pkn model
Recently Published Documents


TOTAL DOCUMENTS

18
(FIVE YEARS 1)

H-INDEX

4
(FIVE YEARS 0)

2021 ◽  
Author(s):  
Gang Hui ◽  
Shengnan Chen ◽  
Fei Gu

Abstract The recent seismicity rate increase in Fox Creek is believed to be linked to the hydraulic fracturing operations near the region. However, the spatiotemporal evolution of hydraulic fracturing-induced seismicity is not well understood. Here, a coupled approach of geology, geomechanics, and hydrology is proposed to characterize the spatiotemporal evolution of hydraulic fracturing-induced seismicity. The seismogenic faults in the vicinity of stimulated wells are derived from the focal mechanisms of mainshock event and lineament features of induced events. In addition, the propagation of hydraulic fractures is simulated by using the PKN model, in combination with inferred fault, to characterize the possible well-fault hydrological communication. The original stress state of inferred fault is determined based on the geomechanics analysis. Based on the poroelasticity theory, the coupled flow-geomechanics simulation is finally conducted to quantitatively understand the fluid diffusion and poroelastic stress perturbation in response to hydraulic fracturing. A case study of a moment-magnitude-3.4 earthquake near Fox Creek is utilized to demonstrate the applicability of the coupled approach. It is shown that hydraulic fractures propagated along NE45° and connected with one North-south trending fault, causing the activation of fault and triggered the large magnitude event during fracturing operations. The barrier property of inferred fault under the strike-slip faulting regime constrains the nucleation position of induced seismicity within the injection layer. The combined changes of pore pressure and poroelastic stress caused the inferred fault to move towards the failure state and triggered the earthquake swarms. The associated spatiotemporal changes of Coulomb Failure Stress along the fault plane is well in line with the spatiotemporal pattern of induced seismicity in the studied case. Risks of seismic hazards could be reduced by decreasing fracturing job size during fracturing stimulations.


2020 ◽  
Vol 10 (8) ◽  
pp. 3347-3361
Author(s):  
Hazim Al-Attar ◽  
Hala Alshadafan ◽  
Mariam Al Kaabi ◽  
Aysha Al Hassani ◽  
Shatha Al Mheiri

Abstract Although hydraulic fracturing is not a new technology, it has not yet been implemented in the United Arab Emirates. Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC), the regional producer in United Arab Emirates, has set out to initiate the utilization of this treatment during year 2019. In this work, a systematic design procedure for hydraulic fracturing in tight petroleum-bearing reservoirs is proposed. The design caters for surface and subsurface flow parameters, and it is hoped to provide basic guidelines for ADNOC in this respect. The proposed design process incorporates both unified fracture design (UFD) methodology and the fracture geometry (PKN) model. Excel spreadsheets were developed and utilized to run sensitivity analysis for optimal performance and predict long-term production profiles before and after fracturing. The excel spreadsheets made are flexible in use, in the sense that they resolve issues with infinite/finite fractures, high/low surface injection rate as well as investigate for non-Darcy flow effects. Reliable published data were used to perform the necessary calculations. The results of the performance calculations have shown that it is possible to access commercial quantities of hydrocarbons from a tight reservoir. In addition, improved productivity by 15-folds and increased gas recovery of 1.02 MMMscf over the first 8 years of production can be achieved by proper hydraulic fracturing design and implementation in tight gas reservoirs. The results of calculations of non-Darcy effect revealed a threshold velocity of approximately 0.2 fps above which these effects could become significant in predicting the overall flow efficiency inside the fracture. To the authors’ knowledge, the literature has not fully addressed the hydraulic fracturing design analytically, and the methodology proposed in this work provides a complete design package which incorporates the UFD concept, the PKN model, the non-Darcy model, and long-term prediction of post-fracturing production performance, and applying the proposed approach in a case study.


2020 ◽  
Vol 4 (4) ◽  
Author(s):  
Ari Novendra ◽  
Taufina Taufina

This research is motivated by the low of student learning outcomes in class IV SD Negeri 09 Belakang Balok Bukittinggi.This study aim to describe the improvement of student learning outcomes on learning Civics by applying the model Discovery Learning on the fourth grade students SD Negeri 21 Bandar Buat Kota Padang . Type of research is PTK by using qualitative and quantitative approach. The result of student learning cycle I 75 increased to 85 in cycle II. Thus, the learning of Civics by applying the Discovery Learning model on can improve the learning outcomes of Civics students grade IV SD Negeri 21 Bandar Buat Kota Padang. Key Word :Result study, PKn, model discovery learning


2019 ◽  
Vol 3 (4) ◽  
pp. 396
Author(s):  
Luh Putu Sukarti
Keyword(s):  

Tujuan melakukan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan prestasi belajar PKN siswa Kelas I SD Negeri 5 Melinggih pada semester II. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas I SD Negeri 5 Melinggih. Cara yang dilakukan adalah menambah gaya pembelajaran lama yang konvensional menjadi cara pembelajaran baru yang bersifat penemuan menggunakan model pembelajaran Quick On The Draw. Penelitian dilakukan dalam dua siklus yang masing-masing siklusnya dilakukan dengan tahap poerencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Untuk mengumpulkan data hasil penelitian digunakan tes prestasi belajar dan untuk menganalisis datanya digunakan analisis deskriptif. Dilihat dari hasil evaluasi yang telah dilakkukan terjadi peningkatan dari data awal dengan rata-rata 66,44, ketuntasan belajar 42,10%. Pada siklus I rata-ratanya 69,86 meningkat menjadi 76,57 pada siklus II dengan ketuntasan belajar 94,73%. Dengan demikian dapat disampaikan simpulan bahwa penerapan model Quick On The Draw dapat meningkatkan prestasi belajar PKN siswa kelas I Semester II SD Negeri 5 Melinggih.Kata Kunci: Prestasi Belajar PKN, model Quick On The Draw.


