eL-Muhbib: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan Dasar
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

49
(FIVE YEARS 1)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By IAI Muhammadiyah Bima

2716-5019, 2614-1051

2021 ◽  
Vol 4 (2) ◽  
pp. 113-132
Author(s):  
Rasyiah Rasyiah

Pemahaman materi peningkatan kemampuan mengenalpeninggalan sejarah masa hindu, budha dan islam denganmenggunakan model pembelajaran Kooperative Tipe make amatch siswa kelas V/A MIN 20 Aceh Timur masih rendahdisebabkan teknik pembelajaran konvensional yang digunakanguru. Penelitian penerapan model pembelajaran kooperatif tipeMake and Match bertujuan mengetahui hasil belajar siswa danaktivitas siswa terhadap tipe Make and Match. Penelitian inimenggunakan desain penelitian tindakan kelas (PTK) yangdilakukan dengan tiga tahap, yaitu pra siklus, siklus I, dan siklusII. Setiap siklusnya dilakukan dengan empat langkah, yaituperencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan datadilakukan dengan teknik tes dan nontes. Berdasarkan hasilpengolahan data diketahui bahwa pemahaman siswa kelas V/Amateri peningkatan kemampuan mengenal peninggalan sejarahmasa hindu, budha dan islam setelah mengikuti pembelajarankooperatif tipe Make and Match mengalami peningkatan. Hal initerlihat pada peningkatan ketuntasan belajar siswa. Pada pra siklus,siswa yang mencapai ketuntasan belajar sebanyak 14,70% (5siswa) dan yang belum tuntas sebanyak 85,29% (29 siswa)sedangkan pada akhir siklus II yang tuntas sebanyak 88,23% (30siswa) dan yang belum tuntas sebanyak 11,76% (4 siswa). Nilairata-rata juga meningkat. Perolehan nilai rata-rata pra siklus 60,73dan pada akhir siklus II menjadi 75,73. Perolehan nilai rata-ratatersebut telah berada pada rentang 75-84 berdasarkan kriteriapenilaian. Dengan kata lain, siswa kelas V/A telah memilikipemahaman dan hasil belajar yang baik dalam materi peningkatankemampuan mengenal peninggalan sejarah masa hindu, budha danislam dengan tipe Make and Match.


2020 ◽  
Vol 4 (2) ◽  
pp. 162-180
Author(s):  
Ilham Ilham

Perkembangan manusia merupakan proses yang kompleks, yangdapat dibagi menjadi empat ranah utama, yaitu perkembanganfisik, intelektual, (termasuk kognisi dan bahasa), serta emosi dansosial (termasuk perkembangan moral. Pada tulisan artikel inipenulis akan mengkaji tentang perkembangan emosi dan sosialpada anak usia sekolah dasar. Perkembangan emosi dan sosialadalah kepekaan anak untuk memahami perasaan orang lainketika berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari. Perkembangansosial-emosional ini sejatinya tidak dapat dipisahkan satu samalain. Ketika membahas perkembangan sosial anak maka harusbersinggungan dengan perkembangan emosi anak.


2020 ◽  
Vol 4 (2) ◽  
pp. 133-143
Author(s):  
Syudirman Syudirman ◽  
Angga Saputra
Keyword(s):  

Salah satu elemen transformasi kurikulum 2013 di tingkat sekolah dasar adalah penguatan proses pembelajaran dan penerapan tematik terintegrasi dengan menggunakan pendekatan saintifik dan mengakrabkan pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) bagi peserta didik. Maka dalam hasil penelitian ini menemukan ada lima poin penting dalam mengintegrasikan konsep Higher Order Of Thinking Skill (HOTS) pada pembelajaran tematik di SD/MI yaitu dalam 5M; a) Mengitegrasikan HOTS kedalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), b) Mengitegrasikan HOTS kedalam model-model pembelajaran tematik, c) Mengitegrasikan HOTS kedalam pengembangan berbagai media pembelajaran, d) Mengitegrasikan HOTS kedalam tema atau subtema, dan e) Mengitegrasikan HOTS kedalam instrumen penilaian.


