Jurnal Ta lim Muta allim
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

67
(FIVE YEARS 0)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Iain Antasari

2088-2947

2015 ◽  
Vol 3 (6) ◽  
pp. 11
Author(s):  
Faisal Mubarak

Nahu dan Balaghah adalah merupakan khazanah dan warisan keilmuan yang memiliki posisi yang strategis dalam keilmuan Islam. sebagai sebuah ilmu bahasa, kedua ilmu ini tidak hanya memahami bahasa dari sudut tata bahasa, lebih dari itu bahasa pun tidak sekedar membahas kalimat, kata atau bunyi. Namun, bahasa juga membahas makna. Bahkan, makna dinilai sebagai hal terpenting dari bahasa, mengingat bahasa sekedar sebagai alat komunikasi, dan dalam berkomunikasi pesanlah yang disalurkan oleh pemberi pesan kepada penerima pesan. Dan makna inilah yang dikaji dari sudut lingguistik yang disebut dengan semantik.Kata Kunci: Nahu, Balaghah, Linguistik Modern.


2015 ◽  
Vol 4 (8) ◽  
pp. 6
Author(s):  
Muhammad Fahmyannoor ◽  
Isny Lellya
Keyword(s):  

Implementasi manajemen berbasis sekolah pada MTsN 1 Gambut melalui manajemen komponen-komponen madrasah yang meliputi: Kurikulum dan pembelajaran, kegiatan manajemen kurikulum dan pembelajaran telah berjalan secara optimal. Karena ada pihak khusus yang menanganinya, yaitu wakamad urusan kurikulum bersama seluruh warga madrasah dengan membina kerjasama yang baik dalam pelaksanaannya. Kesiswaan, kegiatan manajemen kesiswaan telah berjalan dengan optimal karena dalam pelaksanaannya terdapat kerjasama yang baik antara wakamad urusan kesiswaan dengan seluruh warga madrasah dalam melaksanakan kegiatan manajemen kesiswaan. Tenaga pendidik dan kependidikan, pelaksanaannya telah berjalan cukup optimal, karena kepala madrasah senantiasa memberdayakan guru-guru dan karyawan dalam berbagai kegiatan dan membina human relations dan kerjasama yang kompak serta iklim kerja yang kondusif terhadap guru-guru dan karyawan. Sarana dan prasarana kegiatan manajemen sarana dan prasarana telah berjalan kurang optimal karena karena dalam pelaksanaannya masih terdapat kendala kurang terpenuhinya sarana belajar seperti ruang kelas, meskipun dalam pelaksanaannya seluruh warga madrasah dan masyarakat sekitar ikut berpartisipasi. Keuangan dan pembiayaan, kegiatan manajemen keuangan dan pembiayaan telah berjalan cukup optimal karena dalam pelaksanaanya kepala madrasah selalu membina akuntabilitas dan fleksibilitas dengan seluruh warga madrasah. Hubungan sekolah dengan madrasah, kegiatan manajemen humas telah berjalan kurang optimal karena belum ada pihak khusus yang menanganinya yang menjadi wakamad humas. Adapun untuk tugas yang berkaitan dengan humas menjadi tanggungjawab bersama seluruh warga madrasah dan komite madrasah dalam pelaksaannya. Layanan khusus, kegiatan manajemen layanan khusus telah berjalan cukup optimal karena untuk setiap layanan khusus ada pihak yang mengelolanya sesuai dengan bidang dan kompetensi pendidikan.Kata Kunci: Implementasi, Manajemen, Berbasis Sekolah


2015 ◽  
Vol 4 (7) ◽  
pp. 8
Author(s):  
Abdul Manaf ◽  
Syarkiyah Syarkiyah

Kompetensi guru mata pelajaran PAI di Madrasah Ibtidaiyah Hidayatussibyan cukup professional. Hal ini dapat dilihat dari aspek-aspek: Kompetensi guru PAI pada Madrasah Ibtidaiyah yang terdiri dari Kompetensi paedagogik yaitu: Mengetahui kemampuan peserta didik dikatakan baik, merancang pembelajaran dikatakan cukup baik, melaksanakan pembelajaran dilakukan cukup baik, evaluasi pembelajaran dikatakan baik, Pengembangan peserta didik dikatakan kurang. Sementara itu untuk kompetensi professional, penguasaan bahan pengajaran dikatakan cukup baik, Menguasai materi wawasan dikatakan cukup baik. Faktor-faktor yang mempengaruhi antara lain latar belakang pendidikan, pengalaman mengajar, latihan dan pembinaan, dan fasilitas yang cukup mempengaruhi kompetensi guru.Kata Kunci: Kompetensi, Paedagogik, Profesional, Pendidikan


