Jurnal PEPADU
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

103
(FIVE YEARS 23)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Universitas Mataram

2715-9574

Jurnal PEPADU ◽  
2021 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 138-143
Author(s):  
A Farid Hemon ◽  
Sumarjan Sumarjan ◽  
Baiq Erna Listiana ◽  
Kisman Kisman ◽  
Lestari Ujianto

Varietas unggul merupakan komponen penting dalam usaha tani untuk peningkatan produktivitas kacang tanah. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu  kelompok tani mitra “Nanga Nae Dua” di Desa Kwangko untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan  petani dalam upaya meningkatkan produktivitas kacang tanah dengan penggunaan galur kacang tanah unggul (toleran kekeringan dan toleran naungan) dan produksi benih bermutu. Untuk mencapai tujuan tersebut, telah dilakukan kegiatan penerapan  ilmu  dan  teknologi, dengan tahapan, yaitu: 1) diseminasi varietas unggul kacang tanah, 2) ceramah produksi benih bermutu dan penangkar benih, serta 3) demonstrasi plot budidaya galur unggul kacang tanah. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode pendidikan orang dewasa (POD) dengan teknik partisipatif. Kegiatan diseminasi dilakukan dengan sistem  ceramah  dan  diskusi  antara  Tim  Penyuluh dengan anggota Kelompok Tani. Kegiatan demonstrasi plot dilakukan dengan melibatkan petani secara langsung dalam merencanakan, menanam, memelihara, membandingkan, dan mengevaluasi pelaksanaan program pengabdian dilaksanakan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa petani sangat respon terhadap kegiatan pengembangan galur kacang tanah unggul toleran kekeringan dan naungan. Proses transformasi teknologi penggunaan varietas unggul dan produksi benih berkualitas kacang tanah telah terjadi pada petani.  Petani juga mampu menggunakan benih bermutu untuk budidaya kacang tanah di lahan kering Desa Kwangko. Petani dapat membandingkan  hasil demonstrasi plot antara benih dari galur unggul dengan benih asalan dari petani. Penggunaan galur unggul kacang tanah dari benih bermutu mampu meningkatkan produksi kacang tanah 2,5-3,3 ton ha-1polong kering  atau meningkat sebesar 48-60,6% dibanding dari benih asalan petani (1,3 ton ha-1) polong kering.   


Jurnal PEPADU ◽  
2021 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 144-148
Author(s):  
Hasanuddin Hasanuddin ◽  
Zahrul Fuadi ◽  
Muhammad Rusdi ◽  
Dewi S Aryani

Masyarakat di Desa Lieue Kecamatan Darussalam Aceh Besar sampai saat ini masih menggunakan metode pengendalian gulma secara handweeding untuk mengendalikan gulma pada tanaman padi dan kedelai. Metode ini memerlukan waktu yang lama, tenaga kerja yang banyak serta kurang efektif dan efisien. Untuk mengatasi hal itu, kepada masyarakat mitra ditawarkan solusi metode pengendalian gulma secara mekanis. Alat ini berupa sebuah roda terbuat dari rangka besi yang dilengkapi dengan garpu pengendali gulma. Pada saat berputar, garpu akan menarik gulma sehingga tercabut dari akarnya. Mekanisme pengendalian dilengkapi dengan roda pemandu dan alat pengarah sehingga memudahkan proses pengendalian. Adanya alat pengendali gulma dengan menggunakan penggerak mekanik portabel ini, proses pengendalian diharapkan bisa lebih efektif dan pada akhirnya dapat meningkatkan hasil padi dan kedelai. Hasil pengabdian memperlihatkan bahwa tim pengabdi telah berhasil membuat alat pengendali gulma pada tanaman pangan dengan menggunakan penggerak mekanik portabel. Hasil pengabdian lainnya adalah alat pengendali gulma dapat digunakan dengan baik dan para petani sudah terlatih dan dapat menggunakan dengan benar. Hasil pengamatan juga memperlihatkan bahwa dengan adanya alat tersebut, persentase penutupan gulma semakin rendah.  


