Sains Olahraga : Jurnal Ilmiah Ilmu Keolahragaan
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

38
(FIVE YEARS 0)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By State University Of Medan

2580-5150, 2302-2388

2019 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 66
Author(s):  
Friska Sari Gracia Sinaga ◽  
Ibrahim .

PON XX tahun 2020 sudah di depan mata. Seluruh komponen baik penyelenggara sampai kepada cabang-cabang olahraga harus mempersiapkan diri menuju kegiatan keolahragaan terbesar di Indonesia. Meskipun olahraga petanque merupakan olahraga baru di Indonesia, namun hampir di seluruh wilayah di Indonesia memiliki kontingen untuk olahraga ini. Petanque adalah suatu bentuk permainan  yang tujuannya melempar bola besi sedekat mungkin dengan bola kayu dan kaki harus berada di lingkaran kecil. Dilihat dari tujuan mekanika utama dari cabang olahraga petanque dari kajian biomekanika olahraga adalah “mencapai ketepatan maksimal”. Artinya adalah bagaimana atlet dapat menempatkan bola sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan, dengan cara melempar baik itu dengan tehnik pointing maupun shooting. Analisis gerak secara biomekanika dapat dilakukan dengan beberapa cara. Salah satunya dengan menggunakan teknologi kinovea. Teknologi kinovea adalah teknologi yang dapat mengkombinasikan kamera dengan computer yang bisa menganalisis sudut, kecepatan, dan ketinggian bola lemparan baik pointing maupun shooting pada olahraga petanque. Pelaksanaan Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni tahun 2019, diikuti 18 peserta penelitian. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya standarisasi gerakan pada gerakan pointing dan shooting. Standar ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi gerakan khususnya pada atlet FOPI Papua menuju PON XX di Papua. Selain itu juga, pelatih dapat meanalisis, merancang dan mengevaluasi gerakan atlet sehingga dapat mencapai gerakan maksimal sesuai dengan standar gerakan yang merupakan hasil dari penelitian ini.  Kata kunci: Analysis Biomechanics, Pointing, Shooting


2019 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 119
Author(s):  
Fajar Apollo Sinaga ◽  
Rosmaini Hasibuan ◽  
Marsal Risfandi ◽  
Deni Rahman Marpaung ◽  
Jumadin IP ◽  
...  

Aktifitas fisik berat dapat menyebabkan peroksidasi lipid ditandai peningkatan kadar malondialdehyde (MDA) dan penurunan kadar antioksidan yang dapat menurunkan performance dan kesehatan atlet. Peroksidasi lipid dapat dicegah atau dikurangi dengan pemberian antioksidan. Bit (Beta Vulgaris L) mengandung berbagai jenis antioksidan alami tetapi belum pernah diteliti khasiatnya untuk mengurangi peroksidasi lipid yang dipicu oleh aktifitas fisik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian jus bit selama latihan terhadap peroksidasi lipid dan status antioksidan pada saat melakukan aktifitas fisik maksimal. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental dengan rancangan penelitian Randomized Control Group Pretest-Postest Design. Penelitian dilaksanakan di Stadion  Unimed dan Laboratorium Terpadu Fakultas Kedokteran USU. Sampel penelitian adalah mahasiswa Ilmu Keolahragaan sebanyak 30 orang  yang memenuhi kriteria. Pretest dilakukan dengan memeriksa kadar MDA, Total Antioxidant Capacity (TAC) dan VO2max. Selanjutnya sampel dibagi atas 2 kelompok  (P1=15, P2=15). Selama menjalani program latihan  kelompok P1 diberi Jus Bit 300 ml 1x1 hari, sedangkan P2 diberi sebagai kontrol. Kemudian semua sampel melakukan aktifitas fisik maksimal dengan menggunakan bleep test, dan kembali dilakukan pemeriksaan kadar MDA, TAC dan VO2max. Hasil penelitian menunjukkan terdapat penurunan kadar MDA serta peningkatan kadar TAC dan VO2max pada kelompok pelatihan yang diberi jus bit 300ml dibandingkan dengan kelompok kontrol (p<0,05). Kesimpulan penelitian adalah pemberian jus bit selama latihan dapat menurunkan kadar MDA serta meningkatkan kadar TAC dan VO2max atlet. Kata kunci: Jus Bit, Malondialdehyde, Antioksidan, Aktivitas Fisik Maksimal, Latihan


2019 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 108
Author(s):  
Risa Hadi
Keyword(s):  

