scholarly journals Faktor-Faktor yang Mempengaruhi terjadinya Blighted Ovum (BO) pada Ibu Hamil di Rumah Sakit dr. Zainoel Abidin Kota Banda Aceh Tahun 2015

2019 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 135
Author(s):  
Raudhatun Nuzul ZA ◽  
Eva Rosdiana

Blighted ovum adalah suatu keadaan hasil konsepsi yang tidak mengandung janin. Diperkirakan di seluruh dunia. Blighted ovum merupakan 60% dari penyebab kasus keguguran, di Indonesia ditemukan 37% dari setiap 100 kehamilan. Penelitian inibersifat analitik dengan pendekatan case control. Sampel adalah seluruh ibu hamil, sampel 36 orang ibu-ibu hamil yang mengalami blighted ovum dan 36 orang ibu-ibu hamil normal yaitu sebanyak 72 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan cheklist. Dari 72 responden terdapat 12 orang ibu hamil dari kelompok usia yang beresiko terjadinya blighted ovum, sedangkan 60 orang lagi tidak beresiko terjadinya blighted ovum, nilai odds ratio 3.667, dan pada kelompok paritas  terdapat 20 orang ibu hamil yang beresiko tinggi terjadinya blighted ovum dan 52 orang lagi tidak beresiko tinggi terjadinya bligted ovum, nilai Odds ratio 3.504.

Nursing Arts ◽  
2019 ◽  
Vol 11 (2) ◽  
pp. 16-21
Author(s):  
Radeny Ramdany ◽  
Elisabeth Samaran

Malaria merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit Genus Plasmodium yang ditularkan oleh nyamuk Anopheles. Hingga saat ini malaria masih menjadi masalah kesehatan global yang utama karena sering menimbulkan KLB, berdampak luas terhadap kualitas hidup dan ekonomi, serta dapat mengakibatkan kematian. Insiden malaria pada penduduk Indonesia tahun 2013 menurun dibanding tahun 2007 tetapi di Papua Barat mengalami peningkatan tajam. Hal ini menempatkan Papua Barat di posisi ke-3 propinsi dengan prevalensi malaria tertinggi setelah Papua dan Nusa Tenggara Timur dan Kota Sorong menjadidaerahdengan jumlah penderita malaria tertinggi di Propinsi Papua Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dan perilaku masyarakat terhadap kejadian malaria di wilayah kerja Puskesmas Klasaman Kota Sorong. Hipotesis penelitian yaitu status gizi dan perilaku masyarakat berhubungan dengan kejadian malaria di wilayah kerja Puskesmas Klasaman Kota Sorong. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Klasaman Kota Sorong. Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan desain case-control study. Variabel independen adalah status gizi, penggunaan kelambu, penggunaan obat anti nyamuk, dan kebiasaan berada di luar rumah pada malam hari, sedangkan variabel dependen adalah kejadian malaria.Sampel adalah penderita malaria sebanyak 144 yang terdiri dari 72 kasus dan 72 kontrol. Kasus adalah penderita malaria sedangkan kontrol bukan penderita malaria, dengan matching menurut umur dan jenis kelamin. Teknik penarikan sampel untuk kelompok kasus yaitu simple random sampling dan kelompok kontrol yaitu purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner dan pengamatan menggunakan checklist. Uji statistik bivariat menggunakan Odds Ratio dengan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status gizi, penggunaan kelambu, penggunaan obat anti nyamuk dan kebiasaan berada di luar rumah pada malam hari tidak memiliki hubungan yang bermakna terhadap kejadian malaria di wilayah kerja Puskesmas Klasaman Kota Sorong tahun 2016. Disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian yang lebih luas dengan jumlah sampel yang lebih besar agar diketahui seberapa besar variabel tersebutmempengaruhi kejadian malaria, karena seperti yang kita ketahui bahwa penyakit malaria merupakan interaksi dari berbagai faktor yang berhubungan dengan status gizi dan perilaku termasuk penggunaan kelambu, obat anti nyamuk dan kebiasaan berada di luar rumah pada malam hari


