Nuansa Journal of Arts and Design
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

12
(FIVE YEARS 12)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Universitas Negeri Makassar

2597-405x, 2597-4041

2021 ◽  
Vol 5 (1) ◽  
pp. 34
Author(s):  
Siti Khurriyatunnisa Rahayu ◽  
Katiah Katiah

Luntur Kasumba (Red-naped Trogon) is a species of bird belonging to the order Trogonidae with the scientific name Harpactes Kasumba which is scattered in the tropical lowland forests of the Great Sunda namely Sumatera, Java, and Kalimantan at an altitude of less than 600 meters above sea level. The source of ideas for making fashion products which are then examined and made in the form of this article comes from the Luntur Kasumba bird which is transformed into a stilation motif and the stylation motif that has been made is applied to textiles using digital printing techniques. The purpose of making articles from the results of the analysis of this fashion product is to elevate the beauty of the Luntur Kasumba bird which is applied to the world of fashion and informed the public in making ready-to-wear clothing, which is further analyzed from the scientific side of the fashion field. The benefit of designing this work is to enhance and develop the writer's creativity in designing fashion by applying the bird stylation of Luntur Kasumba using digital printing techniques and making articles from the analysis of fashion products. The method used in writing the results of the analysis of this fashion product research is Practic-Led Research, which is intended to practice the stapling technique of the Kasunt Luntur bird motif, applying the design of the stylation motif to textiles using digital printing techniques, and is realized in the form of clothing with the addition of fringes as decorative trims. Ready to-Wear clothing made with digital printing techniques with the stylized motif of the Kasumba faded bird is an innovation in preserving the bird species of Indonesia's natural wealth into the world of Fashion. Keywords: Stilation, Luntur Kasumba Bird, Ready to-Wear, Fringes Abstrak Luntur Kasumba (Red-naped Trogon) adalah jenis burung yang tergolong  kedalam ordo Trogonidae dengan nama ilmiah Harpactes Kasumba yang tersebar di hutan dataran rendah tropis Sunda Besar yaitu Sumatera, Jawa, dan Kalimantan pada ketinggian kurang dari 600 meter dari permukaan laut. Sumber ide pembuatan produk busana yang kemudian diteliti dan dibuat dalam bentuk artikel ini berasal dari burung Luntur Kasumba yang diwujudkan menjadi motif stilasi dan motif stilasi yang telah dibuat diaplikasikan pada tekstil menggunakan teknik digital printing. Tujuan pembuatan artikel dari hasil analisis produk busana ini adalah untuk mengangkat keindahan burung Luntur Kasumba yang diterapkan pada dunia fashion dan diinformasikan kepada masyarakat pada pembuatan busana ready to-wear, yang selanjutkan di analisis dari sisi keilmuan bidang busana. Manfaat perancangan karya ini adalah untuk meningkatkan dan mengembangkan kreativitas penulis dalam merancang busana dengan menerapkan stilasi burung Luntur Kasumba mengguanakan teknik digital printing dan membuat artikel dari hasil analisis produk busana. Metode yang digunakan dalam penulisan hasil analisis  dari penelitian produk busana ini yaitu Practic-Led Research, yang dimaksudkan untuk mempraktikan teknik stilasi motif burung Luntur Kasumba, mengaplikasikan desain motif stilasi tersebut pada tekstil menggunakan teknik digital printing, dan diwujudkan dalam bentuk busana dengan penambahan fringes sebagai decorative trims. Busana Ready to-Wear yang dibuat dengan Teknik digital printing dengan motif stilasi burung luntur kasumba merupakan suatu inovasi di dalam melestarikan jenis burung kekayaan alam Indonesia ke dalam dunia Fashion.   Kata Kunci: Stilasi, Burung Luntur Kasumba, Ready to-Wear, Fringes


2021 ◽  
Vol 5 (1) ◽  
pp. 17
Author(s):  
Selfiana Saenal

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan tentang bagaimana Upayah Meningkatkan Keterampilan Menari Siswa Kelas VIII E di SMP 4 Bulukumba Melalui Penerapan Metode Think Pair Share. Metode vang digunakan adalah metode Kualitatif yaitu gambaran objek penelitian secara langsung dan dengan teknik data yaitu sasaran dan sampel, observasi, wawancara dan dokumentasi, dan  juga menggunakan metode Kuantitatif yaitu mengukur tingkat keterampilan dan dengan tes unjuk kerja untuk melakukan penilaian dengan menggunakan aspek penilaian  yaitu wiraga, wirama dan wirasa.  Pada penelitian ini dilakukan sebanyak 2 siklus, pada siklus I dilakukan sebanyak 4 kali pertemuan sampai siswa menunjukan hasil keterampilannya dengan kelompok masing-masing, namun pada siklus I siswa belum percaya diri dalam mengemukakan keterampilannya dalam menari, sehingga pada siklus I perlu adanya perbaikan  pada tahap siklus II.  Pada siklus I siswa mampu menerima pembelajaran seni budaya dengan baik namun kurang percaya diri terhadap siswa untuk tampil menari   dan pada tahap siklus II keterampilan siswa mulai meningkat.  Perolehan pada siklus I dengan nilai rata-rata 72,8 dan mengalami peningkatan siklus II dengan jumlah perolehan nilai rata-rata sebanyak 92,3


