Jurnal Imiah Management Agribisnis (Jimanggis)
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

18
(FIVE YEARS 6)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Program Pascasarjana Universitas Sjakhyakirti

2776-107x, 2776-1088

2021 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
pp. 39-62
Author(s):  
Lifitanti Lifitanti ◽  
Indah Fitriyani ◽  
Maryanah Hamzah

Tujuan penelitian ini terdiri dari: 1) Menghitung proporsi distribusi kuantitatif beras yang dihasilkan petani setiap musim dalam setahun, 2) Mengidentifikasi komponen biaya persediaan serta menghitung biaya persediaan di tingkat petani yang dikeluarkan setiap musim dalam satu tahun. tahun. 3) Menganalisis pengaruh penawaran gabah di tingkat petani terhadap pendapatan usahatani padi. Lokasi penelitian ini dipilih secara purposive dengan mempertimbangkan petani memiliki persediaan produksi padi. Penelitian ini menggunakan metode survei. Sampel penelitian ini berjumlah 38 responden dari 283 petani sebagai populasi yang diambil secara simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi distribusi produksi beras yang dilakukan oleh petani di Kecamatan Sumber Harta Kecamatan Sumber Harta Kabupaten Musi Rawas adalah proporsi penjualan pertama 42,98%, proporsi stok jual 19,70%, proporsi gaji. panen 16,96%, proporsi upah giling 6,35%, dan proporsi benih 1,52%. Dengan demikian diketahui bahwa hasil padi setiap musim tanam memenuhi kebutuhan konsumsi beras petani. Rata-rata jumlah persediaan gabah di tingkat petani per tahun di Sumber Harta adalah 1.306,99 kg dengan rata-rata biaya persediaan yang dikeluarkan per tahun sebesar Rp88.972,88. Hasil analisis menunjukkan besarnya biaya persediaan per kg dengan harga panen lebih rendah dari harga jual beras terakhir. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa petani yang melakukan penyimpanan gabah terlebih dahulu memperoleh keuntungan yang lebih besar dibandingkan dengan menjual seluruh pada saat panen raya dengan selisih sebesar Rp2.083.246,22. Diketahui juga suplai gabah di tingkat petani mempengaruhi pendapatan usahatani padi di Kecamatan Sumber Harta.


2021 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
pp. 63-68
Author(s):  
M. Mustopa Romdhon

Wanita memainkan peran penting dalam memberikan kontribusi bagi pendapatan rumah tangga nelayan. Kontribusi pendapatan dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga untuk pangan seperti beras, mie, sayuran, buah-buahan, dll dan untuk non-pangan seperti kain, rumah, kesehatan, pendidikan, dll). Secara ekonomi, tambahan pendapatan dari wanita meningkatkan aksesibilitas pangan rumah tangga nelayan. Tujuan penelitian untuk menganalisis kontribusi pendapatan wanita terhadap pendapatan rumah tangga nelayan dan menganalisis akses pangan berdasarkan indikator ekonomi. Responden adalah istri dari 30 nelayan yang ditentukan secara sensus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi pendapatan wanita terhadap pendapatan rumah tangga nelayan sebesar 31,56 persen, pendapatan itu berasal dari kegiatan pengolahan dan pemasaran ikan.  Persentase pengeluaran rumah tangga untuk konsumsi non-pangan sebesar 66,29 persen, lebih tinggi dari pengeluaran untuk konsumsi pangan sebesar 33,71 persen. Berdasarkan kriteria garis kemiskinan pengeluaran konsumsi rumah tangga nelayan masih di atas garis kemiskinan. Secara ekonomi, disimpulkan bahwa akses rumah tangga nelayan terhadap pangan adalah baik. Implikasi kebijakan adalah pemerintah daerah perlu merancang kebijakan bantuan dalam bentuk inkubator bisnis untuk usaha kecil perikanan tangkap, bantuan berupa teknologi tepat guna dan manajemen pemasaran produk. Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas dan kontinuitas kelangsungan bisnis, kontribusi pendapatan wanita dan aksesibilitas pangan untuk rumah tangga nelayan.


2021 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
pp. 17-26
Author(s):  
Hengki Hengki

Penelitian ini dilaksanakan bulan Januari 2021, di Desa Sungai Rengit Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung nilai tambah, mengidentifikasi pola saluran pemasaran dan penerapan strategi pemasaran proses salai ikan patin. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah studi kasus, kemudian dianalisis dengan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tambah usaha salai  ikan patin sebesar Rp. 14.940,-. (rasio nilai tambah sebesar 47,428%). Keuntungan yang diperoleh Rp.670,967,-/Kg dengan marjin Rp.15.500,-/Kg ikan patin segar. Usaha salai ikan patin Jaya memiliki 2 pola saluran pemasaran yaitu saluran pemasaran nol tingkat atau saluran pemasaran langsung (zero levels channel or direct marketing channel) dan saluran pemasaran satu tingkat (one level) atau penjualan melalui satu perantara.  Hasil analisis SWOT usaha salai ikan patin dengan menerapkan kebijakan strategi agresif yang lebih fokus pada strategi SO (strength-opportunity). Nilai R/C sebesar 1,618 (> 1=untung) .  


