WACANA
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

28
(FIVE YEARS 7)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By UNS Solo

2716-1625, 2085-0514

WACANA ◽  
2021 ◽  
Vol 13 (1) ◽  
pp. 82-103
Author(s):  
Tatag Maulana Ali

ABSTRAK Kasus bunuh diri di Indonesia terkhusus Gunung Kidul masih cukup tinggi. Kasus bunuh diri di Gunung Kidul tersebut tidak terlepas dari fenomena Pulung Gantung yang sudah dipercayai turun temurun oleh masyarakat Gunung Kidul. Penelitian ini bertujuan meneliti pengalaman dan persepsi tentang Pulung Gantung pada partisipan yang pernah selamat dari upaya bunuh diri serta dari partisipan lain yang terlibat langsung dalam upaya pertolongan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis-studi kasus. Peengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Penelitian ini menggunakan empat (4) partisipan yang terdiri dari 2 kriteria. kriteria pertama adalah warga Gunung Kidul yang pernah melakukan percobaan bunuh diri akibat pengaruh budaya Pulung Gantung. Partisipan kriteria kedua adalah dua orang warga Gunung Kidul yang masing-masing berumur 42 tahun dan 40 tahun serta sudah lebih dari 25 tahun hidup di Gunung Kidul. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa sebelum partisipan melakukan upaya gantung diri, partisipan memiliki masalah atau penyakit menahun yang tidak dapat diselesaikan, kemudian mendapat mimpi atau ajakan bunuh diri, serta hilangnya kesadaran ketika melakukan upaya gantung diri. Pasca upaya gantung dirinya partisipan mengalami beberapa perubahan dan dapat kembali beraktivas, dan timbul rasa tidak percaya terhadap penyebab upaya gantung dirinya disebabkan oleh Pulung Gantung. Penelitian lebih lanjut agar menambah jumlah partisipan yang memiliki masalah yang berbeda untuk menambah kedalaman data. Selain itu, data sekunder yang didapatkan oleh penulis mengenai budaya Pulung Gantung belum cukup mendalam.


WACANA ◽  
2021 ◽  
Vol 13 (1) ◽  
pp. 104-111
Author(s):  
Desi Wahyu Susilowati

Covid-19 or Corona Virus Disease become an outbreak for the world, including Indonesia. People have been doing something to prevent Covid-19. Quarantine, social distancing, and keeping healthy is the government program to reduce the spread of Virus. This condition gives impact for everyone especially in psychology. This research aims to find correlation distress and obsessive compulsive disorder for pandemic. This research is quantitative research with correlational methods. The data have been collected from 157 subjects who are over twenty years old with distress and obsessive compulsive disorder scale. Data analysis method used is the product moment correlation from Pearson. The result showed that sign (0.000)


WACANA ◽  
2021 ◽  
Vol 13 (1) ◽  
pp. 53-61
Author(s):  
Mizda Atira

Abstract: The purpose of this study is to investigate the correlation of sexual harassment against self-esteem among female employees from Minangkabau ethnic at the workplace in West Sumatera. A total of 30 respondents from various type of job as respondents. Sexual Experiences Questionnaire (SEQ) and self-esteem scale are employed as measurement tools to measure the sexual harassment and self-esteem. Correlations analysis is utilized to analyze the collected data. The main findings revealed that sexual harassments have a negative significant and relationship with and self-esteem. In addition it is also found that the respondents are in low level of sexual harassment and most respondents are in high level of self-esteem. Keywords: Sexual harassment, self-esteem, female employees, Minangkabau, Sumatera BaratAbstrak: Budaya Minangkabau yang menganut system matrilineal tentu menanamkan berbagai nila-nilai tersendiri mengenai perempuan. Namun angka pelecehan seksual di Sumatera Barat tergolong tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara pelecehan seksual di tempat kerja dengan self-esteem pada karyawati Minangkabau di Sumatera Barat. Subjek terdiri dari 30 karyawati yang berasal dari berbagai jenis pekerjaan. Pengumpulan data menggunakan skala pelecehan seksual Sexual Experiences Questionnaire (SEQ) dan skala self-esteem. Untuk teknik analisis data menggunakan teknik uji korelasi Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pelecehan seksual terhadap self-esteem subjek. Selain itu data penelitian menunjukkan bahwa pelecehan seksual yang dialami subjek berada pada kategori rendah sedangkan self-esteem mereka berada pada kaegori tinggi.Kata kunci:Pelecehan seksual, self-esteem, karyawati, Minangkabau, Sumatera Barat


WACANA ◽  
2021 ◽  
Vol 13 (1) ◽  
pp. 24-36
Author(s):  
Anak Agung Sagung Suari Dewi

Being a lecturer and educational staffs are a noble task because they aimed to build a greater young generation for the nation, so that their welfare should be well-attended. Well-being or is divided into two types, which are objective well-being (OWB) and subjective well-being (SWB). This is a descriptive survey research and focused more on SWB. The respondent criteria were lecturer and educational staff at the EB and P faculty, thus obtaining 74 respondents. The scale used in this study is SWB scale adapted from the Subjective Well-Being Inventory (SUBI) (Nagpal & Sell, 1992), using an interval scale, and presented in statements. Examining the results, it can be seen that more than half (71.62%) of the respondents considered that their life had been positive, both physically and mentally, which was indicated by a high SWB level. As many as 20 respondents (27.03%) were at moderate level, and only 1.35% or 1 respondent had a low SWB level. Perceived ill-health dimension is the most contributor to the low level of SWB, which related to physical complaints experienced by individuals, such as pain, a racing heart, frequent dizziness, easily tired, sleep disturbed, and worrying about their health.


