Jurnal Pendidikan Nonformal
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

16
(FIVE YEARS 6)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By State University Of Malang (UM)

2579-3950, 1978-7138

2021 ◽  
Vol 16 (1) ◽  
pp. 64
Author(s):  
Blessing Anyikwa ◽  
Oyekunle Oyekunle Yinusa

Abstract  The non-literate adult citizens in Nigeria are often faced with the inability to apply mental intelligence in their lifestyles which is reducing their worth and relevance in the 21st century literate society. The study therefore, seeks to equip adult learners with basic literacy skills for cognitive sustainability in Lagos state, Nigeria. Four research questions were raised and answered; and four hypotheses were tested to guide the study. The study adopted descriptive survey research design. The instruments adopted for the study were Key Informant Interview (KII) and a Questionnaire. A 20-item questionnaire titled “Adult Learners’ Basic Literacy Skills Questionnaire”, (ALBLSQ) was developed by the researchers. The instrument was validated using content and face validity according to the standard approved by the National Mass Education Commission in Nigeria, and the State Agency for Mass Education in Lagos State, Nigeria (NMEC/NOGALSS). A total of one hundred and eighty (180) questionnaires were administered purposively to adult learners across the six NMEC/NOGALSS literacy centers in Lagos state, and one hundred and forty-five (145) were retrieved. The reliability of the instrument was confirmed using a test-retest procedure, which gave a correlation coefficient of 0.87. The data was presented using frequency distribution tables, percentages, and Bar Charts. The data was analyzed using Spearman Rank Order Correlation Coefficient and T-test statistical tools to test the hypotheses at 0.05 significance level. The study revealed that a significant difference exists between the performance of adult learners before intervention and the performance of adult learners after intervention of the adult basic literacy programme amongst others. The study concluded and recommended that the curriculum of the adult basic literacy should be designed to have a combination of English and mother tongue language as a medium of instruction in order to aid cognitive development among adult learners, inter alia.


2021 ◽  
Vol 16 (1) ◽  
pp. 34
Author(s):  
Monica Widyaswari ◽  
Hardika Hardika ◽  
Umi Dayati

Tujuan penelitian ini adalah mengkaji strategi pendampingan anak korban kekerasan di Kota Pasuruan. Upaya Kota Pasuruan dalam mengakomodir hak-hak anak korban kekerasan secara medis, yuridis, dan psikologis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Informan dalam penelitian ini meliputi DP3AKB dan P2TP2A. Prosedur pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data pada penelitian ini menggunakan model Spradley. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Pasuruan berkomitmen untuk memenuhi hak anak korban kekerasan melalui melalui enam strategi diantaranya: (1) supporting parents, caregivers and families yaitu sosialisasi kepada para orangtua dan sekolah, serta penyediaan pendamping anak secara terlatih; (2) helping children and adolescents manage risk and challenges melalui pendampingan psikososial; (3) changing attitudes and social norms that encourage violence and discrimination melalui pemberian informasi kepada korban dan keluarga; (4) promoting and providing support services for children yaitu ditandai dengan penyediaan lembaga pemerhati anak dan dukungan layanan dari SKPD lainnya; (5) implementing laws and policies that protect children yaitu adanya peraturan dan kebijakan perlindungan anak dari tingkat nasional hingga daerah; dan (6) carrying out data collection and research dilakukan pemetaan kekerasan anak berdasarkan karakteristik. Data juga akan dilaporkan ke tingkat nasional.