2020 ◽  
Vol 4 (2) ◽  
pp. 209-223
Author(s):  
Jubaidah Jubaidah

Proses pembelajaran melibatkan proses kognitif yang dimanasegala macam belajar melibatkan ingatan. Sangat penting bagisiswa untuk mempelajari dan memahami asma’ul husna, karenaitu salah satu untuk menumbuhkan budi pekerti kepada siswa.Disekolah masdrasah ibtidaiyah swasta tangga baru kelas II, padapemebelajaran asma’ul husna, masih banyak siswa yang belummampu menghafal dan mengenal asma’ul husna. Metode drill(latihan) merupakan cara mengajar dimana siswa melaksanakankegiatan-kegiatan latihan agar siswa memiliki ketangkasan atauketerampilan yang lebih tinggi dari apa yang telah dipelajari.Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang dimanapenelitian ini tidak menggunakan statistik dalam pengelolaan dananalisis data. Yang menjadi subyek dalam penelitia ini siswakelas II MIS Tangga Baru pengumpulan datanya dilakukandengan menggunakan metode observasi, wawancara dandokumentasi, untuk mendapatkan data yang akurat, objektif dankonkrit. Hasil penelitian ini menjukan bahwa, denganmenggunakan metode drill (latihan) ini dapat meningkatkankemampuan menghafal siswa, dan perhatian siswa lebih fokusketika menghafal. Adapun penerapan metode drill (latihan)sebgai berikut: 1) menjelaskan materi yang akan di ajarkan 2)memberikan contoh bagaimana cara menghafal kepada siswa dansiswa menghafal asma’ul husna bersama-sama 3) melihat ataaumengamati hambatan yang dialami oleh siswa 4) siswa yangbelum mampu menghafal diberikan bimbingan atau latihansecara berulang agar siswa dapat dengaan mmudah mengingatapa yang dia hafal. Dapat dilihat bahawa metode ini dapatmeningkatkan kemampuan menghafal siswa.


2020 ◽  
Vol 4 (2) ◽  
pp. 181-193
Author(s):  
Dewi Masita ◽  
Nia Daniati
Keyword(s):  

Penelitian ini dilatar belakangi pentingnya menerapkan metode yang digunakan yaitu metode Mind Mapping sebagai alat bantu untuk meningkatkan konsentrasi belajar anak pada saat prosespembelajaran yang sedang berlangsung guna mengatasi darisiswa yang berkesulitan konsentrasi belajarnya. Merujuk padamasalah yang terjadi pada siswa, sebagian siswa tidak serius dantidak fokus apa yang dijelaskan oleh guru selama proses pembelajaran yang berlangsung, sulit diatur, menguap didalamkelas, menganggu teman – teman sebangkunya. Adapun Jenispenelitian dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif,penelitian ini dilakukan secara kolaborasi antara peneliti dan gurukelas, Peneliti melakukan penelitian di SDN DoridunggaKecamatan Donggo Kabupaten Bima. metode pengumpulan datayang digunakan adalah wawancara, dokumentasi dan observasi.Instrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara yangdigunakan untuk mengetahui peningkatan konsentrasi belajarsiswa, dan pedoman observasi yang digunakan untuk mengamati siswa dan guru dalam pelaksanaan pembelajaranIPA dengan melalui metode Mind Mapping. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa pembelajaran melalui metode MindMapping dapat cocok diterapkan di SDN Doridunnga KecamatanDonggo Kabupaten Bima guna meningkatkan konsentrasiBelajar anak pada pelajaran IPA pada siswa kelas V SDNDoridungga Kecamatan Donggo.