Keterampilan dalam sebuah gerakan dapat dikuasai oleh seseorang apabila dilatih secara terus menerus untuk menghasilkan kemahiran gerakan dan otomatisasi dalam waktu tertentu. Sehingga untuk membentuk keterampilan sangat bergantung pada teknik dasar dalam hal ini adalah futsal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari metode serial practice dan random practice serta motivasi berprestasi terhadap keterampilan teknik dasar dalam futsal. Penelitian ini dilakukan pada atlet MA Mafatihul Huda, penelitian ini menggunakan treatment by level 2 x 2. Sampel terdiri dari 36 atlet. Teknik analisis data adalah analisis varians dua jalur (ANAVA) dan selanjutnya dilanjutkan dengan uji Tukey pada tingkat signifikansi α = .05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Nilai keterampilan teknik dasar dalam futsal pada perlakuan metode serial practice (A1) lebih tinggi dari nilai metode random practice (A2); (2) Terdapat pengaruh interaksi antara metode latihan (A)  dan motivasi berprestasi (B) terhadap keterampilan teknik dasar dalam futsal; (3) Nilai keterampilan teknik dasar dalam futsal pada perlakuan metode serial practice motivasi berlatih tinggi (A1B1) lebih tinggi dari nilai metode random practice motivasi berprestasi tinggi (A2B1); (4) Nilai keterampilan teknik dasar dalam futsal pada perlakuan metode serial practice motivasi berprestasi rendah (A1B2) lebih rendah dari nilai metode random practice motivasi berprestasi rendah (A2B2).Catatan kunci : Practice, Motivasi Berprestasi, Teknik Dasar Futsal


2019 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 88
Author(s):  
Hendry Ismawan ◽  
Nurjamal . ◽  
Deni Rahman Marpaung

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan Double Leg Bound dan Knee Tuck Jump terhadap kemampuan Smash Jumping pada siswa ekstakulikuler bulutangkis SMP Negeri 29 Samarinda. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen lapangan dengan teknik uji deskriptif, kolmogorov smirnov, homogenitas, paired t-tes dan independent t-tes. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa-siswi ektrakulikuler bulutangkis SMP Negeri 29 Samarinda. Pengambilan sampel menggunakan sistem random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ada pengaruh latihan Double Leg Bound terhadap kemampuan Smash Jumping pada siswa ekstrakulikuler bulutangkis SMP Negeri 29 Samarinda yang diperoleh nilai thitung = 12,836>ttabel = 2,262 dengan nilai probabilitas signifikansi yang diperoleh 0,000 < α 0,05. Ada pengaruh latihan Kne Tuck Jump terhadap kemampuan Smash Jumping pada siswa ektrakulikuler bulutangkis SMP Negeri 29 Samarinda yang diperoleh nilai thitung = 15,213>ttabel = 2,262 dengan nilai probabilitas signifikansi yang diperoleh 0,000 < α 0,05. Ada perbedaan pengaruh latihan Double Leg Bound dan latihan Knee Tuck Jump terhadap kemampuan Smash Jumping pada siswa ekstakulikuler bulutangkis SMP Negeri 29 Samarinda, nilai rata-rata Knee Tuck Jump sebesar 15,50 > nilai rata-rata latihan Double Leg Bound sebesar 13,70, nilai kedua latihan tersebut diperoleh thitung = 2,616>ttabel = 2,262 dengan nilai probabilitas signifikansi yang diperoleh 0,000< α 0,05. Kesimpulannya adalah ada pengaruh dan ada perbedaan yang signifikan terhadap latihan Double Leg Bound dan latihan Knee Tuck Jump terhadap kemampuan Smash Jumping pada siswa ekstrakulikuler bulutangkis SMP Negeri 29 Samarinda.Kata kunci: Double Leg Bound, Knee Tuck Jump, Smash Jumping


