Urecol Journal. Part H: Social, Art, and Humanities
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

7
(FIVE YEARS 7)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Konsorsium LPPM Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

2797-1821

2021 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 1-12
Author(s):  
Tarmilia Tarmilia ◽  
Wahyu Hanan Hapsari ◽  
Sri Lestari

Perubahan metode pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran daring di masa pandemi, memaksa orang tua untuk beradaptasi dengan perubahan. Anak yang semula belajar di sekolah, menjadi lebih banyak belajar di rumah bersama orang tuanya. Situasi ini menuntut para orang tua untuk lebih banyak terlibat dalam mendampingi belajar putra-putrinya. Penelitian ini bertujuan memahami aktifitas ibu mendampingi anak belajar daring.  Penelitian ini merupakan studi kasus deskriptif. Informan penelitian dua ibu yang memiliki anak TK. Metode pengumpulan data dengan wawancara dan observasi saat ibu mendampingi anak belajar daring. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik analisis deskriptif. Dalam mendampingi belajar, ibu tidak mengawali dan mengakhiri dengan mengajak anak berdoa, sikap ibu cenderung mengkritik pekerjaan anak serta mendikte apa yang harus ditulis dan warna gambar, serta menghapus tulisan anak. Namun ada ibu yang bersikap membebaskan. Perhatian ibu dalam mendampingi tidak sepenuhnya terfokus pada aktivitas anak, tetapi sambil melakukan kegiatan lainnya. Ibu kurang memberi penghargaan atau pujian, serta tergesa-gesa karena harus melanjutkan pekerjaan. Dalam mendampingi anak belajar ibu mendapat dukungan berupa motivasi dari diri sendiri, karakter anak yang penurut, keterlibatan suami dan keluarga, serta keterlibatan guru. Ada ibu yang dikunjungi guru namun ada yang tidak. Ibu menemui hambatan karena keterbatasan ekonomi yang berakibat pada kurangnya sarana belajar serta waktu terbatas bahkan ada ibu yang kelelahan karena harus bekerja, ada ayah yang terlibat dan ada yang kurang terlibat, dan orang tua kurang berkomunikasi dengan guru. Hal ini menunjukkan belum terbentuk kemitraan yang baik antara orang tua dan guru. Ayah diharapkan lebih terlibat dalam pendampingan anak belajar. Kerja sama antara ibu dan ayah hendaknya ditingkatkan agar anak bisa belajar dengan lancar dan baik.


2021 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 47-56
Author(s):  
Hermahayu Hermahayu

The Covid-19 pandemic is a global problem that has disrupted and delayed several national and international sports competitions. Athletes face the direct psychological consequences of Covid-19 such as cancellation of competitions, loss of support, lack of training, loss of income, excessive vigilance and anxiety. Therefore, this study aims to examine the relationship between resilience, mental toughness, and intrinsic motivation in national competitive athletes in Central Java, Indonesia during the pandemic. A total of 225 athletes from 23 sports who have participated in various nationally standardized competitions were involved in this study. The results showed that resilience was positively related to mental toughness (r = 0.616) and also to intrinsic motivation (r = 0.466). Mental toughness and intrinsic motivation, significantly predict resilience (R2 = 0.393). The findings of this study contribute that developing a mental toughness mindset and strengthening athletes' intrinsic motivation can represent intervention targets for resilient adaptation programs in the face of an uncertain pandemic situation.


2021 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 27-31
Author(s):  
Muhammad Nazif A’zam ◽  
Jihan Salsa Dila ◽  
Yollawati Arifi ◽  
Aftina Nurul Husna
Keyword(s):  

Wirausaha sosial merupakan sebuah aktivitas untuk mengenali masalah sosial dan menjadikan rinsip-prinsip berwirausaha untuk menciptakan usaha guna mencapai perubahan dalam kepentingan sosial. Dalam menjalankan suatu usaha diperlukan motivasi untuk tetap menjalankan apa yang sudah didirikan. Penelitian ini bertujuan untuk menggali informasi melalui studi literature terkait bagaimana para wirausaha sosial mampu bertahan menjalankan ekonomi mereka di masa pandemi. Metode penelitian ini menggunakan review literature sistematis dengan merangkum hasil dari penelitian-penelitian yang sebelumnya sudah dilakukan. Berdasarkan kajian tersebut ditemukan bahwa terdapat lima aspek yang mempengaruhi motivasi wirausaha sosial, antara lain: pemenuhan pribadi, membantu masyarakat, fokus non-moneter, mencapai orientasi, dan kedekatan dengan masalah sosial.