2020 ◽  
Vol 4 (2) ◽  
pp. 194-208
Author(s):  
Yayuk Kusumawati

Tulisan artikel ini bertujuan untuk meninjau perkembangan moral anak SD/MI. Pada sikap dan perilaku moral tersirat nilai-nilai yangdianut berkaitan dengan sesuatu yang dikatakan benar, patut danseharusnya terjadi. Ada nilai-nilai yang perlu dipertahankan, adayang diasimilasikan kearah kemajuan atau perubahan progresif,tetapi ada juga yang berubah atau bergeser karena berbagai factoryang mempengaruhinya. Perkembangan moral berkaitan denganatauran dan konvensi tentang apa yang harus dilakukan anakdalam interaksi dengan orang lain. Pada saat anak telah memasukisekolah dasar, anak-anak serius mulai mengekspresikan ide lebihobyektif keadilan. Oleh karena itu, perkembangan moral anakSD/MI harus diperhatikan, bahwa dalam proses pembelajaran dipendidikan moral sekolah diberikan kepada siswa disesuaikandengan perkembangan mereka. Jenis penelitian yang digunakandalam penulisan ini adalah penelitan kepustakaan (LibraryResearch), yaitu serangkaian penelitian yang berkenaan denganmetode pengumpulan data pustaka, atau penelitian yang digalimelalui beragam informasi kepustakaan seperti buku, ensiklopedi,jurnal ilmiah, koran, majalah, penelitian terdahulu dan dokumen.


2020 ◽  
Vol 4 (2) ◽  
pp. 144-161
Author(s):  
Syahru Ramadhan
Keyword(s):  

Penerapan Kurikulum 2013 sangat berdampak secara signifikan pada proses pembelajar yang terdapat pada tiap-tiap sekolahkhususnya pada tingkat SD/MI. Hal ini mengharuskan pihakpihak yang terkait secara langsung dalam proses pembelajarandalam ini adalah guru untuk memahami orientasi pada kurikulum2013, sehingga dapat diaktualisasikan dengan baik dan benarsesuai dengan tujuannya. Dalam pembelajaran buku tematik kelasIV SD/MI terdapat beberapa disiplin ilmu pengetahuan yakni,Pendidikan Agama Islam, Matematika, Bahasa Indonesia, IPA,IPS, SBDB, PJOK. Agar siswa lebih memahami tentang materimateri yang diajarkan oleh guru diatas, maka seorang pendidik(guru) pada proses pembelajaran dalam buku tematik harusmelibatkan siswa secara langsung dengan materi-materi dan lingkungan sekitarnya secara kontekstual, supaya siswa lebihaktif dan kreatif. Adapun materi bahasa indonesia dalam bukutematik SD/MI kelas IV tidak dibahas secara lugas dan jelasseperti yang terdapat dalam buku ajar KTSP, sehinggaberdampak pada perkembangan pengetahuan siswa yakni siswatidak memiliki pengetahuan tentang penulisan huruf besar danhuruf kecil, kalimat baku dan kalimat tidak baku, menulis idepokok dalam paragraf, tanda petik, cara membaca simbol ataulambang. Untuk mengatasi hal tersebut, maka pihak sekolahmewajibkan siswa untuk mengikuti proses pembelajarantambahan atau les, supaya siswa memperoleh pengetahuan sertapemahaman tentang materi-materi bahasa indonesia yang tidakada dalam buku tematik.


2020 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 184-199
Author(s):  
Hermansyah Hermansyah ◽  
Muslim Muslim

Tulisan ini membahas tentang bagaimana mempersiapkan generasi emas yang siap bersaing di tengah arus globalisasi dankompetensi-kompetensi yang perlu dimiliki oleh siswa. Bagiseorang guru bahwa mendidik generasi yang tangguh itu butuhkematangan intelektual, konsep, metode, strategi dan tujuan yangjelas. Sehingga materi yang disampaikan dapat diserap olehsiswa dengan mudah. Jenis penelitian yang digunakan dalampenulisan ini adalah penelitan kepustakaan (Library Research),yaitu serangkaian penelitian yang berkenaan dengan metodepengumpulan data pustaka, atau penelitian yang digali melaluiberagam informasi kepustakaan seperti buku, ensiklopedi, jurnalilmiah, koran, majalah, dan penelitian terdahulu yang dianggapmemiliki relevan dengan tema penelitian. Hasil analisis dalampenelitian menunjukan bahwa arah pembelajaran harus digiringpada proses penguatan keterampilan dan kompetensi yangdibutuhkan. Kompetensi itu antara lain, Critical Thinking,Communication, Collaboration dan Kreatif-inovatif. Selainkompetensi ini guru juga harus menguatkan dengan nila-nilaidasar dalam islam yaitu kepribadian seperti, kejujuran, amanahdan adil.


