Media Kontak Tani Ternak
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

24
(FIVE YEARS 4)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Universitas Padjadjaran

2685-8843

2021 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 7
Author(s):  
Samadi Samadi ◽  
Sitti Wajizah ◽  
Fitrah Khairi ◽  
Ilham Ilham
Keyword(s):  

Pakan merupakan salah satu faktor yang memegang peranan penting dalam suatu usaha peternakan karena hampir 70% biaya produksi adalah dari pakan. Dilarangnya penggunaan antibiotik dalam pakan maka para ahli pakan mencari alternatif penganti pakan seperti pre-probitiok, phytogenic, enzim, imuno mudulator dan beberapa pakan aditif lainnya. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan informasi formulasi pakan berdasarkan sumber daya lokal dan pemberian imbuhan pakan herbal (phytogenic) kepada masyarakat. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di dua desa yaitu Desa Tumbo Baro, Kecamatan Kuta Malaka (mitra FA Pronak), dan Desa Lamme Garot, Kecamatan Montasik Kabupaten Aceh Besar (mitra Kelasan Express). Dengan kegiatan ini diharapkan adanya peningkatan produktivitas ternak ayam broiler yang dipelihara oleh masyarakat serta berupaya untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dari ternak yang dipelihara masyarakat dengan memeberikan feed additives herbal sebagai imbuhan pakan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan secara bertahap, yaitu 1) Tahap persiapan kegiatan, 2) Penyuluhan dan pelatihan, 3) Pembuatan produk yang akan di aplikasikan pada peternak mitra. Hasil dari kegiatan ini adanya peningkatan pengetahuan peternak dalam memformulasi ransum ayam broiler dan penggunakan feed additive herbal sebagai imbuhan pakan dalam pemeliharaan ayam broiler. Kegiatan ini juga memberikan suatu produk ransum yang siap digunakan oleh peternak untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dari ayam yang dipelihara.


2021 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 1
Author(s):  
Endah Yuniarti ◽  
Raden Febrianto Christi ◽  
Diky Ramdani

Pakan merupakan salah satu faktor utama dalam produksi peternakan karena pakan menghabiskan 60-70% biaya produksi. Pemberian ransum yang baik dan pemilihan bahan pakan yang tepat menjadi salah satu kemampuan yang harus dikuasai oleh peternak. Kemampuan tersebut diharapkan mampu menjadikan biaya produksi peternakan menjadi lebih efisien. Berdasarkan hal tersebut, maka diperlukan adanya sebuah program yang dapat menjadi sarana transfer informasi terkait penyusunan ransum kepada peternak. Kelompok Tani Ternak Jaya Makmur Desa Sidamulih Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran merupakan kelompok peternak ruminansia yang mengalami kendala dalam teknis beternak terutama masalah pemberian pakan. Pelatihan penyusunan ransum dilaksanakan dengan harapan mampu membantu peternak menyelesaikan permasalahannya. Pelatihan ini dilaksanakan secara tatap muka dengan penerapan protocol kesehatan yang ketat. Pelatihah ini berjalan dengan lancer karena antusiasme peserta yang tinggi. Selain itu, setelah mengikuti pelatihan ini peserta menjadi paham perbedaan antara bahan pakan dan ransum, golongan bahan pakan, kebutuhan bahan kering ternak berdasarkan bobot badan, kandungan bahan kering pakan, serta cara menyusun ransum ternak yang baik. 


2021 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 14
Author(s):  
Munandar Sulaeman ◽  
Marina Sulistyati ◽  
Linda Herlina ◽  
Anita Fitriani ◽  
Unang Yunasaf ◽  
...  

