Collision-proof safety rating model of wave beam guardrail based on entropy weight technique for order preference by similarity to an ideal solution

2021 ◽  
Author(s):  
Bin Liu ◽  
Yun-wei Meng ◽  
Kun Zhang ◽  
Jian-qun Luo ◽  
Qing Yang
2020 ◽  
Vol 2020 ◽  
pp. 1-15 ◽  
Author(s):  
Yuqing Geng ◽  
Zejun Wei ◽  
Han Zhang ◽  
Mukasar Maimaituerxun

The results show that the comprehensive development degree (CDD) of the tourism-air environment system mainly maintains stable with fluctuation and the gap among different reaches in the Zone is declining; the coupling coordination degree’s (CCD) tendency in most regions remains similar as in the previous decade. The results illustrate that the method combing information entropy weight and the technique for order preference by similarity to an ideal solution (IEW-TOPSIS), coupling coordination degree model (CCDM), and gray GM (1, 1) prediction model is effective in evaluating the coupling coordination relationship between the subsystems of tourism and air environment and in proposing specific countermeasures for tourism development and air environment governance.


2020 ◽  
Vol 2020 ◽  
pp. 1-13 ◽  
Author(s):  
Yuqing Geng ◽  
Mukasar Maimaituerxun ◽  
Han Zhang

The interaction between water governance and tourism is complicated and significant so that the study of the coupling coordination between these two subsystems is important. This study analyzes the correlation mechanism of the water governance-tourism system, constructs the composite and aggregated evaluation system which consists of 5 dimensions and 15 indicators, uses information entropy weight technique for order preference by similarity to an ideal solution method to evaluate the development degrees of both water governance and tourism growth of the 11 regions in the Yangtze River Economic Zone, analyzes the two subsystems’ relation of coupling coordination temporally and spatially with the coupling coordination degree model, predicts degrees of coupling coordination of the regions for the next 4 years with gray system prediction model, and proposes specific and generalizable countermeasures. The results show that these methods can provide an effective reference to evaluate the coupling coordination development of water governance and tourism and to provide scientific and generalizable countermeasures for enhancement.


2020 ◽  
Vol 2020 ◽  
pp. 1-14 ◽  
Author(s):  
Yuqing Geng ◽  
Hongwei Zhu ◽  
Nan Zhao ◽  
Qinghua Zhai

The 7E framework to evaluate sustainable higher education proposed in this article is a new and comprehensive one and enjoys the simplicity to remember and spread. This article selects regions of China and compares the development status and coupling coordination level of sustainable higher education both temporally and spatially from the aspects of expenditure, existence, efficiency, effectiveness, economy, equity, and equality based on the 7E framework with the combined method of information entropy weight analysis and technique for order preference by similarity to an ideal solution and coupling coordination degree model. Applicable, generalizable, and constructive countermeasures of sustainable higher education for different regions are also proposed according to the analysis results, which are also references to other places with similar conditions in the world. The framework and the methods are proved effective and useful in evaluating sustainable higher education.


2017 ◽  
Vol 8 (2) ◽  
pp. 663 ◽  
Author(s):  
Muhammad Fadlan ◽  
Muhammad Muhammad ◽  
Hadriansa

Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) sebagai salah satu bentuk dukungan pemerintah Republik Indonesia terhadap dunia pendidikan. Beasiswa yang disalurkan oleh pemerintah melalui Perguruan Tinggi yang ada di Indonesia ini, penyeleksian dan penetapan penerimanya sepenuhnya diserahkan kepada pihak Perguruan Tinggi yang bersangkutan. Tahap inilah yang sangat rentan terjadinya kecurangan. Pada objek penelitian  yang diteliti hingga saat ini proses penyeleksian masih dilakukan dengan menggunakan Microsoft Excel, hal ini tentu saja kurang efektif dan efisien, serta rentan akan terjadinya kesalahan bahkan kecurangan. Untuk itu, diperlukan suatu metodologi dan aplikasi yang tepat dalam melakukan penyeleksian penerima beasiswa tersebut. Decision Support System digunakan sebagai solusi untuk melakukan perekomendasian penerima beasiswa, khususnya dengan menggunakan Metode Technique  for  Order  Preference  by  Similarity  to  Ideal  Solution  (TOPSIS)  dan  Analytical  Hierarcy Process (AHP). Penggunaan kombinasi dua metode tersebut dilakukan agar memiliki tingkat akurasi yang baik jika dibandingkan  dengan menggunakan satu metode. Hasilnya,  aplikasi  decision support system dengan penerapan kombinasi metode Topsis dan AHP berhasil di rancang dan di ujicoba, serta sukses dalam perekomendasian penerima beasiswa PPA dengan menghasilkan data alternatif mahasiswa yang terurut mulai dari nilai preferensi yang paling tinggi 0.764 hingga terendah 0.189. Hasil ini dapat menjadi rekomendasi bagi pengambil keputusan dalam mengambil keputusan yang efektik, efisien dan dapat dipertanggung jawabkan.


2021 ◽  
pp. 1-10
Author(s):  
Yu-Heng Xu ◽  
Si-Yi Cheng ◽  
Hu-Biao Zhang

To solve the problem of the missing data of radiator during the aerial war, and to address the problem that traditional algorithms rely on prior knowledge and specialized systems too much, an algorithm for radiator threat evaluation with missing data based on improved Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) has been proposed. The null estimation algorithm based on Induced Ordered Weighted Averaging (IOWA) is adopted to calculate the aggregate value for predicting missing data. The attribute reduction is realized by using the Rough Sets (RS) theory, and the attribute weights are reasonably allocated with the theory of Shapley. Threat degrees can be achieved through quantization and ranking of radiators by constructing a TOPSIS decision space. Experiment results show that this algorithm can solve the incompleteness of radiator threat evaluation, and the ranking result is in line with the actual situation. Moreover, the proposed algorithm is highly automated and does not rely on prior knowledge and expert systems.


