scholarly journals Does Engagement Build Empathy for Shared Water Resources? Results from the Use of the Interpersonal Reactivity Index during a Mobile Water Allocation Experimental Decision Laboratory

Water ◽  
2019 ◽  
Vol 11 (6) ◽  
pp. 1259 ◽  
Author(s):  
Lori Bradford ◽  
Kwok P. Chun ◽  
Rupal Bonli ◽  
Graham Strickert

Currently, there are no tools that measure improvements in levels of empathy among diverse water stakeholders participating in transboundary decision-making. In this study, we used an existing empathy scale from clinical psychology during an Experimental Decision Laboratory (EDL) where participants allocated water across a transboundary basin during minor and major drought conditions. We measured changes in empathy using a pre-test/post-test design and triangulated quantitative results with open-ended survey questions. Results were counter-intuitive. For most participants, levels of the four components of empathy decreased after participating in the EDL; however, significant demographically-driven differences emerged. Qualitative results confounded the problem through the capture of participant perceptions of increased overall empathy and perspective taking specifically. Implications for methodological tool development, as well as practice for water managers and researchers are discussed. Water empathy is a particularly sensitive construct that requires specialized intervention and measurement.

2022 ◽  
Vol 2159 (1) ◽  
pp. 012020
Author(s):  
E A Malndonado ◽  
P Ramírez ◽  
W R Avendaño

Abstract This research is based on the usefulness of mobile phones as a tool for students to learn about uniform rectilinear motion in vertical free fall, based on experimental practice. To evaluate whether these mobile devices allow better learning on the subject, a pre-test/post-test design was carried out with 43 students participating in the 9th grade in natural sciences. McNemar and Stuart-Maxwell non-parametric tests were applied. The proposal on the experimental practice gave satisfactory results when comparing the pre-test and post-test, in the analysis of the particular and global form of the answers.


1988 ◽  
Vol 63 (1) ◽  
pp. 179-192 ◽  
Author(s):  
Pamela Sharratt Wise ◽  
Stanley H. Cramer

This research examined the correlations among cognitive style, empathic traits, and other variables such as age, sex, grade, school ability, birth order, and school-related achievement, identified from previous empathy and cognitive-style research. Subjects were 840 seventh and eighth grade students. The Hogan Empathy Scale measured empathic disposition globally, while the Interpersonal Reactivity Index measured dimensional traits of empathic concern, personal distress, perspective taking, and fantasy. Cognitive style was assessed on the Group Embedded Figures Test. No significant correlation appeared between empathy and cognitive style as measured by this instrument. Two empathy factors were identified, a general empathic factor and a withdrawn personal distress factor. Correlations with the other variables are presented and discussed.


2018 ◽  
Vol 6 (1) ◽  
pp. 1
Author(s):  
Korifanny Petrisia ◽  
Rose Mini Agoes Salim ◽  
Luh Surini Yulia Savitri

Abstrak. Meningkatnya jumlah anak-anak sebagai pelaku beberapa tindak kejahatan memperlihatkan bahwa anak membutuhkan empati sebagai penyangga perilaku. Pemahaman empati akan membantu anak memahami apa yang dirasakan oleh orang lain sehingga akan peka saat melakukan sebuah perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas dialogic reading untuk mengembangkan pemahaman empati anak usia 3-4 tahun. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Empathy Scale for Children (ESC). Disain penelitian ini adalah one group pre-test-post-test design. Dialogic reading merupakan metode pembacaan cerita interaktif dengan tanya jawab antara pembaca cerita dengan anak. Penelitian ini menggunakan 4 buku cerita bergambar yang bercerita mengenai perasaan senang, sedih, marah dan takut. Dialogic reading dilakukan selama 4 hari pada TK XY, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat dengan total partisipan sebanyak 29. Analisis hasil penelitian menunjukkan bahwa dialogic reading secara signifikan meningkatkan pemahaman empati anak usia 3-4 tahun. Untuk penelitian selanjutnya, dapat melakukan checklist perilaku sebelum dan sesudah intervensi atau melakukan dialogic reading secara individu dengan orang tua atau guru. Kata kunci: Empati, pembacaaan buku cerita, buku cerita bergambar, dialogic reading Abstract. The increasing number of children as offenders shows that children need empathy as buffer for their behavior. Empathy understanding will help children to have perspectives of what other people feel, hence children will have some consideration before act. The aim of this research is to test the effectiveness dialogic reading to develop empathy understanding of children age 3-4 years old. The effectiveness of dialogic reading is measured using Empathy Scale for Children (ESC). The Research design is one group pre-test-post-test design. This research using dialogic reading, which is interactive reading method between the storyteller and children. The dialogic reading uses 4 picture storybooks each about happy, sad, anger and scare that conducted for 4 days at XY Kindergarten, Payakumbuh, West Sumatra. The statistical results demonstrate that there is significant difference at children’s empathy understanding score before and after the dialogic reading. For further research, can do the behavior checklist before and after the intervention or do one to one book reading with teacher or parent. Keyword: Empathy, book reading, picture storybook, dialogic reading