2020 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 29-35
Author(s):  
Dewi Prasetyani ◽  
Evy Apriani ◽  
Rizkia Halimatusyadiyah

Anemia pada kehamilan dapat menyebabkan gangguan kelangsungan kehamilan, gangguan proses persalinan, gangguan pada masa nifas, dan gangguan pada janin. Beberapa penyebab anemia pada ibu hamil adalah asupan protein, zat besi dan pola makan yang kurang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara asupan protein,zat besi dan pola makan dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Cilacap Utara 2 tahun 2019. Penelitian ini menggunakan desain survey analytic, rancangan pengambilan data case control dan pendekatan waktu retrospektif. Tehnik sampling menggunakan teknik purposive sampling, dengan besar sampel 66 orang ibu hamil trimester III. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara asupan protein dan asupan zat besi dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Cilacap Utara 2 (pv= 0,819; pv= 0,120). Ada hubungan signifikan antara pola makan dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Cilacap Utara 2 (pv= 0,003; Odds Ratio= 5,290). Ibu hamil dengan pola makan kurang baik beresiko 5,29 kali mengalami anemia dibandingkan ibu hamil dengan pola makan yang baik.  


2018 ◽  
Vol 2 (4) ◽  
pp. 531-542
Author(s):  
Annisa Arum Kartika Dewi ◽  
Dyah Mahendrasari Sukendra

Abstrak Pada tahun 2017 IR DBD sebesar 124,3 per 100.000 penduduk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara maya index dan karakteristik lingkungan area rumah dengan kejadian DBD di daerah endemis DBD Kelurahan Kadipiro Kota Surakarta. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan rancangan penelitian case control.  Sampel sebesar 45 kasus dan 45 kontrol dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar pengukuran dan lembar observasi, kuesioner, roll meter dan dokumen rekam medik. Data dianalisis secara univariat untuk mendeskripsikan semua variabel penelitian dan secara bivariat dengan uji chi-square dan perhitungan Odds Ratio(OR). Penelitian dilakukan pada bulan Mei-Juni 2018. Hasil penelitian ini adalah maya index (p=0,408), keadaan TPA terbuka (p=0,036), ventilasi rumah tanpa kawat kassa (p=0,135), keberadaan pakain yang menggantung (p=0,021), kepadatan hunian (p=0,168), jarak antar rumah (p=1,000), keberadaan pekarangan kosong (p=0,047), keberadaan tempat minum unggas (p=1,000). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara keadaan TPA terbuka, keberadaan pakaian menggantung, keberadaan pekarangan kosong dengan kejadian DBD.   Abstract In 2017 the dengue fever was 124.3 per 100,000 population. The purpose of this study is to determine the relationship between the maya index and environmental characteristics of the home area with the incidence of DHF in endemic area of DHF Kadipiro Surakarta. Type of research was analytic observasional with research design case control.  Samples of 45 cases and 45 controls by sampling technique that is purposive sampling. The instruments used are measurement sheets and observation sheets, questionnaires, roll meters and medical record documents. Data were analyzed univariat to describe all research variables and bivariate with test chi-square and calculation Odds Ratio. The study was conducted in May-June 2018. The results of this study were maya index(p=0.408), open landfill conditions(p=0,036), homeless house ventilation(p=0,135), the existence of hanging clothes(p=0,021), occupancy density(p=0,168) distance between homes(p=1,000), the existence of empty yard(p=0,047), existence of poultry drinking place(p=1,000). The conclusion, there is a relationship between the open landfill conditions, the existence of hanging clothes, the existence of empty yard with the incidence of DHF.  


