Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

37
(FIVE YEARS 8)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Universitas Islam Kadiri

2685-130x, 2684-9003

2021 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 43
Author(s):  
Ahmad Idris ◽  
Bagus Prasetyo Adi ◽  
Wressita Yuliantikasari

Potensi lokal desa Krosok adalah sektor pertanian dan peternakan dan memiliki alam yang luas dan masih terjaga.Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat di desa Krosok adalah memberikan edukasi kepada masyarakat bagaimana mengelola sektor pertanian dan peternakan menggunakan cara-cara yang modern. Kegiatan ini berupa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Islam Kadiri selama satu bulan mulai tanggal 1 Agustus 2017 sampai 5 September 2017. Kegiatan KKN terdiri dari 2 kegiatan utama yaitu pertama kegiatan edukasi dan  kedua kegiatan partisipasi pembangunan sarana prasarana desa. Beberapa kegiatan yang telah dilakukan seperti pembuatan silase dari hijauan ternak, pengembangan pestisida nabati dan mikroorganisme lokal untuk pertanian yang ramah lingkungan, pengembangan UMKM dan etika dalam berbisnis, serta penataan arsip atau dokumen keluarga. Kegiatan berjalan baik dengan dukungan pemerintah desa. Kemudian melihat sumber daya alam yang melimpah memunculkan ide untuk menciptakan desa agrowisata di desa Krosok meskipun hal tersebut belum bisa terealisasi. Akan tetapi dengan adanya kegiatan ini memberi dorongan kepada masyarakat untuk mulai memikirkannya.


2021 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 49
Author(s):  
Fajar Setyawan ◽  
Navita Maharani ◽  
Siska Andriani ◽  
Ardyana Tri P ◽  
Siti Mariyana

Desa Dermojayan kecamatan Srengat kabupaten Blitar memiliki potensi tanaman berupa talas dan buah jeruk yang melimpah. Potensi ini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan nilai tambah dan nilai jual hasil tanaman tersebut. Untuk itu maka perlu dilakukan kegiatan pelatihan pengolahan batang talas dan buah jeruk menjadi produk-produk yang memiliki nilai ekonomis dan bermanfaat untuk masyarakat sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat desa Dermojayan. Beberapa produk olahan yang dihasilkan dari kegiatan ini meliputi kripik lompong dan permen jeruk. Diversifikasi produk buah talas masih terbatas pada rumah tangga, dimana dulu batang talas hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Kegiatan bertujuan berbagi ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat desa Dermojayan untuk proses pengolahan kripik lompong. Bukan hanya talas, di sana juga terdapat perkebunan buah jeruk seluas 800 ru atau 11.200 m2 dengan jumlah 800 pohon buah jeruk. Buah jeruk sortiran yang biasanya hanya dimanfaatkan sebagai es jeruk, diolah dan dibuat inovasi produk baru dengan membuat olahan permen jeruk. Diharapkan masyarakat mampu membuka usaha UMKM sehingga dapat mengangkat perekonomian di desa Dermojayan itu sendiri.


2021 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 9
Author(s):  
Indiyah Murwani ◽  
Siti Muslikah ◽  
Siti Asmaniyah Mardiyani

Ibu-ibu yang tinggal di wilayah RW VI sebagian tidak bekerja sehingga masih memiliki waktu untuk melakukan  kegiatan produktif,  dengan cara melakukan budidaya sayur organik. Metode yang dilakukan dengan  melatih dan praktek cara mengelola sampah organik menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan sebagai media tanam sayuran. Sempitnya lahan bertanam diatasi dengan  sistem tanam vertikultur. Data yang diperoleh bahwa kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di sungai cukup tinggi yaitu sebesar 100 %, warga yang membuang sampah di pekarangan sendiri hanya 10%, karena ada petugas sampah yang selalu mengambil sampah. Dari hasil pengamatan di lapang bahwa ibu-ibu sudah melakukan pemilahan sampah mulai dari dapur, dengan memilih sampah anorganik yang dijual ke tukang rombeng, sebesar 75 %. Ibu-ibu yang melakukan pemilahan sampah organik dan  memanfaatkan sebagai bahan kompos masih cukup rendah, yaitu  sebesar 35 %. Oleh karena itu tim terfokus melakukan penyuluhan terkait pemanfaatan sampah organik rumah tangga sebagai bahan baku kompos yang dapat dipergunakan sebagai media tumbuh bagi kebun sayur vertikultur. Kegiatan penyuluhan dilakukan 2 kali yakni pemberian materi dan praktek.  Materi utama yang diberikan adalah pemanfataan sampah organik sebagai kompos dan praktek budidaya sayuran secara vertikultur.