2015 ◽  
Vol 3 (6) ◽  
pp. 10
Author(s):  
Raihanatul Jannah

Kejenuhan belajar adalah suatu kondisi mental seseorang saat mengalami rasa bosan dan lelah yang amat sangat sehingga menyebabkan timbulnya rasa enggan, lesu tidak bergairah untuk melakukan aktivitas belajar. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana problematika kejenuhan belajar siswa pada materi pendidikan agama Islam di SDN Sungai Salai Hilir Kecamatan Candi Laras Utara Kabupaten Tapin dan faktor-faktor yang mepengaruhinya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian diskriftif kualitatif.Hasil penelitian tentang kejenuhan belajar siswa pada materi Pendidikan Agama Islam adalah Sebagian besar siswa beranggapan kadang-kadang tidak memperhatikan bila guru sedang menjelaskan pelajaran, Sebagian besar siswa tidak beraktifitas jika guru tidak ada di kelas, Sebagian besar siswa kadang-kadang terlambat dalam mengerjakan tugas, Sebagian siswa kadang-kadang merasa bosan saat belajar dan Sebagian besar siswa kurang bergairah dalam belajar. Sedangkan faktornya yaitu faktor latar belakang guru tidak sesuai dengan bidang studinya, penggunaan metode pembelajaran yang monoton, sarana atau media tidak ada penambahan dan suasana belajar masih kurang nyaman.Kata Kunci: Kejenuhan, Belajar, siswa


2015 ◽  
Vol 3 (6) ◽  
pp. 8
Author(s):  
Hasbullah Hasbullah

Perdebatan soal poligami, bagai perdebatan ayam dan telur. Sebuah persoalan yang sebenarnya sudah diketahui jawabannya, namun kecenderungan memunculkan jawaban alternatif sama kuat dan ngototnya. Bahkan, dalam suatu waktu, keduanya bisa dengan mudah saling bertukar wajah dan topeng. Sederet argumentasi akan dipergunakan guna mempertahankan ke-egoan nafsunya. Kalau perlu mengatasnamakan Tuhan sebagai penafsir kebenaran tunggal (despotik). Begitu pula akal sehat, terkadang suka tergoda dan tergilincir oleh bujukan egoisme nafsu, sehingga tanpa disadari akal sehat meminta perlindungan pada ego-nafsunya. Fenomena poligami adalah wujud konkrit dari pertarungan antara akal sehat dan ke-ego-an nafsu manusia.Wacana poligami sebenarnya bukan merupakan masalah baru. Poligami dapat dikatakan telah berkembang sejak manusia hidup dalam berkelompok-kelompok, bersuku-suku, berbangsa-bangsa dan bernegara. Karena itu, praktek poligami pada dasarnya bukan termasuk ajaran Islam sebagaimana diklaim dunia Barat, tetapi sudah menjadi kecenderungan seluruh umat manusia dari berbagai strata sosial.Surat An-Nisa ayat 3 yang sering dijadikan landasan poligami sebenarnya tidak untuk menganjurkan poligami. Ketentuan Poligami ada dalam Islam. Ia dibolehkan oleh syariat seluruh nabi. Ayat tersebut di atas diturunkan ketika banyak wanita Madinah ditinggal mati suami mereka yang gugur di medan perang Uhud dan banyak pula anak-anak yang sudah tidak berbapak lagi. Dihadapkan pada masalah ini, orang Islam diarahkan untuk memecahkannya dengan memanfaatkan lembaga yang telah ada dan lazim, yakni dengan mengawini dua, tiga atau empat wanita di antara janda-janda tersebut. Sebagai akibatnya, janda-janda dan anak-anak yatim tidak terlantar, melainkan terserap ke dalam berbagai keluarga. Ketentuan Allah ini bukanlah pemberian izin berpoligami, melainkan merupakan pengaturan/pembatasan jumlah istri sampai empat saja dan penetapan syarat lebih jauh, yakni bila suami tidak bisa bertindak adil terhadap seluruh istrinya, maka ia harus mempergauli mereka dengan baik atau beristri satu saja. Jika dipaksakan dan menimbulkan kemudaratan lebih besar, maka hukum poligami tidak sah dan haram dilakukan.Kata Kunci: Poligami, Hukum Islam, Adil


