 tahun mengeluh nyeri pada kedua tungkai sejak 5 hari sebelum masuk rumah sakit dan sudah muncul berulang sejak 4 tahun yang lalu. Keluhan disertai demam dan tampak pucat. Riwayat keluar cacing dari BAB usia 2 tahun. Pemeriksaan fisik menunjukkan hipertermia, konjungtiva anemis, limfadenopati dan hepatomegali. Hasil pemeriksaan hematologi menunjukkan anemia normositik normokrom dengan retikulositosis dan leukositosis dengan eosinofilia. Hasil pemeriksaan HPLC menunjukkan adanya S-window, D-window, dan peningkatan HbF.  Nyeri pada kedua tungkai merupakan gambaran terjadinya proses vasooklusif akut yang dicetuskan oleh keadaan demam dan infeksi. Sumber infeksi pada pasien ini belum diketahui pasti namun diperkirakan adalah infestasi cacing yang didiagnosis banding dengan sindrom hipereosinofilik. Manifestasi klinis lainnya dihubungkan dengan anemia hemolitik yang dapat terjadi intravaskular maupun ekstravaskular.


2018 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 60
Author(s):  
Zuhirman Zamzami

Batu saluran kencing merupakan masalah dalam bidang urologi yang memerlukan perhatian karena prevalensinya yang terus meningkat. Penelitian ini berujuan untuk mengevaluasi penatalaksanaan terkini penatalaksanaan batu saluran kencing di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif.  Penelitiian dilaksanakan di rumahsakit Arifin Achmad Pekanbaru, Semua catatan medis pasien batu saluran kencing periode 2010-2016 direview untuk mendapatkan karakteristik, pola dan penatalaksanaan batu saluran kencing.  Terdapat 1418 pasien batu saluran kencing yang ditatalaksana di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dimana yang terbanyak batu ureter (49,1%) dan dikuti oleh batu ginjal (37,5%) serta batu buli (13,4%). Penatalaksanaan batu saluran kencing sebagian besar (72%) dengan tindakan non invasif dan invasif minimal sedangkan 28% dengan tindakan operasi terbuka (invasif). Dapat disimpulkan penatalaksanaan terkini batu saluran kencing di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru sebagian besar adalah tindakan non invasif dan minimal invasif sedangkan tindakan operasi terbuka (invasif) lebih sedikit. Terdapat perbaikan fungsi ginjal secara berbeda bermakna (p < 0,0001, p < 0,002) kadar ureum dan kreatinin sebelum dan sesudah penatalaksanaan batu saluran kencing pada pasien batu saluran kencing dengan gangguan fungsi ginjal (uropati obstruktif).


2018 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 99
Author(s):  
Dedi Afandi
Keyword(s):  

Persetujuan Tindakan Kedokteran (PTK) atau informed consent merupakan salah satu kewajiban yang harus dilakukan oleh dokter sebelum melakukan tindakan medis.  Pelaksanaan PTK yang kurang adekuat atau tidak sesuai dengan prosedur dapat menimbulkan komplain dan atau klaim baik dari pasien maupun keluarga serta dapat menimbulkan masalah hukum bagi dokter.  Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk membahas aspek medikolegal dan tata laksana dalam proses melakukan PTK bagi dokter baik di rumah sakit maupun di fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.  Sejarah, filosofi, definisi, dasar hukum, tujuan, aspek medikolegal dan tata laksana PTK dibahas dan didiskusikan untuk meningkatkan pemahaman proses PTK yang benar.  Dengan memahami aspek medikolegal dan tata laksana PTK maka diharapkan akan meminimalisir dan menghindari tuntutan hukum dari pasien.


2018 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 106
Author(s):  
Yolazenia Yolazenia ◽  
Bestari Jaka Budiman ◽  
Dolly Irfandy

Banyak dilaporkan kegagalan pengobatan pada rinosinusitis kronis (RSK) disebabkan resistensi terhadap antibiotik. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa biofilm bakteri berperan penting pada etiologi dan persistensi dari RSK. Penulisan tinjauan pustaka ini adalah untuk mengetahui implikasi biofilm bakteri pada penderita RSK. Rinosinusitis kronis adalah penyakit inflamasi mukosa hidung dan sinus paranasal yang berlangsung dalam waktu lebih dari 12 minggu. Biofilm adalah suatu struktur komunitas sel-sel bakteri yang ditutupi oleh matriks polimer yang dihasilkan sendiri dan menempel pada permukaan. Berbagai penelitian menunjukkan terdapatnya biofilm bakteri pada mukosa sinonasal penderita RSK dan berhubungan dengan resistensi terhadap pengobatan dengan antibiotika. Berbagai pemeriksaan untuk mendeteksi biofilm yaitu Scanning Electron Microscopy (SEM), Transmission Electron Microscopy (TEM), Confocal Scanning Laser Microscopy (CSLM), modifikasi Calgary Biofilm Device Assay, Tube Method dan Congo Red Agar Method. Beberapa terapi potensial untuk mengatasi biofilm pada RSK sedang berkembang.


2018 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 118
Author(s):  
Sukamto Sukamto

Infark Miokard Akut (IMA) disebabkan oleh oklusi total pembuluh darah koroner oleh trombus yang memberikan gambaran elevasi segmen-ST pada pemeriksaan elektrokardiografi (EKG). Diagnosis dan tindakan reperfusi segera dibutuhkan untuk menangani kasus IMA. Semakin cepat tindakan reperfusi memberikan hasil yang lebih baik pada pasien. Terdapat beberapa penyebab lain selain IMA yang dapat memberikan gambaran elevasi segmen-ST pada EKG. Sehingga menjadi tantangan buat setiap dokter terutama dokter instalasi gawat darurat (IGD) untuk memiliki kemampuan membedakan gambaran tersebut untuk menghindari pengobatan dan tindakan reperfusi yang tidak sesuai indikasi.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document