Load-Equivalency Factors Based on Extended California Bearing Ratio Method

Author(s):  
Michael Divinsky ◽  
Moshe Livneh ◽  
Shimon Nesichi
2019 ◽  
Vol 72 (4) ◽  
pp. 601-608
Author(s):  
Taciano Oliveira da Silva ◽  
Sérgio Leandro Scher Dias Neto ◽  
Heraldo Nunes Pitanga ◽  
Marcela Luiza Pelegrini Guimarães

2016 ◽  
Vol 11 (4) ◽  
pp. 251-258 ◽  
Author(s):  
Zoltán Soós ◽  
Csaba Tóth ◽  
Dávid Bóka

The load equivalency factors for pavement design currently in use by the Hungarian standard have been developed using Weigh-in-Motion data obtained during the first few years of operations after installing some 30 measuring sites in Hungary in 1996. In the past years, and currently, data is collected mainly at the border crossings of the country, however the data is used only for law enforcement purposes, and no comprehensive statistical analyses have been done. To develop actual load equivalency factors for the use in pavement design, data of one year was collected and statistical methods were applied. An algorithm was used to help managing the multimodal distribution of axle loads in mathematical perspectives. Monte-Carlo methods were applied to determine the factors for each heavy vehicle type and eventually for each vehicle class used by the current Hungarian pavement design manual. The calculated factors are considerably different from the current ones, indicating that the pavement design may lead to a false result. Furthermore, there are three vehicle types suggested to be incorporated into the standard due to their high occurrence.


2020 ◽  
Vol 1 (01) ◽  
pp. 19
Author(s):  
Rian Alfian

Abstrak Sifat tanah lempung memiliki hal yang tidak menguntungkan bagi konstruksi. Hal ini karena daya dukung tanah atau nilai CBR yang rendah. Oleh karena itu diperlukan bahan stabilisasi yang dapat mengurangi sifat-sifat tanah yang kurang baik, biasanya disertai dengan pengikatan terhadap masing-masing butir tanah dengan yang lainnya. Pada penelitian ini dilakukan dengan cara pengujian pada sampel tanah lempung tanpa campuran dan pada tanah lempung yang dicampur zeolit dengan variasi 6%, 8%, 10%, 12% dan 14%. Pengujian yang dilakukan menggunakan pemadatan standard dan modified yang sebelumnya dilakukan pemeraman selama 14 hari. Setelah pengujian pemadatan, sampel direndam selama 4 hari kemudian dilakukan pengujian mekanis yaitu pengujian CBR yang bertujuan untuk mengetahui nilai daya dukung tanah setelah sampel dicampur zeolit. Berdasarkan hasil penelitan laboratorium, nilai CBR tertinggi didapat pada sampel tanah lempung dengan campuran zeolit 14% yang menggunakan pemadatan modified dengan pemeraman 14 hari dan perendaman 4 hari yaitu sebesar 2,78%. Hal ini dikarenakan pengaruh zeolit yang dapat mengikat partikel tanah lempung. Jadi, semakin banyak campuran zeolit maka semakin naik pula daya dukung tanahnya. Akan tetapi, nilai CBR pada penelitian ini tidak dapat digunakan sebagai subgrade pada kontruksi jalan karena nilai CBRnya ≤ 6%. Kata Kunci : CBR, Daya Dukung, Pemadatan, Tanah Lempung, Zeolit


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document