Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

34
(FIVE YEARS 0)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By "Faculty Of Education And Teacher Training, Jambi University"

2528-0805, 1410-7791

2020 ◽  
Vol 23 (1) ◽  
pp. 55-60
Author(s):  
Eko Wiyanto ◽  
Anto Yahya Putra

Penelitian ini dilakukan di Sentra Peternakan Kambing di kecamatan Mestong kabupaten Muaro Jambi selama 6 (enam) bulan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survai. Obyek yang diamati adalah kambing Peranakan Etawah umur lepas sapih (6 bulan). Penentuan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui indeks morfologi ukuran-ukuran tubuh kambing Peranakan Etawah yang meliputi : weight, height slope, length index, width slope, depth index, foreleg length, balance dan cumulative index. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata ukuran tubuh kambing jantan lebih besar dibandingkan dengan kambing betina. Dari perhitungan didapatkan nilai indeks morfologi kambing jantan adalah weight =  52726,34; Height slope = -1,88; Lenght index = 1,0165; Width slope = 0,9935; Depht index = 0,5003 dan Foreleg length = 27,24. Sedangkan indeks morfologi kambing betina adalah Weight =  47477,46; Height slope = -1,94; Lenght index = 1,0278; Width slope = 0,9645; Depht index = 0,4988 dan Foreleg lenght = 26,34. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kambing Peranakan Etawah umur lepas sapih di Sentra Pembibitan Kambing di kecamatan Mestong kabupaten Muaro Jambi mempunyai indeks morfologi yang tidak berbeda jauh dengan kambing Peranakan Etawah yang ada di beberapa daerah di Indonesia. kambing Peranakan Etawah, Indeks morfologi, umur lepas sapih.


2020 ◽  
Vol 23 (1) ◽  
pp. 22-33
Author(s):  
S Rusdiana ◽  
U Adiati ◽  
C Talib

Penelitian dilakukan di Kecamatan Tanjung Parang Kabupaten Pandeglang Propinsi Banten, tahun 2017. Penelitian menggunakan metoda survai terhadap 20 peternak domba, dengan menggunakan kuisioner dan wawancara. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui meningkatkan pendapatan peternak melalui usaha domba dan nilai jual. Data primer dan data sekunder, kemudian dianalisa secara deskripif, kuantitatif dan analisis ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keuntungan peternak usaha domba 2017 sebesar Rp.6.041.000,- nilai R/C sebesar 1,3. Usaha domba tahun 2018 peternak tidak mendaptkan keuntungan, mengalami kerugian sebesar Rp.-3.495.000/tahun dan nilai R/C sebesar 0,66. Secara ekonomi peternak mengalami kerugian. Bila tenaga kerja peternak tidak diasumsikan kedalam biaya produksi maka peternak mendapatkan keuntungan yang sesuai dengan kondisi usaha. Usaha domba di peternak perlu perbaikan manajemen pemeliharaan, pemberian pakan yang berkualitas, pemilihan bibit betina produktif dan pejanttan unggul, sehingga produktivitas domba meningkat dan nilai jual domba tinggi. Peternak untuk menutupi kebutuhan ekonomi hariannya bekerja sebagai petani, buruh tani, dagang dan lainnya. Kata kunci:  meningkatkan, pendapatan, peternak, nilai jual


2020 ◽  
Vol 23 (1) ◽  
pp. 34-44
Author(s):  
Yatno Yatno ◽  
Adrizal Adrizal ◽  
Rasmi Murni ◽  
Yusrizal Yusrizal ◽  
Suparjo Suparjo ◽  
...  

