SONDIR
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

16
(FIVE YEARS 10)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By LPPM ITN Malang

2746-8275, 1979-2832

SONDIR ◽  
2021 ◽  
Vol 5 (2) ◽  
pp. 31-39
Author(s):  
Beatus Mariano Jinotra ◽  
I Wayan Mundra ◽  
Subandiyah Aziz

Bendung Wae Cepang adalah salah satu bendung yang ada di Kabupaten Manggarai, terletak di Desa Nangka Kecamatan Satarmese dan bendung inilah yang melayani lahan pertanian desa Nangka. Perlu di ketahui bahwa hampir sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani sawah, dan menggantungkan hidup dari hasil sawah, sangat di harapkan optimalisasi fungsi bangunan bendung, sehingga dapat menunjang dan memaksimalkan hasil pertanian. Bendung Wae Cepang seharusnya mampu mengairi seluruh lahan tersebut apabila fungsinya lebih di optimalkan kembali. Untuk di ketahui Bendung Wae cepang mempunyai masalah yang serius yaitu masalah merembesnya air melewati bawah tubuh bendung. Sehingga menyebabkan air yang sebenarnya harus di alirkan ke area persawahan harus terbuang percuma dan tidak di manfaatkan dengan baik, untuk itu perlu dilakukan desain ulang bendung untuk peningkatan debit air irigasi desa Nangka Kecamatan Satarmese Kabupaten Manggarai. Berdasarkan hasil analisa hidrologi didapat dimensi bendung : tinggi bendung adalah 2.1 meter, tinggi muka air banjir adalah 4.599 meter, lebar mercu bendung adalah 5,9 meter, tipe kolam olakan adalah tipe cekung dengan jari jari 7,06 meter. Berdasarkan hasil analisa stabilitas bendung, maka konstruksi ini aman terhadap gaya guling geser dan daya dukung tanah aman terhadap up lift, baik di tinjau pada kondisi air normal danpa ataupun dengan terjadi gempa dengan ketentuan SF > 1.5 untuk kondisi tanpa gempa dan SF > 1.25 untuk kondisi dengan gempa.


SONDIR ◽  
2021 ◽  
Vol 5 (2) ◽  
pp. 10-15
Author(s):  
Stephanus Beda Wutun ◽  
Vega Aditama ◽  
Bambang Wedyantadji

Beton merupakan campuran yang terdiri dari pasir, kerikil, semen, air maupun dengan atau tanpa bahan tambahan yang dicampurkan menjadi satu bagian. Beton sering dipakai secara luas sebagai bahan utama bangunan. Dengan kebutuhan yang sangat pesat dan beraneka ragan maka dibutuhkan bahan tambahan (Admixture). Bahan tambahan yang digunakan bisu juga berasal dari produk sisa dari bahan – bahan yang ada digunakan untuk keperluan tertentu contohnya adalah Superfluid Naphthalene -fc yang berasal dari tar batu bara yang dapat digunakan sebagai bahan mempercepat pengerasan beton.Untuk mengetahui pengaruh penggunaan Superfluid Naphthalene -fc pada beton dengan kondisi normal dan beton yang ditambahkan Superfluid Naphthalene –fc pada beton dengan mutu rencana 20 Mpa, maka ditentukan kadar Superfluid Naphthalene -fc yang digunakan sebesar 0%, 0.1%, 0.4%, 0.7% dan 1% dari berat semen yang direncanakan. Adanya pengaruh signifikan dari penambahan Superfluid Naphthalene –fc pada pengujian kuat tekan beton yang dihasilkan dapat dibuktikan dari hasil pengujian hipotesis dan analisa regresi, dimana thitung > ttabel atau 31.958 > 3,182 dengan nilai koefisien determinasi (R2) = 94.79% perubahan nilai kuat tekan beton dipengaruhi prosentase Superfluid Naphthalene –fc, kemudian nilai koefesien korelasi (R) atau tingkat hubungan yang sangat kuat sebesar 0,9739.