2019 ◽  
Vol 7 (2) ◽  
pp. 123
Author(s):  
MAULANI MAULANI ◽  
Rian Maylina Sari ◽  
Teti Isfrueni

Latar Belakang : Osteoartritis merupakan kondisi yang menyerang lebih dari 27 juta orang dewasa di Amerika. Di Indonesia prevalensi osteoartritis yang tampak secara radiologis cukup tinggi, yaitu 15,5% pada pria dan 12,7% pada wanita. Indeks massa tubuh dan riwayat peradangan pada sendi merupakan salah satu faktor penyebab penyakit osteoartritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh dan riwayat peradangan sendi dengan kejadian osteoartritis Di RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi Tahun 2018.   Metode : Penelitian ini menggunakan desain case control. Populasi kasus yaitu seluruh pasien osteoartritis dan populasi kontrol yaitu seluruh pasien yang memiliki tanda dan gejala serupa yaitu nyeri dan kekakuan sendi. Pengambilan sampel diambil dengan matching jenis kelamin 1:1 yaitu terdiri dari sampel kasus sebanyak 25 dan sampel kontrol sebanyak 25 dengan tekhnik purposive sampling, instrumen pengumpulan data menggunakan lembar checklist,  hasil penelitian di uji secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square.   Hasil : Hasil analisis univariat pada kelompok kasus menunjukkan 72% responden memiliki IMT dengan kategori obesitas, 78% memiliki riwayat peradangan sendi sedangkan pada kelompok kontrol 64% responden memiliki IMT yang normal, dan 84% responden tidak memiliki riwayat peradangan sendi. Hasil analisis uji Chi-Square diketahui ada hubungan yang bermakna antara indeks massa tubuh dengan kejadian osteoartritis p-Value = 0,023 (p<0,05), daengan nilai Odds Ratio (OR) = 2,19, dan ada hubungan antara riwayat peradangan sendi dengan kejadian osteoartritis p-Value = 0,001 (p<0,05) dengan  nilai Odds Ratio (OR) = 11,15.   Kesimpulan : Terdapat hubungan yang bermakna antara indeks massa tubuh dan riwayat peradangan sendi dengan kejadian osteoartritis di RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi. Diharapkan kepada instansi terkait dapat meningkatkan upaya pencegahan, dengan melakukan komunikasi kepada pasien berupa pentingnya penurunan berat badan dan menjaga pola makan yang sehat.  


2020 ◽  
Vol 5 (2) ◽  
pp. 83
Author(s):  
Siti Komariah ◽  
Hary Nugroho

Latar Belakang:Komplikasi kehamilan adalah kegawat daruratan obstetrik yang dapat menyebabkan kematian pada ibu dan bayi. Penyebab komplikasi kehamilan diantaranya kurangnya pengetahuan ibu tentang deteksi dini kehamilannya, usia pasien < 20 tahun dan > 35 tahun serta anak lebih dari 3.Tujuan :Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, usia dan paritas dengan kejadian komplikasi kehamilan pada ibu hamil trimester III.Metode Penelitian:Jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sehingga sampel adalah ibu hamil trimester III yang berkunjung di Rumah Sakit Ibu dan Anak Aisyiyah Samarinda berjumlah 84 orang. Analisis yang digunakan uji chi square.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan terdapat responden yang memiliki pengetahuan kurang baik, terdapat usia berisiko antara < 20 tahun dan > 35 tahun, terdapat paritas berisiko > 3 orang anak dan komplikasi kehamilan berupa hipertensi, anemia, preeklempsia dan plasenta previa. Ada hubungan pengetahuan dengan kejadian komplikasi kehamilan (p value : 0,001 < α : 0,05 dan odds ratio : 6,800 > 1). Ada hubungan usia dengan kejadian komplikasi kehamilan (p value : 0,003 < α : 0,05 dan odds ratio : 5,837 > 1). Ada hubungan paritas dengan kejadian komplikasi kehamilan (p value : 0,002 < α : 0,05 dan odds ratio : 6,250 > 1).Kesimpulan: Terdapat pengetahuan kurang baik berjumlah 27 responden (32,1%), usia berisiko (< 20 tahun dan ≥ 35 tahun) berjumlah 25 responden (29,8%), paritas berisiko (1 atau ≥ 3 orang anak) berjumlah 21 responden (25%) dan ada komplikasi kehamilan berjumlah 18 responden (21,4%), Ada hubungan pengetahuan, usia dan paritas dengan kejadian komplikasi kehamilan pada ibu hamil trimester III di Rumah Sakit Ibu dan Anak Aisyiyah Samarinda.