Jurnal PEPADU ◽  
2021 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
pp. 1-5
Author(s):  
Linda Silvana Sari ◽  
Titi Pambudi Kurniawati ◽  
Putu Aditya

Imunisasi merupakan upaya Kesehatan masyarakat yang paling efektif dan efisien dalam mencegah beberapa penyakit berbahaya. Pada Masa Pandemi COVID-19 banyak orangtua yang takut membawa anak ke tempat pelayanan kesehatan untuk imunisasi sehingga dapat menimbulkan wabah penyakit lain yang berakibat anak sakit berat, cacat ataupun meninggal, sehingga perlu dilakukan kegiatan untuk menggaungkan pentingnya imunisasi yang lengkap sesuai dengan jadwal dan meyakinkan masyarakat bahwa Pelayanan Imunisasi saat ini dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan. Metode pengabdian dengan menggunakan penyuluhan yang dilakukan di poli anak RS unram dan dalam jaringan melalui Instagram live RS Unram. Penyuluhan tersebut mengingatkan kembali pentingnya anak dilakukan imunisasi lengkap, pemaparan jadwal vaksinasi dasar dan penunjang untuk anak, serta menyakinkan masyarakat untuk tidak takut ke rumah sakit karena proses pelayanan rumah sakit khususnya di RS Unram sudah sesuai dengan protokol Kesehatan COVID-19


Jurnal PEPADU ◽  
2021 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
pp. 6-9
Author(s):  
Ardiana Ekawanti ◽  
Deasy Irawati ◽  
Ima Arum Lestarini ◽  
Nyoman Adnyana Putra
Keyword(s):  

Salah satu hot spot pertambangan emas skala kecil (PESK) di Indonesia adalah propinsi Nusa Tenggara Barat. PESK di Indonesia menjadi salah satu penyumbang emisi merkuri terbesar di dunia.  Merkuri adalah bahan kimia yang digunakan dalam proses pengolahan emas di PESK. Merkuri memberikan dampak pada kesehatan masyarakat di daerah pertambangan, salah satunya adalah gangguan fungsi ginjal. Ginjal adalah organ yang penting dalam produksi sel darah merah  dengan mensekresikan eritropoietin. Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Ekawanti, didapatkan angka kejadian anemia pada penambang emas sebesar 56 %. Ibu hamil adalah secara fisiologis sangat berisiko mengalami anemia  dan merupakan kelompok yang sangat rentan mengalami intoksikasi merkuri. Tujuan pengabdian ini adalah mengidentifikasi kadar hemoglobin ibu hamil di daerah PESK. Metode yang digunakan adalah pemeriksaan kadar hemoglobin dengan menggunakan sampel darah kapiler dan menggunakan alat pemeriksaan Hbmeter “easy touch”. Hasil yang didapatkan dari pengabdian ini adalah diperiksanya 52 ibu hamil yang ada di dua wilayah polindes puskesmas Sekotong, yaitu desa Sekotong Tengah dan Cendi Manik. Dari seluruh peserta didapatkan rerata kadar Hb sebesar 12,5 g/dL, rerata umur ibu hamil adalah 28 tahun, rerata umur kehamilan adalah 15 minggu dan Sebagian besar ibu hamil adalah ibu rumah tangga. Kesimpulan kegiatan ini adalah hasil pemeriksaan kadar hemoglobin ibu hamil di daerah PESK Sekotong masih dalam batas normal


Jurnal PEPADU ◽  
2021 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
pp. 111-119
Author(s):  
A. Sjamsjiar Rachman ◽  
Muhamad Syamsu Iqbal ◽  
Misbahuddi Misbahuddi ◽  
Syafaruddin Syafaruddin ◽  
Giri Wahyu Wiriasto