2015 ◽  
Vol 3 (6) ◽  
pp. 6
Author(s):  
Burdjani AS

Kompetensi guru dalam mengajar terdiri dari kompetensi pedagogik, profesional, sosial dan kompetensi kepribadian. Akan tetapi yang bersentuhan langsung dengan kompetensi pembelajaran adalah kompetensi pedagogik. Oleh karena itu, kompetensi pedagogik harus menjadi dasar utama bagi suksenya sebuah pembelajaran. Menyikapi hal ini maka perlu adanya kajian penelitian tentang kompetensi pedagogik tersebut salah satunya adalah kajian tentang kompetensi pedagogik guru Aqidah Akhlak dalam mengelola proses pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah Al-Muhajirin Banjarmasin dapat dilihat pada beberapa aspek, yakni: Kompetensi guru dalam memulai/ membuka pelajaran dikategorikan cukup baik. Kompetensi guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran dikategorikan cukup baik. Kompetensi guru dalam melaksanakan penilaian proses dan hasil belajar dikategorikan kurang dan kompetensi guru dalam mengakhiri pelajaran dikategorikan kurang.Kata Kunci: Kompetensi, pedagogik, profesional, sosial, kepribadian


2015 ◽  
Vol 3 (6) ◽  
pp. 5
Author(s):  
Suraijiah Suraijiah

Permasalahan pendidikan nasional yang muncul dan sedang dihadapi oleh bangsa Indonesia saat ini adalah masalah mutu pendidikan pada setiap jenjang. Berbagai usaha sudah dilakukan termasuk salah satunya melalui program sertifikasi guru dan dosen, namun hal itu nampaknya belum sepenuhnya bisa meningkatkan kualitas atau mutu pendidikan di Negara ini. Tulisan ini akan mencoba mempelajari dan menyajikan langkah-langkah konkrit yang telah dilakukan oleh Negara lain terutama dari Negara Jepang dan Sudan dalam upaya pengembangan tenaga pendidik dan kependidikannya, terutama yang berhubungan dengan sistem pendidikan yang ada di negara tersebut dan berbagai kebijakan yang diambil untuk mewujudkan kemajuan pendidikan di kedua negara tersebut. Hal ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan dan pertimbangan dalam rangka pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan di Negara kita.Kata Kunci: pengembangan, pendidik, kependidikan


2015 ◽  
Vol 3 (6) ◽  
pp. 3
Author(s):  
Surawardi Surawardi

Penerapan strategi pembelajaran presentation mahasiswa di jurusan KI prodi BKI dan MPI semester V Fakultas Tarbiyah IAIN Antasari Banjarmasin tahun akademik 2012/2013 pada mata kuliah IPI dinyatakan berhasil dengan hasil aktifitas dosen dan mahasiswa diakhir siklus yakni Baik sekali, hal ini dapat dilihat aspek yaitu: aktifitas dosen yaitu siklus I pertemuan pertama 70,37%, siklus I pertemuan kedua 85,19%, siklus II pertemuan pertama 92,59%, dan siklus II pertemuan kedua 96,29%. Hasil aktifitas belajar siswa juga baik sekali hal ini dilihat dari: siklus I pertemuan pertama 70%, siklus I pertemuan kedua 74%, siklus II pertemuan pertama 84%, dan siklus II pertemuan kedua 90%. Sedangkan dalam penerapan strategi pembelajaran presentation dapat meningkatkan prestasi belajar mahasiswa pada mata pelajaran IPI hal dapat dilihat dari prestasi belajar mereka yakni siklus I pertemuan pertama memperoleh nilai rata-rata 67,86 di bawah indikator ketuntasan belajar, meningkat pada siklus I pertemuan kedua menjadi 70,77. Sementara pada siklus II Siklus II pertemuan pertama menjadi 73,64 juga masih di bawah indikator ketuntasan belajar, siklus II pertemuan kedua 76,39 di atas indikator ketuntasan belajar yang ditetapkan sebelumnya (75,00). Dengan demikian terjadi peningkatan nilai rata-rata hasil belajar dari siklus I dan siklus II.Kata Kunci: Penerapan, strategi, pembelajaran, presentation, peningkatan