2021 ◽  
Vol 16 (1) ◽  
pp. 47
Author(s):  
RB Suharta ◽  
Erma Kusumawardani ◽  
Yudan Hermawan

AbstrakEra disrupsi ini Indonesia tidak hanya mengalami krisis ekonomi, namun juga krisis literasi. Fakta ini didasarkan pada riset Central Connecticut State University 2016, yang mengatakan bahwa literasi Indonesia berada di tingkat kedua terbawah dari 61 negara. Berdasarkan hal tersebut, kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran literasi masyarakat melalui keterpaduan program kelompok sadar wisata dan organisasi karangtaruna.   Untuk dapat membuat deskripsi, gambaran, atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antarfenomena yang di amati, maka peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Sehingga kegiatan sarasehan dan pendampingan sebagai satu bentuk aktivitas dalam pengumpulan data kepada masyarakat yang kemudian di analisis interaktif sesuai dengan metode deskriptif kualitatif yang kemudian menghasilkan pembentukan (1) Rintisan kemitraan antara kelompok sadar wisata dan generasi muda yang tergabung dalam organisasi karang taruna agar secara langsung terlibat dalam mengembangkan edukasi wisata. (2)  Kelompok sadar wisata dalam membangun kesadaran literasi masyarakat bersama dengan Taman Bacaan Masyarakat merupakan kolaborasi yang saling menguatkan. (3) Gerakan masyarakat dalam bentuk tulisan-tulisan penyemangat akan nilai keindahan, kebersihan, ramah, etika yang diletakkan di sudut-sudut jalan serta pengadaan buku informatif   tentang geopark Nglenggeran di beberapa omah (homestay) merupakan gagasan yang layak didukung oleh pemerintah setempat. Membangun kesadaran literasi bagi seluruh masyarakat menjadi penting terutama dalam mensikapi berkembangnya desa wisata dengan potensi alam yang begitu mempesona wisatawan. Untuk itulah kolaborasi kelompok sadar wisata dengan program pengembangan yang didukung taman bacaan masyarakat yang memenuhi kebutuhan belajar masyarakat kaitannya dengan gerakan mendukung desa wisataINTEGRATION OF TOURISM AWARENESS PROGRAMS IN BUILDING LITERATION AWARENESS IN NGLANGGERAN VILLAGEAbstractIn this era of disruption, Indonesia is not only experiencing an economic crisis, but also a literacy crisis. This fact is based on a 2016 Central Connecticut State University research, which states that Indonesian literacy is in the second lowest level of 61 countries. Based on this, this activity aims to build awareness of community literacy through integrated tourism awareness group programs and youth organizations. To be able to make a systematic, factual and accurate description, description or painting of the facts, properties and relationships between observed phenomena, the researcher uses a qualitative approach. So that the workshop and mentoring activities as a form of activity in collecting data to the community are then analyzed in accordance with the qualitative descriptive method which then results in the formation of (1) Pioneering partnerships between tourism awareness groups and the young generation who are members of the youth organization to be directly involved in developing tourism education. (2) The tourism awareness group in building community literacy awareness together with Community Reading Gardens is a mutually reinforcing collaboration. (3) Community movements in the form of encouraging writings on the values of beauty, cleanliness, friendliness, ethics placed on street corners and the procurement of informative books about the Nglenggeran geopark in several homestays are ideas that deserve to be supported by the local government. Building literacy awareness for the entire community is important, especially in response to the development of tourist villages with natural potential that fascinates tourists. For this reason, the collaboration of tourism awareness groups with development programs supported by community reading gardens that meet the learning needs of the community in relation to the movement to support tourism villages


2021 ◽  
Vol 16 (1) ◽  
pp. 12
Author(s):  
Indah Andayani ◽  
Maria Veronika Roesminingsih ◽  
Wiwin Yulianingsih

