Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture)
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

50
(FIVE YEARS 9)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Gunadarma University

2686-4703, 2597-6087

Author(s):  
Samanhudi ◽  
Muji Rahayu ◽  
Amalia Tetrani Sakya ◽  
Yeni Dwi Susanti

Pemanfaatan lahan marginal khususnya lahan salin untuk lahan produksi saat ini belum optimal. Sorgum manis adalah salah satu tanaman yang memiliki daya adaptasi yang luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketahanan beberapa varietas sorgum manis terhadap berbagai kadar salinitas. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan dan Bioteknologi dan Rumah Kaca Fakultas Pertanian UNS Surakarta. Penelitian dilakukan dengan dua percobaan, percobaan pertama dilaksanakan di laboratorium dan percobaan kedua di rumah kaca. Penelitian dilaksanakan dengan Rancangan Acak Lengkap secara faktorial, terdiri atas dua faktor perlakuan dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah macam varietas sorgum manis, yaitu varietas Sweet, Numbu, Kawali. Faktor kedua adalah konsentrasi larutan NaCl terdiri atas 0, 4, 8, 12, dan 16 g/l. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis ragam pada tingkat kepercayaan 95%, dan dilanjutkan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian berbagai konsentrasi garam NaCl menurunkan pertumbuhan tanaman sorgum manis. Varietas Sweet memiliki ketahanan paling tinggi terhadap cekaman salinitas pada pengujian di laboratorium. Hasil pengujian panjang kecambah di laboratorium dapat digunakan sebagai indikator tinggi tanaman di lapangan.


Author(s):  
Yusmar Mahmud ◽  
Dasha Lististio ◽  
Mokhamad Irfan ◽  
Syukria Ikhsan Zam

Kandungan senyawa fenol dan asam organik yang memiliki kemampuan sebagai antimikroba, sehingga TKKS diduga dapat mengendalikan G. boninense dan Curvularia sp. Tujuan penelitian untuk mendapatkan konsentrasi asap cair TKKS terbaik sertamembandingkan asap cair TKKS, tempurung kelapa (TK) dan tempurung kelapa komersil (TKK) yang efektif dalam mengendalikan G. boninense dan Curvularia sp. secara in vitro. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Agustus sampai Oktober 2019 di Laboratorium Patologi, Entomologi, Mikrobiologi dan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian dan Peternakan, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau; dan di Laboratorium HPLCFakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Riau. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap yg terdiri dari 6 perlakuan meliputi G0 = 20 ml PDA + 0% asap cair + G. boninense,G1 = 19,8 ml PDA + 1% (0,2 ml) asap cair + G. boninense, G2 = 19,6 ml PDA + 2% (0,4 ml) asap cair + G. boninense,G3 = 19,4 ml PDA + 3% (0,6 ml) asap cair + G. boninense,G4 = 19,2 ml PDA + 4% (0,8 ml) asap cair + G. boninense,G5 = 19 ml PDA + 5% (1 ml) asap cair + G. boninense,C0 = 20 ml PDA + 0 % asap cair + Curvularia sp.C1 = 19,8 ml PDA + 1% (0,2 ml) asap cair + Curvularia sp.C2 = 19,6 ml PDA + 2% (0,4 ml) asap cair + Curvularia sp.C3 = 19,4 ml PDA + 3% (0,6 ml) asap cair + Curvularia sp.C4 = 19,2 ml PDA + 4% (0,8 ml) asap cair + Curvularia sp.C5 = 19 ml PDA + 5% (1 ml) asap cair + Curvularia sp. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3kali. Parameter yang diukur adalah morfologi patogen, total fenol asap cair TKKS, uji efektivitas daya hambat, laju pertumbuhan, indeks anti jamur, dan uji komparatif asap cair. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian asap cair mengakibatkan perubahan ukuran diameter koloni patogen,asap cair memiliki total fenol + 9,98%. Konsentrasi asap cair TKKS berpengaruh nyata terhadap efektivitas daya hambat, menekan laju pertumbuhan, indeks anti jamur terhadap G.boninense dan Curvularia sp. Uji komparasi menunjukkan bahwa jenis asap cair tidak berpengaruh tehadap G. boninense, sedangkan terhadap Curvularia sp.berpengaruh nyata. Kesimpulan dari hasil penelitian konsentrasi asap cair TKKS terbaik adalah 5% dan asap cair TK memiliki efektivitas yang lebih tinggi dalam mengendalikan G. boninense, dan Curvularia sp. dengan efektivitas 100%.


