scholarly journals Peningkatan Kapasitas Entrepreneurship Melalui Pelatihan dan Magang Bagi Tenant di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

2016 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 1-5
Author(s):  
Wiwik Sulistiyowati ◽  
Ida Agustini ◽  
Hadiah Fitriyah

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo is one university located in Sidoarjo from year to year working to improve its quality. During this time centered on the entrepreneurial activities of SMEs entrepreneurial student affairs, but in an increase in the capacity to be entrepreneurial is not optimal. The purpose of science and technology program for Entrepreneurship (IBK) at the University of Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA), namely the establishment of new independent entrepreneurs tenacious, resilient, creative and able to provide innovation into market demand. With the IBK this program, students are expected to be part of society that can create jobs, reduces unemployment and become change agents of social life that is more powerful and useful. Method approach entrepreneurship capacity building program is using PALS (Participatory Action Learning System). So that the target output of this activity is the training to increase the capacity of tenants (students) in biddng kewirauahaan and to improve the quality of products for business tenants.

2016 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 6-10
Author(s):  
Asep Sujana ◽  
Ika Meika

Universitas Mathla'ul Anwar Banten is one of the university which is located in Pandeglang Regency. It always tries to improve the quality in the service for the society. One of the activities in Mathla’ul Anwar University that has already been done is KKN Posdaya Program. The KKN activity has already been done well, however it needs some improvements in the capacity of the students who are ready to involve themselves in the society. The KKN activity in Mathla'ul Anwar University aims to integrate the education and teaching, research and community service by the students pragmatically, comprehensive dimension through an interdisciplinary approach, comprehensive, and cross-sector. By doing the KKN Activity, it is hoped that the students will be a part of the society that can contribute directly to help the problems in the society. The Approach method for the improvement capacity program of communication and cooperation uses PALS (Participatory Action Learning System) method.


2018 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
Author(s):  
Wiwik Sulistiyowati ◽  
Ida Agustina Saidi ◽  
Nihlatul Qudus SN

The legality of a product is the most important thing to measure the quality indicator of a product. Through Science and Technology for Entrepreneurship Program, SMEs disabled participants are given socialization about the importance of product legality e.g. Household Food Industry (PIRT), brand, logo and halal. The purpose of this activity is to improve the quality of SME products through product legality training. The method used is quantitatif method with experiment approach. For training method used PALS (Participatory Action Learning Center) methods. The PALS method approach emphasizes on the transformation of existing activities cultivated in the changes towards the improvement of the conditions of SMEs. Stages of the PALS method approach are the awareness stage, the process of capturing product quality and accompaniment. The result is that there is an increasing number of business actors who take care of PIRT, logos and brands.  It can be seen from the significance value of paired t-test results, this is at pretest condition (before taking product legality training) and posttest when tenant has attended product legality training. With a significance value of 0.000 smaller than the critical value of 0.005, then Ho (initial hypothesis) is processed, so that there are significant differences of tenant who have followed the product legality training to improve the ability of tenant in preparing documents of PIRT, brand and logo for his business


2019 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
Author(s):  
Srinathasya Br Sitepu

Program entrepreneur enabler diberikan kepada karyawan KPSP Setia Kawan Nongkojajar di Kabupaten Pasuruan memakai metode participatory action learning system (PALS). Jumlah karyawan yang mengikuti pelatihan sebanyak 300 orang. Tujuan kegiatan ini meningkatkan kompetensi karyawan dan menciptakan pendapatan tambahan melalui bisnis yang diciptakan oleh karyawan. Program ini menerapkan metode PALS melalui empat tahapan yang yaitu: capaciting, komunikasi, soft skill dan entrepreneur enabler. Program ini berhasil meningkatkan kompetensi karyawan ditandai dengan: upgrade kapasitas dari masing-masing karyawan, peningkatan kemampuan komunikasi dan lahirnya 30 karyawan sekaligus berperan sebagai entrepreneur enabler yang berhasil menciptakan bisnis diluar jam kerja. Bisnis yang dijalankan entrepreneur enabler mampu menghasilkan pendapatan tambahan diluar gaji. 


2017 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 79
Author(s):  
Anjuman Zukri

Permasalahan yang dihadapi kelompok ternak babi di desa Banyuning adalah rendahnya pengetahuan dan keterampilan peternak dalam pengolahan limbah babi menjadi produk yang bernilai ekonomis. Upaya pemecahan masalah yang diprogram dalam IbM (Ipteks bagi Masyarakat) adalah pemberdayaan kelompok ternak babi dalam penerapan teknologi tepat guna pengolahan sampah menjadi energi alternatif bio-gas, dan pupuk organik. Metode pelaksanaan IbM menggunakan metode PALS (participatory action learning system). Hasil yang diperoleh dari program IbM adalah (1) adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam pengolahan sampah menjadi bio-gas dan   pupuk kompos, (2) kualitas dan kuantitas pupuk kompos dan biogas kelompok ternak babi di desa Banyuning relatif cukup baik.