Asam organik adalah asam yang berasal dari bahan-bahan organik sehingga pemakaiannya relatif tidak berbahaya bagi ternak, pekerja kandang dan lingkungan sekitar. Suplementasi ransum dengan senyawa asam organik tidak hanya menurunkan pH saluran pencernaan tetapi juga berpengaruh positif terhadap kecernaan protein dan penurunan kadar bakteri pathogen..  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi asam organik dalam ransum  mengandung Bungkil Inti Sawit (BIS) terhadap konsumsi ransum, konsumsi protein, protein efisiensi ratio (PER), dan retensi Nitrogen pada ayam broiler. Sebanyak  160 ekor DOC Strain Cobb digunakan dalam penelitian ini. Rancangan percobaan yang digunakan  adalah  Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diterapkan  adalah  R0 (Ransum dasar),  R1 (Ransum dasar + Asam Organik 0,5%, R2 (Ransum dasar + BIS 15%),  R3 (Ransum + BIS 15% + Asam Organik 0,5 %). Peubah yang diamati yaitu konsumsi ransum, konsumsi protein, PER dan retensi Nitrogen. Data  dianalisis menggunakan analisis  ragam (ANOVA), jika berpengaruh nyata dilanjutkan   dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Suplementasi asam organik dalam ransum yang mengandung BIS berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi ransum, konsumsi protein, dan PER, tetapi tidak nyata  (P>0.05) terhadap retensi nitrogen. Hasil penelitian  dapat disimpulkan bahwa suplementasi asam organik dalam ransum mengandung  BIS mampu meningkatkan konsumsi ransum, konsumsi protein, dan PER namun belum mampu meningkatkan retensi Nitrogen


2020 ◽  
Vol 23 (1) ◽  
pp. 1-15
Author(s):  
Nelzi Fati ◽  
Debby Syukriani ◽  
Ulva Mohtar Luthfi ◽  
Ramond Siregar

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  pengaruh pemberian ekstrak daun miana dalam air minum dengan level yang berbeda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)dengan perlakuan adalah level ekstrak miana  yaitu 0 % (kontrol) (A), 0,025%(B), 0,075% (C) dan 0,125% (D), dan diulang sebanyak 5 kali. Peubah yang diamati adalah pertambahan bobot badan, konsumsi ransum, konversi ransum dan persentase karkas.. Data yang diperoleh dianalisis sesuai rancangan yang digunakan dan pengaruh yang nyata dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa pemberian 0,075 % dan 0,125% ekstrak miana nyata (P<0,05) meningkatkan bobot badan,  sedangkan pemberian ekstrak miana  0,125% nyata (P<0,05) menurunkan  konversi ransum .  Pemberian ekstrak miana dalam air minum tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum dan persentase karkas broiler.  Disimpulkan bahwa pemberian 0,075% ekstrak miana memberikan konversi ransum dan pertambahan bobot badan broiler yang terbaik   Kata kunci:  ekstrak daun miana, konsumsi ransum, konversi ransum dan persentase karkas


2020 ◽  
Vol 23 (1) ◽  
pp. 45-54
Author(s):  
Tutik Subiah ◽  
Deni Fitra ◽  
Edi Erwan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi ransum komersial dengan tepung keong mas (TKM) terhadap performa puyuh periode grower yang meliputi konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan konversi ransum. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2017 di UIN Agricultural Research and Development Station (UARDS), Fakultas Pertanian dan Peternakan UIN Suska Riau. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan menggunakaan 4 perlakuan yaitu: T0= Ransum komersial, T1= 5% TKM + 95% ransum komersial, T2= 10% TKM + 90% ransum komersial dan T3= 15% TKM + 85% ransum komersial. Hewan percobaan yang digunakan adalah puyuh petelur umur 14 sampai 42 hari yang dipelihara dalam 16 petak kandang dan tiap kandang terdiri dari 4 ekor puyuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi TKM sampai level 15% tidak berpengaruh terhadap konsumsi, pertambahan bobot badan dan konversi ransum.  Kesimpulan dari penelitian ini adalah substitusi ransum komersial dengan TKM sampai level 15% dapat diaplikasikan di dalam dalam ransum puyuh periode grower. Kata kunci : puyuh, tepung keong mas, ransum komersial dan performa


2020 ◽  
Vol 23 (1) ◽  
pp. 16-21
Author(s):  
Suryono Suryono ◽  
Haris Lukman
Keyword(s):  