2021 ◽  
Vol 11 (1) ◽  
Author(s):  
Mariem Hajji-Louati ◽  
Emilie Cordina-Duverger ◽  
Nasser Laouali ◽  
Francesca-Romana Mancini ◽  
Pascal Guénel

AbstractDietary regimens promoting inflammatory conditions have been implicated in breast cancer development, but studies on the association between pro-inflammatory diet and breast cancer risk have reported inconsistent results. We investigated the association between the inflammatory potential of diet and breast cancer risk in a case–control study in France including 872 breast cancer cases and 966 population controls. All women completed a food frequency questionnaire that was used to compute a Dietary Inflammatory Index (DII) based on the inflammatory weight of 33 dietary components. The DII ranged from a median of − 3.22 in the lowest quartile (anti-inflammatory) to + 2.96 in the highest quartile (pro-inflammatory). The odds ratio contrasting quartile 4 to quartile 1 was 1.31 (95% CI 1.00, 1.73; p-trend = 0.02). Slightly higher odds ratios were observed in post-menopausal women, particularly those with body mass index > 25 kg/m2 (odds ratio 1.62; 95% CI 0.92, 2.83; p-trend = 0.02), and among ever smokers (odds ratio 1.71; 95% CI 1.11, 2.65; p-trend 0.01). The analyses by breast cancer subtype showed that the DII was associated with breast tumors that expressed either the estrogen (ER) or progesterone (PR) hormone receptors or the Human Epidermal Growth Factor Receptor-2 (HER2), but no association was seen for the triple negative breast tumor subtype. Our results add further evidence that a pro-inflammatory diet is associated with breast cancer risk with possible effect variation according to tumor subtype.


2021 ◽  
Vol 11 (1) ◽  
Author(s):  
Francisco Félix Caballero ◽  
Ellen A. Struijk ◽  
Alberto Lana ◽  
Antonio Buño ◽  
Fernando Rodríguez-Artalejo ◽  
...  

AbstractElevated concentrations of acylcarnitines have been associated with higher risk of obesity, type 2 diabetes and cardiovascular disease. The aim of the present study was to assess the association between L-carnitine and acylcarnitine profiles, and 2-year risk of incident lower-extremity functional impairment (LEFI). This case–control study is nested in the Seniors-ENRICA cohort of community-dwelling older adults, which included 43 incident cases of LEFI and 86 age- and sex- matched controls. LEFI was assessed with the Short Physical Performance Battery. Plasma L-carnitine and 28 acylcarnitine species were measured. After adjusting for potential confounders, medium-chain acylcarnitines levels were associated with 2-year incidence of LEFI [odds ratio per 1-SD increase: 1.69; 95% confidence interval: 1.08, 2.64; p = 0.02]. Similar results were observed for long-chain acylcarnitines [odds ratio per 1-SD increase: 1.70; 95% confidence interval: 1.03, 2.80; p = 0.04]. Stratified analyses showed a stronger association between medium- and long-chain acylcarnitines and incidence of LEFI among those with body mass index and energy intake below the median value. In conclusion, higher plasma concentrations of medium- and long-chain acylcarnitines were associated with higher risk of LEFI. Given the role of these molecules on mitochondrial transport of fatty acids, our results suggest that bioenergetics dysbalance contributes to LEFI.


Author(s):  
Keith A. Stokes ◽  
Matthew Cross ◽  
Sean Williams ◽  
Carly McKay ◽  
Brent E. Hagel ◽  
...  