SONDIR ◽  
2021 ◽  
Vol 5 (2) ◽  
pp. 1-9
Author(s):  
Naufal Hisyam Erwanto ◽  
Erni Yulianti ◽  
Sriliani Surbakti

Banjir merupakan suatu permasalahan air yang dapat berakibat pada kerusakan materil dan non materil. Apabila tidak di lakukan langkah pencegahan yang tepat, maka akan terjadi kerusakan yang lebih besar dikemudian hari. Dari berbagai tindak pencegahan di bidang infrastruktur seperti normalisasi sungai, pembuatan saluran drainase, terdapat pula pembuatan danau/waduk buatan yang disebut boezem. Perencanaan boezem sebagai alternatif penanganan banjir di Kabupaten Pasuruan Provinsi Jawa Timur akan menampung air akibat limpasan air hujan pada periode rancangan 50 tahun sebesar 235,8669 m3/detik. Perencanaan boezem di dapat dari perhitungan curah hujan rancangan periode 50 tahun sebesar 221,833 mm, dan dengan debit banjir rancangan metode rasional periode 50 tahun 235,8669 m3/detik. Kemudian dilakukan penelusuran banjir dengan inflow pada perhitungan HSS. Nakayasu kala ulang 50 tahun. Dan didapat kan nilai tampungan sebesar 47973,89 m3. Hasil dari perhitungan penelusuran banjir terhadap pompa dan pintu air didapatkan volume tampungan rencana sebesar 48.000 m3. Sebagai pelengkap untuk mendukung proses pengeringan boezem maka diperlukan pompa air dengan kapasitas maksimum 6600 m3/jam sebanyak 2 unit, dan 2 unit pintu air. Dan didapatkan pola pengoperasian pompa dan pintu air berdasarkan ketinggian air pada boezem.


SONDIR ◽  
2021 ◽  
Vol 5 (2) ◽  
pp. 16-22
Author(s):  
Reynaldi Sutrisno ◽  
Eding Iskak Imananto ◽  
Mohammad Erfan
Keyword(s):  

ABSTRAK Perkerasan jalan merupakan bagian dari jalan yang berupa campuran agregat, bahan pengikat dan bahan pengisi (filler). Komposisi material campuran perkerasan aspal mempengaruhi kualitas pada campuran. Penelitian ini memanfaatkan limbah beton sebagai pengganti agregat kasar pada Campuran ATB, dikarenakan kurangnya pemanfaatan limbah beton. Limbah beton yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari Laboraturium Bahan Kontruksi Universitas Negeri Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan limbah beton sebagai pengganti agregat kasar 10/10 pada campuran ATB ditinjau dari karateristik Marshall. Kemudian melakukan pembuatan benda uji sebanyak 27 buah dilanjutkan dengan pengujian menggunakan metode Marshall Test di laboratorium bahan kontruksi Teknik Sipil Institut teknologi nasional malang. Dari hasil penelitian yang dilakukan maka diperoleh : Agregat limbah beton  yang berasal dari Laboraturium Bahan Kontruksi Universitas Negeri Malang telah memenuhi spesifikasi dan layak digunakan sebagai campuran perkerasan jalan. Penggunaan limbah beton sebagai bahan pengganti agregat kasar 10/10 pada lapisan ATB berpengaruh atau memberikan perbedaan yang signifikan. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil pengujian hipotesis, dimana Fhitung > Ftabel. Nilai stabilitas pada kadar limbah beton 0% sebesar 1048,56 kg dan pada kadar limbah beton 100% sebesar 842,41 kg. nilai karakteristik yang diharapkan pada campuran memenuhi batasan yang telah ditetapkan oleh Dinas  Bina Marga 2018 seperti nilai stabilitas, flow.


SONDIR ◽  
2021 ◽  
Vol 5 (2) ◽  
pp. 23-30
Author(s):  
Maria Fransisca Nobella ◽  
FX. Junaedi Utomo

Seiring berkembangnya dunia arsitektural, teknik sipil sebagai penopang utama dalam teknologi struktur juga dituntut untuk mencapai batas-batas yang makin tinggi dan makin besar. Banyak bangunan didesain dengan kajian arsitektural memberikan efek pertimbangan struktur yang ekstrim. Pada penelitian ini memberikan sebuah kajian mengenai kinerja kantilever konvensional menggunakan tendon prategang terhadap tendon CFRP. Penggunaan CFRP sudah merupakan bukti melibatkan kemutakhiran material masa depan. Pada studi ini dilakukan analisis pada balok kantilever dengan panjang 6 meter. Variasi pertama adalah balok dengan tendon prategang dan variasi kedua adalah balok prategang dengan tendon CFRP. Pemodelan balok kantilever dilakukan dengan software ABAQUS. Pemodelan akan dilakukan dalam tiga tahap yakni tahap stressing tendon, tahap aplikasi berat sendiri dan tahap aplikasi beban terpusat pada ujung bebasnya. Pemodelan material dilakukan dengan menggunakan pemodelan konstitutif yang sesuai dengan kaidah dan peruntukan strukturnya. Balok kantilever menerima beban terpusat dan dianalisis secara statik. Berdasarkan hasil analisa tersebut didapatkan bahwa defleksi maksimum yang terjadi pada tendon dan CFRP berturut-turut adalah sebesar -0.193236788 m dan -0.103454 m. Arah defleksi yang paling dominan ditunjukan pada arah U2 yakni arah vertikal terhadap bentang panjang balok kantilever. Hal ini menunjukkan bahwa respon struktur pada tendon CFRP lebih baik daripada beton prategang dengan nilai defleksi yang lebih kecil.