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi larutan bawang putih dan lama penyimpanan serta interaksi keduanya terhadap karakteristik nilai pH putih dan kuning telur, kadar lemak dan nilai organoleptik telur itik. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap pola faktorial 4 X 4 dengan 4 (empat) ulangan. Faktor I adalah konsentrasi larutan  bawang putih (K-0 = 0% ;K-1 =0,5 % : K-2 = 1% ; K-3 = 1,5%) dan Faktor II adalah lama penyimpanan (L-0 = tanpa penyimpanan ; L-1 = 1 hari ; L-2 = 2 hari ; L-3 = 3 hari). Parameter yang diamati meliputi nilai pH putih dan kuning telur, kadar lemak dan nilai organoleptik (warna, aroma, tekstur, rasa). Data dianalisis dengan sidik ragam dan apabila berpengaruh nyata dilanjukan dengan Uji Jarak Duncan. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa konsentrasi larutan bawang putih yang diberikan berpengaruh tidak nyata (P>0.05) pada nilai pH kuning telur dan kadar lemak telur itik, yang artinya tidak menyebabkan peningkatan ataupun penurunan nilai parameter-parameter tersebut, akan tetapi berpengaruh sangat nyata (P<0.01), pada nilai pH putih telur serta nilaiorganoleptik isi telur (warna, aroma, tekstur, rasa). Selanjutnya lama penyimpanan telur itik berpengaruh tidak nyata (P>0.05) pada nilaipH kuning telur dan pada nilai organoleptik aroma, tekstur dan rasa isi telur, berpengaruh nyata (P<0.05) pada warna isi telur serta sangat nyata (P<0.01) pada nilai pH putih telur dan kadar lemak. Interaksi berpengaruh tidak nyata (P>0.05) pada hampir semua parameter yang diukur (nilai pH kuning telur dan nilai organoleptik (warna, tekstur, aroma dan rasa isitelur). Hanya terdapat interaksi sangat nyata (P<0.01) pada pH putih telur dan kadar lemak. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan juga bahwa konsentrasi larutan bawang putih dan lama penyimpanan secara bersama-sama berpengaruh tidak nyata (P>0.05) pada nilai pH kuning telur dan berpengaruh sangat nyata (P<0.01) pada pH putih telur. Tidak terdapat interaksi nyata (P>0.05) pada hampir semua parameter yang diukur kecuali pada pH putih telur dan kadar lemak (P<0.01). Kata Kunci :teluritik, konsentrasi larutan bawang putih, lama penyimpanan,


2019 ◽  
Vol 22 (2) ◽  
pp. 132-140
Author(s):  
Latifa Siswati ◽  
Rini Nizar ◽  
Enny Insusanty
Keyword(s):  

Provinsi Riau saat ini banyak perkebunan kelapa sawit yang seharusnya  sudah melakukan peremajaan (Replanting) ,tetapi banyak masyarakat yang tidak mau melakukannya karena tidak punya pendapatan atau berkurang pendapatannya sampai kelapa sawit dapat berproduksi, salah satu yang dapat menjadi sumber pendapatan bagi keluarga petani adalah dengan melakukan usaha ternak kambing.    Penelitian ini  bertujuan untuk menemukan  sumber pendapatan petani saat kelapa sawit replanting melalui usaha ternak kambing. Penelitian ini  menggunakan metode survey, pengambilan sampel secara purposive sampling, yang dijadikan sampel adalah petani yang memelihara kambing  saat kelapa sawit replanting . data diperoleh menghitung pandapatan  usaha ternak kambing . Data primer diperoleh langsung dari petani dan data sekunder diperoleh dari instansi dan dinas terkait dengan penelitian ini. Analisa  dilakukan dengan menghitung sumber pendapatan petani, .Hasil penelitian ini menunjukan pendapatan  petani dari memelihara ternak kambing saat kelapa sawit replanting  RP 983.00 perbulan. dengan RCR  1,24.


2019 ◽  
Vol 22 (2) ◽  
pp. 117-123
Author(s):  
Dewi Puspita Candrasari ◽  
Restuti Fitria ◽  
Novita Hindratiningrum

Permasalahan ketersediaan pakan ternak ruminansia dapat diatasi dengan memanfaatkan limbah hasil pertanian, perkebunan dan agroindustri. Salah satu contoh limbah pertanian yang memiliki potensi besar untuk diolah menjadi pakan adalah janggel jagung. Janggel jagung dapat dimanfaatkan sebagai sumber serat karena kandungan serat kasarnya yang tinggi. Akan tetapi terdapat beberapa kelemahan janggel jagung jika dijadikan bahan pakan yaitu kandungan protein serta kecernaan janggel jagung yang rendah sehingga perlu upaya untuk meningkatkan kualitas janggel jagung sebagai bahan pakan dengan perlakuan amoniasi dan fermentasi. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi level penambahan M21 dekomposer dan lama pemeraman yang optimal terhadap kualitas fisik amoniasi fermentasi janggel jagung. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial. Perlakuan yang diberikan adalah penambahan M21 dekomposer atau aras starter komersial (0; 0,02; 0,04; 0,06 % dari total larutan formula) dan lama pemeraman (0, 14, 28 hari). Variabel yang diamati meliputi warna, bau/aroma, tekstur dan ada atau tidaknya pertumbuhan jamur. Data yang diperoleh diolah secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan amoniasi fermentasi menyebabkan perubahan warna menjadi coklat, bau/aroma menjadi asam dan tercium bau amonia, tekstur pada janggel jagung menjadi lebih lunak dan tidak ada  pertumbuhan jamur. Perubahan kualitas fisik tersebut dapat disimpulkan bahwa perlakuan Amoniasi fermentasi mampu meningkatkan kualitas fisik janggel jagung.