2019 ◽  
Vol 26 (1) ◽  
pp. 105
Author(s):  
Abdullah Tamrin ◽  
Hikmawati Masud ◽  
Indah Suci Ramadani
Keyword(s):  

ABSTRAK Berbagai masalah gizi diderita oleh sebagian besar masyarakat Indonesia dan salah satu masalah gizi utama adalah anemia gizi besi. Salah satu upaya untuk memperbaiki pola konsumsi pangan dan pola kebiasaan yang bertujuan untuk menanggulangi anemia dikalangan masyarakat terutama ibu hamil dengan melalui peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku seseorang dengan penyuluhan gizi dan mengonsumsi tablet tambah darah. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penyuluhan gizi, asupan gizi dan pemberian tablet tambah darah terhadap kadar hemoglobin ibu hamil di Puskesmas Paccerakkang Kota Makassar. Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan one-group pre-test and post-test design. Data diperoleh dari hasil Pre test dan Post test menggunakan kuesioner, pengambilan Hb, recall 24 jam dan data tablet tambah darah yang di konsumsi. Kadar hemoglobin ibu hamil pada awalnya anemia (100%) dan pada akhir terdapat sebanyak 8 orang (53,33%). Hasil pre dan post test ibu hamil yang memiliki criteria baik sebelum mendapatkan penyuluhan gizi sebanyak 2 orang (13,33 %) dan setelah mendapatkan penyuluhan gizi sebanyak 4  orang (26,67%). Asupan gizi (energi) ibu hamil yang memiliki criteria asupan baik di awal sebanyak 1  orang (6,67 %) dan di akhir sebanyak 9  orang (60%). Asupan gizi (protein) baik di awal sebanyak 3 orang (20 %) dan di akhir sebanyak 4  orang (26,67%). Pada umumnya asupan Fe di awal dan di akhir dari 15 ibu hamil 100% tergolong kurang. Ibu hamil yang mengkonsumsi tablet tambah darah dengan baik sebanyak 6 orang (40%). Disarankan ibu hamil turut berpartisipasi setiap pemeriksaan rutin yang diadakan oleh Puskesmas guna mencegah terjadinya masalah gizi.


2018 ◽  
Vol 4 (1) ◽  
Author(s):  
Supriyadi . ◽  
Nurul Makiyah ◽  
Novita Kurnia Sari

