scholarly journals Rancang Bangun Sistem Informasi Manajemen Satu Atap (SIMTAP) Berbasis Web GIS (Geographic Information System)

Author(s):  
Muhammad Idris ◽  
Rudi Hariyanto ◽  
Anang Aris Widodo

Kantor kepala desa merupakan salah satu instansi pemerintah yang memberikan pelayanan pendataan penduduk. Kenyataannya di desa Pohgading masih menggunakan sistem manual dalam pemrosesan dan pengolahan datanya. Pendataan Penduduk yang tepat, cepat dan akurat sangat di perlukan. Tujuan utama penelitian ini adalah merancang Sistem Pendataan Kependudukan Desa Pohgading yang di lengkapi dengan Web GIS (Geographic Information System). Metode yang diambil penulis yaitu dengan melaksanakan Observasi, Wawancara, dan Studi kepustakaan. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kemudahan dalam pendataan penduduk. Dengan adanya sistem Web GIS yang menampilkan peta perumahan penduduk akan lebih maksimal dalam memantau perkembangan penduduk dan pendataannya akan lebih mudah.

2017 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
pp. 1-6
Author(s):  
Achmad Fadri Saputra ◽  
Andi Patombongi

Sistem Informasi Geografis adalah sistem informasi yang digunakan untuk menyimpan dan mengolah data bereferensi geografis atau geospital, untuk membantu salah satunya dalam mencari lokasi. Pada penulisan ini, penulis membuat Sistem Informasi Geografis apotek di Kota Kendari berbasis web dengan menggunakan Google Maps API untuk menampilkan peta Kendari, bahasa pemrograman PHP dan Javascript serta pengelolaan database menggunakan MySQL yang nantinya akan ditampilkan diwebsite. Sistem yang dibuat diharapkan dapat memudahkan pengguna untuk mendapatkan informasi dalam menemukan lokasi apotek di Kota Kendari.


Author(s):  
Juan Andrian ◽  
Arif Ismail ◽  
Iwan Setiawan ◽  
Shafira Himayah

<p class="TableParagraph"><em>In 2006, a tsunami disaster occurred on the coast of Pangandaran Regency which claimed up to 664 fatalities. A large number of people died due to lack of information in knowing areas that are prone to tsunami disasters. Therefore, a geographic information system for the tsunami disaster is needed to facilitate the Pangandaran community to find out areas that are prone to tsunami disasters. In making a geographic information system web tsunami disaster using GeoServer, PostgreSQL and LeafletJS. Making a geographic information system web is done in several ways, namely, entering shapefile data into a database and then displaying it on a map server. The results of creating a web of the tsunami geographic information system contain information on land use, public facilities, hamlet boundaries, road networks, river networks and tsunami disaster mitigation.</em></p>


Author(s):  
J. Guan ◽  
S. Zhou ◽  
J. Zhou ◽  
F. Zhu

This article presents the MADGIS (Mobile Agent-based Distributed Geographic Information System) project, which aims at integrating distributed Web GIS applications by using mobile agent technologies to overcome the limitations of traditional distributed computing paradigms in a (mobile) Internet context.


2020 ◽  
Vol 5 (3) ◽  
pp. 168-175
Author(s):  
Aulia Ayu Lukman ◽  
Haris Suryamen ◽  
Fajril Akbar

Panti asuhan adalah tempat untuk anak yatim piatu, anak yatim, serta anak-anak dari keluarga kurang mampu dan lainnya dapat menetap. Oleh sebab itu, panti asuhan juga banyak dilakukan oleh aktivitas sosial. Dinas Sosial Kota Padang menyatakan  pada tahun 2018 terdapat 25 panti asuhan yang telah terdaftar. Untuk melaksanakan aktivitas sosial di panti asuhan, biasanya masyarakat langsung mendatangi panti asuhan yang dituju. Untuk melakukan aktivitas social nya terkadang perlu datang berkali-kali ke panti asuhan untuk kepastian dan pengurusan administrasi kegiatan sosial yang akan dilaksanakan. Dengan penerapan sistem informasi sebagai penyediaan informasi yang dapat digunakan melalui perangkat webGIS (Web Geographic Information System) maka semua permasalahan tersebut dapat diatasi. Pada penelitian ini dikembangkan pemetaan berbasi webGIS untuk Panti Asuhan Kota Padang yang dilengkapi dengan pendaftaran aktivitas sosial. Penelitian ini mengadopsi model pengembangan perangkat lunak Waterfall. Aplikasi ini telah diimplementasikan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan Javascript. Hasil pengujian yang dilakukan oleh 5 orang pengguna menunjukkan bahwa sistem yang dibangun telah sesuai rancangan fungsional yang direncanakan.


