E-Jurnal Medika Udayana
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

9
(FIVE YEARS 0)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Doctoral Program In Tourism

2303-1395

2019 ◽  
Vol 8 (1) ◽  
pp. 17
Author(s):  
I Gusti Ayu Made Dwi Mas Istri ◽  
Dewi Sutriani Mahalini

Evaluasi terhadap fontanela anterior (FA) dan lingkar kepala (LK) dilakukan dalam pemantauan proses tumbuh kembang anak. Studi mengenai hubungan FA dengan LK pada anak masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara FA dengan LK pada anak usia kurang dari 18 bulan di Poliklinik Anak RSUP Sanglah Denpasar. Penelitian ini menggunakan rancangan potong lintang dengan sampel anak usia kurang dari 18 bulan yang datang ke Poliklinik Anak RSUP Sanglah Denpasar pada Juni-November 2015. Analisis korelasi dan regresi linear sederhana dilakukan untuk mengetahui hubungan antara diameter anteroposterior (AP) FA dengan LK, diameter transversal FA dengan LK, serta luas FA dengan LK. Hasil analisis terhadap data 87 subyek menunjukkan terdapat kecenderungan berkurangnya ukuran FA seiring dengan bertambahnya ukuran LK.  Diameter AP FA dengan LK memiliki korelasi negatif (r=-0,327; p=0,002) yang lebih kuat dibandingkan dengan korelasi negatif antara diameter transversal FA dengan lingkar kepala (r=-0,199; p=0,064) dan luas FA dengan LK (r =-0,258; p =0,016). Persamaan regresi linear untuk memperkirakan LK adalah Y= 41,454 – 0,347X (dengan Y adalah LK dan X adalah luas FA). Kata kunci: fontanela anterior, lingkar kepala, tumbuh kembang


2019 ◽  
Vol 8 (1) ◽  
pp. 46
Author(s):  
Ketut Ayu Hartarani Prasetya ◽  
Desak Made Wihandani
Keyword(s):  

Anemia masih merupakan masalah kesehatan di Indonesia termasuk di Bali. Anemia defisiensi besi merupakan anemia defisiensi gizi yang paling lazim terjadi di negara-negara di dunia. Golongan yang rentan terhadap anemia adalah anak-anak, remaja putri, ibu hamil, pekerja rendahan dan penghuni lingkungan yang buruk. Defisiensi besi sebagai penyebab anemia terbanyak mengakibatkan kadar hemoglobin sebagai media transport oksigen dalam darah akan berkurang, sehingga bisa mengurangi laju metabolisme sel dan berpengaruh negatif terhadap perkembangan psikomotor serta intelektual seseorang sehingga terjadi penurunan produktivitas kerja maupun kemampuan konsentrasi belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara anemia dengan pengaruhnya terhadap indeks prestasi belajar siswi kelas XI SMAN I Abiansemal. Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi kelas XI SMAN I Abiansemal, berjumlah 213 orang. Kadar hemoglobin diperiksa dengan metode cyanmethHb dengan spectrophotometer. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa jumlah siswi yang mengalami anemia berjumlah 10 orang (4,7%) sedangkan yang tidak anemia berjumlah 203 orang (95,3%). Prestasi belajar 213 siswi ada pada kategori baik (66,2%) sedangkan sisanya pada kategori kurang (33,8%). Siswi yang mengalami anemia dengan prestasi kurang sebanyak 6 orang (5,3%) dan siswi dengan prestasi baik  sebanyak 4 orang  (3,5%),  sedangkan  siswi  yang  tidak  anemia  dengan  prestasi  kurang sebanyak 66 orang (30,9%) dan siswi dengan prestasi baik sebanyak 137 orang (64,3%). Didapatkan hubungan prestasi belajar yang sangat lemah antara siswi yang anemia dengan yang tidak anemia, tetapi secara statistik tidak bermakna dengan p=0,091 (p>0,05).   Kata Kunci: Kadar Hemoglobin (Hb), Prestasi Belajar.