2019 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 99
Author(s):  
Fakhri Fajrin Kurniawan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui atau memperoleh informasi tentang efektivitas penggunaan teknik medium shoot dengan loncatan dan tanpa loncatan terhadap ketepatan hasil shooting. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif melalui observasi atau survei langsung terhadap suatu pertandingan. Populasi penelitian adalah seluruh pertandingan pada Kejuaraan Bola Basket Pekan Olahraga Wilayah (POPWIL) Se-Wilayah III Cirebon Tahun 2019. Sampel ditentukan dengan menggunakan teknik total sampling. Dimana dari seluruh pertandingan pertama sampai terakhir dijadikan sebagai sampel. Instrument penelitian yang digunakan adalah dengan cara ratting oleh 4 orang juri atau testor. Hasil pengolahan data dengan penghitungan secara statistika yang menggunakan penghitungan uji dua pihak (uji t), diperoleh hasil bahwa thitung 0,47 dan ttabel 2,07 dengan kesimpulan hipotesis diterima. Berdasarkan hal tersebut maka tidak terdapat perbedaan yang berarti antara medium shoot dengan loncatan dan tanpa loncatan terhadap ketepatan hasil shooting. Namun teknik medium shoot dengan loncatan lebih efektif digunakan untuk memperoleh poin pada Kejuaraan Bola Basket Pekan Olahraga Wilayah (POPWIL) Se-Wilayah III Cirebon.  Kata kunci: Efektivitas, Medium Shoot, Bola Basket


2019 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 76
Author(s):  
Yayan Wardiyanto
Keyword(s):  

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan di SMPN 1 Sumber Kabupaten Cirebon keterampilan teknik dasar sepakbola kelas VIII masih kurang, sehingga perlu ada solusi untuk meningkatkan keterampilan teknik dasar sepakbola. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan pengaruh model pembelajaran dan kemampuan gerak terhadap keterampilan teknik dasar sepakbola. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen faktorial 2x2. Populasi 58 siswa putra kelas VIII A, F dan G SMPN 1 Sumber Kabupaten Cirebon. Sampel 40 siswa dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive random sampling. Teknik analisis data dengan menggunakan ANAVA 2x2 dengan taraf signifikansi =0,05, dilanjutkan dengan uji Tukey dan uji pasangan dengan t-Scheffe untuk membandingkan 2 kelompok. Hasil penelitian, yaitu 1) tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara model pembelajaran taktis dan TGT terhadap keterampilan teknik dasar sepakbola, 2) ada perbedaan yang signifikan antara kemampuan gerak tinggi dan rendah terhadap keterampilan teknik dasar sepakbola, 3) ada interaksi yang signifikan antara model pembelajaran dan kemampuan gerak terhadap keterampilan teknik dasar sepakbola, 4) ada perbedaan yang signifikan antara model pembelajaran taktis dengan kemampuan gerak tinggidan model pembelajaran TGT dengan kemampuan gerak tinggi. 5) tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara model pembelajaran taktis dengan kemampuan gerak rendahdan model pembelajaran TGT dengan kemampuan gerak rendah. Kata kunci: Model Pembelajaran, Kemampuan Gerak, Sepakbola


2019 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 12
Author(s):  
Novita Sari Harahap ◽  
Riski Pranata

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aktifitas fisik continuous running dan interval running terhadap SGOT dan SGPT pada mahasiswa Ikor Unimed Tahun 2017. Penelitian dilakukan di Stadion Universitas Negeri Medan, Laboratorium Fisik FIK, dan Laboratorium Kesehatan Daerah Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Sampel penelitian menggunakan mahasiswa Ikor Unimed  sebanyak 14 orang. Desain penelitian menggunakan Pretest-Posttest Group Design. Aktifitas fisik continuous Running dan interval running dilakukan dengan menggunakan Treadmill selama 12 menit dengan intensitas 60-70 %. Pemeriksaan kadar SGOT dan SGPT dilakukan di awal dan di akhir perlakuan. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan uji t.  Hasil penelitian menunjukkan  bahwa peningkatan rerata kadar SGOT setelah aktifitas fisik continuous running sebesar 88,00 U/L yang sebelumnya sebesar 60,89 U/L dan setelah aktifitas fisik interval running sebesar 81,61 U/L yang sebelumnya 60,41 U/L. Hasil uji analisis diperoleh nilai p=0,662, yang menunnjukkan bahwa ada peningkatan namun tidak terdapat perbedaan yang bermakna p>0,05. Begitu juga dengan rerata kadar SGPT setelah aktifitas fisik continuous running sebesar 82,21 U/L yang sebelumnya sebesar 57,16 U/L dan setelah aktifitas fisik interval running sebesar 81,80 U/L yang sebelumnya 59,59 U/L. Hasil uji analisis diperoleh nilai p=0,655, yang menunnjukkan bahwa ada peningkatan namun tidak terdapat perbedaan yang bermakna p>0,05. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bahwa tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara aktifitas fisik continuous running dan aktifitas fisik interval running terhadap peningkatan SGOT dan SGPT pada mahasiswa IKOR UNIMED tahun 2017.Kata kunci: Continuous Running, Interval Running, SGOT dan SGPT