Author(s):  
Puspa Dewi Rahmadani ◽  
Budiman ◽  
Ady Daryanto ◽  
Sigit Widiyanto

Tomat (Solanum lycopersicum L.) merupakan salah satu jenis sayuran buah yang bernilai ekonomi tinggi. Perbaikan produktivitas tomat di dataran rendah dapat dilakukan melalui kegiatan pemuliaan tanaman dengan menggunakan metode persilangan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari keragaan karakter kualitatif dan kuantitatif serta mengevaluasi komponen hasil tanaman tomat generasi F6 hasil persilangan di rumah kaca dataran rendah. Penelitian dilaksanakan di dalam Rumah Kaca Universitas Gunadarma, Depok pada bulan Maret hingga Juli 2021. Rancangan percobaaan yang digunakan yaitu Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) satu faktor. Perlakuan terdiri atas 3 genotipe tomat generasi F6 yaitu RwTa-4-10U-5U-2U-2U (G1), RwTa-4-10U-6U-1H-3U (G2), RwTa-4-10U-6U-4U-2U (G3) dan 2 varietas komersial yaitu Tantyna F1 (G4) dan Tora (G5) dengan 3 ulangan. Parameter yang diamati terdiri atas karakter kualitatif, kuantitatif dan karakter komponen hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe G1, G4 dan G5, masing-masing memiliki keseragaman yang baik pada seluruh karakter kualitatif yang diamati. Karakter komponen hasil yang tinggi ditunjukkan oleh genotipe G1 dan G3 yang merupakan generasi F6 hasil pemuliaan.


Author(s):  
Mohamad Alix Ababil ◽  
Budiman ◽  
Tubagus Kiki Kawakibi Azmi

Pisang merupakan salah satu produk tanaman yang banyak dikonsumsi oleh semua kalangan masyarakat. Tingkat konsumsi yang meningkat harus disertai dengan ketersediaan bibit yang mencukupi. Hal tersebut dapat diperoleh dengan kultur jaringan untuk menghasilkan bibit dalam jumlah banyak dan cepat. Aklimatisasi merupakan penyesuaian bibit dari in vitro menuju in vivo. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan planlet selama aklimatisasi salah satunya yaitu media tanam. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh kombinasi media tanam terhadap pertumbuhan pisang Cavendish pada tahap aklimatisasi. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu kombinasi media tanam. Perlakuan kombinasi media tanam yaitu P0 = tanah: pasir (1:1), P1 = tanah: pupuk kascing (1:1), P2 = pasir: pupuk kascing (1:1), dan P3 = tanah: pasir: pupuk kascing (1:1:1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi media tanam berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bibit pisang untuk variabel tinggi bibit, panjang dan lebar daun pisang Cavendish. Perlakuan P2 dengan kombinasi pasir : kascing (1:1) direkomendasikan untuk aklimatisasi bibit pisang Cavendish karena menunjukkan respon pertumbuhan yang cepat dan menunjukkan hasil tertinggi pada variabel tinggi bibit selama 12 MST dibandingkan dengan perlakuan lainnya.


