Jurnal Riset Media Keperawatan
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

15
(FIVE YEARS 0)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Stikes Sapta Bakti

2621-4385, 2527-368x

2020 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 24-32
Author(s):  
Maulidta K W

DM (Diabetes Mellitus) atau kencing manis merupakan salah satu jenis penyakit kronis, dimanakejadiannya semakin meningkat dari tahun ke tahun. Adanya kekhawatiran berlebih apabilapenyakit yang diderita ternyata tidak kunjung sembuh menjadi faktor timbulnya distress dandepresi pada pasien diabetes mellitus. Lama sakit yang dialami pasien DM ditambah denganadanya komplikasi ulkus diabetikum terjadinya penurunan kualitas kesehatan pasien DM.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama sakit dan adanya ulkusdiabetikum dengan tingkat distress dan depresi pada pasien diabetes melitus di RSUD K.R.M.TWongsonegoro. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif korelatif,dimana peneliti berusaha hubungan lama sakit dan adanya ulkus dengan tingkat distress dandepresi DM dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah pasien penderitadiabetes mellitus di RSUD K.R.M.T Wongsonegoro. Sampel penelitian sebanyak 32 pasien yangdiperoleh denganteknik accidental sampling. Pengumpulan data penelitian menggunakankuesioner dananalisis data penelitian menggunakan uji korelasi product moment.Kesimpulanpenelitian adalah lama sakit pasien sebagian besar lebih dari 10 tahun, tingkatdistress pasien sebagian besar adalah ringan, sedangkan komponen distress yang paling dominantterhadap timbulnya distres pasien adalah beban emosi dan respon terhadap tenaga kesehatan, danterdapat hubungan antara lama sakit dan adanya ulkus dengan tingkat distress dan depresi padapasien diabetes mellitus di RSUD K.R.M.T Wongsonegoro.


2020 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 21-27
Author(s):  
Wahyuningsih Wahyuningsih
Keyword(s):  
P Value ◽  

Dari hasil studi pendahuluan dengan 8 anak, anak yang mendapat pola asuh demokratis 5, otoriter 2, permisif 1.Penyesuaian diri pada anak TK diawali adanya kecemasan dari anak saat berpisah dengan orang tua, menangis dan penarikan pada awal masuk sekolah.Hal ini berkaitan dengan peran orang tua dalam mempersiapkan anak masuk sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dengan kemampuan adaptasi pada anak usia prasekolah di TK Panti Puruhita Semarang. Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu korelasi dengan desain penelitian cross sectional. Subyek penelitian sebanyak 72 responden di TK Panti Puruhita Semarang dengan menggunakan total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua dengan pola asuh demokratis sebanyak 40responden (55,6%), otoriter 27responden (37,5%) dan permisif sebanyak 5 responden (6,9%). Hasil korelasi rank spearman menunjukkan p value = 0,001 atau < 0,05. Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan kemampuan adaptasi pada anak usia prasekolah di TK Panti Puruhita Krapyak Kota Semarang.


2020 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 11-20
Author(s):  
Nova Oktavia ◽  
Dwi Fransiska
Keyword(s):  

Jumlah Lansia pada tahun 2010 berjumlah 18,1 juta jiwa, pada tahun 2030 diperkirakan akan mencapai 36 juta. Dengan semakin meningkatnya populasi lanjut usia akan menyertai potensi permasalahan yang meningkat pula sehingga membutuhkan penanganan yang serius karena secara alamiah lanjut usia akan mengalami penurunan baik dari segi biologis, sosial, maupun psikilogis yang berdampak pada kemampuan lanjut usia untuk beradaptasi dan bertahan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dan penyakit kronis dengan kualitas hidup lansia. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik, dengan rancangan Cross-Sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh lansia yang tinggal di BPPLU Tresna Werda Bengkulu yang berjumlah 57 orang, dengan jumlah sampel 36 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder, yang dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan analisis univariat (distribusi frekuensi) dan bivariat (uji chi-quare). Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2016 di BPPLU Tresna Werda Bengkulu. Hasil analisis univariat didapatkan bahwa dari 36 lansia, sebagian besar yaitu 21 (58,3%) lansia memiliki dukungan sosial kurang baik, sebagian besar yaitu 22 (61,1%) lansia menderita penyakit kronis dan sebagian besar yaitu 20 (55,6%) lansia memiliki kualitas hidup kurang baik. Hasil analisis bivariat didapatkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara dukungan sosial dan penyakit kronis dengan kualitas hidup lansia dengan nilai p=0,000 (nilai p < α = 0.05). Diharapkan pada pihak BPPLU Tresna Werda Bengkulu untuk lebih memperhatikan kebutuhan dan memantau aktifitas lansia agar kebutuhan nutrisi, kebersihan diri dan kondisi kesehatan lansia terpenuhi serta keamanan fisik terjaga.