2020 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 169-183
Author(s):  
Aqidah Aqidah

Anak usia dini sangat tertarik pada rekan-rekannya. Dengan menetapkan hubungan produktif, sosial positif dan hubungankerja dengan anak-anak lain yang sebaya memberikan pondasibagi pengembangan rasa kompetensi sosial. Seiring denganproses perkembangan dan pertumbuhan, maka anak akanmengalami berbagai perubahan dalam hidupnya. Anak perlumemiliki kecerdasan sosial emosi yang baik dalam menghadapikehidupan bermasyarakat dan sosialnya. Berdasarkan masalahtersebut maka penulis tertarik untuk meneliti Strategi GuruDalam Membina Perkembangan Emosi Anak Usia 5-6 TahunMelalui Dialek yang Baik di Tk Negeri Pembina KecamatanBelo. Metodologi yang digunakan adalah metode kualitatif.Lokasi penelitian pendidikan anak usia dini adalah di Tk NegeriPembina kecamatan Belo. Pengumpulan data menggunakanteknik wawancara, observasi, dan dokumentasi pada kepalasekolah, guru-guru yang ada di sekolah. Tekhnik Analisa Dataterdiri atas Tekhnik Induktif, Tekhnik Analisa Deduktif, sertapenarikan kesimpulan dan saran-saran. Berdasarkan hasilpenelitian diperoleh kesimpulan bahwa strategi guru dalammembina perkembangan emosi anak usia 5-6 tahun melaluidialek yang baik di TK Negeri Pembina Kecamatan Belo adalah(a) Melakukan pendekatan secara emosional dengan anak. (b)Menyediakan lingkungan bermain dan permainan bagi anak. (c)Keteladanan dan pembiasaan. (d) Menerapkan peraturan dan tatatertib di sekolah. (e) Perlunya komunikasi antara orangtua danguru.


Author(s):  
Yuliananingsih Yuliananingsih

Penilaian seharusnya memiliki kesejejaran dengan tujuan dan materi kurikulum. Oleh karna itu, dalam upaya untukmeningkatkan semangat peserta didik harus ada kesejajaranantara standar (kompetensi), isi/konten (materi/kurikulum),penilaian, dan trategi pembelajaran. Makna kesejajaranditunjukan bahwa antara standar, materi, penilaian dan strategipembelajarab benar-benar dapat saling melengkapi. Penilaianbukan hanya sebagai bagian dari suatu kegiatan belajar, tetapipenilain juga untuk meningkatkan pembelajaran. Slain itu,penilaian berfungsi untuk memajukan pesrta didik dalam belajar.Oleh karena itu pembelajaran yang sepenuhnya mengacu kepadapengujian justru tidak akan memberi nilai positif bagi kemajuanpeserta didik. Mengingat kecepatan setiap peserta didik dalampencapaian kompetensi tidak sama, maka dalam pembelajaranterjadi perbedaan kecepatan belajar antara peserta didik yangpandai, dengan yang kurang pandai. Sementara pembelajaranberbasis kompetensi mengharuskan pencapaian ketuntasan dalampencapaian kompetensi untuk seluruh kompetensi dasar secaraperorangan. Implikasi dari prinsip tersebut mengharuskan gurumelakukan kegiatan tindak lanjut dengan dilaksanakannyaprogram remedial bagi siswa yang belum tuntas dan pengayaanbagi siswa yang sudah tuntas. Program remedial dan pengayaanini nantinya sangatlah penting bagi guru untuk mengetahuiperkembangan peserta didik serta peningkatan mutu pendidikanpada umumnya.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document