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan wawasan mengenai penguatan kelompok, koperasi dan kewirausahaan dalam rangka peningkatan pendapatan khususnya bagi peternak sapi Pasundan di kabupaten Kuningan. Permasalahan yang muncul adalah belum optimalnya pemahaman peternak mengenai peran kelompok, permintaan akan pendirian koperasi dan peluang meningkatkan usaha sapi Pasundan menjadi usaha mencirikan kewirausahaan.Pendekatan formal dan informal digunakan dalam pelatihan agar materi dapat diterima dengan mudah oleh peserta. Pelatihan dan penyuluhan dilakukan melalui tahapan: observasi awal, diskusi mengenai permasalahan dan solusi, pemaparan, serta evaluasi, namun terkait dengan pandemi covid maka materi disampaikan dalam bentuk video yang diunggah pada aplikasi youtube. Kegiatan dilaksanakan pada Kelompok Ciciap dan Jaksataruna di Kecamatan Cibingbin Kabupaten Kuningan. Jumlah Peserta yang diundang dalam kegiatan sebagai tokoh penyebar video materi PKM adalah sebanyak 20 orang. Kesimpulan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan peternak mengenai penguatan kelompok, koperasi, dan kewirausahaan. Selain itu, peternak, terutama ketua kelompok memberikan respon positif terhadap rencana pembentukan koperasi di wilayahnya. Strategi para peternak selanjutnya adalah merencanakan pendirian koperasi dari dua kelompok tersebut.Kata kunci: Sapi Pasundan, Kelompok Peternak, Koperasi, Kewirausahaan


2021 ◽  
Vol 2 (4) ◽  
pp. 71
Author(s):  
Emy Saelan ◽  
Sri Lestari

AbstrakRansum merupakan faktor yang paling menentukan dalam usaha peternakan, dimana ketersediaan ransum harus terpenuhi guna menunjang pertumbuhan dan produksi yang diharapkan.  Tujuan dari program Pelatihan Pembuatan Ransum Unggas Menggunakan Bahan Pakan Lokal adalah untuk membantu peternak agar dapat membuat ransum unggas dengan menggunakan  bahan pakan lokal, meningkatkan keterampilan dan pengetahuan peternak dalam pembuatan ransum unggas khususnya ayam buras dan itik, sehingga dapat meningkatkan produktifitas ternaknya yaitu produksi daging dan telur serta meningkatkan pendapatan peternak. Target luaran yang ingin dicapai melalui Program PKM Kubermas Tematik adalah peternak dapat membuat dan meramu ransum unggas khususnya ransum itik dan ayam kampung, meningkatkan keterampilan peternak dalam membuat dan mengolah pakan, manajemen pemeliharaan, pengolahan ransum itik, serta luaran fisik berupa rumah produksi pembuatan ransum unggas. Hasil kegiatan PKM menunjukkan peternak tidak tergantung lagi pada ransum pabrikan, kelompok peternak binaan dapat menyediakan ransum bagi peternak pemula, sehingga peningkatan populasi dan produktifitas terutama telur dan daging dapat tercapai secara optimal.  Kata Kunci: Ransum, ayam kampung, itik, telu, daging, pakan lokal.


2020 ◽  
Vol 2 (3) ◽  
pp. 63
Author(s):  
Oki Imanudin ◽  
Dini Widianingrum ◽  
Aaf Falahudin
Keyword(s):  