2021 ◽  
Vol 5 (1) ◽  
pp. 28
Author(s):  
Syafitra Rais

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran poster dengan menggunakan limbah pohon pisang yang valid dengan berlokasi di SMAN 1 Simboro Provinsi Sulawesi Barat. Model penelitian dan pengembangan yang digunakan adalah Model 4-D yang terdiri atas empat tahap, dan disederhanakan menjadi tiga tahap yaitu, tahap perencanaan (Define), tahap perancangan (Design), dan tahap pengembangan (Develop) hanya pada tahap revisi beserta penilaian validator. Penyususan dan pengembangan modul pembelajaran ini divalidasi oleh satu ahli media dan satu ahli materi. Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa angket untuk validator ahli media dan angket untuk ahli materi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Data hasil penilaian modul pembelajaran terlebih dahulu dihitung secara kuantitatif kemudian diekuivalenkan menjadi data kualitatif. Hasil Penelitian menujukkan bahwa secara umum pengembangan modul pembelajaran poster dengan menggunakan limbah pohon pisang yang telah divalidasi memenuhi kriteria kevalidan sehingga layak dilanjutkan uji coba untuk mengukur kepraktisan dan keefektifan materi pembelajaran.


2021 ◽  
Vol 5 (1) ◽  
pp. 10
Author(s):  
Muhammad Sanusi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerajinan yang ada di kelompok Satando dengan melihat bentuk produk kerajinan  dan jenis ragam hias yang diterapkan pada kerajinan satando tersebut. Jenis penelitian ini menggunakan metode (survey dan analisis isi). Produk kerajinan kelompok Satando yang akan di teliti adalah produk kerajinan yaitu cincin, gelang, kalung, dan anting-anting subject matternya adalah jenis dan ragam hias. Menurut informasi yang diperoleh oleh penulis, jumlah produk dan ragam hias yang subject matternya ada empat jenis produk dan ragam hias ada dua jenis. Hasil penelitian yaitu: (1) Perkembagan produk pada kerajinan kelompok kerajinan perhiasan Satando dan ragam hias pada kerajinan perhiasan masih mengikuti permintaan konsumen yang dominan kepada ragam hias flora dan geometris (2) Ragam hias yang diterapkan kelompok kerajinan perhiasan Satando Kota Makassar.


2021 ◽  
Vol 5 (1) ◽  
pp. 1
Author(s):  
Hasnawati J

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan materi pembelajaran seni cetak cukil kayu (woodcut) melalui modul yang valid untuk mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Rupa. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan (research and development) dengan mengembangkan materi pembelajaran seni cetak cukil kayu yang valid dan layak digunakan. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan medel 4-D yang dikembangkan oleh Thiagarajan dengan pembatasan yang terdiri dari tiga tahap pengembangan, yaitu: (1) Tahap pendefinisian (define), (2) Tahap perancangan (design), dan (3) Tahap pengembangan (development). Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Seni Rupa Universitas Negeri Makassar. Pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi, studi pustaka, wawancara, dokumentasi, dan angket untuk validator ahli materi dan ahli media. Data yang diperoleh melalui angket selanjutnya dianalisis menggunakan statis deskriptif, sedangkan data hasil wawancara dianalisis kemudian disimpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan meliputi materi seni cetak terkhusus kepada seni cetak cukil kayu (woodcut), meliputi pengetahuan tentang alat dan bahan yang digunakan serta proses berkarya seni cetak cukil kayu hingga mendapatkan sebuah karya seni. Selanjutnya dilakukan uji validasi modul oleh ahli materi dan ahli media untuk memenuhi unsur kevalidan materi dan kegrafikaan, berdasarkan hasil penilaian untuk materi yang dikembangkan memperoleh skor sebesar 95,39 (kategori sangat baik), berdasarkan hasil penilaian media memperoleh skor 97.04 (kategori sangat baik). Dengan demikian, modul yang dikembangkan layak untuk diigunakan dalam kegiatan pembelajaran seni cetak cukil kayu (woosdcut) di Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar.


