An in-depth study on WENO-based techniques to improve parameter extraction procedures in MOSFET transistors

2015 ◽  
Vol 118 ◽  
pp. 248-257 ◽  
Author(s):  
P. González ◽  
M.J. Ibáñez ◽  
A.M. Roldán ◽  
J.B. Roldán
2013 ◽  
Vol 718-720 ◽  
pp. 750-755 ◽  
Author(s):  
Konstantin O. Petrosyants ◽  
Igor A. Kharitonov ◽  
Lev M. Sambursky

Hardware-software subsystem designed for MOSFETs characteristic measurement and SPICE model parameter extraction taking into account radiation effects is presented. Parts of the system are described. The macromodel approach is used to account for radiation effects in MOSFET modeling. Particularities of the account for radiation effects in MOSFETs within the measurement and model parameter extraction procedures are emphasized. Application of the subsystem is illustrated on the example of radiation hardened 0.25 μm SOI MOSFET test structures.


1965 ◽  
Vol 49 (1) ◽  
pp. 90-96 ◽  
Author(s):  
J. H. Adler

ABSTRACT The presence of oestrogen inhibitory activity in oat hay (Avena sativa) and Fahli clover hay (Trifolium alexandrinum var. Fahli) has been established. The antioestrogenic effect was demonstrated by the inhibition of uterine weight increase in rats (Astwood test) in response to oestradiol injected together with the above mentioned plant extracts. The extraction procedures are described in detail and the possible biological implications of antioestrogenic and oestrogenic activity in fodder plants is discussed.


2001 ◽  
Vol 29 (2) ◽  
pp. 108-132 ◽  
Author(s):  
A. Ghazi Zadeh ◽  
A. Fahim

Abstract The dynamics of a vehicle's tires is a major contributor to the vehicle stability, control, and performance. A better understanding of the handling performance and lateral stability of the vehicle can be achieved by an in-depth study of the transient behavior of the tire. In this article, the transient response of the tire to a steering angle input is examined and an analytical second order tire model is proposed. This model provides a means for a better understanding of the transient behavior of the tire. The proposed model is also applied to a vehicle model and its performance is compared with a first order tire model.


Author(s):  
Lital Levy

A Palestinian-Israeli poet declares a new state whose language, “Homelandic,” is a combination of Arabic and Hebrew. A Jewish-Israeli author imagines a “language plague” that infects young Hebrew speakers with old world accents, and sends the narrator in search of his Arabic heritage. This book brings together such startling visions to offer the first in-depth study of the relationship between Hebrew and Arabic in the literature and culture of Israel/Palestine. More than that, the book presents a captivating portrait of the literary imagination's power to transgress political boundaries and transform ideas about language and belonging. Blending history and literature, the book traces the interwoven life of Arabic and Hebrew in Israel/Palestine from the turn of the twentieth century to the present, exposing the two languages' intimate entanglements in contemporary works of prose, poetry, film, and visual art by both Palestinian and Jewish citizens of Israel. In a context where intense political and social pressures work to identify Jews with Hebrew and Palestinians with Arabic, the book finds writers who have boldly crossed over this divide to create literature in the language of their “other,” as well as writers who bring the two languages into dialogue to rewrite them from within. Exploring such acts of poetic trespass, the book introduces new readings of canonical and lesser-known authors, including Emile Habiby, Hayyim Nahman Bialik, Anton Shammas, Saul Tchernichowsky, Samir Naqqash, Ronit Matalon, Salman Masalha, A. B. Yehoshua, and Almog Behar. By revealing uncommon visions of what it means to write in Arabic and Hebrew, the book will change the way we understand literature and culture in the shadow of the Israeli–Palestinian conflict.