Pelaku UMKM mengalami penurunan pendapatan dengan adanya pandemi Covid-19. Penurunan daya beli konsumen dari sektor pemasaran tradisional dengan penutupan sektor pariwisata merupakan tantangan pelaku UMKM dalam menjalankan produksi usaha. Peluang pelaku UMKM untuk bertahan di masa pandemi adalah dengan memaksimalkan penjualan di pasar Online. Pemberdayaan masyarakat pelaku UMKM dalam mencoba pasar Online perlu dilakukan atau pilihan lain dengan memberdayakan pelaku UMKM pada produk yang paling dibutuhkan di masa pandemi seperti, masker dan hand sanitizer. Tujuan penelitian untuk mendapatkan model pemberdayaan yang paling dibutuhkan pelaku UMKM di masa pandemi covid-19. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara dan observasi. 18 Sampel pelaku UMKM berasal dari kabupaten Kediri dengan stratified random sampling. Tahap analisis data dimulai dari koleksi, reduksi, display, verifikasi, dan simpulan. Keabsahan data menggunakan kredibilitas, member check, dependabilitas, konfirmabilitas, dan transferabilitas. Hasil penelitian menggambarkan bahwa beberapa kendala yang dialami pelaku UMKM kabupaten Kediri terletak pada proses pemasaran produk, sehingga strategi pemberdayaan yang paling dibutuhkan para pelaku UMKM adalah pemberdayaan pemasaran produk secara online melalui platform market digital dan dapat melalui strategi pemberdayaan inovasi produk UMKM untuk beralih pada produk yang paling dibutuhkan (masker, hand sanitizer).


2021 ◽  
Vol 16 (1) ◽  
pp. 1
Author(s):  
A. Munawwir ◽  
Sepma Pulthinka Nur Hanip

Studi ini betujuan menganalisis kiprah sekolah pesisi juang sebagai pendidikan non-formal yang mengadopsi sistem pembelajaran tematik sebagai upaya untuk memberikan pemenuhan kebutuhan intelektual secara universal bagi anak pesisir yang berlokasi di Desa Bintaro, Kec. Ampenan NTB. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan pisau analisis psikologi humanistik yang difokuskan pada kebutuhan manusia secara subtansial. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data mengacu pada kerangka Miles dan Huberman yang didasari pada reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa, anak pesisir berhak untuk menerima pendidikan secara formal seperti yang lainnya walaupun dihimpit dalam ekonomi yang kurang mampu. Hadirnya sekolah pesisi juang ini menjadi angin segar bagi anak pesisir untuk terus belajar dalam menggapai cita-citanya dengan mengajarkan anak-anak muatan-muatan pemebalajaran berbasis lingkungan sekitar.


2021 ◽  
Vol 16 (1) ◽  
pp. 21
Author(s):  
Fajar Lukman Tri Arianto ◽  
Dias Putri Yuniar
Keyword(s):  

Masa golden age pada anak usia dini perlu distimulasi dengan beragam media yang ada untuk membantu enam aspek perkembangan anak secara optimal. Disisi lain, kemajuan zaman dan teknologi perlu diimbangi dengan penngenalan budaya agar tidak tergerus. Media pembelajaran berkearifan lokal yang berupa puzzle, serbuk jagung warna-warni dan kotak pintar digunakan sebagai Alat Permainan Edukatif (APE) yang diproses dari limbah jonggol jagung. Alat permainan edukatif berupa puzzle, serbuk jagung warna-warni dan kotak pintar digunakan pada anak usia dini saat belajar di sekolah (luring) pada lima lembaga PAUD yang ada di Bangkalan Madura. Penggunaan alat permaina edukatif digunakan untuk menstimulasi Enam aspek perkembangan meliputi nilai agama moral, sosial emosional, bahasa, kognitif, motorik, dan seni agar dapat terstimulasi dengan baik melalui media hasil limbah jonggol jagung. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi observasi, wawancara dan dokumentasi kemudian dianalisis dengan cara pengelompokan hasil, deskripsi atau menganalisis data, penyajian dan pengambilan kesimpulan. Hasil dari kegiatan penelitian ini didapatkan tiga macam jenis media pembelajaran yang efektif yang dapat  menstimulasi enam aspek perkembangan pada anak usia dini dengan melihat tanggapan yang diambil ke ibu guru di lima Lembaga PAUD kota Bangkalan melalui G-form yaitu prosentase serbuk jagung warna-warni (sergunani) 78, 6%, kotak pintar 66, 7%, dan puzzle 78, 6%


2019 ◽  
Vol 14 (2) ◽  
pp. 108
Author(s):  
Baruna Setyoningrum ◽  
Sopingi Sopingi