2021 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 25
Author(s):  
Purwaniati Purwaniati ◽  
Denni Fransiska ◽  
Helena Marpaung ◽  
Emma Emawati ◽  
Kania Fajarwati

Pandemi COVID-19 masih berlangsung hingga kini. Hal ini “memaksa” seluruh masyarakat  untuk menerapkan new normal dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun dibawah air mengalir atau menggunakan hand sanitizer, menggunakan masker di area publik  dan social distancing, menjadi keharusan dalam kehidupan masyarakat saat ini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan sebagai upaya mengedukasi masyarakat berkenaan dengan new normal tersebut. Kegiatan ini juga ditujukan sebagai upaya peningkatan kemandirian masyarakat dalam pemenuhan produk untuk mencuci yang sangat diperlukan oleh setiap rumah tangga. Rangkaian kegiatan yang dilakukan pada bulan September-Oktober 2020 ini terdiri dari: sosialiasi, pretest, penyuluhan (edukasi) protokol kesehatan pandemi COVID-19, pelatihan pembuatan sediaan untuk mencuci, post-test dan penutupan. Pelatihan pembuatan sediaan untuk mencuci meliputi: pembuatan deterjen cair, pelembut pakaian dan sabun cuci tangan. Dengan pelatihan tersebut masyarakat secara individu atau berkelompok selanjutnya dapat memproduksi sendiri sediaan untuk mencuci untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka. Berdasarkan hasil pretest-post-test kegiatan ini terbukti meningkatkan pengetahuan masyarakat mitra. Masyarakat mitra juga sangat terbantu dan berterima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini.


2021 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 36
Author(s):  
Yohanes Paulus Florianus Erfiani ◽  
Hesni Neno
Keyword(s):  

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, serta kemampuan para guru Bahasa Inggris untuk menerapkan metode pengajaran Task Based Language Teaching (TBLT) dalam proses belajar mengajar. Dengan demikian, metode pelaksanaan kegiatan ini adalah metode sosialisasi, diskusi dan metode bimbingan. Metode sosialisasi dilaksanakan sebagai prosedur awal pengenalan dan pendekatan dengan para guru Bahasa Inggris. Metode pelatihan dilakukan dalam bentuk pelatihan bertujuan untuk melatih para guru Bahasa Inggris untuk menerapkan metode TBLT dalam pengajaran. Metode diskusi dilaksanakan guna mendapatkan respon atau stimulus dari para guru mengenai pemahaman tentang metode pengajaran TBLT. Metode bimbingan dilaksanakan untuk mengarahkan dan melatih para guru agar menerapkan metode TBLT dalam proses belajar mengajar di dalam kelas. Kegiatan ini diikuti oleh 6 orang guru mata pelajaran Bahasa Inggris di SMP Negeri 2 Insana. Melalui pelaksanaan kegiatan ini para guru memiliki pemahaman dan konsep mengenai metode pengajaran TBLT dengan baik. Para guru juga mampu mengadopsi metode ini dan menerapkan dalam kegiatan belajar mengajar didalam kelas. Disamping itu, para guru mampu menerapkan pembelajaran berbasis tugas dengan prosedur yang tepat dan terstruktur.


2021 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 30
Author(s):  
Jamiatul Hamidah ◽  
Akhmad Syakir
Keyword(s):  

Tujuan dilaksanakan kegiatan sosialisasi ini adalah untuk memberikan pelatihan kepada para ustaz/ustazah tentang kaidah Bahasa Indonesia dan tata bahasa baku dan untuk meningkatkan kompetensi kebahasaan para ustaz/ustazah. Manfaat yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan atau wawasan para ustaz/ustazah terhadap kaidah bahasa Indonesia, meningkatkan pemahaman terhadap unsur serapan, serta menghindari kesalahan penulisan kosa kata bahasa Indonesia. Metode kegiatan sosialisasi ini adalah dengan ceramah, menyampaikan kaidah dan pedoman umum Bahasa Indonesia. Kegiatan dilaksanakan dalam satu hari, dengan sasaran para pengajar TPA yang tergabung dalam Forum Ustaz dan Ustazah Kecamatan Banjarmasin Timur. Kegiatan dilaksanakan di TPA Unit 201 Darul Mu’minin, yang beralamat di Jalan Pramuka Komplek Kenanga (Cinta Puri) RT.07 Banjarmasin Timur, Kalimantan Selatan. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 211 orang dari 39 Unit TPA yang tersebar di Kecamatan Banjarmasin Timur. Hasil kegiatan sosialisasi Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia kepada Forum Ustaz-ustazah Se-Banjarmasin Timur adalah meningkatnya kompetensi dan pengetahuan ustaz-ustazah terhadap pedoman dan kaidah Bahasa Indonesia.