2017 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 69-84
Author(s):  
Ari Murti
Keyword(s):  

Zakat merupakan salah satu dari rukun Islam yang hukumnya wajib bagi setiap muslim untuk mengeluarkannya apabila sudah mencapai nisab. Dalam fungsi ekonomi, dana zakat memiliki potensi untuk mengentaskan kemiskinan melalui pengelolaan yang bersifat produktif. Kemiskinan seakan menjadi sebuah fenomena yang harus segera diatasi. Kemiskinan membuat kehidupan seseorang menjadi tidak mudah, karena adanya keterbatasan dalam pemenuhan kebutuhan sehingga berdampak pada kesenjangan sosial. Tingkat kemiskinan dan kesenjangan sosial dari beberapa wilayah di DIY masih cukup tinggi, kemudian permasalahan lainnya produksi ekonomi lokal berpotensi untuk berkembang, namun masih terkendala dalam segi permodalan. Lembaga Amil Zakat (LAZ) didirikan dengan tujuan untuk dapat mengelola zakat, infaq, sadaqah dan waqaf (ZISWAF) agar tepat sasaran dan tepat guna dalam penyaluran zakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, menganalisis bagaimana peran RZ cabang Yogyakarta dalam menyalurkan dana zakat agar bisa berdampak dalam peningkatan usaha mustahiq.Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan (Field Research), dimana penulis akan mengumpulkan data dengan melakukan studi mendalam (in depth study) untuk mengetahui pengelolaan zakat dan penyalurannya dalam bidang pemberdayaan ekonomi di RZ cabang Yogyakarta. Melalui pendekatan metode deskriptif-kualitatif untuk mengetahui seberapa besar peran zakat tersebut terhadap peningkatan usaha mustahiq. Pemberdayaan ekonomi dilakukan dengan membentuk wilayah binaan dalam konsep Intregated Comunity Development (ICD) di tingkat Kecamatan pada masing-masing individu atau member (isitilah nama mustahiq di RZ cabang Yogyakarta) yang berjumlah 16 di setiap Kecamatan yaitu Kecamatan Banguntapan, Kecamatan Danuerejan, Kecamatan Godean dalam waktu maksimal 3 tahun. Dari masingmasing Kecamatan di dampingi oleh 1 Member Relationship Officer (MRO) yang merupakan bagian dari karyawan RZ cabang Yogyakarta yang berfungsi sebagai pendamping, pemberdaya, surveyor pemberdayaan, penggerak lingkungan, serta advokat masyarakat.Dalam manajemennya RZ cabang Yogyakarta membentuk lembaga Mandiri Daya Insani yang berfungsi sebagai pengelola dalam bidang pemberdayaan ekonomi bertemakan senyum mandiri. Adapun program penyaluran yang dilakukan yakni berbentuk bantuan usaha yang terbagi dalam dua jenis,  pertama adalah sarana usaha seperti perlengkapan, dan peralatan usaha, kemudian yang kedua adalah modal usaha berupa uang yang jumlahnya berbeda-beda. Bantuan usaha yang diberikan tidak setiap bulan, walaupun dana turun dari RZ pusat setiap bulan untuk langsung disalurkan kepada mustahiq oleh MRO, hal ini yang membedakan karena tingkat kebutuhan mustahiq di wilayah binaan berbeda satu sama lain.Melalui pemilihan sample yang terbagi ke dalam tiga sektor usaha mustahiq yaitu produksi, perdagangan, dan bisnis catering, maka penulis memperoleh data berjumlah 9 mustahiq dari 3 wilayah binaan yang memberikan keterangan mengenai kondisi usahanya. Dengan keterangan data primer yang diperoleh melalui wawancara dan observasi, kondisi usaha seluruh mustahiq yang diteliti sebelum menerima bantuan usaha memiliki pendapatan rata-rata Rp 15.000 s.d Rp 200.000 dan masih digunakan untuk perputaran modal untuk menjalankan usahanya. Kemudian setelah masing-masing mustahiq mendapatkan bantuan usaha dari RZ cabang Yogyakarta, keseluruhan mustahiq bisa meningkatkan pendapatan dengan prosentase kenaikan rata-rata 50%.s.d 100% dari kondisi usaha sebelum diberi bantuan dengan jumlah pendapatan rata-rata Rp 20.000 s.d Rp 700.000 berjumlah 6 mustahiq, kemudian pendapatan usaha diatas Rp 1000.000 berjumlah 3 mustahiq. Dengan demikian program pengelolaan zakat dalam bidang pemberdayaan ekonomi yang dilaksanakan oleh RZ cabang Yogyakarta melalui penyaluran bantuan usaha mampu memberikan pengaruh yang cukup baik terhadap kondisi usaha mustahiq sebelum dan sesudah diberi bantuan.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document