2019 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 31
Author(s):  
Agus Salim Samosir ◽  
Fajar Apollo Sinaga ◽  
Jumadin IP ◽  
Rika Nailuvar Sinaga ◽  
Deni Rahman Marpaung

Prevalensi obesitas dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang dapat membahayakan kesehatan terutama penyakit cardiovascular yang ditandai dengan peningkatan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan kadar kolesterol. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh senam aerobik intensitas sedang terhadap penurunan Indeks Massa Tubuh dan kadar total kolesterol pada wanita penderita obesitas. Jenis penelitian adalah penelitian eksperimental semu dengan rancangan penelitian one group pretest postets design. Sampel penelitian berjumlah 10 orang yang sudah memenuhi kriteria. Senam aerobik dilakukan selama satu bulan, 3 kali seminggu, waktu 50 menit dengan target denyut jantung 60-70% MHR. Pengukuran IMT dan kolesterol total dilakukan sebelum dimulai program latihan dan setelah dan setelah menjalani program latihan senam aerobik. Hasil penelitian diperoleh IMT dan kadar kolesterol total pretest adalah 39,61 kg/m2 dan 191,1 mg/dl. Kadar IMT  dan kadar kolesterol total postest adalah 24,81 kg/m2 dan 154mg/dl. Hasil uji statistika menunjukkan terdapat perbedaan IMT dan kadar total kolesterol pretest dan postest. Kesimpulan penelitian adalah senam aerobik intensitas sedang dapat menurunkan IMT dan kadar kolesterol total pada wanita penderita obesitas.Kata kunci: Senam aerobik, Intensitas sedang, Indeks massa tubuh, Kolesterol


2019 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 64
Author(s):  
Syamsul Gultom ◽  
Arif Maulana

Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan suatu produk pakaian yang telah dirancang khusus untuk atlet Panahan dengan konsep ergonomi yang menghasilkan pakaian yang nyaman dan efektif sehingga mempermudah atlet panahan dalam berlatih maupun pertandingan. Penelitian ini dilakukan di planters archery club tepatnya di Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agrobisnis Perkebunan (STIPAP), pengambilan data dimulai dari mulai Juli-Oktober 2018. Jumlah sampel pada penelitian ini berjumlah 6 orang. Peneltian ini merupakan jenis penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah meliputi beberapa tahan yaitu : (1) tahap analisis kebutuhan, (2) tahap pengembangan produk, (3) tahap validasi produk, (4) tahap ujicoba produk. Dari hasil validasi ahli pada pengembangan produk pakaian dinyatakan bahwa pakaian layak digunakan pada atlet Panahan untuk melakukan olahraga Panahan yaitu dengan skor 83 kategori sangat baik dari ahli Panahan dan skor 88 kategori sangat baik dari ahli tata busana. Maka rancangan yang sudah dirancang layak digunakan.Kata kunci : Pakaian Ergonomis, Atlet Panahan, R&D, Planters Archery Club


2019 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 42
Author(s):  
Nurhayati Simatupang ◽  
Kristanto Marganda Nainggolan

Tujuan penelitian ini untukmengetahui tingkat kebugaran jasmani anak putra di Panti Sosial Asuhan Anak William Booth Medan.Penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Medan  Jln. William Iskandar Psr. V-Medan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak putra di Panti Sosial Asuhan Anak William Booth Medan yang berjumlah 45 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh anak putra yang masing-masing dibagi berdasarkan kelompok umur, anatara lain umur 6-9 tahun, umur 10-12 tahun, umur 13-15 tahun dan umur 16-19 tahun.Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling dan menggunakan metode penelitian deskriptif dengan metode survei. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik kuantitatif dengan persentase guna menentukan klasifikasi tingkat kebugaran jasmaninya. Berdasaran analisis data diperoleh bahwa tingkat kebugaran jasmani anak putra di Panti Sosial Asuhan Anak William Booth medan berada dalam klasifikasi “sedang“. Hal ini dapat dilihat dari jumlah persentase dalam klasifikasi kebugaran jasmani “sedang” pada anak putera kelompok umur 6-9 tahun yaitu 75% (6 orang), pada kelompok umur 10-12 tahun sebesar 70% (7 orang), pada kelompok umur 13-15 tahun sebesar 81,8% (9 orang) dan pada kelompok umur 15-19 tahun sebesar 68,75% (11 orang).Kata Kunci: Kebugaran jasmani, Anak


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document