2021 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
pp. 1-16
Author(s):  
R.A. Emmy Kurniati ◽  
Viaya Dini Kertasari ◽  
Susiana Susiana ◽  
Junaidi Junaidi

Penelitian ini bertujuan untuk menghitung: 1. Biaya produksi yang dikeluarkan petani serta pendapatan petani dari usaha tani  jagung hibrida, 2. Keuntungan yang diperoleh dari usaha tani jagung hibrida, 3. Besarnya kontribusi  usaha tani jagung hibrida terhadap  pendapatan petani.  Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan yang penentuan lokasi secara sengaja (purposive). Petani contoh diambil dilakukan secara acak dengan menggunakan (simple random sampling), diambil 20 petani dari 40 petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Biaya produksi yang dikeluarkan petani dalam usahatani jagung hibrida di Kecamatan Sembawa adalah rata-rata sebesar Rp. 3.936.250,-/luas garpan atau Rp. 13.727.500,-/ha, sedangkan penerimaan yang diterima petani adalah sebesar Rp. 6.600.000/Lg atau Rp.24.000.000,-/ha, dan pendapatan yang diperoleh adalah sebesar Rp. 2.663.750,-/Lg atau Rp. 10.272.500/ha. 2. Usahatani jagung hibrida di Kecamatan Sembawa adalah menguntungkan, karena nilai R/C 1,68. 3. Kontribusi pendapatan usahatani jagung hibrida terhadap total pendapatan keluarga di Kecamatan Sembawa adalah sebesar 45,62 % per luas garapan atau 76,39% per hektar. Kata Kunci : jagung hibrida, keuntungan, usahatani


2021 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
pp. 27-38
Author(s):  
Kuwatno Kuwatno ◽  
Agoes Tony Ak ◽  
Sumardi Sumardi

Penelitian ini bertujuan untuk menghitung besarnya biaya produksi dan besarnya pendapatan yang diterima pada usahatani pola tanam padi-padi dan pola tanam padi-jagung. Lokasi penelitian sengaja dipilih dengan pertimbangan bahwa petani di desa tersebut melakukan pola tanam padi-padi maupun pola tanam padi-jagung. Responden dipilih secara stratified random sampling sebesar 25%. Data dalam penelitian ini terdiri dari data primer yang diperoleh dari responden melalui wawancara dengan bantuan kuesioner dan observasi terhadap objek yang diteliti, sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi yang terkait dengan penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode analisis biaya dan pendapatan dengan menggunakan rumus Pd = TR-TC, kemudian dilanjutkan dengan analisis R/C untuk menentukan keuntungan dan kelayakan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan usahatani pola tanam padi-padi sebesar Rp. 19.460.923,- per hektar dengan R/C 2,45, sedangkan pendapatan usahatani pada pola tanam padi-jagung adalah Rp. 35.717.280,- per hektar dengan R/C 2,97. Dilihat dari besaran pendapatan dan besarnya R/C, usahatani pola tanam padi-padi dan pola tanam padi-jagung sama-sama menguntungkan, tetapi lebih menguntungkan untuk usahatani pola tanam padi-jagung.


2021 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
pp. 69-80
Author(s):  
Yedi Wihardi
Keyword(s):  

Penelitian ini membahas tentang analisis pembesaran dan pembenihan ikan lela (clarias gariepinus) di Kelurahan Sri Mulya Kecamatan Sematang Borang Kota Palembang. Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Rata-rata biaya yang dikeluarkan pembesaran ikan lele adalah Rp. 10.080.517, sedangkan pendapatan pembesaran ikan lele sebesar  Rp. 3.247.483 dalam 1 periode. Rata-rata biaya yang dikeluarkan pembenihan ikan lele adalah Rp. 2.714.417, sedangkan pendapatan pembenihan ikan lele sebesar Rp. 2.465.533 dalam 1 periode. Faktor-faktor  yang mempengaruhi pendapatan pembesaran ikan lele adalah modal, luas kolam, dan tenaga kerja.