2020 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 28-36
Author(s):  
Wijanarko Heru Pramono

Semua informasi yang teridentifikasi mengenai status kesehatan pasien, kondisi medis, diagnosis, prognosis, dan tindakan medis dan semua informasi lain yang sifatnya pribadi, harus dijaga kerahasiaannya oleh seorang perawat, bahkan setelah kematian.Hasil penelitian menunjukkan, bahwa bentuk Tanggung Jawab Hukum Perawat Terhadap Wajib Simpan Rahasia Kesehatan Pasien, terdiri atas tanggung jawab administrasi yang berkaitan dengan izin sebagai perawat, tanggung jawab perdata yang berkaitan dengan wanprestasi maupun perbuatan melawan hukum, serta tanggung jawab pidana yang berkaitan dengan pelanggaran larangan yang memenuhi unsur tindak pidana.Faktoryang menjadi hambatan dan solusi tanggung jawab hukum perawat terhadap rahasia kesehatan pasien, berawal dari tindakan wanprestasi yang dilakukan oleh perawat.Hal itu terjadi karena perawat lalai dan tidak sengaja membocorkan rahasia kesehatan pasien serta perawat menganggap kondisi kesehatan pasien adalah hal biasa dan bukan rahasia.Akibat hukum bagi perawat yang lalai terhadap wajib simpan rahasia kesehatan pasienakan berorientasi pada hukum administratif, perdata dan pidana.


2020 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
pp. 9-14
Author(s):  
Anggia Budiarti ◽  
Maritta Sari

Tuberkulosis paru merupakan penyakit infeksi yang menyerang berbagai organ terutamaparenkim paru-paru yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dengan gejala yang sangatbervariasi. Di Indonesia adalah negara dengan prevalensi TB ke-3 tertinggi di dunia dan di ProvinsiBengkulu kasus Tuberkulosis paru setiap tahunnya semakin meningkat. Kegagalan pengobatandisebabkan beberapa faktor antara lain (a) Obat : panduan obat tidak adekuat, dosis obat tidak cukup,minum obat tidak teratur/tidak sesuai dengan petunjuk yang diberikan, jangka waktu pengobatankurang dari semestinya, terjadinya resistensi obat; (b) Drop-out : kekurangan biaya pengobatan,merasa sudah sembuh, malas berobat/kurang motivasi ; (c) Penyakit : lesi paru yang sakit terlaluluas/sakit berat, penyakit lain yang menyertai tuberkulosis seperti diabetes melitus, alkoholisme danpenyakit lain serta adanya gangguan imunologis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuigambaran motivasi minum obat pada pasien tuberkulosis paru ditinjau dari dukungan keluarga.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif menggunakan teknik acidental sampling dalampemilihan sampel. Penelitian ini dilakukan di ruang poliklinik paru rumah sakit umum daerah M.Yunus Bengkulu. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan lembar chek list kepada setiapresponden yang kemudian dianalisa dengan menggunakan table distribusi, dan diinterprestasikandalam bentuk narasi. Dari hasil penelitian didapat dukungan keluarga pada pasien tuberkulosisparudalam minum obat dikategori rendah (63,79 %), dan motivasi tinggi (43 %).


2019 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
pp. 27-33
Author(s):  
Neni Triana

Paroxysmal Nocturnal Dyspnea (PND) merupakan sesak napas pada malam hari selang beberapajam ketika pasien tertidur sehingga dapat mempengaruhi kualitas tidur seseorang. Tujuan penelitianini untuk mempelajari hubungan PND dengan kualitas tidur pada pasien CHF di ruang penyakitdalam RSUD Hasanuddin Damrah Manna.Jenis Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengandesain cross-sectional.Populasi adalah seluruh pasien CHF di ruang penyakit dalam RSUDHasanuddin Damrah Manna.Sampel diambil menggunakan teknik accidental sampling yangberjumlah 35 orang.Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder.Analisis datamenggunakan uji Exact Fisher’s dengan hasil p-value = 0,004< 0,05dan uji ContingencyCoefficient (C)dengan hasil C = 0,459.Hasil penelitian didapatkan dari 35 pasien terdapat 21 (60%)mengalami PND, 23 (65,7%) dengan kualitas tidur buruk, ada hubungan PND dengan kualitas tidurpada pasien CHF di ruang penyakit dalam RSUD Hasanuddin Damrah Manna dengan kategorihubungan erat. Diharapkan tenaga kesehatan dapat memberikan intervensi non farmakologis,seperti positioning dengan posisi tidur semi fowler, sebagai alternatif untuk mengurangi PNDdalam meningkatkan kualitas tidur pada pasien CHF.