Dharmakarya ◽  
2020 ◽  
Vol 9 (4) ◽  
pp. 254
Author(s):  
Mega Tri Kurnia

Fakultas Ilmu Komputer Universitas Bung Karno (FIKOM UBK) merupakan salah satu dari lima fakultas yang ada di Universitas Bung Karno. Jumlah mahasiswa aktif FIKOM UBK per tahun 2018 adalah 914 orang, dari 914 mahasiswa tersebut terdapat hanya 53 mahasiswa yang mulai merintis kewirausahaan. Kecilnya jumlah mahasiswa dan alumni FIKOM UBK yang merintis dan terlibat kewirausahaan disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya adalah sistem pembelajaran yang diterapkan masih terfokus mempersiapkan mahasiswa untuk lulus tepat waktu dan mendapatkan pekerjaan, bukan lulusan yang siap menciptakan pekerjaan (job seekers). Solusi Tim pengabdi Program Pengembangan Potensi Kewirausahaan (PPK) untuk terhadap masalah ini adalah adalah menawarkan model pengajaran dan pelatihan kewirausahaan kepada mahasiswa FIKOM UBK melalui Pengembangan Potensi Kewirausahaan FIKOM UBK (PPK FIKOM UBK). Metode pendekatan PPK FIKOM UBK yang digunakan adalah Metode Pendekatan Participatory Action Learning System (PALS). metode PALS menitik beratkan peranan peserta secara aktif dalam proses pembelajaran sehingga terbentuk sistem pembelajaran yang partisipatif, metode ini terdiri dari tiga fase, yakni (1) fase penyadaran kewirausahaan (awareness), (2) fase pengkapasitasan dan pendampingan kewirausahaan (entrepreneurship capacity building), dan (3) fase pelembagaan (institutionalization). Hasil dari kegiatan PPK FIKOM UBK adalah berhasil mengembangkan potensi kewirausahaan mahasiswa dengan bukti berdirinya enam wirausaha baru yang kreatif dan inovatif serta tingginya minat dan motivasi mahasiswa untuk berwirausaha


2018 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 184-188
Author(s):  
Siti Fatima Hanum ◽  
Shita Tiara ◽  
Samran Samran

ABSTRAK Perguruan tinggi memiliki peran untuk memotivasi para mahasiswa dan sarjananya menjadi young entrepreneurs dan merupakan bagian dari salah satu faktor pendorong pertumbuhan kewirausahaan. Tujuan kegiatan Program Pengembangan Kewirausahaan (PPK) di Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al Washliyah untuk menghasilkan wirausaha yang mandiri berbasis iptek dan siap beraktivitas di masyarakat. Metode pendekatan pada program PPK secara Participatory Action Learning System (PALS). Adapun tenant PPK UMN Al Washliyah adalah mahasiswa dan Alumni UMN Al Washliyah. Kegiatan Program Pengembangan Kewirausahaan dengan memberikan bimbingan, motivasi, pelatihan, pendampingan, dan konsultasi kewirausahaan.Kegiatan PPK UMN Al Washliyah telah melakukan kegiatan antara lain, yaitu memperkenalkan tentang kewirausahaan dan memotivasi mahasiswa untuk berwirausaha pada kegiatan kuliah umum kewirausahaan islami, melakukan rekrutmen tenant peserta PPK UMN Al Washliyah, pelatihan kewirausahaan, peningkatan keterampilan berwirausahaan dengan magang, praktek dan kunjungan ke tempat usaha, memberikan modal usaha berupa peralatan penunjang dan bahan habis pakai, pameran produk, dan evaluasi kegiatan kerja tenant. Kegiatan PPK UMN Al Washliyah pada tahun pertama ini telah menghasilkan 5 (lima) orang wirausaha mandiri dan 15 (lima belas) orang sedang merintis berwirausaha.


2017 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 1
Author(s):  
Ida Bagus Putu Mardana

Kegiatan  IbW  yang  dilakukan  pada  tahun  II  (Tahun  2011)  adalah  melakukan pemetaan asset di wilayah garapan   dan melaksanakan program ipteks peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam pertanian-peternakan-perikanan, pendidikan life skill  dan  kewirausahaan,  dan  pembinaan  adat-istiadat,  keagamaan,  dan  lembaga sosial. Metode pelaksanaan IBW dalam pemberdayaan masyarakat miskin adalah metode PALS (participatory action learning system) yang bersendikan pada 3(tiga) tahapan kegiatan, yakni (1) tahap penyadaran (Awareness), (2) tahap pengkapasitasan/pendampingan (participating /scaffolding), dan (3) tahapan pelembagaan (institutionalization). Hasil kegiatan IbW pada tahun II (tahun 2011) adalah terwujudnya deplot setra industri pengolahan kelapa, demplot pertanian multikultur, demplot peternakan berbasis zero waste. Dampak yang ditimbulkan dari pelaksanaan program IbW tahun II adalah adanya peningkatan kesadaran masyarakat untuk   meningkatkan  kualitas   hidup   melalui   pelipatgandaan  aktivitas   ekonomi produktif masyarakat berpijak pada potensi dan kearifan lokal yang ada, dan peningkatan penguasaan  IPTEKS  untuk  meningkatkan kapasitas  dan  diversifikasi produksi hasil tani-ternak-perikanan


2018 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 258-263
Author(s):  
Ali Shodikin ◽  
Wahyu Kyestiati Sumarno ◽  
Sutardi Sutardi ◽  
Ali Muhajir

At this time, a lot of news about unemployment of higher education graduates became a special concern for the campus as the organizer. The solutions adopted include entrepreneurship education programs for students and graduates. But often entrepreneurship education programs that are carried out are not continuous and sporadic in order to obtain less optimal results. The entrepreneurship development program aims to provide entrepreneurship guidance for students and alumni of Universitas Islam Darul Ulum by prioritizing the concept of sustainable training and coaching and adjusting tenant issues. This program uses a three-phase of Participatory Action Learning System (PALS) approach, namely awareness, entrepreneurship capacity building, and institutionalization. The results were obtained that this program provided improvements in tenant management, produced science and technology-based products and formed cooperation with related parties.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document