Abstract: Common purpose of this research are to explained public learning process on preparation step of land conservation at DesaJetisLor. And the special purpose of this research are (1)to explain about the public learning process of land conservation social activity program at DesaJetis Lor (2) to know explain public learning process on large school activity of land conservation program at DesaJetisLor (3) to explain about public learning process on RKTD arrangement activity of land conservation at JetisLor.Qualitative approach case study type use in this research.Collecting data method by interview technique, observation and documentation.Analysis technique by data reduction, data display and conclusion.The result of this result show that (1) there is an informal learning process on program socialization process, (2) there is an nonformal learning process on SLKT program, (3) there is an informal learning process on RKTD arrangement processAbstrak: Tujuan umum penelitian ini adalah untuk menjelaskan proses pembelajaran masyarakat pada tahap persiapan program konservasi tanah di Desa Jetis Lor. Sedangkan tujuan khusus penelitian ini adalah (1) untuk menjelaskan proses pembelajaran masyarakat pada kegiatan sosialisasi program konservasi tanah di Jetis Lor (2) untuk menjelaskan  proses pembelajaran masyarakat pada kegiatan sekolah lapang pada program konservasi tanah di Desa Jetis Lor, (3) untuk menjelaskan proses pembelajaran masyarakat pada kegiatan penyusunan RKTD program konservasi tanah di Jetis Lor. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisa yang digunakan adalah reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) terdapat proses pembelajaran informal di dalam proses sosialisasi program, (2) terdapat proses pembelajaran nonformal di dalam program Sekolah Lapang Konservasi Terpadu (SLKT), (3) terdapat proses pembelajaran informal didalam proses penyusunan Rencana Konservasi Tanah Desa (RKTD).


2019 ◽  
Vol 14 (2) ◽  
pp. 94
Author(s):  
Nadiasari Nadiasari ◽  
Nurhadi Nurhadi

Abstract: The purpose of this study specifically is to describe the stages of organizing  of Tourism Awareness Groups through the Tourism Village Program in Pujon Kidul Malang Regency. This study uses qualitative research methods using a type of case study approach. This research began with data collection using observation techniques, interviews and documentation studies. Then the data obtained is recorded and given a code. Then, in analyzing the data using data reduction, display data and drawing conclusions. After analyzing the data then checking the validity of the data, checking the validity of the data using triangulation technique. The results of this study that there are several stages of organizing Tourism Awareness Groups include: (1) socialization, (2) group formation, (3) program planning, (4) program implementation and (5) evaluation.Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tahapan pengorganisasian  Kelompok Sadar Wisata melalui Program Desa Wisata di Pujon Kidul Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Penelitian ini dimulai dengan pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Kemudian data yang diperoleh dicatat dan diberi kode. Kemudian, dianalisis dengan menggunakan teknik reduksi data, display, dan penarikan kesimpulan. Teknik pengecekan keabsahan data, yang digunakan adalah triangulasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada beberapa tahapan pengorganisasian Kelompok Sadar Wisata  meliputi: (1) sosialisasi, (2) pembentukan kelompok, (3) perencanaan program, (4) pelaksanaan program dan (5) evaluasi.