2021 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 1
Author(s):  
Barotun Mabaroh ◽  
Sugianti Sugianti ◽  
Achmad Nadif ◽  
Miftahul Khoiri ◽  
Evi Sulistyowati

Program pengabdian kepada masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) bertujuan membangun jiwa kewirausahaan, mengolah sampah menjadi barang berguna, dan menciptakan budaya literasi bagi siswa-siswi di lingkungan sekolah MA Al Furqon Bugul Lor Kota Pasuruan. Kegiatan berupa penyampaian sosialisasi dan pelatihan pembuatan coklat praline. Selain itu, tim pengabdian KKNT juga memberikan pelatihan pembuatan kerajinan tangan dari kain perca menjadi gantungan kunci, bross, dan kotak pensil. Kegiatan pendidikan lingkungan berupa sosialisasi kepada siswa-siswi mengenai pembuatan tempat sampah organik dan nonorganik serta penanaman tanaman hias pada botol bekas. Dengan kegiatan ini diharapkan siswa-siswi menyadari betapa pentingnya kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan terakhir adalah meningkatkan budaya literasi bagi siswa-siswi melalui pembuatan papan motivasi, labelling, dan penataan ulang perpustakaan sekolah menjadi ruang baca yang lebih representatif. Hasil dari kegiatan KKNT mendapatkan respon dan apresiasi yang memuaskan dari pihak sekolah. Tim pengabdian KKNT berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkesinambungan untuk mendorong kreatifitas siswa-siswi.


2021 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 18
Author(s):  
Ratri Candra Hastari

Tujuan dilaksanakan kegiatan abdimas adalah memberikan informasi kepada masyarakat umum khususnya mahasiswa/peserta diklat dasar karya tulis ilmiah tentang bagaimana cara penelusuran referensi secara digital dan informasi tentang plagiat/plagiasi. Kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk pelatihan dilaksanakan secara offline atau tatap muka dengan mematuhi protokol kesehatan. Kegiatan pelatihan penelusuran suatu referensi karya tulis ilmiah berbasis digital dan plagiarisme sangat dibutuhkan/diperlukan bagi mahasiswa. Dengan adanya pelatihan penelusuran suatu referensi digital dan plagiarisme bisa menjadi bekal mahasiswa untuk menyusun suatu karya tulis ilmiah.


2020 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 76
Author(s):  
Ashadi Sasongko
Keyword(s):  

Ketersediaan laboratorium kimia di SMA sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui metode praktikum. Kecukupan jumlah guru dan laboran juga sangat mempengaruhi kelancaran pelaksanaan praktikum. SMA Negeri 5 Balikpapan merupakan salah satu SMA ternama yang memiliki alat dan bahan praktikum kimia cukup memadai, namun sempat mengalami kekosongan kegiatan praktikum. Tim dosen dan mahasiswa Prodi Teknik Kimia Institut Teknologi Kalimantan (ITK) melakukan identifikasi untuk mengetahui alat dan bahan yang dapat digunakan. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa alat dan bahan yang ada memadai untuk berbagai materi praktikum kimia, termasuk praktikum titrasi asam basa, yang termasuk materi sulit dalam ilmu kimia. Modul praktikum disiapkan untuk menjadi acuan bagi siswa. Pre-test dan post-test digunakan untuk mengetahui dampak pelaksanaan praktikum titrasi. Praktikum titrasi menunjukkan dampak yang signifikan dalam mengoptimalkan pemanfaatan laboratorium kimia dan meningkatkan pemahaman siswa terhadap titrasi asam basa.


2020 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 85
Author(s):  
Sucipto Sucipto ◽  
Tutut Indah Sulistiyowati ◽  
Budhi Utami ◽  
Rezki Suci Qamaria

Pengobatan tradisional masih menjadi primadona bagi masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat yang ada di desa Semen, kecamatan Semen Utara, kabupaten Kediri. Namun, masyarakat selama ini masih membeli bahan-bahan obat tradisional di pasar. Padahal desa tersebut memiliki potensi untuk melakukan budidaya tanaman obat keluarga seperti tanaman jahe, sereh, kunyit, temulawak, dan kencur. Lahan pemukiman di desa Semen mencapai sekitar seperempat luas total lahan (48,81 Ha) yang memberi peluang gerakan budidaya tanaman obat keluarga dapat dilakukan di halaman atau pekarangan rumah warga. Oleh karena itu, tim pengabdian berinisiatif membuat program Gerakan Budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan ke masyarakat desa terkait pemanfaatan tanaman obat, cara budidaya tanaman obat, dan cara mengolah tanaman obat untuk dikomsumsi. Adapun kegiatan yang dilakukan adalah mengajak warga setempat untuk bersama-sama membuat lahan di depan rumah masing-masing dan menanam beberapa jenis tanaman obat. Selanjutnya, warga setempat diberikan sosialisasi terkait manfaat dan praktik langsung cara mengolah tanaman obat tersebut. Alhasil, gerakan menanam obat keluarga ini mampu mengubah kesadaran, keterampilan, dan perilaku gaya hidup sehat masyarakat di desa Semen.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document