ips model
Recently Published Documents


TOTAL DOCUMENTS

42
(FIVE YEARS 3)

H-INDEX

7
(FIVE YEARS 0)

Sensors ◽  
2021 ◽  
Vol 21 (24) ◽  
pp. 8195
Author(s):  
Li Zhong ◽  
Xiaoyan Li ◽  
Min Zhu ◽  
Zhuoyue Hu ◽  
Fansheng Chen

The high-precision characterization of the intra-pixel sensitivity (IPS) for infrared focal plane array (FPA) photodetector is of great significance to high-precision photometry and astrometry in astronomy, as well as target tracking in under-sampled remote sensing images. The discrete sub-pixel response (DSPR) model and fill factor model have been used for IPS characterization in some studies. However, these models are incomplete and lack the description of physical process of charge diffusion and capacitance coupling, leading to the inaccuracy of IPS characterization. In this paper, we propose an improved IPS characterization method based on the diffusion and coupling physical (DCP) model for infrared FPA photodetector, which considering the processes of generation and collection of the charge, can improve the accuracy of IPS characterization. The IPS model can be obtained by convolving the ideal rectangular response function with the charge diffusion function and the capacitive coupling function. Then, the IPS model is convolved with the beam spot profile to obtain the beam spot scanning response model. Finally, we calculate the parameters of IPS by fitting the beam spot scanning response map with the proposed DCP model based on the Trust-Region-Reflective algorithm. Simulated results show that when using a 3 μm beam spot to scan, the error of IPS characterization based on DCP model is 0.63%, which is better than that of DSPR model’s 3.70%. Experimental results show that the fitting error of the beam spot scan response model based on DCP model is 4.29%, which is better than that of DSPR model’s 8.31%.


Author(s):  
Sosei Yamaguchi ◽  
Sayaka Sato ◽  
Takuma Shiozawa ◽  
Asami Matsunaga ◽  
Yasutaka Ojio ◽  
...  

Abstract Purpose The individual placement and support (IPS) model of supported employment is a leading evidence-based practice in community mental health services. In Japan, individualized supported employment that is highly informed by the philosophy of the IPS model has been implemented. While there is a body of evidence demonstrating the association between program fidelity and the proportion of participants gaining competitive employment, the association between fidelity and a wider set of vocational and individual outcomes has received limited investigation. This study aimed to assess whether high-fidelity individualized supported employment programs were superior to low-fidelity programs in terms of vocational outcomes, preferred job acquisition, and patient-reported outcome measures (PROMs). Methods A prospective longitudinal study with 24-month follow-up analyzed 16 individualized supported employment programs. The Japanese version of the individualized Supported Employment Fidelity scale (JiSEF) was used to assess the structural quality of supported employment programs (scores: low-fidelity program, ≤ 90; high-fidelity program, ≥ 91). Job acquisition, work tenure, work earnings, job preference matching (e.g., occupation type, salary, and illness disclosure), and PROMs such as the INSPIRE and WHO-Five Well-being index were compared between groups. Results There were 75 and 127 participants in the low-fidelity group (k = 6) and high-fidelity group (k = 10), respectively. The high-fidelity group demonstrated better vocational outcomes than the low-fidelity group, i.e., higher competitive job acquisition (71.7% versus 38.7%, respectively, adjusted odds ratio (aOR) = 3.6, p = 0.002), longer work tenure (adjusted mean difference = 140.8, p < 0.001), and better match for illness disclosure preference (92.6% versus 68.0%, respectively, aOR = 5.9, p = 0.003). However, we found no differences between groups in other preference matches or PROM outcomes. Conclusion High-fidelity individualized supported employment programs resulted in good vocational outcomes in a real-world setting. However, enhancing service quality to increase desired job acquisition and improve PROMs will be important in the future. Clinical Trial Registration UMIN000025648


Mathematics ◽  
2021 ◽  
Vol 9 (9) ◽  
pp. 1055
Author(s):  
Alberto Peralta ◽  
Luis Rubalcaba

Using the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology for Innovations in the Public Sector (UTAUT-IPS) model, this study examined the influences on using a specific innovation practice on public managers. We based our analysis on an end-of-2019 sample of 227 Spanish public managers, aiming to answer the question “Are public innovation and project managers driven only by a governance paradigm, influencing their intention and usage of an innovation practice?” Using the Partial Least Squares Structural Equation Modelling (PLS-SEM) algorithm, we singled out the effects of the governance paradigm, performance expectancy, and motivation, among seven other behavioral composite variables. The PLS-Prediction-Oriented Segmentation routine was used to segment our sample into three distinct groups of innovation managers: i) those driven by nearly all influences; ii) those driven by results and the governance paradigm; and iii) those driven by governance and habits. The three groups highlight the different practical approaches to public innovation and co-creation initiatives, which clearly reflect the complex process of deciding which tool (or tools) should be used to implement these. Our UTAUT-IPS model helps visualize this complex decision-making process.