2019 ◽  
Vol 14 (2) ◽  
pp. 68
Author(s):  
Bayu Adi Laksono

Abstract: The purpose of this study was to examine the financial literacy of migrant worker families in terms of remittance management. This study was conducted in seven hamlets of Payaman Solokuro Village, Lamongan Regency. Using cluster random sampling techniques in determining the research sample and using the Harry King Nomogram in determining the number of samples, as many as 95 persons. Data analysis uses ANOVA (Analysis of Variant) technique. The results showed that 63.2% of migrant workers’ families received remittances of 1-3 million each sending period, and 81.1% received remittances once a month. The literacy rate of migrant workers’ families from the perspective of remittance receipts intensity is in medium level, however migrant workers’ families who receive remittances in period of once in three months tend a high level of literacy. Families of migrant workers who receive remittances of more than three million each sending period are higher in financial literacy than others. The results of data analysis show that the financial literacy of migrant workers’ families do not have a significant difference in terms of the remittance receipts intensity, and the financial literacy of migrant workers’ families in terms of remittance receiptsquantitydo not have a significant difference. The results of this study indicate that migrant workers’ families can increase their financial literacy through financial training and have careful considerationsin making economic decisionsAbstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengkaji literasi finansial keluarga pekerja migran ditinjau dari pengelolaan remitan, baik dari intensitas maupun kuantitas. Penelitian ini dilakukan di tujuh dusun dari Desa Payaman Solokuro Kabupaten Lamongan. Menggunakan teknis cluster random sampling dalam menetukan sampel penelitian serta menggunakan Nomogram Harry King dalam menentukan besaran sampelnya, yakni sebanyak 95 orang. Analisis data menggunakan teknik ANOVA (Analysis of Varian). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 63,2% keluarga pekerja migran mendapat remitan sebanyak 1-3 Juta setiap periode pengirimannya, serta 81,1% menerima remitan sebulan sekali. Tingkat literasi keluarga pekerja migran ditinjau dari sudut pandang intensitas penerimaan remitan berada pada tingkat sedang, namun keluarga pekerja migran yang menerima remitan pada periode tiga bulan sekali cenderung memiliki tingkat literasi yang tinggi. Keluarga pekerja migran yang menerima kiriman remitan lebih dari tiga juta setiap periode pengirimannya cenderung memiliki tingkat literasi finansial yang lebih tinggi diantara yang lainnya. Hasil analisis data menunjukkan bahwa literasi finansial keluarga pekerja migran tidak memiliki perbedaaan yang signifikan ditinjau dari intensitas penerimaan uang remitan, serta literasi finansial keluarga pekerja migran ditinjau dari kuantitas penerimaan uang remitan tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keluarga pekerja migran dapat meningkatkan literasi finansialnya melalui pelatihan pengelolaan keuangan serta memiliki pertimbangan yang matang dalam mengambil keputusan ekonomi


2019 ◽  
Vol 14 (2) ◽  
pp. 76
Author(s):  
Anjar Susilowati ◽  
Imam Hambali ◽  
Sri Wahyuni

Abstract: The purpose of this study is to describe the independence of dairy farmers in community empowerment efforts. This type of research is quantitative with descriptive design. The population of this study was 44 dairy farmers in Pait Village, Kasembon Subdistrict, as well as samples. Data collection techniques used were structured interviews. Data analysis in this research is percentage analysis. The results of this study indicate that as many as 69% of breeders have been able to take the initiative, as many as 44% of breeders are able to overcome the problem, as much as 72% of breeders are able to foster perseverance, as much as 48% of breeders have gained satisfaction, as many as 60% of breeders have self-confidence. Based on these data, it was concluded that the independence of dairy farmers in community empowerment efforts was in the quite independent category. Suggestions for this research are spesific studies areneededon the factors that cause the independence of dairy farmersAbstrak: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan profil kemandirian peternak sapi perah dalam upaya pemberdayaan masyarakat pedesaan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitaif dengan rancangan deskriptif. Populasi penelitian ini peternak sapi perah di Desa Pait Kecamatan Kasembon sebanyak 44 orang yang sekaligus sebagai sampel. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara terstruktur. Analisis data dalam penelitian ini adalah analisis persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 69% peternak sudah mampu berinisiatif, sebanyak 44% peternak mampu mengatasi masalah, sebanyak 72% peternak mampu menumbuhkan ketekunan, sebanyak  48% peternak sudah  memperoleh rasa puas,  sebanyak 60%  peternak yang mempunyai rasa percaya diri. Berdasarkan data tersebut  diperoleh kesimpulan bahwa kemandirian peternak sapi perah dalam upaya pemberdayaan masyarakat pedesaan berada pada kategori cukup mandiri. Saran untuk penelitian ini adalah diperlukan kajian  secara spesifik tentang faktor-faktor yang menyebabkan kemandirian peternak sapi perah


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document