WACANA ◽  
2021 ◽  
Vol 13 (1) ◽  
pp. 1-23
Author(s):  
Adika El Nino

Abstract. Everyone is born with different conditions. On such condition is that individuals are born with ASD conditions. Even with the different conditions, but individuals still have the potential that can be developed. One of these potentials is related to creativity. With the self-acceptance and perceived social support by parents, parents are expected to be able to practice parenting that is suitable for individuals with ASD to develop their potential. The study involved 34 students with autistic and parents in three districts and one municipality in the Daerah Istimewa Yogyakarta. There instruments used were the Torrance Tests of Creative Thinking-Figural, Multidimensional Scale of Perceived Social Support, and Scale of Self-acceptance. Findings from this study indicate that self-acceptance in parents can not predict of individuals with ASD. Then, the social support felt by parents can predict the creativity of individuals with ASD. In addition, social support for parents does not act as a moderator in the relationship between self-acceptance in parents and the creativity of individuals with ASD. This is not in line with previous findings.


WACANA ◽  
2021 ◽  
Vol 13 (1) ◽  
pp. 37-52
Author(s):  
Bintang Estu Adi

Untuk bertahan dalam wirausaha, penyandang disabilitas tunanetra harus memiliki tingkat ketangguhan (hardiness) yang tinggi. Hardiness (ketangguhan) adalah konstelasi kepribadian yang menjadikan individu lebih tahan dalam menanggulangi efek negatif stresor. Proses hardiness (ketangguhan) adalah: 1) hardy attitudes; 2) hardy coping; 3) hardy social support; 4) hardy health practices.Penelitian ini menjelaskan dinamika proses ketangguhan (hardiness) pada wanita penyandang disabilitas tunanetra yang berwirausaha. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Teknik pemilihan sampel penelitian ini adalah purposive sampling dengan tiga subjek penelitian, wanita usia dewasa awal, penyandang disabilitas tunanetra berwirausaha dan berinisial STI, AFS dan SRA. Metode pengumpulan data penelitian ini adalah wawancara, observasi dan riwayat hidup.Berdasarkan hasil penelitian, motif wirausaha tiap subjek berbeda. Motif wirausaha subjek STI adalah perbaikan ekonomi dan menjadikan sebagai pekerjaan utama. Motif wirausaha subjek AFS adalah membantu suami memperbaiki ekonomi, mandiri finansial dan berbagi dengan lingkungan sekitar melalui wirausaha. Motif wirausaha SRA adalah mencukupi finansial keluarga dan membantu sesama tunanetra untuk belajar. Hambatan STI dalam berwirausaha adalah keterbatasan fisik, sosial dan psikologis, sedangkan pada AFS dan SRA adalah keterbatasan fisik. Proses hardiness yang dilalui ketiga subjek adalah sama, yaitu: 1) hardy attitudes; 2) hardy coping; 3) hardy social support; 4) hardy health practices. Proses tersebut pada akhirnya mengarahkan ketiga subjek untuk mempertahankan wirausaha hingga saat ini.


WACANA ◽  
2021 ◽  
Vol 13 (1) ◽  
pp. 62-81
Author(s):  
Stevani Diawardani

Kasus perilaku seksual menyimpang pada penyandang disabilitas intelektualsemakin meningkat. Perilaku seksual tersebut muncul karena adanya dorongan hasratseksual. Fantasi seksual diketahui dapat memfasilitasi individu untuk menyalurkan hasratseksual. Penelitiain ini bertujuan untuk mengidentifikasi isi fantasi dan situasi di mana fantasiitu terjadi, serta mendeskripsikan perilaku sebagai ekspresi dari fantasi seksual. Penelitianini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Partisipan dalampenelitian ini berjumlah dua orang. Partisipan pertama berjenis kelamin pria dan partisipankedua berjenis kelamin wanita. Kedua partisipan merupakan siswa lulusan Balai BesarRehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Intelektual (BBRSPDI) di Temanggung. Hasiltemuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat stimulus yang dapat mendorongpartisipan untuk melakukan fantasi seksual. Isi fantasi seksual kedua partisipan di dominasioleh fantasi seksual dengan pasangan masa depan, fantasi hubungan intim, serta fantasibentuk tubuh dan alat kelamin. Terdapat perbedaan isi fantasi pada partisipan pria danwanita. Partisipan pria memiliki fantasi seksual yang lebih variatif. Penyandang disabilitasintelektual memiliki fantasi seksual yang bersifat real.Kata kunci: fantasi seksual, perilaku seksual, disabilitas intelektual