2019 ◽  
Vol 8 (1) ◽  
pp. 27
Author(s):  
Dania Danirmala ◽  
Putri Ariani
Keyword(s):  

Insomnia merupakan penyakit yang sangat berisiko dapat terjadi pada orang usia lanjut. Dimana prevalensi insomnia sendiri cenderung makin meningkat pada lansia, hal ini juga berhubungan dengan bertambahnya usia dan adanya berbagai penyebab lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kejadian insomnia pada lansia di Panti Tresna Werdha Wana Seraya Denpasar, Bali Tahun 2015 yang dilihat berdasarkan usia, jenis kelamin, gangguan kondisi medis dan status pernikahan. Penelitian ini dilakukan menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan rancangan cross-sectional dan metode pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling, dimana sampel penelitian ini berjumlah 40 orang. Data penelitian ini diambil dengan menggunakan pengisian dari kuesioner Insomnia Rating Scale. Hasil dari penelitian ini didapatkan 70% lansia mengalami insomnia. Angka kejadian insomnia pada lansia tahun 2015 ditempat dilaksanakannya penelitian ini termasuk cukup tinggi sehingga diperlukannya analisis lebih lanjut dan mendalam mengenai hal yang menyebabkan tingginya angka kejadian insomnia pada lansia, karena insomnia sendiri dapat mengganggu lansia dalam menikmati hari tuanya.   Kata kunci : insomnia, lansia, panti sosial


2019 ◽  
Vol 8 (1) ◽  
pp. 7
Author(s):  
D A Indah Gitaswari ◽  
Sri Budayanti

Penjamah makanan atau food handler memiliki risiko paling tinggi untuk terpapar penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Penjamah makanan dapat bertindak sebagai carrier penyakit infeksi seperti demam tifoid, hepatitis A, dan diare. Hal ini disebabkan karena kurangnya kemampuan dari penjamah makanan dalam menjaga kebersihan. Bakteri patogen tersering sebagai penyebab diare adalah Escherichia coli yang diperkirakan sebagai penyebab 1.5 juta kematian per tahun. Bakteri Escherichia coli memiliki beberapa subtipe penyebab diare yang disebut Diarrheagenic Escherichia Coli (DEC) diantaranya adalah Enterotoxigenic Escherichia coli (ETEC), Enteropathogenic Escherichia coli (EPEC), Enteroinvasive Escherichia coli (EIEC), Enteroaggregative Escherichia coli (EAEC), Vero toxin-producing/Shiga toxin-producing Escherichia coli (VTEC/STEC), Enterohemorrhagic Escherichia coli (EHEC). Enterotoxigenic Escherichia coli (ETEC) dan Enteroaggregative Escherichia coli (EAEC) paling sering sebagai penyebab diare. Saat ini prevalensi subtipe Escherichia coli sebagai penyebab diare di Bali masih belum diketahui secara pasti. Untuk melihat prevalensi tersebut, pada penelitian ini akan diteliti tipe ETEC dan EAEC dengan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) unipleks. Sampel merupakan isolat Escherichia coli dari spesimen usap dubur penjamah makanan di Denpasar tahun 2015. Gen target untuk identifikasi ETEC dan EAEC adalah CVD432 (630 bp), LT (273 bp), dan STh (120 bp). Program PCR yang digunakan pada tahap pre denaturasi 95?C, denaturasi 95?C, suhu annealing 55?C, ekstensi 72?C, dan final ekstensi 72?C. Hasil penelitian didapatkan bahwa prevalensi bakteri Escherichia coli menunjukkan 40% memiliki hasil yang positif terhadap gen ETEC atau EAEC. Dari 40% sampel positif, 31,4% merupakan subtipe EAEC; 5,7% subtipe ETEC; dan 3% memiliki kedua gen yaitu ETEC dan EAEC. Kata kunci: Polymerase Chain Reaction, Enteroaggregative Escherichia coli, Enterotoxigenic Escherichia coli


2019 ◽  
Vol 8 (1) ◽  
pp. 33
Author(s):  
Ni Putu Candra Paramita ◽  
I Wayan Sugiritama ◽  
Ni Made Linawati