2021 ◽  
Vol 4 (2) ◽  
pp. 59
Author(s):  
Muhajir Muhajir ◽  
Damar Tri Afrianto

Penelitian ini didasarkan sebuah permaslahan bahwa metode Blended Learning bukan menjadi solusi utama pembelajaran pendidikan seni di tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Permasalahannya diantaranya yaitu kesenjangan yang menjadi isu sentral dalam pembelajaran via daring ini. Masih banyak daerah-daerah yang belum mendapat akses internet dan ketersedian perangkat teknologi (komputer dan gawai) sebagai modal utama pembelajaran daring. Di sisi lain, metode blended leraning tidak bisa sepenuhnya diterapkan secara total dalam pendidikan seni. Dari permasalahan tersebut perlu kiranya perlu merumuskan ulang metode pembelajaran seni di era tatanan baru ini, pembelajaran seni tak cukup hanya mengandalkan sistem daring, karena olah rasa, olah teknis dan estetika sebagai perangkat utama pendidikan seni, membutuhkan proses pendampingan yang intens. Masalah utama yang menjadi fokus pembahasan adalah bagaimana metode penunjang Blended Learning agar dapat dimplementasikan dalam pendidikan seni. Metode penelitian ini adalah penggabungan penelitian Research and Development (R & D) dengan interpretatif analitik. Penelitian R&D adalah jenis yang berangkat dari kasus kemudian manawarkan solusi untuk pengembangan. Hasil penelitian ini merumuskan sistem Blended Learning dalam pembelajaran seni perlu ditunjang setidak-tidaknya dengan metode kolaborasi dengan stakeholder. Stakeholder inilah yang memiliki peran penting dalam asupan keilmuan teknis melalui pengalaman mereka di dunia kesenimanan. Guru dan dosen pengampu utama akan berkoordinasi dengan stakeholder tentang bagaimana proses berkarya peserta didiknya, sehingga kolaborasi ini mampu memberi warna pendidikan seni semakin variatif dan humanitif.


2021 ◽  
Vol 4 (2) ◽  
pp. 40
Author(s):  
Aulia Evawani Nurdin

Penelitian ini bertujuan untuk untuk memperoleh data yang jelas dan akurat mengenai proses pembuatan batik di Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pembuatan batik yang menerapkan motif Toraja, alam dan kaligrafi. Pembuatan batik tersebut menggunakan teknik tulis dan teknik colet dengan bahan pewarna napthol. Dalam proses pembuatan batik tersebut diperlukan kecermatan dan kehati-hatian untuk menghasilkan karya batik yang lebih berkualitas. Hasil penerapan tersebut meupakan wujud pelestarian budaya lokal sehingga menambah kekayaan budaya Indonesia.


2021 ◽  
Vol 4 (2) ◽  
pp. 1
Author(s):  
Helvi Mei Sari ◽  
Feby Dehmi Sudirman ◽  
Sofyan Sofyan

This study is a qualitative study using objective approach. Research objectives of this study are describing the historical background of Chinese in Makassar and acculturation of Makassarese Chinese in the field of art. The data is collected through interview, observations, and review of literature. In processing the data, there are three techniques used: (1) Data Reduction; (2) Display Data; and (3) Conclusion Drawing and Verification. The results of the study reveal that Chinese came to Indonesia since centuries ago during dynastic war in Cina. They came in Makssar during Dinasti Tang on 15th. They came gradually and began to settle in Makassar during the reign of Kerajaan Gowa. This was the beginning of acculturation. At the time, they mingle with indigenous people and began to pursue various fields, including in art and culture. In music, one of Chinese named Ho Eng Djie was famous for his songs such as Amma Ciang or Atti Raja. In addition, a Chinese writer was famous with his work, Pantoen Melajoe Makassar.


2021 ◽  
Vol 4 (2) ◽  
pp. 19
Author(s):  
Rachmat Rachmat

Pendidikan adalah bagian dari masyarakat berarti daya-upaya untuk memajukan bertumbuhnya budipekerti untuk memajukan kesempurnaan hidup. Pendidikan seni adalah suatu proses pedagogik yang bertujuan untuk memanusiakan manusia dengan seni sebagai medianya, disamping itu pelaku dalam pendidikan seni harus mempunyai kesadaran kritis terhadap situasi sekarang ini agar melek terhadap diri sendiri dan lingkungan sekitar agar orientasi kedepannya dapat berevolusi sesuai dengan kodrat yang dicita-citakan oleh manusia itu sendiri.


2021 ◽  
Vol 4 (2) ◽  
pp. 47
Author(s):  
Asia Ramli
Keyword(s):  

Pertunjukan teater The Eyes of Marege kolaborasi Teater Kita Makassar dengan Australian Performing Exhange dipentaskan pada OzAsia Festival tanggal 27 – 29 September 2007 di Playhouse Adelaide, dan tanggal 5 – 7 Oktober 2007 di Studio Opera House, Sydney. Penelitian ini mendeskripsikan dan menganalisis fokus masalah: nilai-nilai budaya Makassar dalam karakter tokoh pada pertunjukan tersebut. Data dari jenis penelitian kualitatif ini diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Hasil data dideskripsikan dan dianalisis berdasarkan pendekatan kebudayaan dan kajian semiotika teater. Adapun pola relasi antartokoh dianalisis dengan menggunakan model aktantial Greimas. Hasil menunjukkan bahwa karakter tokoh dalam pertunjukan teater The Eyes of Marege yang mewakili suku-bangsaMakassar mengandung nilai-nilai budaya Makassar, antara lain: nilai-nilai siri’ na pacce, nilai-nilai tausipakatau, nilai-nilai pangngadakkang, dan nilai-nilai islam.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document