WACANA ◽  
2020 ◽  
Vol 12 (2) ◽  
pp. 133-145
Author(s):  
Abdul Kadir ◽  
Anik Handayaningsih

Abstrak Keluarga memiliki peran dan fungsi yang cukup besar terhadap perkembangan dan masa depan anak. Seorang anak harus mendapatkan kesempatan yang seluas-luasnya untuk dapat tumbuh dan berkembang secara optimal baik fisik, psikis, sosial, maupun spiritual. Anak juga perlu mendapatkan hak-haknya untuk dilindungi dan disejahterakan serta Segala bentuk tindak kekerasan terhadap anak perlu dicegah dan diatasi khususnya kekerasan fisik terhadap anak. Kekerasan dalam rumah tangga merupakan aktifitas di mana pelaku (yang merupakan anggota rumah tangga) menyerang seseorang yang juga merupakan anggota dari rumah tangga tersebut. Kekerasan terhadap anak berarti kekerasan yang dilakukan oleh orang tua terhadap anaknya. Kesadaran orang tua mengenai dampak buruk dari hukuman kekerasan masihlah rendah, hal ini dipengaruhi adanya banyak faktor seperti kurangya pengetahuan mengenai kekerasan, adanya tradisi kekerasan, hingga masalah psikologis. Namun pada umumnya orang tua merasa bahwa kekerasan merupakan satu-satunya solusi untuk mengasuh dan mendidik anak. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bentuk kekersan fisik terhadap anak yang dilakukan oleh orangtua. Peneltian ini menggunakan Kajian literatur dengan data yang diperoleh dari jurnal, buku, dan internet. Hasil dari dari artikel ini meliputi dari pewarisan kekerasan antar generasi, kekerasan terhadap anak dalam keluarga sulit terungkap di ruang publik, dan latar belakang budaya (Adanya hubungan kedudukukan dalam masyarakat yang selalu menempatkan anak dalam posisi terbawah). Kata Kunci :  Orang tua, Anak, Kekerasan, Keluarga


WACANA ◽  
2020 ◽  
Vol 12 (2) ◽  
pp. 159-167
Author(s):  
Vivik Shofiah

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode biblioterapi Islam dalam meningkatkan karakter tanggung jawab pada mahasiswa. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 11 mahasiswa fakultas psikologi UIN Sultan Syarif Kasim Riau yang terbagi menjadi enam (6) mahasiswa menjadi kelompok eksperimen dan lima (5) mahasiswa menjadi kelompok kontrol. Penelitian ini menggunakan desain nonequivalent control group design. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan skala karakter tanggung jawab dan di analisis dengan menghitung rerata gain skor kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Berdasarkan uji hiptesis diperoleh hasil bahwa rerata gain skor pada kelompok eksperimen (-7,14) lebih tinggi dibanding dengan kelompok kontrol (-0,58). Artinya metode biblioterapi islam berpengaruh terhadap pengembangan karakter tanggung jawab pada mahasiswa. Kata Kunci : biblioterapi islam, karakter, tanggung jawab.


WACANA ◽  
2020 ◽  
Vol 12 (2) ◽  
pp. 188-202
Author(s):  
Berliana Widi Scarvanovi
Keyword(s):  

AbstrakAnak sebagai korban kekerasan seksual, ternyata bukan hanya mungkin dilakukan oleh pelaku dewasa namun juga pelaku anak yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dinamika psikologis mengenai indikasi korban kekerasan seksual anak yang dilakukan oleh anak lainnya melalui teknik asesmen: wawancara, observasi dan alat tes psikologi. Metode pengolahan data yang dilakukan adalah studi deskriptif analisis yang menghasilkan anamnesis, dinamika serta diagnosis dari kondisi subjek. Berdasarkan hasil asesmen yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan terdapat beberapa hal yang mendasari kondisi subjek sebagai korban dari pelecehan seksual. Kondisi ini salah satunya bukan merupakan sebuah sifat yang menetap dari klien melainkan respon dari situasi tertentu di lingkungannya. Kondisinya juga berkaitan dengan kesadaran sosial atau persepsi anak terhadap dirinya sendiri, hubungan mereka dengan orang lain, dan dunia sosialnya. Dimana subjek sering menempatkan dirinya sebagai orang yang mengalah bahkan ketika dia dihadapkan pada situasi yang kurang nyaman bagi dirinya sendiri.Child neglect yang terjadi kepada subjek membuatnya tumbuh menjadi anak yang pendiam dan peragu. Ia selalu nampak cemas dalam interaksinya dengan orang-orang di sekitarnya. Kehilangan sosok orangtuanya juga membuat subjek terpaksa menyalurkan keinginannya untuk disayangi kepada orang lain, keinginannya untuk diterima oleh lingkungannya sangat besar mengingat histori penolakan yang dilakukan oleh orangtuanya. Kondisi ini membuat subjek melakukan segara cara untuk dapat diterima, salah satunya dengan melakukan oral seks sesuai dengan permintaan temannya.Kata Kunci:kekerasan seksual anak, penelantaran anak 


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document