2019 ◽  
Vol 22 (2) ◽  
pp. 84-94
Author(s):  
Hutwan Syarifuddin ◽  
A Rahman Sy ◽  
Dodi Devitriano
Keyword(s):  

Gas rumah kaca (GRK) dalam bentuk CH4 dan N2O  memberikan kontribusi terhadap pemanasan global. Sektor pertanian menyumbang 10-12% dari total GRK antropogenik dari gas CH4 dan N2O. Sedangkan sektor peternakan menyumbang sekitar 18-51% GRK antropogenik. Penelitian bertujuan untuk menganalisis beban emisi gas CH4 dan N2O bersumber dari Peternakan terhadap GRK Di Kabupaten Muara Jambi yang diestimasi dengan menggunakan metode Tier-1 IPCC. Pada metode ini data yang diperlukan adalah populasi ternak dalam satu tahun 2018 dan nilai faktor emisi (FE) setiap gas GRK menurut buku panduan IPCC (2006). Data populasi ternak sapi diambil dari buku statistic peternakan, sedangkan nilai FE diambil dari buku IPCC (2006). Hasil penelitian menunjukkan beban emisi gas CH4 dari fermentasi  enterik  1,1227 Gg CH4/tahun, Emisi CH4 dari  Pengelolaan kotoran  0,0239  Gg CH4/tahun, emisi N2O langsung dari pengelolaan kotoran 465,85 Kg N2O/tahun dan emisi N2O tidak langsung dari pengelolaan kotoran ternak 69,88  Kg N2O/tahun. Sektor peternakan telah berkontribusi terhadap  pemanasan global yang bersumber dari  gas CH4 dan NO2 baik dari fermentasi enterik maupun dari pengolaan kotoran ternak sapi.


2019 ◽  
Vol 22 (2) ◽  
pp. 95-106
Author(s):  
Nurhayati NURHAYATI ◽  
Berliana Berliana ◽  
Nelwida Nelwida

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pertambahan bobot badan dan efisiensi penggunaan protein pada ayam broiler yang diberi pakan mengandung  ampas tahu hasil fermentasi menggunakan Saccaromyces cerevisae. Ampas tahu difermentasi menggunakan Saccharomyces cerevisiae sebanyak 2 % dengan lama waktu fermentasi 72 jam. Setelah dipanen dianalisa kandungan nutrisinya dan diberikan pada ayam broiler sebanyak 200 ekor selama 5 minggu pemeliharaan. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dengan 4 ulangan. Perlakuannya yaitu P0= Pakan komersil (kontrol), P1 = Pakan komersil + 10 % ampas tahu fermentasi, P2 = Pakan komersil + 20%    ampas tahu fermentasi, P3 = Pakan komersil + 30% ampas tahu dan P4 = Pakan komersil + 40% ampas tahu fermentasi. Peubah yang diamati adalah konsumsi ransum, konsumsi protein, dan efisiensi penggunaan protein. Data yang diperoleh di analisis ragam dan pengaruh perlakuan terhadap peubah yang diamati diuji dengan uji Jarak Berganda Duncan. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penggunaan ampas tahu hasil fermentasi dengan Saccharomyces cerevisiae sampai level 20% tidak berbeda  nyata (P>0.05) dengan kontrol, tetapi semakin tinggi penggunaannya (>20%) dalam pakan nyata (P<0.05) menurunkan konsumsi pakan, konsumsi proein. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan ampas tahu fermentasi dalam pakan broiler dapat digunakan sampai 20% untuk memperbaiki efisiensi penggunaan protein.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document