Gempa darat berkekuatan 6.5 Mw yang melanda Lombok Timur NTB tanggal 19 Agustus 2018. Peristiwa tersebut adalah gempa bumi ketiga yang menerjang Lombok setelah Gempa bumi Lombok Juli 2018 dan Gempa bumi Lombok 5 Agustus 2018. Lombok Utara adalah daerah yang paling terdampak gempa karena berdekatan dengan pusat gempa 7 Mw. Sejumlah wilayah yang potensial dan infrasruktur Penerangan Jalan Umum (PJU) Kabupaten Lombok Utara rusak parah, khususnya di Dusun Gitaq Demung, Desa Genggelang, Kecamatan Gangga. Karena persoalan keterbatasan penerangan jalan umum, maka dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, tim membantu merevitalisasi PJU di daerah sekitar Dusun Gitaq Demung, serta kaitannya dengan tersedianya sumber energi listrik bagi warga. Sebagai tahapan lanjutan dalam mengatasi berbagai hambatan infrastruktur vital lainnya, dan menyiapkan infrastruktur pendukung, maka tim memberikan bantuan dalam bentuk kegiatan pelatihan perancangan dan pemasangan PJU dengan memanfaatkan sel surya sebagai cadangan energi secara terbatas.


Jurnal PEPADU ◽  
2021 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
pp. 18-31
Author(s):  
Ery Setiawan ◽  
Sasmito Sasmito ◽  
Heri Sulistiyono ◽  
Desi Widianty ◽  
Syamsul Hidayat
Keyword(s):  

Zero runoff identik dengan suatu upaya untuk meminimalisir limpasan akibat hujan di permukaan lahan. Upaya ini digunakan sebagai bentuk mempercepat waktu kuras limpasan di dalam kawasan permukiman yang saluran drainasenya kurang berfungsi maksimal. Solusi untuk zero runoff di permukiam adalah menggunakan media lubang biopori. Lubang biopori merupakan salah satu bentuk teknologi tepat guna multifungsi, karena dapat mengurangi limpasan hujan sekaligus untuk konservasi air tanah dengan cara meresapkan air ke dalam tanah melalui lubang-lubang yang dibuat dengan ukuran tertentu. Bahan paving block bertujuan agar pekarangan/lahan menjadi rapi, bersih dan rata, namun mengurangi kemampuannya meresapkan air ke dalam tanah menjadi berkurang. Oleh karena itu dibutuhkan paving block biopori, yaitu paving block yang diberi lubang berukuran tertentu. Metode ini sangat cocok disosialisasikan dan diterapkan di pemukiman padat penduduk di suatu kawasan perkotaan. Hasil riset pendahuluan menunjukkan, bahwa lubang biopori mampu mereduksi genangan air akibat limpasan air hujan sebesar ± 15 % di awal musim hujan dan menurun menjadi ± 2% di akhir musim hujan, dengan laju peresapan air per lubang 3 liter/menit di awal musim hujan dan menurun menjadi ± 0,4 liter/menit di akhir musim hujan. Kegiatan sosialisasi dan penyuluhan tentang zero runoff dan biopori mampu meningkatkan pengetahuan warga masyarakat tentang cara pembuatan lubang biopori secara mandiri dan berbagai manfaatnya yang multifungsi


Jurnal PEPADU ◽  
2021 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
pp. 64-67
Author(s):  
Eka Arie Yuliyani ◽  
Rika Hastuti Setyorini ◽  
Eva Triani ◽  
Putu Suwita Sari ◽  
Indana Eva Ajmala
Keyword(s):  