2015 ◽  
Vol 3 (5) ◽  
pp. 8
Author(s):  
Hasbullah Hasbullah

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penguasaan para siswa terhadap pelajaran bahasa Arab yang masih belum mencapai standar yang diharapkan. Faktor utama dalam keberhasilan pembelajaran adalah pigur seorang guru di samping faktor-faktor lainnya. Selanjutnya dipilihlah tema tentang profesionalitas guru sebagaimana tersebut. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat keprofesionalitasan guru MAN dan MAS dalam meningkatkan pembelelajaran Bahasa Arab di Kota Banjarmasin. Ada 8 Madrasah Aliyah di Kota Banjarmasin ini terdiri dari 3 buah madrasah aliyah negeri dan 5 buah madrasah aliyah swasta. Jumlah guru-guru bahasa Arab seluruhnya ada 15 orang.Penelitian ini hanya mendiskripsikan para guru bahasa Arab dalam mengajarkan bahasa Arab pada MAN dan MAS di-kota Banjarmasin. Berdasarkan penelitian diketahui bahwa secara kualifikasi sesuai dengan Undang-undang yaitu S1 atau diploma 4 pada bidang pelajaran yang diajarkan, dari 15 orang guru Bahasa Arab tersebut ada 2 orang yang kualifikasinya bukan Bahasa Arab. Tetapi basic Bahasa Arab mereka miliki mampu mengajarkan Bahasa Arab. Sedangkan pada aspek persiapan perencanaan dan mengembangkan pembelajaran dalam penerapannya lebih banyak tradisional/klasik, yaitu mencatat dan menjelaskan. Hanya sebagian kecil yang menyisipkan game dan penggunaan media teknologi dalam pembelajaran Bahasa Arab. Kelengkapan-kelengkapan pembelajaran cendrung dibuat atau diperbaharui pada saat diperlukan, naik pangkat atau kelengkapan administrasi lainnya, bukan diprioritaskan untuk keperluan pengajaran di kelas.Kata Kunci: Profesionalitas, guru-guru bahasa Arab, pembelajaran bahasa Arab.


2015 ◽  
Vol 3 (5) ◽  
pp. 5
Author(s):  
Abdul Manaf

Ponpes Al-Furqan adalah salah satu Ponpes yang cukup pesat perkembangannya di Kota Banjarmasin. Perkembangan tersebut dapat dilihat dari cepatnya pembangunan sarana prasarana dan banyaknya minat dari masyarakat untuk memasukkan anak-anak mereka di sana. Hal ini tidak lepas dari peran penting Pimpinan Ponpes dalam memanajemen tenaga pendidik dan kependidikan.Manajemen tenaga pendidik dan kependidikan yang diterapkan Ponpes ini meliputi: perencanaan dengan perekrutan secara pendekatan personal dan seleksi yang relevan dengan latar belakang pendidikan. Pengorganisasian dengan penempatan yang diatur secara langsung oleh Pimpinan Ponpes dan kepala sekolah, pembagian tugas kerja yang terjadwal, beban kerja yang bersifat tidak memaksa dan pemberian cuti bagi yang berhalangan. Penggerakan dengan pengembangan fisik dan non fisik yang dilaksanakan secara berkala dan kesejahteraan yang diberikan setiap tahun. Dan pengontrolan dengan penerapan kedisiplinan yang baik dan pemberhentian dilakukan jika melanggar kedisiplinan secara berulang. Selain itu juga faktor yang mempengaruhi pelaksanaan manajemen tenaga pendidik dan kependidikan meliputi: latar belakang pendidikan kepala sekolah, latar belakang tenaga pendidik dan kependidikan yang cukup berpengalaman serta keterampilan tenaga pendidik yang menguasai metode, bahan dan media pembelajaran.Kata Kunci: Rekrutmen, seleksi, penempatan, pembagian tugas, cuti, pengembangan, kedisiplinan dan pemberhentian


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document