INVENTA ◽  
2020 ◽  
Vol 4 (2) ◽  
pp. 181-189
Author(s):  
Andri Valen ◽  
Asep Sukenda Egok
Keyword(s):  

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model Student Team Achievement Division dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas IV SD. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 82 Kota Bengkulu. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dengan subjek  penelitian peserta didik  kelas IV.a SDN 82 Kota Bengkulu, sebanyak 24 orang terdiri dari 11 Laki-laki dan 11 perempuan. Model yang digunakan adalah model cooperatif learning Student Team Achievement Division. Teknik pengumpulan data dengan tes, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif.  Penelitian terdiri dari tiga Siklus dan setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan hasil belajar IPS pada siswa kelas IV SDN 82 Kota Bengkulu menggunakan model Student Team Achievement Division. Hal ini ditunjukkan oleh nilai rata-rata siswa, Siklus 1 nilai rata-rata Pre-test 48.75 dan Post-test 73.54, Siklus 2 nilai rata-rata Pre-test 50.42 dan Post-test 76.04, Siklus 3 nilai rata-rata Pre-test 52.08 dan Post-test 78.54. Dengan ini dapat disimpulkan  bahwa model pembelajaran cooperatif learning  Student Team Achievement Division dapat digunakan sebagai salah satu alternatif model pembelajaran.   Kata kunci: hasil belajar, IPS, model Student Team Achievement Division  


2020 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 98-105
Author(s):  
Noor Rofiq ◽  
A. Rafiq ◽  
Muhammad Agus Wardani
Keyword(s):  

Secara keseluruhan ruang lingkup pembelajaran ips merupakan integrasiindividu terhadap lingkungan sosialnya. Sedangkan model pembelajaranmerupakan startegi pembelajaran dengan prosedur atau pola tersetruktur yangdigunakan sebagai pedoman untuk mencapai tujuan. Oleh karena itu, Penelitianini bertujuan untuk mendeskripsikan model pembelajaran konseptual yangmengaitkan contoh kehidupan nyata dalam pendekatan tematik integrativepada mata pelajaran IPS. Model konseptual merupakan sebuah modelpembelajran yang mengaplikasikan dalam mengintegrasikan kehidupan sehariharipeserta didik kemudian dijadikan bahan nilai dalam pembelajaran.penelitian ini menggunakan metode library research, dengan menelaah beberapaliteratur mengenai model pembelajaran konseptual yang diaplikasikan kedalammata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Sehingga dapat dikatakan,model konseptual merupakan inovasi dalam dunia pendidikan, yang merupakanbentuk pengembangan dari model lama.


2020 ◽  
Vol 4 (1) ◽  
pp. 52
Author(s):  
Sulhan Sulhan
Keyword(s):  

Pada Dasarnya Pembelajaran IPS pada kelas bawah khususnya di SDN Candiwatu pacet Kab. Mojokerto tidaklah mudah karena standar kompetensi dan kompetensi dasarnya saratakan materi, disamping itu cakupannya luas dan perlu hafalan.Tujuan dalam penelitian ini ialah :“ Meningkatkan hasil belajar IPS dengan menggunakan model Jigsaw pada siswa kelas IV SD N Candiwatu, Pacet pada materi menunjukkan jenis dan persebaran sumber daya alam serta pemanfaatannya untuk kegiatan ekonomi di lingkungan setempat. Model Jigsaw merupakan model pembelajaran dimana langkah-langkahnya yaitu (1) Siswa dibagi atas beberapa kelompok (tiap kelompok anggotanya 5-6 orang), (2) materi pelajaran diberikan kepada siswa dalam bentukteks yang telah dibagi-bagi menjadi beberapa sub bab, (3) setiap anggotakelompok membaca sub bab yang ditugaskan dan bertanggungjawab untuk mempelajarinya, (4) anggota dari kelompok lain yang telah mempelajari sub bab yang sama bertemu dalam kelompok-kelompok ahli untuk mendiskusikannya, (5) setiap anggota kelompok ahli setelah kembali ke kelompoknya bertugas mengajar teman-temannya, (6) pada pertemuan dan diskusi kelompok asal, siswa-siswa dikenai tagihan kuis berupa LKS.Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Metode pengumpulan datadari kedua siklus berupa observasi, tes, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pre test 40, 47 danketuntasan klasikal 22%. Rata-rata Siklus I 62, 39. Ketuntasan klasikal 57% aktivitas belajar siswa dalam kategori baik dan prosentase keterampilan guru sebesar 66% dalam kategori cukup. Pada Siklus II rata-rata kelas 73, 91. Ketuntasan klasikal 83% aktivitas belajar siswa dalam kategori baik dan prosentase keterampilan guru sebesar 84% dalam kategori baik. Simpulan penelitian ini ialah hasil belajar IPS dengan menggunakan model Jigsaw pada siswa kelas IV SDN Candiwatu Pacet Kab. Mojokerto mengalami peningkatan. Berpijak dari penelitian ini, peneliti menyarankan: guru hendaknya menerapkan model pembelajaran Jigsaw dengan baik sehingga hasil belajar dan keterampilan siswa dapat meningkat. Siswa menumbuhkan semangat kerjasama siswa, keterlibatan siswa secara langsung dalam kegiatan pembelajaran, peduli pada teman-temannya, meningkatkan rasa penerimaan siswa terhadap orang lain, dan saling membantu dalam belajar. Peneliti perlu mengadakan penelitian lanjutan sebagai pengembangan dari penelitian ini pada mata pelajaran yang lain dengan model pembelajaran Jigsaw.Kata Kunci: Hasil Belajar IPS, Model jigsaw