Demam berdarah dengue adalah salah satu penyakit berbasis lingkungan yang dapat dicegah dengan melakukan pengendalian vektor. Vektor penyakit DBD yaitu nyamuk Aedes aegypti merupakan spesies kosmopolitan yang banyak ditemukan di berbagai belahan dunia. Munculnya penyakit ini berkaitan dengan kondisi lingkungan dan perilaku masyarakat. Demam Berdarah Dengue merupakan salah satu penyakit dengan potensi menyebabkan fatalitas cukup tinggi. Sebagian besar kasus DBD menyerang anak – anak. Tujuan: Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan berupa edukasi melalui permainan Board game kepada guru dan siswa di lingkungan sekolah. Informasi yang disampaikan pada kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan guru dan siswa tentang penyakit demam berdarah dan pencegahannya serta diharapkan terjadi peningkatan sikap dan perilaku dalam hidup bersih dan peduli lingkungan. Metode: Kegiatan ini diikuti oleh 34 orang peserta yang terdiri dari guru dan siswa. Siswa dan guru sangat antusias untuk berpartisipasi dalam kegiatan penyuluhan dalam bentuk permainan ini.  Hasil: Di kalangan anak usia Sekolah Dasar kegiatan ini diterima dengan sangat baik dari pihak sekolah karena mereka mendapatkan edukasi mengenai penyakit Demam Berdarah dalam bentuk yang sangat menyenangkan sehingga para siswa tidak merasa jenuh


Jurnal PEPADU ◽  
2021 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
pp. 10-17
Author(s):  
Suryawan Murtiadi ◽  
Mudji Wahyudi ◽  
Didi S. Agustawijaya ◽  
I Wayan Yasa ◽  
Akmaluddin Akmaluddin

Lombok merupakan salah satu pulau yang memiliki tingkat kegempaan relatif tinggi. Gempa sering terjadi berupa gempa besar maupun gempa kecil yang tidak terekam. Permasalahan muncul akibat keterbatasan pengetahuan terhadap mitigasi bencana, khususnya para guru, siswa dan staf pada sekolahan. Infrastruktur terdampak gempa perlu segera dievaluasi untuk mengetahui tingkat kerusakannya agar dapat segera diperbaiki. Selain gempa, bahaya kebakaran merupakan ancaman yang berakibat fatal. Kebakaran didefinisikan sebagai berkobarnya api yang tidak terkendali. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat menghadapi bencana gempa dan risiko bahaya kebakaran. Metode pelatihan dilaksanakan dengan teknik presentasi disertai praktek identifikasi tingkat kerusakan dan metode perbaikan infrastruktur khususnya bangunan gedung dan rumah tinggal. Cara-cara perbaikan kerusakan dengan kriteria ringan sampai sedang diberikan dalam pelatihan ini. Pengetahuan tentang teknologi rumah tahan gempa juga diperkenalkan dalam forum penyuluhan. Pelatihan dan pembuatan rambu-rambu jalur evakuasi dipraktekkan dengan simulasi untuk keselamatan seluruh penghuni saat terjadi bencana gempa dan kebakaran. Simulasi dan evaluasi jalur evakuasi dimulai dari dalam bangunan gedung menuju tempat aman berupa titik kumpul (assembly point). Hasil yang diperoleh adalah peningkatan pengetahuan terhadap mitigasi bencana termasuk karakteristik gempa, kerusakan bangunan yang ditimbulkan, dan tatacara penyelamatan diri. Pemahaman pengetahuan tentang perbaikan kerusakan infrastruktur akibat gempa juga meningkat, terutama pada bangunan rumah tinggal sederhana. Pemahaman ini berfokus pada pentingnya ikatan antar komponen struktur bangunan mulai dari fondasi, sloof, kolom, dinding sampai pada konstruksi atap bangunan. Dari program Pengabdian Kepada Masyarakat ini diharapkan ke depan masyarakat akan lebih siap beradaptasi dan lebih tangguh menghadapi bencana, khususnya bencana gempa dan bahaya kebakaran


Jurnal PEPADU ◽  
2021 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
pp. 46-51
Author(s):  
Sitti Latifah ◽  
Zharfan Gibran ◽  
Hayatus Saadiah ◽  
Gian Prasetyawijaya ◽  
Andy Soraya N.C ◽  
...  