Author(s):  
Vira Irma Sari ◽  
Agung Dharma Prasetio
Keyword(s):  

Kegiatan penyemprotan umumnya menggunakan alat semprot knapsack sprayer yang memiliki nozzle untuk mengubah larutan menjadi butiran semprot. Pemilihan nozzle harus tepat agar butiran semprot yang dihasilkan sesuai dengan target penyemprotan. Nozzle polijet dan flat fan adalah dua nozzle yang umumnya digunakan oleh masyarakat. Kalibrasi kedua nozzle tersebut dibutuhkan agar mengetahui kualitas dan kuantitas volume semprot yang dihasilkan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan lebar semprotan, volume semprot dan mendapatkan rekomendasi nozzle yang tepat berdasarkan hasil kalibrasi. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Januari 2021sampai Maret 2021 di areal percobaan Kabupaten Labuhan Batu Selatan, Sumatera Utara. Penelitian ini disusun dalam rancangan acak kelompok (RAK) non faktorial yang terdiri dari dua perlakuan yaitu : P1 (polijet) dan P2 (flat fan). Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali, sehingga terdapat 10 kali percobaan. Data dianalisis menggunakan Uji T pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nozzle polijet menghasilkan lebar semprot, flowrate, konsentrasi dan kebutuhan bahan per tangki yang lebih kecil dibandingkan flat fan, namun menghasilkan volume semprot yang lebih besar. Berdasarkan hasil perhitungan kalibrasi, nozzle polijet lebih direkomendasikan karena membutuhkan bahan (herbisida) yang lebih sedikit sehingga aman bagi lingkungan dan menghemat biaya.


Author(s):  
Riski Anisah ◽  
Marchel Putra Garfansa ◽  
Iswahyudi ◽  
Moh Ramly
Keyword(s):  

Tanaman bawang merah (Allium cepa L) salah satu komuditas sayuran yang banyak manfaatnya. Bawang merah dapat ditanam dengan menggunakan media bokhasi. Bokhasi merupakan hasil fermentasi bahan organik dari limbah pertanian dengan bantuan bakteri EM-4. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari respon pertumbuhan dan produksi bawang merah terhadap berbagai jenis bokhasi. Penelitian dilakukan dari Januari sampai April 2020. Perlakuan disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL), dan setiap perlakuan diulang tiga kali. Perlakuan penelitian meliputi media tanam bokhasi cocopeat, sekam, serbuk gergajian, dan arang sekam; dan media tanam tanah sebagai kontrol. Parameter yang diamati meliputi pertambahan tinggi tanaman (cm) jumlah daun perumpun, jumlah umbi perumpun, bobot umbi perumpun (g). Data dianalisis dengan ANAVA, dan jika ada perlakuan yang berpengaruh nyata pada taraf 5%, dilakukan uji lanjut dengan BNJD. Hasil menunjukkan tidak terdapat pengaruh nyata untuk setiap perlakuan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Akan tetapi data menunjukkan perlakuan media tanam bokashi sekam memberikan berat umbi tertinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnnya.


2021 ◽  
Vol 5 (2) ◽  
pp. 109-125
Author(s):  
Farriza Diyasti ◽  
Faisal Malik ◽  
Bibit Bakoh
Keyword(s):  

Kejadian penyakit luka api terjadi hampir di seluruh sentra perkebunan tebu di Indonesia, dengan potensi kehilangan hasil dapat mencapai 75%. Perkembangan penyakit dipengaruhi oleh fluktuasi iklim global. Perencanaan pengendalian secara dini perlu dilakukan sebagai tindakan awal mencegah kehilangan hasil yang lebih besar. Tulisan ini bertujuan menganalisis perkembangan penyakit luka api di Indonesia selama 10 tahun terakhir serta meramalkan serangannya untuk tahun mendatang. Data hasil pengamatan serangan luka api diperoleh dari laporan daerah sentra tebu se-Indonesia, kemudian diolah dan dianalisis regresi dengan Microsoft excel 2010 sesuai dengan metode peramalan yang dikembangkan oleh BBPOPT. Model peramalan yang diperoleh y = 0.64 + 0.63x, dengan hasil ramalan serangan luka api akan meningkat sebesar 14.3% di Provinsi Jawa Barat dan menurun di Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah yaitu sebesar 18.4% dan 7.5% pada tahun 2022. Beberapa cara pengendalian untuk mengantisipasi kejadian tersebut antara lain dengan bongkar ratoon disertai pengolahan tanah yang baik dan benar, penanaman varietas tahan (PS 862, PS 941, PS 882, dan VMC-76-16) serta aplikasi fungisida berbahan aktif Flutriafol sebagai langkah terakhir.