Menopause didefinisikan sebagai 1 tahun tanpa menstruasi. Wanita menopause kemungkinan berisiko mengalami Nonalcoholic Fatty Liver Disease(NAFLD). Efek menguntungkan dari antosianin telah dibuktikan dalam penelitian hewan,sehubungan dengan stres oksidatif dan steatosis hati. Ubi jalar ungu mengandung antosianin yang berfungsi sebagai antioksidan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan sampel tikus yang sudah di ovariektomi,  kemudian diberikan ekstrak etanol ubi jalar ungu pada tikus secara oral selama 30 hari. Pada hari pertama dilakukan randomisasi dibagi menjadi empat kelompok yaitu kelompok kontrol negatif (P0), kelompok perlakuan pemberian ekstrak etanol ubi jalar ungu dosis 1ml (P1), dosis 2 ml (P2), dan dosis 4ml (P3). Pada hari ke-31 dilakukan terminasi untuk di ambil jaringan hati dan pembuatan preparat histologi, kemudian dilakukan pengamatan pada preparat dengan pembesaran 10x10 pada 2 lapang pandang. Dari 28 sampel hati tikus yang diperiksa, didapatkan semua sel hati tikus mengalami degenerasi lemak atau steatosis sebanyak >5% yang merupakan kunci dari penyakit hati berlemak nonalkohol (NAFLD), namun jumlahnya berbeda-beda. Rerata perlemakan kelompok kontrol negatif didapatkan hasil perlemakan paling tinggi yaitu 49,1%, kelompok perlakuan pemberian dosis 1ml, 2ml, dan 4ml didapatkan hasil 39,48%, 31,62%, dan 29,14%. Setelah diuji secara statistik didapatkan perbedaan yang signifikan (p<0,05) terhadap pengaruh pemberian ekstrak etanol ubi jalar ungu.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa pemberianekstrak etanol ubi jalar ungu selama 30 hari dapat menurunkan degenerasi lemak pada hati tikus yang mengalami penyakit hati berlemak nonalkohol (NAFLD). Kata Kunci: Ekstrak etanol ubi jalar ungu, menopause, fatty liver


2019 ◽  
Vol 8 (1) ◽  
pp. 40
Author(s):  
Ni Putu Ditadiliyana Putri ◽  
Dyah Pradnyaparamitha D ◽  
Luh Seri Ani

Program keluarga berencana memungkinkan pemerintah untuk menurunkan angka fertilitas dan meningkatkan perbaikan kesehatan, kesejahteraan, hak asasi manusia, dan pendidikan. Akan tetapi dibeberapa negara berkembang penggunaan kontrasepsi masih terbatas. Penelitian tentang faktor yang berhubungan dengan pemilihan penggunaan alat kontrasepsi sudah banyak dilakukan tetapi hasilnya masih tidak konsisten. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui hubungan karakterisktik, tingkat pengetahuan, dan sikap ibu terhadap pemilihan alat kontrasepsi. Studi cross sectional  dilakukan terhadap 91 wanita usia subur yang dipilih dengan metode simple random sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret hingga April 2018 di Kecamatan Sidemen Kabupaten Karangasem Bali. Data dikumpulkan dengan metode wawancara di rumah masing-masing responden. Data yang dikumpulkan adalah tentang pemilihan alat kontrasepsi, karakteristik, tingkat pengetahuan, dan sikap. Data hasil penelitian dianalisis dengan Chi Square untuk mengetahui faktor yang berhubungan  dengan pemilihan alat kontrasepsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa satu-satunya faktor yang berhubungan dengan pemilihan alat kontrasepsi adalah tingkat pengetahuan ibu ( X2 = 0,163, P = 0,01). Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan ibu berhubungan dengan pemilihan alat kontrasepsi pada PUS. Kata Kunci:tingkat pengetahuan, persepsi, pasangan usia subur, metode kontrasepsi, pemilihan alat kontrasepsi.  


2019 ◽  
Vol 8 (1) ◽  
pp. 23
Author(s):  
Kadek Ayu Purwaningsih ◽  
I Wayan Weta ◽  
Putu Aryani

Anak merupakan kelompok usia yang sedang mengalami proses tumbuh dan kembang yang sangat ditentukan oleh asupan zat gizi. Tidak sesuainya asupan zat gizi dengan kebutuhan akan menyebabkan terganggunya proses tumbuh kembang anak. Salah satu faktor risiko yang dapat menyebabkan hal ini adalah rendahnya variasi sumber bahan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan asupan zat gizi dan status gizi antara anak vegetarian dengan non vegetarian. Jenis penelitian analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian terdiri dari 30 anak vegetarian dan 41 non vegetarian di Bhaktivedanta Dharma School. Data asupan zat gizi dikumpulkan dengan menggunakan semikuantitatif food frequency questionnaire, data status gizi dikumpulkan dengan pengukuran berat badan dan tinggi badan. Hasil penelitian menunjukan rerata asupan energi, protein, lemak dan serat pada anak vegetarian dan non vegetarian berbeda bermakna dengan nilai P berturut-turut (0,021; <0,001; 0,009; <0,001). Data status gizi menunjukan tidak terdapat perbedaan status gizi antara anak vegetarian dengan non vegetarian. Kata Kunci: Anak, vegetarian, asupan zat gizi, status gizi, gizi seimbang