2020 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 87-106
Author(s):  
Atikah Putri ◽  
Mirza Antoni ◽  
Henny Malini

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis kinerja KUD Manunggal Jaya dalam melayani petani anggota di Kecamatan Karang Jaya Kabupaten Prabumulih Timur. (2) mengetahui kualitas dan pendapatan petani anggota KUD Manunggal Jaya, petani di Kelurahan Karang Jaya. (3) mengetahui hubungan kinerja KUD dengan pendapatan dan kualitas bahan olahan karet yang dihasilkan petani di Desa Karang Jaya. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Karang Jaya Kabupaten Prabumulih Timur. Pemilihan lokasi bersifat purposive. Pengumpulan data dilakukan pada November 2019 hingga selesai. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Survei. Penelitian ini mengambil 30 sampel dari 1.144 populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Hasil perhitungan kinerja keuangan KUD Manunggal Jaya yaitu rasio likuiditas dikategorikan kurang baik. Rasio solvabilitas termasuk dalam kategori buruk dan rasio rentabilitas dalam kategori buruk. Kinerja non keuangan terdiri dari perspektif anggota, perspektif bisnis internal dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan termasuk kriteria yang biasa-biasa saja. (2) Rata-rata pendapatan usahatani karet petani anggota KUD Manunggal Jaya adalah Rp. 33.763.274,00 per areal garapan pertahun dan kualitas karet termasuk dalam kriteria sudah baik. (3) Kinerja KUD tidak memiliki hubungan nyata dengan pendapatan dan kualitas karet.


2020 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 137-146
Author(s):  
Agoes Thony Ak ◽  
Firdanita Wandira Dwi Putri ◽  
Sukman NS

Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui pola pengeluaran konsumsi rumah tangga petani  karet pengeluaran konsumsi rumah tangga petani di Kelurahan Gunung Kemala Kecamata Prabumulih Barat. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Gunung Kemala Kecamatan Prabumulih Barat Pemilihan, lokasi penelitian dilakukan dengan sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa penduduk di Kelurahan Gunung Kemala Kecamatan Peabumulih Barat rata-rata adalah petani karet, dan kota Prabumulih mempunyai harga jual karet yang tinggi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei dimana dalam penarikan contoh digunakan metode acak sederhana dengan mengambil 10 persen dari jumlah populasi. Data yang diperoleh berupa data primer dan data sekunder. Data yang diperoleh secara statistik disajikan secara tabulasi kemudian dijelaskan secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengeluaran konsumsi pangan petani lebih besar daripada pengeluaran konsumsi non pangan yaitu sebesar 50,96 persen. Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap pengeluaran konsumsi petani adalah jumlah anggota keluarga, tingkat pendidikan kepala keluarga, dan umur kepala keluarga.


2020 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 69-86
Author(s):  
Nina Lisanty ◽  
Tutut Dwi Sutiknjo ◽  
Widi Artini ◽  
Agustia Dwi Pamujiati

Pemasaran memegang peranan vital dalam suatu sistem agribisnis dengan membentuk mata rantai distribusi produk yang menghubungkan petani dengan konsumen akhir. Penelitian di sentra produksi bawang merah, Desa Sumberjo Kabupaten Nganjuk dilakukan untuk mengkaji tingkat efisiensi ekonomis masing-masing saluran pemasaran bawang merah berdasarkan pola pemasaran yang terbentuk, nilai persentase marjin pemasaran dan bagian yang diterima petani bawang merah, dan mengkaji tugas dan fungsi lembaga-lembaga pemasaran bawang merah. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukan terdapat tiga saluran pemasaran bawang merah, yaitu  saluran pemasaran I yang terdiri dari petani, pedagang pengumpul, pedagang besar, dan pedagang luar kota; saluran pemasaran II terdiri dari petani, pedagang pengumpul, pedagang pengecer, dan konsumen rumah tangga; saluran pemasaran III terdiri dari petani, pedagang besar, dan pabrik/industri. Total biaya yang dikeluarkan saluran pemasaran I sebesar Rp1000/kg dengan total keuntungan sebesar Rp900/kg, sementara untuk total biaya saluran II sebesar Rp1000/kg dengan total keuntungan Rp1300/kg, dan untuk saluran III total biaya sebesar Rp800/kg dengan total keuntungan Rp700/kg. Berdasarkan marjin harga, saluran III merupakan saluran yang paling efisien secara ekonomis dengan bagian yang diterima petani sebesar 90,47.


2020 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 107-124
Author(s):  
Usmaryani Usmaryani ◽  
Kuswantinah Kuswantinah ◽  
Farid Wadjdi

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh  penggunaan faktor-faktor produksi dan  menghitung pendapatan  usahatani  jamur tiram putih di Kecamatan Sako Kenten, Kota Palembang.  Metode penelitian  yang digunakan adalah studi kasus dengan  jumlah sampel diambil sebanyak 25 produsen secara sengaja (purposive). Pengolahan data menggunakan  analisis regresi linier berganda dengan fungsi produksi model Cobb-Douglas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor produksi yang berpengaruh terhadap produksi jamur tiram adalah luas lahan, serbuk kayu, bekatul dan tenaga kerja, sedangkan faktor produksi bibit dan kapur tidak berpengaruh nyata terhadap produksi jamur tiram. Penggunaan faktor produksi bibit, serbuk kayu, bekatul, kapur dan tenaga kerja secara ekonomi belum efisien, sedangkan penggunaan faktor produksi lahan secara ekonomi tidak efisien.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document