2019 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
pp. 15-26
Author(s):  
Marlin Sutrisna

Asma bronchial merupakan masalah kesehatan yang serius dengan tingkat kekambuhan yang tinggi.Terapi farmakologi jangka panjang berpotensi menimbulkan efek samping seperti peningkatan enzimhati, sakit kepala, mual, supresi adrenal, osteopenia, dan kematian. Di sisi lain teknik pernapasanbuteyko dapat memperbaiki fungsi paru, meningkatkan oksida nitrat, melembabkan danmenghangatkan udara yang berpotensi menurunkan gejala asma dan konsumsi obat-obatan. Penelitianini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik pernapasan buteyko terhadap kontrol asma.Penelitian quasi eksperimental dengan pendekatan pretest and post test one group design inimelibatkan 14 pasien asma yang dipilih dari Poli Paru RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung denganconsecutive sampling. Kontrol asma dikumpulkan dengan menggunakan Asthma Control Test (ACT)secara time series dan pemeriksaan spirometri (nilai FEV1) pada pretest dan post test minggu keempat. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif dan inferensial dengan skala signifikansip<0,05. Uji paired t-test menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan (p=0,00) antara nilai FEV1setelah diberikan teknik pernapasan buteyko (69,57±6,836) dengan nilai FEV1 sebelum diberikanteknik pernapasan buteyko (37,43±6,513). Uji Repeated ANOVA menunjukkan adanya perbedaanyang signifikan (p=0,00) antara skor ACT setelah diberikan teknik pernapasan buteyko (19,79±1,47)dengan skor ACT pada minggu III (17,50±1,78), minggu II (12,64±1,82), minggu I (9,57±1,95), danpretest (7,64±1,82). Post hoc analisis menemukan skor post test minggu ke empat (19,79±1,47)signifikan lebih tinggi daripada posttest minggu III (17,50±1,78), minggu II (12,64±1,82), minggu I(9,57±1,95), dan pretest (7,64±1,82). Disimpulkan bahwa ada pengaruh yang positif teknikpernapasan buteyko terhadap kontrol asma. Dengan demikian, penting menjadikan hasil penelitian inisebagai bahan telaah bagi petugas kesehatan di Rumah Sakit dalam upaya peningkatan kontrol asma.


2019 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
pp. 34-42
Author(s):  
Rafidaini Sazarni Ratiyun

Program imunisasi adalah bagian dari pelayanan kesehatan dasar. Bayi mendapatkan imunisasi atautidak pada dasarnya tergantung dari pengetahuan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajarihubungan pengetahuan ibu dengan kelengkapan imunisasidasar di Wilayah Kerja Puskesmas SindangBelitir Ilir Kabupaten Rejang Lebong. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desainsurvey analitik yang menggunakan rancangan penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitianadalah ibu yang memiliki bayi berusia 9-12 bulan.Pengumpulan data dengan menggunakan teknikaccidental sampling sebanyak 61 orang. Analisis data menggunakan Uji Chi-Square dengan α=0,05.Hasil uji statistik Pearson Chi-Square diperoleh nila p=0,001<0,05 jadi signifikan, sehinggadisimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan kelengkapanimunisasi dasar bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Sindang Belitir Ilir Rejang Lebong. Diharapkankepada pihak Puskesmas untuk mengoptimalkan pendekatan dan promosi yang lebih tepat lagi untukmencapai target program kelengkapan imunisasi dasar.