AbstractConcussion is the most common match injury in rugby union. Some players wear padded headgear, but whether this protects against concussion is unclear. In professional male rugby union players, we examined: (i) the association between the use of headgear and match concussion injury incidence, and (ii) whether wearing headgear influenced time to return to play following concussion. Using a nested case-control within a cohort study, four seasons (2013–2017) of injury data from 1117 players at the highest level of rugby union in England were included. Cases were physician-diagnosed concussion injuries. Controls were other contact injuries (excluding all head injuries). We determined headgear use by viewing video footage. Sixteen percent of cases and controls wore headgear. Headgear use had no significant effect on concussion injury incidence (adjusted odds ratio=1.05, 95% CI: 0.71–1.56). Median number of days absent for concussion whilst wearing headgear was 8 days, compared with 7 days without headgear. Having sustained a concussion in the current or previous season increased the odds of concussion more than four-fold (odds ratio=4.55, 95% CI: 3.77–5.49). Wearing headgear was not associated with lower odds of concussions or a reduced number of days' absence following a concussion.


2021 ◽  
Vol 21 (1) ◽  
Author(s):  
Felicitas Schulz ◽  
Ekkehart Jenetzky ◽  
Nadine Zwink ◽  
Charlotte Bendixen ◽  
Florian Kipfmueller ◽  
...  

Abstract Background Evidence for periconceptional or prenatal environmental risk factors for the development of congenital diaphragmatic hernia (CDH) is still scarce. Here, in a case-control study we investigated potential environmental risk factors in 199 CDH patients compared to 597 healthy control newborns. Methods The following data was collected: time of conception and birth, maternal BMI, parental risk factors such as smoking, alcohol or drug intake, use of hairspray, contact to animals and parental chronic diseases. CDH patients were born between 2001 and 2019, all healthy control newborns were born in 2011. Patients and control newborns were matched in the ratio of three to one. Results Presence of CDH was significantly associated with maternal periconceptional alcohol intake (odds ratio = 1.639, 95% confidence interval 1.101–2.440, p = 0.015) and maternal periconceptional use of hairspray (odds ratio = 2.072, 95% confidence interval 1.330–3.229, p = 0.001). Conclusion Our study suggests an association between CDH and periconceptional maternal alcohol intake and periconceptional maternal use of hairspray. Besides the identification of novel and confirmation of previously described parental risk factors, our study underlines the multifactorial background of isolated CDH.


2021 ◽  
Vol 7 (1) ◽  
Author(s):  
Ali Baradaran ◽  
Hojat Dehghanbanadaki ◽  
Sara Naderpour ◽  
Leila Mohammadi Pirkashani ◽  
Abdolhalim Rajabi ◽  
...  

Abstract Introduction The relationship between H. pylori infection and obesity development has remained controversial among various studies. The aim of this study was to clarify the pooled effect of H. pylori infection on the development of obesity and vice versa. Methods We searched international databases including Medline (PubMed), Web of sciences, Scopus, EMBASE, Cochrane, Ovid, and CINHAL to retrieve all case–control studies reporting the effect of H. pylori on obesity and vice versa, which had been published in English between January 1990 and June 2019. The quality of included studies was assessed by the Modified Newcastle–Ottawa Scale for Case–Control studies. The logarithm of the odds ratio (OR) and its standard error was used for the meta-analysis. Results Eight case–control studies with 25,519 participants were included for qualitative and quantitative analyses. The pooled analysis showed that obese participants had a higher risk of H. pylori infection than lean participants with an odds ratio of 1.46 (95%CI: 1.26, 1.68). Also, the pooled analysis revealed that participants infected by H. pylori had a higher risk of obesity than non-infected participants with an odds ratio of 1.01 (95%CI: 1.01, 1.02). Conclusion The results of this meta-analysis showed that there was a positive correlation between the risk of H. pylori infection and the prevalence of obesity development. Thus, H. pylori positive patients were more likely to be obese, and obese individuals had higher risks of H. pylori infection.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document