<p><em>Buerger Allen Exercise</em> mampu meningkatkan pemakaian glukosa oleh otot yang aktif sehingga glukosa dalam darah dapat menurun, dapat membantu mencegah terjadinya penyakit arteri perifer, serta meningkatkan aliran darah ke arteri dan berefek positif pada metabolisme glukosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai <em>ankle brachial index</em>pada penderita diabetes melitus tipe 2setelah melakukan <em>Buerger Allen exercise</em>. Jenis penelitian ini adalah <em>quasy-experiment </em>dengan<em> pre-post test design with control group</em><em>.</em> Jumlah sampel 60 penderita diabetes melitus tipe 2 dengan <em>purposive sampling</em>, dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Responden kelompok perlakuan diberikan intervensi <em>Buerger Allen exercise</em> sebanyak 12 kali  selama 15 hari.Penelitian dilakukan di wilayah Puskesmas Kecamatan Nganjuk.Data hasilpengukuran nilai <em>ankle brachial index</em>berupa ratio dan diuji statistik dengan <em>Paired Samples Test</em>. Didapatkan <em>p value</em> 0.001 untuk kelompok perlakuan (<em>p value</em>&lt; 0.05) yang menunjukkan bahwa adanya perubahan bermakna secara statistik nilai <em>ankle brachial index</em> sesudah melakukan <em>Buerger Allen exercise</em>. Dapat disimpulkan bahwa nilai <em>ankle brachial index</em>pada penderita diabetes melitus tipe 2 meningkat sesudah melakukan <em>Buerger Allen exercise</em>.</p><p> </p><p> <strong>Kata kunci :penderita diabetes melitus tipe2, <em>Buerger Allen Exercise, Ankle brachial index</em></strong></p><p> </p>


2017 ◽  
Vol 6 (1) ◽  
pp. 01
Author(s):  
Emy Sutiyarsih ◽  
Sr. Felisitas A Sri S

Depression in eldery couldn’t be easily detected because physical complaint was more often than emotional complaint. In severe case, depression could cause suicidal behaviour (Irawan, 2013). Therefore, elderly need assistance to deal with depression, and Emotional Freedom Technique (EFT) is one of the solution. Research design is pre-experimental design, using pre-test and post-test design. Before intervention, Geriatric Depression Scale test were given to one group of elder people. EFT intervention were given two times for four weeks, and Geriatric Depression Scale test were tested after intervention. Population was elder people who fulfill inclusion criterias, and 30 elderly were obatained. The significancy result was 0,000 (α = 0,05), it could be inferred that EFT has a strong relationship to depression scale. EFT could significantly reduce depression scale in elderly, so it can bes used effectively.


2017 ◽  
Vol 4 (2) ◽  
pp. 14
Author(s):  
Putri Megasari

Hepatitis has become a health problem in the world. The hepatitis virus infected many people. According to the teacher of MTsN 02 Bondowoso more than 20 students have hepatitis A viral infection. The purpose of this research was to know the differences of students' knowledge about hepatitis A before and after counseling in MTsN 02 Bondowoso 2015. This study used pre-experimental (pre-post test design). This study used stratified random sampling technique, 127 students from 270 sample involved this research,and 143 students was excluded. We used questionnaires to collect data. The results showed that the mean value of the students 'knowledge about hepatitis A before counseling in MTsN 02 Bondowoso 2015 was 83.96 with the lowest value of 37.5 and the highest value was 100. The mean value of the students' knowledge about hepatitis A after counseling in MTsN 02 Bondowoso 2015 was 93.21 with the lowest value waf 62.5 and the highest value was 100. Paired t test showed that t (-9.07) > t table (1.98), the null hypothesis (H0) was rejected. There was a difference between students' knowledge about hepatitis A before and after counseling in MTsN 02 Bondowoso 2015. This study showed that routine counseling by healthcare provider was important to prevent hepatitis A infection.; Keywords: counseling, knowledge of students, hepatitis


2020 ◽  
Vol 6 (2) ◽  
pp. 164-170
Author(s):  
Dewi Nurlaela Sari ◽  
Aay Rumhaeni