Author(s):  
Dian Novitasari ◽  
Iswahyudi ◽  
Kelik Perdana Windra Sukma

Padi IPB 3S merupakan hasil persilangan padi Fatmawati dan koleksi padi jenis lainnya yang dihasilkan oleh Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan keungggulan tahan terhadap berbagai macam penyakit diantaranya penyakit turgo, penyakit blas serta penyakit hawar pada tanaman padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk bokhasi terhadap tanaman padi IPB 3S. Penelitian dilakukan di Desa Sumedangan Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan. Perlakuan disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan dosis pupuk (kontrol (tanpa pupuk), 1 kg/m2 (P1) dan 2 kg/m2 (P2)) yang masing masing diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk bokashi dengan perlakuan P2 memberikan hasil tanaman terbaik namun tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati.


Author(s):  
Siti Setya Wati ◽  
Aisyah ◽  
Risnawati
Keyword(s):  

Serangan serangga hama dapat menimbulkan kerugian bagi petani dan menurunkan hasil panen. Salah satu teknik pengendalian yang dapat dilakukan yaitu dengan meggunakan insektisida nabati dari ekstrak buah Cabe Jawa (Piper retrofractum). Fitotoksisitas merupakan salah satu parameter uji kandidat tanaman sebagai insektisida botani. Tingkat fitotoksisitas tanaman buah cabe Jawa terhadap beberapa tanaman hidroponik belum pernah dilakukan pengujian. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi fitotoksisitas sediaan sederhana buah P. retrofractum terhadap beberapa tanaman hidroponik. Rancangan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor dengan 2 taraf konsentrasi yaitu kosentrasi 5 dan 10%, terdiri dari 4 perlakuan (kontrol, konsentrasi 5%, konsentrasi 10% dan pestisida kimia 0.5%) dan 3 ulangan. Pengujian fitotosisitas sediaan P. retrofractum digunakan konsentrasi 5 dan 10%. Metode pengujian menggunakan metode penyemprotan yang dilakukan pada tanaman sawi, pakcoy, kangkung dan tomat dan analisis data pertumbuhan tanaman menggunakan program SPSS. Sediaan sederhana serbuk P. retrofractum tidak menyebabkan gejala fitotoksisitas pada tanaman sawi, pakcoy, kangkung dan tomat sehingga sediaan sederhana serbuk P. retrofractum aman untuk diaplikasikan dan memilik peluang sebagai pengendali serangga hama untuk tanaman sawi, pakcoy, kangkung dan tomat yang ditanam secara hidroponik.


Author(s):  
Ayu Nindita Nuraini ◽  
Evan Purnama Ramdan ◽  
Erniawati Diningsih
Keyword(s):  
Rt Pcr ◽  

Bunga krisan merupakan tanaman hias populer di Indonesia. Saat ini telah dilaporkan 14 jenis virus yang dapat menginfeksi tanaman krisan, sehingga akan menurunkan hasil bunga krisan. Oleh karena itu, pada penelitian ini akan diidentifikasi penyakit tanaman krisan yang disebabkan oleh virus dengan menggunakan teknik RT-PCR. Penelitian diawali dengan pengamatan gejala penyakit pada daun yang diindikasikan terinfeksi virus. Sampel daun bergejala kemudian diambil untuk diidentifikasi dengan teknik RT-PCR meliputi proses ekstrasi total DNA dan ampilifikasi nukleotida dengan menggunakan pasangan primer berupa primer forward (F) (5’-CAACTGAAGCTTCAACGCCTT-3’) dan primer reverse (R) (5’-AGGATTACTCCTGTCTCGCA-3’). Hasil penelitian menunjukkan bahwa gejala yang diamati pada daun krisan adalah warna kuning pada daun dan kerdil pada tanaman krisan diduga adanya infeksi CSVd (Chrysantenum Stunt Viroid). Konfirmasi melalui teknik RT-PCR teridentifikasi bahwa gejala tersebut disebabkan oleh CSVd dengan teramplifikasinya cDNA CSVd pada ukuran 250 bp.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document