2019 ◽  
Vol 5 (2) ◽  
pp. 122-129
Author(s):  
Teti Sutriati
Keyword(s):  

Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS. Model pembelajaran Discovery dipilih sebagai solusi atas permasalahan tersebut, hal ini karena model discovery memberikan kesempatan pada siswa untuk menemukan pengetahuannya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS dengan menggunakan Model pembelajaran Discovery. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas dengan desain Kemmis dan Mc Taggart. Subyek penelitian adalah siswa kelas IXB MTs Negeri Kuningan pada tahun pelajaran 2019/2020. Untuk mengumpulkan data, instrument yang digunakan adalah soal uraian dan lembar observasi. Dari hasil penelitian diperoleh rata-rata hasil belajar siswa yang meningkat pada setiap siklus penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan. Dengan demikian dapat kesimpulan penggunaan Model Pendekatan Discovery dalam pembelajaran IPS dapat meningkatkan hasil belajar siswa.


Author(s):  
Itsna Oktaviyanti ◽  
Setiani Novitasari

Penelitian ini dilatarbelakangi proses perkuliahan IPS yang kurang bermakna, hal tersebut dikarenakan metode yang digunakan hanya sekedar ceramah dan presentasi. Penggunaan metode tersebut tidak dapat mencapai tujuan dari pendidikan IPS. Model pembelajaran yang  dirasa sesuai dengan tujuan IPS adalah Problem Based Learning (PBL). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui optimalisasi penerapan PBL  pada mata kuliah pendidikan IPS SD di program studi PGSD Universitas Mataram. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data penelitian ini meliputi angket, studi dokumenter, dan observasi. Teknik pemeriksaan yang digunakan untuk menguji keabsahan data pada penelitian ini adalah triangulasi sumber dan triangulasi metode.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa merasakan dampak positif setelah diberlakukannya model PBL, yaitu maningkatkan keterampilan berpikir kritis dengan memecahkan masalah sosial. Selain itu, pemahaman mahasiswa mengenai ilmu sosial lebih baik karena dikaitkan dengan masalah sosial yang benar-benar terjadi. Selanjutnya proses perkuliahan menggunakan PBL menjadi lebih bermakna karena mahasiswa lebih memahami IPS tidak hanya terfokus pada materi melainkan kontekstual. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan  Problem Based Learning sudah dilaksanakan secara optimal pada mata kuliah Pendidikan IPS SD.


2019 ◽  
Author(s):  
Erwinsyah Satria

The purpose of this research is to improve students' learning motivation through the IPS model of Planted Questions in Elementary School fourth grade 04 Tarandam Padang. Types of Class Action research is research (CAR) which is implemented in two cycles. The instruments used are pieces of the implementation process of learning teacher observation, sheet student motivation, sheet final test cycle, and student motivation questionnaire sheet. Based on the analysis sheet student motivation in asking the cycle I gained an average of classical 33,33% an increase in cycle II with an average of classical 72,22%, motivation to answer in the first cycle with the average classical 41,66% increased in the second cycle with the average classical 80,55%. In the motivation questionnaire in the first cycle gained an average 55.89% increase in the classical second cycle average classical 79,51%. The results of the first cycle of learning gained an average of 63,88 increased in the second cycle of 71,94. From the results obtained can be concluded that there is an increased motivation to learn social studies fourth grade students of SD Negeri 04 Padang Tarandam Planted Questions after using the model.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document