Augmented biocontrol action of silica nanoparticles and Pseudomonas fluorescens bioformulant in maize (Zea mays L.)

RSC Advances ◽  
2014 ◽  
Vol 4 (17) ◽  
pp. 8461 ◽  
Author(s):  
Suriyaprabha Rangaraj ◽  
Karunakaran Gopalu ◽  
Prabhu Muthusamy ◽  
Yuvakkumar Rathinam ◽  
Rajendran Venkatachalam ◽  
...  
2019 ◽  
Vol 226 ◽  
pp. 105757 ◽  
Author(s):  
Tayebeh Zarei ◽  
Ali Moradi ◽  
Seyed Abdolreza Kazemeini ◽  
Hooshang Farajee ◽  
Alireza Yadavi

2019 ◽  
Vol 12 (2) ◽  
pp. 77-81
Author(s):  
Nurlaela Tuszahrohmi ◽  
Ugik Romadi ◽  
Irianti Kurniasari

Penyakit hawar daun yang disebabkan oleh jamur Helminthosporium turcicum termasuk dalam penyakit penting di Indonesia dikarenakan kerugian yang disebabkan mencapai 50%. Penggunaan fungisida kimia secara terus menerus memiliki dampak negatif bagi manusia dan lingkungan. Salah satu pengendalian yang aman dan ramah lingkungan yaitu pengendalian hayati berbasis mikroorganisme antagonis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas agensia hayati Paenibacillus polymyxa dan Pseudomonas fluorescens dalam pengendalian penyakit hawar daun pada tanaman jagung. Perlakuan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari lima perlakuan dan masing-masing perlakuan terdiri dari lima ulangan. Perlakuan terdiri atas P0=kontrol, P1=Penyemprotan P.polymyxa 10ml L-1, P2=Penyemprotan Pseudomonas fluorescens 10ml L-1, P3= Penyemprotan P.polymyxa dan P.fluorescens 10ml L-1, P4=Penyemprotan fungisida propineb 70%. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis varian, jika terdapat beda nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa P.polymyxa mampu efektif menekan penyakit hawar daun jagung sebesar 99,89%, selain itu P.polymyxa mampu meningkatkan tinggi tanaman dan jumlah daun yang signifikan dibandingkan dengan kontrol.


2012 ◽  
Vol 14 (12) ◽  
Author(s):  
R. Suriyaprabha ◽  
G. Karunakaran ◽  
R. Yuvakkumar ◽  
P. Prabu ◽  
V. Rajendran ◽  
...  

2012 ◽  
Vol 8 (6) ◽  
pp. 902-908 ◽  
Author(s):  
Rangaraj Suriyaprabha ◽  
Gopalu Karunakaran ◽  
Rathinam Yuvakkumar ◽  
Venkatachalam Rajendran ◽  
Narayanasamy Kannan

2019 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
pp. 1
Author(s):  
Muhamad Aditia Ulhaq ◽  
Rachmi Masnilah

Corn is one of the commodities that have high economic value and important role in meeting food needs in Indonesia. Unfavorable conditions on the rate of the higher demand for corn. Pests to be one limiting factor that causes a decrease in the production of corn. Peronosclerospora maydis is a pathogen that causes downy mildew on corn. P. maydis infects corn plants at the age of 2-3 weeks, with the level of damage reaches 80-100%. Control efforts against this disease one of them using antagonistic microbes such as bacteria Pseudomonas fluorescens. P. fluorescens has the potential to control downy mildew because it produces compounds that are antibiosis as chitinase enzymes that can hydrolyze the cell walls of fungi. The purpose of this study to determine the effect of the interaction of P. fluorescens isolates applications and the use of some varieties to suppress downy mildew attack P. maydis on corn. The method used is to use a random test design of a factorial group with 2 factors. The first factor is the type of varieties with three levels namely V1: Pioneer 27, V2: Pioneer 21 and V3: Bonanza. The second factor is a type of isolates P. fluorescens with three levels namely P1: without the application of P. fluorescens, P2: Isolates P. fluorescens (A) and P3: Isolate of P. fluorescens (B). The result is the application of P. fluorescens and use of some varieties can suppress downy mildew P. maydis.


2015 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
Author(s):  
Alexander Turnip ◽  
Efri Efri ◽  
Joko Prasetyo

Penyakit bulai (downy mildew) yang disebabkan oleh jamur Peronosclerospora maydis merupakan penyakit yang banyak merusak tanaman jagung dan dapat menimbulkan kehilangan hasil sampai 100%. Salah satu alternatif pengendalian yang mulai dikembangkan saat ini adalah pemanfaatan agensia hayati. Trichoderma spp. dan bakteri Pseudomonas fluorescens memiliki potensi sebagai agensia hayati. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh jamur T. viride, bakteri P. fluorescens, dan kombinasi keduanya terhadap keterjadian penyakit bulai (P. maydis) pada varietas jagung lokal, jagung hibrida, dan jagung manis melalui perlakuan benih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jamur T. viride, bakteri P. fluorescens, serta kombinasi keduanya tidak berpengaruh terhadap keterjadian penyakit bulai pada tanaman jagung melalui perlakuan benih. Namun perbedaan varietas jagung berpengaruh nyata terhadap keterjadian penyakit bulai, varietas lokal mempunyai sifatketahanan yang lebih tinggi dibandingkan dengan varietas lainnya.


Agronomie ◽  
1982 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 159-166 ◽  
Author(s):  
Olivier BETHENOD ◽  
Christine JACOB ◽  
Jean-Claude RODE ◽  
Jean-François MOROT-GAUDRY
Keyword(s):  
Zea Mays ◽  

1970 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 318-326
Author(s):  
Yoyon Riono.
Keyword(s):  
Zea Mays ◽  

Penelitian tentang pengaruh pemberian produktivitas pupuk organik terhadap hasil Tanaman Jagung (Zea mays L) di tanah mineral penelitian ini di laksanakan pada bulan Februari sampai Mei, yang bertempat di Sungai Salak Kecsmstsn Tempuling Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial yang terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor B adalah bokashi pupuk kandang yang terdiri dari 4 taraf yaitu B0 (tanpa pemberianpupuk kandang), B1 (5 ton/ha) dan B2 (10 tom/ ha), serta B3 (15 ton/ha) Parameter yang di amati adalah tinggi tanaman, panjang daun ke tujuh, berat brangkasan basah, berat berangkasan kering, berat tongkol pertanaman sampel, diameter tongkol , produksi per plot, dan berat 100 biji. Selanjutnya data yang di peroleh di olah secara statistik, apabila F hitung lebih besar dari F tabel di lanjutkan dengan uji lanjut Tukey HSD pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa interaksi bokashi pupuk kandang dan varietas berpengaruh nyata terhadap berat tongkol dan produksi dan produksi per plot, akan tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, panjang daun ke tujuh, berat brangkasan basah, berat brangkasan kering , diameter tongkol dan berat 1000 biji. Untuk perlakuan bokashi pupuk kandang secara tunggal berpengaruh nyata terhadap terhadap diameter tongkol , akan tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, panjang daun ke tujuh, berat brangkasan basah, berat brangkasan kering, berat tongkol, produksi per plot, dan berat 1000 biji, perlakuan bokashi terbaik terdapat pada pemberian 15 ton/ha. Sedangkan perlakuan varietas secara tunggal berpengaruh nyata terhadap berat brangkasan basah, berat tongkol, dan produksi per plot seta berat 1000 biji, akan tetapi tidak berbeda nyata dengan tinggi tanaman, panjang daun ke tujuh, berat brangkasan kering, dan diameter tongkol. Varietass terbaik adalah NT 10


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document