SONDIR ◽  
2021 ◽  
Vol 5 (1) ◽  
pp. 32-39
Author(s):  
Gilang Trianugrah S ◽  
Bambang Wedyantadji ◽  
Togi Nainggolan

Keterbatasan material batu kali untuk campuran perkerasan lama kelamaan akan mengalami pengurangan. Dalam penelitian ini mengambil alternatif pemanfaatan limbah batu marmer sebagai pengganti agregat 10/10 pada campuran AC-WC. Di Kabupaten Tulungagung khususnya Desa Gamping Rejo mempunyai limbah batu marmer dari hasil pengolahan kerajinan yang hanya digunakan sebagai timbunan jalan berlubang dan kurang bernilai secara ekonomis.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh limbah batu marmer sebagai pengganti agregat 10/10 ditinjau dari nilai karakteristik Marshall dan juga kelayakan dari limbah batu marmer. Kemudian melakukan pembuatan benda uji berjumlah 45 buah dilanjutkan dengan pengujian menggunakan metode Marshall Test di laboratorium bahan konstruksi Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang. Dari hasil pengujian Marshall sebelum dan sesudah menggunakan batu marmer didaptkan nilai Kadar Aspal Optimum sebesar (5,80%) dan (5,81%). Untuk kadar limbah pecahan batu marmer yang baik didapatkan pada variasi 25% dengan nilai karakteristik Marshall : Stabilitas (973,63 Kg), Flow (3,00 mm), VIM (3,99%), VMA (16,88%), VFA (76,36%), MQ (328,19 Kg/mm). Berdasarkan hasil pengujian batu marmer layak digunakan sebagai pengganti agregat 10/10 pada lapis AC-WC dengan nilai : Flakiness (20,04 %), Impact (12,98 %), Abrasi (27,26 %), Berat jenis (2,58), Penyerapan (1,43 %).


SONDIR ◽  
2021 ◽  
Vol 5 (1) ◽  
pp. 24-31
Author(s):  
Prayitno Osmar Dangga ◽  
Munasih ◽  
Lila Ayu Ratna Winanda

Tingkat pengetahuan, pemahaman, dan penerapan oleh pihak-pihak yang terkait untuk pencegahan keselamatan kerja sangat rendah. Tujuan dalam penelitian adalah untuk mengidentifikasiakan faktor-faktor yang menyebabkan kecelakaan konstruksi dam untuk mengetahui hubungan antar faktor yang teridentifikasi. Penelitian ini dilakukan penelusuran literature dan kejadian kecelakaan dengan cara melakukan pencarian faktor-faktor penyebab kecelakaan kerja pada konstruksi dengan menggunakan acuan dari penelitian terdahulu, berita media cetak dan elektronik, setelah itu melakukan penelusuran terhadap berita-berita kecelakaan konstruksi yang telah terjadi pada 10 tahun terakhir dalam bentuk sintesa uraian dan table untuk mencari hubungan antar factor, apakah factor tersebut mempunyai hubungan searah atau timbal balik dengan bantuan aplikasi Ventana simulation (Vensim) PLE yang digunakan untuk mengukur hubungan antara faktor penyebab kecelakaan dengan melihat diagram caustik.Hasil analisis kecelakaan yang dominan terjadi, faktor dominan penyebab kecelakaan, hubungan antar faktor dalam causatik diagram menunjukan kejadian kecelakaan konstruksi yang sering terjadi dalam 10 tahun terakhir yang terangkum dari tahun 2015 sampai 2019 merupakan kejadian kecelakaan yang dimana memakan korban jiwa seperti luka-luka ringan bahkan meninggal dunia, adapaun kecelakaanya konstruksi terjadi pada proyek MRT, Jalan tol, jembatan, dan underpass dan yang sering terjadi adalah kecelakaan pada proyek jalan tol. Adapun factor-faktor yang menyebabkan kecelakaan kerja adalah tidak dilibatkannya tenaga ahli K3 konstruksi dan penggunaan metode pelaksanaan yang kurang tepat, lemahnya penguasaan K3, kurang emadainya kualitas dan kuantitas, ketersediaan peralatan perlindungan diri, kurang disiplinya para tenaga kerja dalam mematuhi ketentuan dalam K3