Entropy ◽  
2021 ◽  
Vol 23 (3) ◽  
pp. 349
Author(s):  
Yuan Ma ◽  
Jingzhi Men ◽  
Mingyu Li ◽  
Xiaoyan Li

Rapid industrial development has caused a series of environmental problems, which is not conducive to sustainable development of society as a whole. It is necessary to build a sustainable development evaluation system. Most of the existing literature has evaluated corporate sustainable performance from the economy, environment and society on the basis of triple bottom lines. Considering the research gap and the practice need, an evaluation system is established from four dimensions, referred to as economy, society, environment and responsibility management, and 29 indicators are designed to measure these four dimensions. Twenty seven listed Chinese mining corporations are selected as research samples, and the entropy-weight-based Technique for Order of Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) method is applied to calculate indicators’ weights. Results show that the four dimensions of sustainable performance weights from high to low are society, environment, economy, and management process.


Sainteks ◽  
2021 ◽  
Vol 18 (1) ◽  
pp. 65
Author(s):  
Rima Dwi Mainingsih ◽  
Muhammad Hamka

Salah satu program LAZISMU Banyumas adalah beasiswa. Beasiswa merupakan pemberian bantuan keuangan yang diberikan kepada perorangan yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas SDM atau Sumber Daya Manusia melalui pendidikan. Permasalahan di LAZISMU, sistem bantuan beasiswa masih bersifat manual maka diperlukan suatu sistem pendukung keputusan (SPK) untuk memperhitungkan segala kriteria yang mendukung pengambilan keputusan guna membantu, mempercepat dan mempermudah proses pengambilan keputusan. Metode yang digunakan pada sistem pendukung keputusan adalah metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan metode TOPSIS. Analytical Hierarchy Process (AHP) yang digunakan untuk memperbaiki nilai bobot dari kriteria. Nilai bobot yang dihasilkan dari metode AHP selanjutnya digunakan untuk menentukan proses peranking calon penerima bantuan beasiswa menggunakan metode Technique For Order Preference By Similarity To Ideal Solution (TOPSIS). Metode AHP dan TOPSIS digunakan untuk meningkatkan hasil rekomendasi calon penerima bantuan beasiswa. Hasil klasifikasi kemudian dievaluasi menggunakan Black Box Testing untuk mengetahui apakah fungsi, masukan dan keluaran dari perangkat lunak sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sistem aplikasi telah berjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan, karena tidak ditemukan adanya kesalahan pada interface serta sistem yang dirancang dan dibangun mampu mengatasi kelemahan-kelemahan yang terdapat pada sistem yang lama dan memberikan hasil rekomendasi calon penerima bantuan beasiswa.Kata-kata Kunci: sistem pendukung keputusan, penerima beasiswa, AHP, TOPSIS, black box testing


2021 ◽  
Vol 10 (2) ◽  
pp. 162-169
Author(s):  
Istna Mar`atul Khusna ◽  
Novita Mariana

Abstrak— Bibit merupakan salah satu penentu dalam keberhasilan budidaya tanaman padi. Budidaya tanaman padi dimulai dari memilih bibit tanaman yang berkualitas karena bibit termasuk objek utama yang dikembangkan pada budidaya selanjutnya. Bibit sebagai pembawa gen dari induknya yang akan menentukan sifat dari tanaman setelah berproduksi dan untuk mendapatkan bibit padi yang berkualitas dapat diperoleh dari memilih dan menentukan bibit yang berasal dari induk berkualitas. Kualitas bibit merupakan kunci keberhasilan dalam budidaya padi. Bibit yang berkualitas mampu beradaptasi, memiliki pertumbuhan yang cepat serta seragam, tumbuh lebih cepat, tahan hama dan tinggi nilai produktivitasnya. Untuk mendapatkan bibit padi berkualitas, petani sering mengalami kesulitan. Berdasarkan kesulitan yang dialami petani, maka akan dibangun sebuah sistem pendukung keputusan untuk membantu petani memutuskan bibit yang akan ditanam sesuai dengan kondisi lingkungan tanam dengan mempertimbangkan beberapa aspek kriteria. Dalam mengatasi masalah pemilihan bibit padi tersebut dibuat sebuah program sistem pendukung keputusan agar memudahkan informasi dan rekomendasi kepada petani padi tentang bibit yang berkualitas. Dengan menggunakan dua metode yaitu Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Penentuan bobot kriteria dilakukan dengan menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP), sedangkan untuk tahap perankingan dikerjakan dengan menggunakan metode TOPSIS. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah padi berkualitas dari lima alternatif yang sudah ditetapkan, yaitu: Sunggal, Inpari32, Ciherang, IR64, Situbagendit. Sistem menghasilkan nilai preferensi tertinggi yaitu 0,858 pada padi Sunggal di urutan pertama dan  0,767 pada padi Inpari32 diurutan kedua. Jadi dari hasil penelitian ini, peneliti merekomendasikan bibit padi berkualitas yang cocok ditanam di di desa sambongbangi yaitu Sunggal dan Inpari32..Kata Kunci : Bibit Padi, DSS, TOPSIS, AHP, Kualitas Bibit Padi


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document