2019 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 87-93
Author(s):  
Ega Nindhi Sudiro

Kantor kepala desa merupakan salah satu instansi pemerintah yang memberikan pelayanan pendataan penduduk. Kenyataannya di beberapa desa masih menggunakan sistem manual dalam pemrosesan dan pengolahan datanya. Pendataan Penduduk yang tepat, cepat dan akurat sangat di perlukan. Tujuan utama penelitian ini adalah merancang Sistem Pendataan Kependudukan yang di lengkapi dengan Web GIS (Geographic Information System). Metode yang diambil penulis yaitu dengan melaksanakan Observasi dan Studi kepustakaan. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kemudahan dalam pendataan penduduk. Dengan adanya sistem Web GIS yang menampilkan peta perumahan penduduk akan lebih maksimal dalam memantau perkembangan penduduk dan pendataannya akan lebih mudah.


Author(s):  
Yuni Rahayu ◽  
Kurnia Muludi ◽  
Astria Hijriani

Abstrak— Pengamatan pola penyebaran penduduk merupakan salah satu hal yang sangat penting bagi pemerintah. Informasi mengenai hal ini akan bermanfaat untuk pengambilan keputusan dalam perencanaan pembangunan di wilayah pemerintahan. Prediksi penyebaran jumlah penduduk akan sangat bermanfaat untuk perencanaan pembangunan di wilayah Bandar Lampung. Informasi mengenai penyebaran dan prediksi jumlah penduduk di wilayah Bandar Lampung masih diolah secara manual dengan penyajian masih terbatas dalam bentuk tabel dan grafik. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem informasi geografis berbasis web yang menampilkan pemetaan penyebaran dan prediksi jumlah penduduk berdasarkan metode geometrik di wilayah Bandar Lampung. Data pada penelitian ini diperoleh dari publikasi Badan Pusat Statistik Kota Bandar Lampung. Sistem ini diimplementasikan menggunakan Qgis, Geoserver, PostgreSQL dan bahasa pemrograman PHP. Hasil keseluruhan pengujian menunjukkan bahwa sistem informasi geografis penyebaran dan prediksi jumlah penduduk telah sesuai baik dari segi fungsionalitasnya, maupun dari segi interaksi pelayanan pengguna.Kata Kunci— Sistem Informasi Geografis, Model Geometrik, Pemetaan Jumlah Penduduk.Abstract— Population distribution pattern is one of Bandar Lampung government concerns. This information is useful for goverment decision making for specific local development.The prediction of population number using certain model is predicted will be useful for Bandar Lampung development plan. Information about distribution and prediction of resident population in Bandar Lampung are processed manually and limitedly presented in form of tables and graphs. The purpose of this research is to build Bandar Lampung web based Geographic Information System that predict population distribution and mapping using Geometric Model. Data in this research were obtained from Statistics Of Bandar Lampung Municipality Publication. This system was implemented by using QGIS, GeoServer, PostgreSQL and PHP programming language. Overall,the testing results show that the system is appropriate and functional.Keywords— Geographic information system, Geometric Model, Mapping population.


2018 ◽  
Vol 37 (2) ◽  
pp. 34-49 ◽  
Author(s):  
Bruce Godfrey ◽  
Rick Stoddart

Web Geographic Information System (GIS) platforms have matured to a point where they offer attractive capabilities for collecting, analyzing, sharing, and visualizing in-library use data for space-assessment initiatives. As these platforms continue to evolve, it is reasonable to conclude that enhancements to these platforms will not only offer librarians more opportunities to collect in-library use data to inform the use of physical space in their buildings, but also that they will potentially provide opportunities to more easily share database schemas for defining learning spaces and observations associated with those spaces. This article proposes using web GIS, as opposed to traditional desktop GIS, as an approach for collecting, managing, documenting, analyzing, visualizing, and sharing in-library use data and goes on to highlight the process for utilizing the Esri ArcGIS Online platform for a pilot project by an academic library for this purpose. 


2021 ◽  
Vol 94, 2021 (94) ◽  
pp. 44-53
Author(s):  
Taras Ievsiukov ◽  
◽  
Borys Chetverikov ◽  
Іvan Kovalchuk ◽  
Іvan Openko ◽  
...  