Kelompok Ternak Mulya Abadi merupakan kelompok usaha  ternak potong yang berlokasi di Dusun Kertamulia, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Kertajati. Dua sampai empat ekor sapi potong dipelihara oleh para peternak kelompok ini sebagai mata pencaharian sampingan dari bertani. Pemeliharaan ternak bersifat intensif yaitu pola pemeliharaan sapi dengan cara dikandangkan. Pola pemeliharaan ini menghasilkan limbah peternakan sapi potong yang terkonsentrasi di sekitar kandang.  Di sisi lain, keluarga peternak pun menghasilkan limbah rumah tangga organik. Bila tidak ditangani dengan baik, kedua jenis limbah tersebut akan menjadi sumber pencemaran lingkungan yang berdampak pada kesehatan. Namun, limbah-limbah ini dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Pengolahan limbah peternakan sapi potong dan limbah rumah tangga organik dapat dilakukan secara terpadu melalui teknik pengomposan dengan memanfaatkan limbah rumah tangga organik sebagai bioaktivator untuk mempercepat proses pengomposan, sehingga sanitasi lingkungan tetap terjaga sekaligus terciptanya peternakan yang ramah lingkungan dengan mengusung konsep zero waste. Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu metode demplot dan pembinaan Kelompok Ternak Mulya Abadi dan ibu-ibu PKK Desa Mekar Jaya Kecamatan Kertajati secara berkala. Pembinaan dan pendampingan dilakukan secara kontinyu dalam kurun waktu 3 – 4  bulan, melalui pertemuan, diskusi dan praktek pemilahan limbah rumah tangga organik, pembuatan bioaktivator dan proses pembuatan kompos.


2020 ◽  
Vol 2 (3) ◽  
pp. 56
Author(s):  
Kiki Haetami Haetami ◽  
Junianto Junianto Junianto ◽  
Abun Hasbuna Hasbuna

Desa Margaasih terletak di Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Desa Margaasih sebagian besar didominasi oleh lahan pertanian dan perkebunan. Luas wilayah perkebunan Desa Margaasih yaitu 22,00 Ha dan luas tanah sawah yaitu 121,05 Ha., diantaranya terdapat potensi peternakan dan perikananKegiatan pengabdian masyarakat bertujuann sosialisasi pemanfaatan limbah pasar dan pertanian yang selama ini belum diolah menjadi suatu produk yang memiliki nilai guna, melalui proses pengolahan menggunakan jasa mikroba yang berasal dari lingkungan untuk ternak dan ikan.  Hal tersebut memiliki arti penting, karena pakan alternatiif hasil biokonversi mikroba selain untuk mengatasi ketergantungan akan pakan komersial juga bernilai tambah sebagai prebiotik. Masyarakat cukup responsif dan antusias selama kegiatan, dapat dilihat dari keaktifan dan pastisipatif selama proses PPM terintegrasi berlangsung. Bahan pering kelapa mudah diperoleh sebagai limbah pasar yang lokasinya di lingkungan desa, hal ini direspon pula oleh salah satu pembudidaya ikan yang memiliki mata pencaharian utama sebagai pedagang di pasar.  Respon positif juga didapatkan oleh kelompok tani Sugih Mukti yang berpengalaman dalam bidang agroindusti di Desa Margaasih salah satunya dengan mencoba proses fermentasi alamiah dan mengintroduksikan pengolahan pering kelapa menggunakan ragi (Saccharomyces sp.) dan jamur oncom (Neurospora sp.).  Pengolahan limbah pering kelapa dapat dijadikan sebagai pakan alternatif untuk mengurangi penggunaan pakan komersil.


2020 ◽  
Vol 2 (3) ◽  
pp. 39
Author(s):  
Mohamad Haris Septian ◽  
Nur Hidayah ◽  
Ayu Rahayu

AbstrakKurangnya ketersediaan pakan di Desa Gunungpring membuat Peternak di desa tersebut kesulitan untuk mencukupi kebutuhan pakan.  Berdasarkan survey awal ditemukan rendahnya pengetahuan peternak mengenai manajemen pemeliharaan dan penyediaan pakan pakan ternak. Oleh karenanya dilakukan penyuluhan  untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai manajemen pemeliharaan dan penyediaan pakan ternak dengan metode pengolahan pakan komplit terfermentasi untuk domba dan kambing. Sasaran pelaksanaan kegiatan adalah Kelompok Tani Ternak Karya Makmur Desa Gunungpring, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang. Metode Penyuluhan adalah ceramah dan praktikum. Peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 15 orang peternak ditambah 10 orang mahasiswa Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian, Universitas Tidar.  Berdasarkan evaluasi yang dilakukan setelah proses penyuluhan, dapat disimpulkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan peternak sebesar 18,66% mengenai manajemen pemeliharaan, peningkatan pengetahuan mengenai jenis-jenis bahan pakan dan hijauan pakan sebesar 36,67%, peningkatan pengetahuan mengenai pakan fermentasi sebesar 30%, peningkatan pengetahuan mengenai pakan komplit terfermentasi sebesar 53,37%, peningkatan pengalaman membuat pakan fermentasi sebesar 20%, dan intensitas ngarit yang berkurang sebesar 33,33%, kerta keberlangsungan kegiatan yang rutin dilakukan oleh peternak.Kata kunci: manajemen pemeliharaan, pakan lengkap terfermentasi, domba, kambing, Gunungpring.