2019 ◽  
Vol 8 (1) ◽  
pp. 12
Author(s):  
Putu Resika Melarosa ◽  
Desak Ketut Ernawati ◽  
Agung Nova Mahendra

Demam tifoid atau yang dikenal dengan demam enterik merupakan penyakit infeksi sistemik yang berpotensi fatal yang disebabkan oleh bakteri Salmonella enterica typhi (S.typhy). Pada daerah endemik, sekitar 90% dari demam enterik adalah demam tifoid. Indonesia memilki insiden yang cukup tinggi dengan jumlah kasus yang terus meningkat. Diperkirakan mortalitas dari kasus demam tifoid di Indonesia antara 0,6% sampai 2%. Antibiotika merupakan terapi utama untuk penanganan pasien demam tifoid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola penggunaan antibiotika pada dewasa dengan demam tifoid di RSUP Sanglah Denpasar tahun 2016-2017. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan metode cross-sectional. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif. Sampel diambil dari rekam medis pasien dewasa dengan demam tifoid yang dirawat di RSUP Sanglah Denpasar tahun 2016-2017. Teknik pemilihan subjek menggunakan total sampling. Subjek merupakan pasien dewasa dengan demam tifoid yang dirawat di RSUP Sanglah Denpasar. Total sampel yang diperoleh sebanyak 55 pasien dewasa dengan demam tifoid. Golongan antibiotika yang digunakan di RSUP Sanglah adalah ampisilin, sefalosporin generasi ketiga, fluorokuinolon, dan azitromisin. Jenis antibiotika yang digunakan seperti ampisilin, seftriakson, sefiksim, levofloxacin, dan azitromisin. Dapat disimpulkan bahwa antibiotika yang digunakan di RSUP Sanglah Denpasar adalah jenis levofloxacin (45,5%) dari golongan fluorokuinolon dengan rute pemberian di rumah sakit secara intravena dan diberikan selama 3-7 hari. Kata kunci : Demam tifoid, Antibiotika, RSUP  


2019 ◽  
Vol 8 (1) ◽  
pp. 1
Author(s):  
Ni Nengah Nita Sulistyawati ◽  
Susy Purnawati ◽  
I Made Muliarta

Profesi keperawatan sekarang ini dituntut agar mampu tingkatkan kualitas layanan kesehatan dan bisa memberikan pelayanan kesehatan selama 24 jam. Dalam mewujudkannya rumah sakit menerapkan sistem kerja shift.Sistem kerja shift memiliki dampak bagi kesehatan fisik dan psikis.Tuntutan kerja yang tinggi bagi profesi perawat khususnya perawat Isntalasi Gawat Darurat (IGD) dengan etos kerja yang berpacu pada waktudalam menangani kasus-kasus kegawatdaruratan medis. Hal ini bisa mengakibatkan terjadinya stres kerja. Tujuan penelitian ini adalah melihat gambaran tingkat stres kerja perawat dengan kerja shift di ruang IGD RSUD Karangasem. Penelitian ini bersifat  deskriptif dengan desain cross sectional yang dilaksanakan pada bulan September 2016 hingga September 2017. Sampel dipilih menggunakan total sampling yaitu libatkan seluruh perawat dengan kerja shift di ruang IGD RSUD Karangasem yang berjumlah 31 orang. Pengambilan data dilakukan secara langsung menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner OSI-RTM (Occupational Stress Inventory-Revised Edition). Penelitian ini tunjukkan rata-rata usia responden 28,5 tahun dengan usia maksisum 45 tahun dan usia minimum 22 tahun. 51,6% sampel adalah laki-laki, 61,3% sampel sudah menikah dan 48,4% bekerja selama 6 bulan-3 tahun.  87,1% perawat IGD RSUD Karangasem mengalami tingkat stres kerja sedang. Dapat disimpulkan bahwa gambaran tingkat stres kerja perawat IGD RSUD Karangasem yaitu mayoritas mengalami tingkat stres kerja sedang dengan tingkat stres kerja responden berdasarkan karakteristiknya yaitu terdistribusi merata laki-laki dan perempuan, responden belum menikah alami tingkat stres kerja sedang yang lebih tinggi dan mayoritas responden masa kerja 6 bulan – 3 tahun yang mengalami stres kerja sedang. Kata Kunci: Stres Kerja, Perawat, Kerja Shift, IGD, RSUD  


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document