Elaboration of the method of creating a web-GIS of Polish burials at the Baikove Cemetery in Kyiv. Achieving this goal involves the following tasks: to develop the structure of the geographic information system, its framework and to fill the file database. For realization of the set tasks the technological scheme consisting of 12 stages of work is offered. The first stage involved the collection of cartographic and descriptive data on the territory of the object of study, as well as the search for possible registers of Polish burials within the object under study. In the second stage, field surveys were performed to determine the coordinates of each grave of the Polish burials at the Baikove Cemetery using a GIS tablet with an RTK antenna LT700H (accuracy up to 0.30 m). The total number of coordinated points was 565, which were concentrated in 7 sections of the cemetery. The third stage included the coordination of reference points and the binding of this support in the GIS MapInfo environment of the fragment of the topographic plan of Kyiv on a scale of 1: 2000 to the territory of the Baikove Cemetery. There were a total of 11 landmarks. The maximum binding error is 0.2 m. In the fourth stage, all point objects were displayed according to their coordinates on the basis of the map and the corresponding symbols were selected. The next step was to develop and populate a relational database for point objects. The database contained the following columns: grave number, name and surname of the buried person, grave coordinates and hyperlinks to burial information in the file database. Next, all map layers were exported to html format, and the point object layer was exported to kml format using a universal translator, which allowed to view burial data in GoogleEarth. At the eighth stage of the technological scheme the structure of layouts of each html-page of the created online GIS was developed. All map data had hyperlinks to the selected AOI objects. In the case of the Baikove Cemetery scheme, plots with Polish burials were marked. Clicking on them opened a topographic plan with marked point objects of burials. In turn, when you click on them, information about the burial appeared from the file database. At the tenth stage, 5 sheets of topographic plans with burials were generated. One sheet of scale 1: 2000 and four sheets of scale 1: 500, for better "spreading" and initialization of burials. The eleventh stage is devoted to the creation and filling of a file database on Polish burials. This database contained the following structure: photo of the burial, coordinates, surname and name, years of life, additional photographs (if available), sex of the buried person, interpreted inscription on the tombstone, as well as, if possible, detailed information and belonging of the buried person to a certain profession, its outstanding achievements and accomplishments. At the last stage, the hyperlinks of the transition between the pages were configured and the system was tested. The scientific novelty lies in the development of the concept of joint use of various applications of geoinformation and non-geoinformation purposes. The technological scheme of creation of WEB-GIS of Polish burials of the Baikove Cemetery in Kyiv is offered. Implemented geographic information system is designed for inventory of burials, analysis of the condition of tombstones and their spatial location in the cemetery. In addition, the created GIS can be used for tourism purposes and in the study of historical figures of Polish origin.


2020 ◽  
Vol 6 (1) ◽  
pp. 29-37
Author(s):  
Rafel Dinur ◽  
Haris Suryamen ◽  
Fajril Akbar

Usaha florist merupakan usaha yang bergerak di bidang jasa yang menawarkan jasa pemesanan berbagai macam produk barang karangan bunga seperti papan karangan bunga, bunga krans dan lain-lain. Dari segi pendaftaran pemesanan, masyarakat/calon pemesan masih melakukan pencarian dengan cara mencari terlebih dahulu informasi, yaitu dengan mengunjungi langsung ke usaha florist yang dituju, sehingga hal tersebut membutuhkan waktu yang lama. Salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan yang muncul tersebut adalah dengan memanfaatkan sistem informasi berbasis Web GIS (Web Geographic Information System). Pengembangan yang dilakukan pada pembangunan aplikasi Sistem Informasi Geografis penyebaran lokasi usaha florist serta fitur pendaftaran_pemesanan berbasis web di Kota Padang menggunakan metode pengembangan sistem model Waterfall. Tahapan metode waterfall meliputi analysis, design, coding, dan testing. Aplikasi ini diimplementasikan dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP, Javascript, JSON, dan SQL. Basis data yang digunakan untuk menyimpan data adalah PostgreSQL dengan ekstensi PostGIS. Pengujian sistem dilakukan dengan menggunakan metode blackbox testing yang dilakukan oleh 6 orang penguji. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan pada semua fungsional yang ada pada aplikasi ini diperoleh hasil bahwa 31 fungsional tersebut telah berjalan sesuai dengan yang dirancang.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document