Author(s):  
Yayuk Kusumawati
Keyword(s):  

Tantangan terbesar bangsa saat ini adalah menciptakan sumber dayamanusia yang handal, berkualitas, dan memadai baik secarakuantitatif maupun kualitatif sebagai modal utama pembangunanbangsa dan Negara. Mata pelajaran PKN di SD/MI adalah matapelajaran yang wajib dipelajari oleh peserta didik. Mata pelajaran inimembahas banyak hal diantaranya pelaksanan pembelajaran PKN,arah dan tujuan pembelajaran, pembelajaran PKN, ruang lingkuppembelajaran PKN, model pembelajaran PKN dan mediapembelajaran PKN di SD/MI dengan menggunakan pendekatansaintifk yakni kegiatan pembelajaran dengan mengamati, menanya,mengumpulkan informasi, mengasosiasikan danmengkumunikasikan agar peserta didik dapat mengkonstrukpengetahuannya. Didalam pelaksanaannya siswa berperan secaraaktif dalam kegiatan pembelajaran, sehingga hal ini dapatmempermudah proses tranformasi pengetahuan dan nilai yangmenjadi tujuan dalam pembelajaran PKN di SD/MI. Outup daripenarapan ini adalah peserta didik tidak hanya menguasai konsepPendidikan Kewarganeraan, tetapi siswa harus mampumengaktualisasikan pengetahuan yang didapatkan pada saat prosespembelajaran dalam kehidupannya sehari-hari sebagai warga NegaraKesatuan Republik Indonesia (NKRI).


2018 ◽  
Vol 23 (1) ◽  
pp. 81-105 ◽  
Author(s):  
Hasini Garikapati ◽  
Clemens V. Verhoosel ◽  
E. Harald van Brummelen ◽  
Sergio Zlotnik ◽  
Pedro Díez

Author(s):  
Apeles Lexi Lonto

Penelitian ini diarahkan untuk menemukan model simulasi sosial dalam pembelajaran PKn di SMA.  Melalui model ini sasaran yang hendak dicapai ialah: (1) memperkuat pencapaian ranah afektif terutama ranah nilai-nilai sosial, (2) peningkatan suasana dan mutu proses pembelajaran, (3) dampak baik instructional effect maupun nurturant effect, seperti kepekaan terhadap masalah nilai yang terjadi di lingkungan ataupun di masyarakat, kemampuan menganalisis nilai, dan mengambil keputusan terhadap setiap pilihan nilai.Urgensi penelitian ini didasarkan atas pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut: 1). Pendidikan Kewarganegaraan merupakan pendidikan nilai dengan penekanan pada pembentukan afeksi di dalam diri siswa. 2). Praktik pembelajaran PKn di sekolah-sekolah sangat menekankan pada pembentukan aspek kognitif atau ranah kognitif daripada ranah afektif. 3). Proses pembelajaran  nilai yang dikembangkan oleh guru-guru lebih banyak dilakukan melalui metode ceramah. Pembewntukan nilai tidak efektif melalui ceramah, tetapi melalui  perbuatan atau melalui apa yang dilakukan siswa, dan apa yang dialami oleh siswa itu sendiri. 4). Pembelajaran model simulasi sosial merupakan dalam satu model dalam pembelajaran Kurikulum berbasis kompetensi di sekolah-sekolah. 5). Memperkuat kemampuan atau kompetensi professional guru-guru dalam mengembangkan proses pembelajaran PKn yang lebih varuatif dan inovatif.Untuk mencapai tujuan-tujuan di atas, maka penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Analisis data dilakukan secara deskriptif dalam satuan hitung prosentase terhadap ketercapaian indiktor-indikator  setiap fokus masalah. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan sebagia berikut: (1). Desain model pembelajaran simulasi sosial dalam mata pelajaran PKn di SMA, yang mencakup: analisis kompetensi, asumsi dan tujuan, langkah-langkah pembelajaran, dan sistem pendukung belum berjalan dengan baik.  (2). Dampak instruksional pembelajaran terutama dalam pembentukan nilai seperti: kompetisi, kooperasi, empati, sistem sosial, konsep, keterampilan, dan kemampuan berpikir kritis belum berjalan dengan baik. (3). Perbaikan dan peningkatan mutu proses pembelajaran PKn di sekolah-sekolah sangat dibutuhkan. Kata Kunci: Pembelajaran PKn, Model Simulasi Sosial


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document