SONDIR ◽  
2021 ◽  
Vol 5 (1) ◽  
pp. 13-23
Author(s):  
Muhammad Erfan ◽  
Nenny Roostianawaty ◽  
Sriliani Surbakti

Pertambahan jumlah penduduk tentunya menghasilkan pertambahan jumlah volume sampah organik dan anorgaik. Salah satu sampah yang dihasilkan masyarakat di Kelurahan Arjowinangun adalah sampah organik dan sampah anorganik, dimana sampah atau limbah organik dan limbah anorganik apabila tidak dilakukan pengolahan tentunya jumlah volume sampah akan semakin bertambah dan mengakibatkan terjadinya dampak pencemaran terhadap lingkungan, yaitu terjadinya penurunan sanitasi lingkungan. Berdasarkan kondisi eksisting maka permasalahan yang Kelurahan Arjowinangun adalah banyaknya tumpukan sampah aorganik dan sampah anorganik sehingga mengakibatkan terjadinya pencemaran lingkungan khususnya penurunan sanitasi lingkungan di sekitar permukiman dan terjadinya penyumbatan pada saluran drainase akibat masuknya sampah ke dalam saluran draianse. Oleh sebab itu dari permasalahan yang ada di lokasi mitra maka perlu dilakukan upaya mengurangi permasalahan pengurangan jumlah volume khususnya penanganan pemanfaatan sampah anorganik yaitu, salah satunya adalah pemanfaatan limbah botol plastik sebagai tambahan bahan konstruksi ringan sebagai pembuatan paving. Sehingga dari pemanfaatan limbah atau sampah anorganik yaitu limbah botol plastik maka diharapkan akan mengurangi jumlah volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir sampah (TPA). Hasil dari pengolahan limbah botol plastik tersebut akan menghasilkan menjadi paving dan pendampingan mitra ini akan melibatkan masyarakat di Kelurahan Arjowinangun untuk memanfaatkan limbah botol plastik menjadi barang yang bernilai tinggi dan berguna serta berwawasan lingkungan.


SONDIR ◽  
2021 ◽  
Vol 5 (1) ◽  
pp. 7-12
Author(s):  
Nenny Roostriawaty ◽  
Sriliani ◽  
Muhammad Erfan

Optimization of pipe diameter in the planning of clean water supply systems in Wonotirto District aims to determine the projected demand for clean water in Wonotirto District until 2028. This research was conducted because currently the distribution of clean water in the study location is still not completely fulfilled. Topographical conditions, most of which are in mountainous areas, cause one of the reasons for the difficulty of distributing clean water. The pipe diameter optimization planning in this study uses the Hazen-William method. The data used are the population in the last 10 years, geoelectric data, and topographic maps of Wonotirto District, Blitar Regency. Based on the results of the planning, it is found that the projected number of population in 2020 is 37,013 people. the discharge of clean water needs is 63.73 liters / second, the dimensions of reservoir 1 are planned to be 6 m x 4 m x 3 m, reservoir 2 is planned to be 6.5 m x 4 m x 3 m. The type of pipe used is the type of PVC with a diameter of 0.75 inches, 1 inch, 1.25 inches, 1.5 inches, 2 inches, 2.5 inches, 3 inches, 4 inches, 6 inches, where planning calculations are carried out using the Hazen-William Method. The limited amount of groundwater discharge at the location means that not all villages in the Wonotirto District area have their clean water needs met and it is hoped that further research will improve this research.


SONDIR ◽  
2021 ◽  
Vol 5 (1) ◽  
pp. 1-6
Author(s):  
Novi Rahmayanti ◽  
Yudithia Alfira Hadi

Bangunan Rumah Sakit merupakan bangunan yang harus tetap berfungsi setelah terjadinya bencana gempa bumi. Agar bangunan tersebut tetap berfungsi sebagimana mestinya, maka perlu dilakukan kajian mengenai perilaku struktur bangunan dengan berbagai kondisi jenis tanah yang meliputi tanah keras, sedang dan lunak. Penenitian ini menggunakan metode Force-based Design dan Direct Displacement-based Design untuk mengetahui nilai displacement dan storey drift. Bangunan gedung rumah sakit ini diasumsikan berada di wilayah Yogyakarta. Hasil analisis menunjukkan bahwa displacement dan storey drift terbesar terjadi pada bangunan yang direncanakan berada di atas tanah lunak.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document