2019 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
pp. 1-8
Author(s):  
Ade Herman Surya Direja ◽  
Loren Juksen ◽  
Pera Daniarti

Menarik diri adalah keadaan dimana seorang individu mengalami penurunan atau bahkan sama sekalitidak mampu berinteraksi dengan orang lain di sekitarnya yang di tampilkan berupa reaksi fisikmaupun psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan Riwayat PerlakuanKekerasan dengan Kejadian Menarik Diri Penderita Skizofrenia di Ruang Murai B Dan AnggrekRSKJ Provinsi Bengkulu.Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif.Populasi daripenelitian ini adalah seluruh penderita skizofrenia yang di rawat di Ruang Murai B dan RuangAnggrek Rumah Sakit Khusus Jiwa Soeprapto Bengkulu yang berjumlah 72 pasien. Teknikpengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Total Sampling yaitu seluruh populasidijadikan sampel, artinya seluruh penderita skizofrenia yang dirawat di Ruang Murai B dan RuangAnggrek Rumah Sakit Khusus Jiwa Soeprapto Provinsi Bengkulu yang berjumlah 72 pasien.Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari rekam medikdan data primer yang diperoleh dari pengkajian langsung dengan mengisi format check list. Analisisdata dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariate dengan uji Chi Square (  2) danContingency Coefficient (C). Hasil penelitian didapatkan: (1) dari 72 orang pasien terdapat 41 orang(56,9%) menarik diri dan 31 orang (43,1%) tidak menarik diri; (2) dari 72 pasien terdapat 47 orang(65,3%) yang memiliki riwayat perlakuan kekerasan dan 25 orang (34,7%) tidak memiliki riwayatperlakuan kekerasan; (3) dari 47 orang pasien yang mempunyai riwayat perlakuan kekerasan terdapat32 orang (68,1%) menarik diri dan 15 orang (31,9%) tidak menarik diri; (4) dari 25 orang yang tidakada riwayat perlakuan kekerasan terdapat 9 orang (36%) menarik diri dan 16 orang (64%) tidakmenarik diri; (5) Hasil uji statistik chi-square (continuity correction) didapat nilai χ2 =5,606 denganasymp.sig.(p) = 0,018<0,05 berarti signifikan, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Ada hubunganriwayat perlakuan kekerasan dengan kejadian menarik diri penderita skizofrenia di RSKJ SoepraptoProvinsi Bengkulu Tahun 2018 dengan kategori hubungan sedang. Diharapkan tenaga kesehatandapat menerapkan konsep komunikasi terapeutik kepada semua pasien dan memberikan jadwalkegiatan yang teratur sehingga tidak ada pasien skizofrenia yang menarik diri dari lingkungan danorang lain.


2018 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 17-23
Author(s):  
Apolonia Antonilda Ina
Keyword(s):  
P Value ◽  

Data WHO tahun 2015 menyebutkan bahwa setiap tahun, diperkirakan 15 juta bayilahir prematur, komplikasi kelahiran prematur adalah penyebab utama kematian anak-anakdibawah 5 tahun. Berdasarkan data profil kesehatan Jawa Tengah tahun 2015 persentase bayiprematur sebesar 5,1%, lebih tinggi dibandingkan tahun 2014 yaitu 3,9%. Bayi prematurberisiko mengalami masalah kesehatan pada awal kehidupannya. Bayi prematur memilikirisiko tinggi untuk gangguan perkembangan yang berhubungan dengan sindrom distrespernapasan, paten duktus arteriosus, dan apnea prematuritas, sedangkan komplikasi jangkapanjangnya adalah displasia bronkopulmoner. Apabila masalah yang dialami bayi prematurtidak ditangani dengan baik maka akan berisiko kematian. Intervensi keperawatan bayiprematur untuk mencegah komplikasi dan merangsang pertumbuhan serta perkembanganbayi dilakukan dengan memberikan terapi komplementer. Salah satu terapi komplementeryang dapat digunakan adalah terapi musik. Terapi musik aman digunakan, praktis dan tidakmenimbulkan efek samping dalam penggunaannya. Selain itu terapi musik juga dapatdiberikan oleh orang tua bayi prematur secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis pengaruh pemberian terapi musik lullaby terhadap saturasi oksigen pada bayiprematur. Desain penelitian ini Quasi Experiment dengan rancangan one group pretestpostestwithout control. Pengambilan sampel berjumlah 34 bayi prematur dengan teknikconsecutive sampling. Setiap bayi prematur mendengarkan musik selama 45 menit selamatiga hari berturut-turut. Saturasi oksigen bayi prematur diukur pada hari pertama hingga harikeempat. Terdapat peningkatan saturasi oksigen bayi prematur sebelum dan sesudahpemberian terapi musik lullaby dengan p value <0,001. Jadi dapat disimpulkan bahwaterdapat pengaruh pemberian terapi musik lullaby terhadap saturasi oksigen pada bayipremature, sehingga terapi musik lullaby dapat diaplikasikan pelayanan kesehatan.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document