2021 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 39-46
Author(s):  
Tjut Afrieda Syahara ◽  
Chusnul Azizah Indahsari ◽  
Dwi Susanti

Pandemi akibat Covid-19 telah berjalan selama lebih dari satu tahun. Hingga artikel ini dibuat, berbagai macam cara telah dilakukan oleh pemerintah dan berbagai lembaga lain untuk menghentikan laju penyebaran virus corona. media sosial merupakan salah satu media yang banyak digunakan untuk membantu penanganan dan penanggulangan virus corona. Tiktok merupakan salah satu aplikasi yang dimanfaatkan untuk mengkampanyekan pesan-pesan pada masyarakat. Tiktok merupakan media hiburan yang banyak dimanfaatkan sebagai media edukasi salah satunya oleh World Health Organization (WHO). Penelitian ini fokus pada bagaimana WHO menggunakan Tiktok sebagai media edukasi di masa pandemi. Analisis isi kualitatif adalah metode yang digunakan dalam penelitian ini. Ada 3 jenis konten yang ada dalam akun TikTok @WHO yakni Pesan Pencegahan, pengetahuan mengenai virus corona dan pesan-pesan kemanusiaan.


2021 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 22-26
Author(s):  
Hasnaa’ Zahuna Nayu ◽  
Sifa Afifah ◽  
Widya Maharani ◽  
Shallza Milinia Al Qisty ◽  
Aftina Nurul Husna

Pemerintah membuat kebijakan yakni belajar dari rumah, bekerja dari rumah, dan ibadah dirumah, serta menerapkan social distancing guna mengurangi penyebaran Covid-19. Hal ini dilakukan karena kasus yang dialami di Indonesia terutama terus bertambah, walau sempat beberapa saat di beberapa tempat dilakukan lockdown dan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) contohnya di DKI Jakarta dan Pemerintah Daerah Jateng sempat membuat kebijakan pada 6-7 Februari lalu untuk tetap di rumah saja. Pandemi Covid-19 memberikan dampak pada hampir seluruh aspek kehidupan. Stress yang dialami oleh pekerja akan mempengaruhi emosi, proses berpikir, hingga kondisi fisiknya. Yang menjadi faktor pemicu terjadinya  stress dalam kerja adalah ketidakpastian situasi kapan pandemi berakhir, masalah ekonomi, pemangkasan gaji, atau adanya PHK.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali informasi melalui studi literature terkait manajemen stress pada wirausaha sosial di masa pandemi. Metode penelitian ini menggunakan review literature sistematis dengan merangkum hasil dari penelitian-penelitian yang sebelumnya sudah dilakukan. Hasil review literature yang dilakukan bahwa yakni kewirausahaan sosial lebih banyak berpegang pada nilai sosial dan kesejahteraan masyarakat, dimana hal ini muncul karena adanya keinginan yang lebih besar untuk membantu perekonomian masyarakat, sehingga kesukarelaan untuk mencapai tujuan dapat dijadikan sebagai coping stress untuk mengelola stress


2021 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 13-21
Author(s):  
Muhammad Junaedi ◽  
Fajar Muharram ◽  
Hendra Sukmana

Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna dan bentuk sptiritualitas Warga Muhammadiyah khususnya di daerah Sidoarjo saat Pandemi Covid 19. Penelitian ini menggunakan metode diskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengambilan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi dan wawancara terhadap Pimpinan, tenaga medis maupun warga Muhammadiyah daerah Sidoarjo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna spiritualitas saat pandemi Covid-19 merupakan refleksi penguatan dan penanaman nilai-nilai Agama dalam kehidupan sebagai kerangka dasar dalam penguatan keimanan. Dalam menghadapi Pandemi Virus Covid 19 pengamalan nilai-nilai spiritualitas bukan hanya terkandung hubungan manusia terhadap Tuhan semata, melainkan dibutuhkan keseimbangan antara penguatan medis yang berbasis pada Scientific Oriented dan keimanan terhadap Allah SWT. Bentuk spiritualitas dalam penguatan iman bagi warga Muhammadiyah direfleksikan dalam tanggung jawab sosial kemanusiaan dan tertanam dalam spirit teologi sosial Al Maun melalui MCCC. Dalam perspektif sosiologis terdapat dialektika antara realitas obyektif Covid 19 sebagai virus yang nyata dan harus diwaspadai dan realitas subyektif yang menilai bahwa Covid 19 sebagai penyakit biasa, kedua realitas tersebut membentuk perilaku yang berbeda antara prinsip Hifz Nafs menjaga diri dan keterpasrahan terhadap keadaan karena tuntutan aktivitas sosial dan kebutuhan ekonomi. Persepsi masyarakat tersebut terbentuk karena Stock of Knowladge sumber pengetahuan akan Virus 19, manusia sebagai inangnya dan lingkungan manusia yang membentuk pola pikirnya berbeda satu sama lain dalam kehidupan.


2021 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 32-38
Author(s):  
Ratna Yunita Setiyani Subardjo ◽  
Zahro Varisna Rohmadanai

Gangguan jiwa masih menjadi masalah serius kesehatan mental di Indonesia. Hasil Riskesdas tahun 2013 menyatakan bahwa DIY berada di urutan pertama untuk tingkat gangguan jiwa tertinggi di Indonesia. Menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah DIY untuk melakukan upaya dari segala sisi dalam rangka meningkatkan harkat dan martabat para penderita gangguan jiwa, baik secara preventif, promotif, kuratif maupun rehabilitatif. Salah satu wilayah di DIY yang tingkat gangguan jiwanya masih tinggi adalah wilayah Kecamatan Kraton. Hal ini dibuktikan dengan adanya data dari Puskesmas Kecamatan Kraton bahwa terdapat sekitar 661 orang yang terpapar gangguan jiwa dan berbagai masalah kejiwaan dari 22.502 penduduk yang ada. 661 orang yang terpapar tersebut, sebanyak 53 orang didiagnosa dengan skizofrenia (gangguan jiwa berat. Masyarakat di lingkungan kecamatan Kraton kebanyakan adalah lansia dan pendatang. Keluhan yang paling sering muncul pada keluarga yang mengalami psikotik adalah; lelah, tidak berdaya, malu, dunia sempit, takut, hingga muncul waham dan halusinasi yang dapat mengakibatkan munculnya gangguan jiwa baru bagi keluarga. Upaya promotif dan preventif masih sangat langka dilakukan karena masyarakat kurang pengetahuan terhadap pengertian gangguan jiwa terutama bagaimana mengenali gejala-gejala yang dapat dijadikan penanda untuk deteksi awal. Berdasarkan permasalahan ini, maka penulis mengusulkan diadakannya pelatihan tentang deteksi dini gangguan jiwa kepada kelompok masyarakat di Wilayah Panembahan dan Patehan di kecamatan Kraton, Yogyakarta. Hal ini dikarenakan adanya penderita gangguan jiwa di wilayah tersebut cukup tinggi. Pelatihan ini diberikan dengan melibatkan pakar di bidang kesehatan jiwa seperti, psikolog dan psikiater serta pengamat kebijakan. Direncanakan diberikan sebanyak empat kali. Harapannya dapat membantu masyarakat meningkatkan kesehatan jiwa wilayahnya dengan membuka jaringan dengan Puskesmas, menjadi program Puskesmas yang dapat mengurangi kerentanan masyarakat setempat. Program ini diharapkan juga dapat memberikan sumbangsih secara lebih luas menurunkan tingkat gangguan jiwa di wilayah Kota Yogyakarta/DIY dengan mengadvokasi Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta dan DPRD Kota Yogyakarta.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document