ABSTRAK Sectio caesarea merupakan tindakan alternatif dalam proses persalinan untuk menyelamatkan ibu dan janin. Ibu Bersalin dengan operasi sectio caesarea dilakukan pembedahan pada dinding abdomen dan dinding rahim. Dampak yang paling sering muncul dirasakan oleh postpartum dengan post operasi sectio caesarea adalah  nyeri. Nyeri akan berdampak pada bounding attachment terganggu, mobilisasi terbatas, Activity Daily Living (ADL) terganggu serta berpengaruh  terhadap Inisiasi Menyusui Dini (IMD). Asuhan yang diberikan terbatas pada terapi farmakologi dibandingkan  non farmakologi. Foot massage adalah salah satu terapi non farmakologi yang dapat membantu menutup gerbang di posterior horns dari sumsum tulang belakang dan memblokir bagian dari nyeri ke sistem saraf pusat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh foot massage terhadap skala nyeri pada klien post operasi sectio caesarea di RS AMC. Penelitian ini merupakan penelitian pre eksperimen dengan pendekatan one group pre test post test design. Jumlah sampel yang digunakan berjumlah 27 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Numeric Rating Scale (NRS) dan prosedur kerja foot massage. Responden dilakukan foot massage selama 20 menit selama 2 hari. Data di analisis dengan menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan lebih dari setengah klien post operasi sectio caesarea berada di skala nyeri 6 sebelum dilakukan foot massage dan hampir setengah memiliki skala nyeri 3 sesudah dilakukan foot massage dan didapatkan nilai p value = 0.000, sehingga disimpulkan ada pengaruh foot massage terhadap skala nyeri pada klien post operasi sectio caesarea. Diharapkan rumah sakit dapat menjadikan foot massage sebagai salah satu alternatif manajemen non farmakologi dalam penanganan nyeri.   Kata kunci: Foot Massage; Post Partum; Nyeri; Sectio Caesarea      


2017 ◽  
Vol 6 (2) ◽  
pp. 8-15
Author(s):  
Yitno Yitno ◽  
Asep Wahyu Riawan

Seseorang dengan usia yang sudah tua akan mengalami penurunan fungsi organ tubuh, begitu pula dengan kepekaanya terhadap insulin. Data WHO tahun 2011 didapatkan jumlah penduduk dunia yang menderita Diabetes Militus meningkat setiap tahunnya, hal ini dikarenakan rendahnya pengetahuan dalam mengelola gaya hidup sehat oleh karna itu perlu dilakukan kegiatan untuk mengelola pola hidup lansia untuk menurunkan kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh jalan kaki ringan 30 menit terhadap penurunan kadar gula darah pada lansia diabetes melitus tipe 2. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah pra eksperimen One-Group Pre-post Test Design. Populasi penelitian ini adalah lansia penderita diabetes melitus tipe 2 di Desa Dukuh yang  dilakukan pada 19 mei 2017, menggunakan tehnik purposive dengan total 24 responden. Pengambilan data dengan perlakuan jalan kaki ringan 30 menit. Kemudian data diolah dengan tehnik Editing, Coding, Scoring dan Tabulating dan diuji dengan statistik Wilcoxon Sign Rank Test.sebelum dilakukan perlakuan jalan kaki ringan 30 menit dari 24 responden Sebagian besar mempunyai kadar gula darah acak dalam kategori diabet yaitu 20 responden (83%), sesudah di lakukan perlakuan jalan kaki ringan 30 menit sebagian besar responden mempunyai kadar gula darah acak dalam kategori diabet yaitu 14 responden (58.3%). hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh latihan jalan kaki ringan  30 menit terhadap penurunan kadar gula darah pada lansia penderita diabetes melitus tipe 2 yang ditunjukkan dengan nilai p=0,000 dan α = 0,05 yang berarti nilai (p≤0,05).Oleh karena itu peneliti berpendapat bahwa pemberian perlakuan jalan kaki ringan 30 menit  sangat penting  bagi penderita diabetes melitus tipe 2 hal ini terbukti bisa menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus.


2019 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
Author(s):  
Taufik Agung Pranowo
Keyword(s):  

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas bimbingan kelompokdengan teknik bermain peran dalam meningkatkan sikap prososial pada mahasiswabimbingan dan konseling semester 1 Universitas PGRI Yogyakarta. Desain penelitian inimenggunakan penelitian eksperimen dengan metode one group pre test post test design,yaitu membandingkan antara hasil pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkanbahwa bimbingan kelompok melalui teknik bermain peran efektif meningkatkan sikapprososial pada mahasiswa bimbingan dan konseling semester 1 Universitas PGRIYogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan angka 0,005 pada Asymp. Sig. (2-tailed) maka0,005 < 0,05. Melihat hasil tersebut maka bimbingan kelompok dengan teknik bermainperan efektif untuk meningkatkan prososial mahasiswa bimbingan dan konselingUniversitas PGRI Yogyakarta semester 1.Kata kunci: bimbingan, bermain peran, prososial


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document