Perubahan yang cepat  dalam dunia Pendidikan tinggi menuntut Perguruan tinggi untuk dapat merubah cara bepikir (mindset), sikap dan dan tingkah (attitude and behaviour) dan cara baru dalam mengerjakan sesuatu (way of doing things) civitas akademikanya, sehingga dapat menghasilkan lulusan yang adaptif dan tangguh menghadapi perubahan dan ketidakpastian.  Hasil tracer study Prodi Kehutanan dari 2013 hingga 2020 menunjukkan kecenderungan kemampuan komunikasi, berbahasa asing dan kemampuan teknologi belum meningkat. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah melalui kegiatan pertukaran pelajar antara Prodi Kehutanan Univerd dengan Fakulti Perhutanan UPM sebagai mitra. Pertukaran pelajar merupakan satu bentuk pembelajaran yang sejalan dengan Kebijakan Pemerintah terkait Standar Nasional Pendidikan Tinggi dan Kebijakan Merdeka Belajar – Kampu Merdeka (MBKM). Tujuan dari kegiatan pertukaran pelajar ini adalah untuk memberikan pengalaman belajar di luar institusi dengan menjunjung tinggi kesetaraan dalam pembelajaran. Metode pembelajaran yang digunakan sangat beragam, mulai dari diskusi kelompok, simulasi, pembelajaran kooperatif hingga pembelajaran berbasis masalah. Bentuk-bentuk pertukaran pelajar yang telah dilaksanakan dalam kurun waktu 2015-2019 adalah pertukaran pelajar yang diperkaya dengan seminar, pengabdian kepada masyarakat, praktik lapang, kuliah dan seminar dalam bentuk Kem Perhutanan dan Student Mobility.  Hasil menunjukkan bahwa mahasiswa Universitas Mataram dapat bersaing dan berhasil meraih nilai tertinggi dalam setiap kegiatan Kem Perhutanan.


Jurnal PEPADU ◽  
2021 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
pp. 39-45
Author(s):  
I Dewa Gede Jaya Negara ◽  
Hasyim Hasyim ◽  
Dwi Ratna Yuniarti ◽  
Ngudiono Ngudiono ◽  
I W Sugiartha

Perumahan BTN Pengsong Indah merupakan pakan kawasan perumahan yang memliki topografi yang rendah, dimana jalan raya berelevasi lebih tinggi dari lokasi  perumahan warga, yang  sangat potensial mangalami genangan atau banjir saat musim hujan. Banjir tersebut terbukti terjadi pada tanggal 10 Januari tahun 2009 yang merendam perumahan warga selama 1,5 hari. Solusinya ditawarkan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan memberikan menyuluh bio pori pada masyarakat, untuk mereduksi banjir dan melakukan pembuatan dan pemasangan bio pori, disekitar perumahan warga BTN sebagai media resapan yang bisa dicontoh.Kegiatan penyuluhan ini akan dilakukan dengan beberapa tahapan kegiatan mulai dari  tinjauan lokasi  pengabdian, identifikasi masalah banjir dan drainase, koordinasi dengan pemuka masyarakat dan ketua RT maupun  ketua kelompok warga, sampai penyiapan material program aksi dan koordinasi jadwal waktu kegiatan penyuluhan dengan warga BTN tersebut. Pada tahap penyuluhan materi tentang pentingnya peresapan air ke dalam tanah dengan bio pori, bahan yang dipakai, cara memasangnya guna pengendalian limpasan hujan akan diberikan tim pengabdian.Berdasarkan kondisi yang ada, pelaksanaan penyuluhan hanya dapat dilakukan dengan media pamphlet untuk penyampaian teori tentang biopori, sedangkan untuk mengadakan tanya jawab  dilakukan saat pemasangan biopori di rumah warga. Dalam kondisi Covid-19, krumunan warga dalam jumlah besar sangat dihindari, sehingga kegiatan ini dilakukan beberapa kali pertumuan secara terpisah untuk dapat mengedukasi warga setempat. Intinya pemasangan bio pori dapat dilakukan pada 7 lokasi dikawasan BTN Pengsong Indah dan berjalan lancar. Hasil evaluasi menunjukkan masyarakat sangat tertarik dengan materi saat penyuluhan karena telah diketahui dapat mereduksi genangan disekitar permukiman pada musim hujan


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document