2020 ◽  
Vol 2 (3) ◽  
pp. 48
Author(s):  
Yuli Astuti Hidayati ◽  
Eulis Tanti Marlina ◽  
Wowon Juanda ◽  
Deden Zamzam Badruzaman ◽  
Ellin Harlia
Keyword(s):  

Pandemi covid19 menyebar dengan cepat dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Penyebarannya sangat cepat, sehingga hampir seluruh negara yang terjangkit wabah covit19, tidak ada yang mempersiapkan masyarakatnya untuk menghadapi hal tersebut. Kebijakan pemerintah mengharuskan masyarakat untuk stay at home, bahkan bekerja, sekolah dilakukan dari rumah, menggunakan metode daring. Sosialisasi dan penyuluhan tentang pemahaman covid19 serta hidup bersih dan sehat dengan mengolah limbah rumah tangga menjadi pupuk organik, perlu dilakukan agar masyarakat dapat bersikap positif dalam menghadapi pandemic covid19 ini.  Sebelum dilakukan sosialisasi dan penyuluhan tentang covid19, masyarakat secara umum telah mengetahui mikroorganisme penyebab penyakit, cara pencegahannya dengan melakukan pola hidup bersih dan sehat tetapi secara specific untuk kasus covid19, masyarakat masih belum sepenuhnya mengetahui, dan masyarakat belum melakukan pengolahan limbah dapur sebagai wujud pola hidup bersih dan sehat, hal ini tergambar dalam hasil pre-test dan post-test yang dilakukan pada ibu-ibu PKK. Kesimpulan sosialisasi dan penyuluhan yang dilakukan di RT01 RW20 Kelurahan Padasuka Kecamatan Cimahi Tengah Kota Cimahi secara keseluruhan dapat meningkatkan pengetahuan ibu-ibu PKK dalam hal penyebab penyakit, gejala covid19, tindakan preventif dengan melaksanakan hidup bersih dan sehat, serta melakukan pengolahan limbah dapur dan memanfaatkan kompos yang dihasilkan.


2020 ◽  
Vol 2 (3) ◽  
pp. 33
Author(s):  
Siti Darodjah Rasad ◽  
Rini Widyastuti ◽  
Novi Mayasari ◽  
Kikin Winangun ◽  
Annisa Yusrina ◽  
...  

Sapi Potong merupakan sapi lokal berkembang di sepanjang wilayah Priangan utara Jawa Barat.  Karakter sapi potong merupakan representasi dari bos sondaicus dimana warna tubuh merah bata atau merah melahonais, pada beberapa pejantan terjadi perubahan warna menjadi hitam legam. Sapi Potong di daerah Pangandaran dan Ciamis dikenal sebagai Sapi Pasundan. Hasil penelitian Indrijani dkk (2012) bahwa secara arkheologis sapi Pasundan merupakan hasil persilangan pada program Grading Up sapi PO dan program peningkatan mutu genetik sapi Jawa dengan cara menyilangkan sapi tersebut dengan sapi Madura dan sapi Bali. Oleh karena itu pada sapi Pasundan terdapat dua tipe, yakni bergelambir dan non gelambir. Pada kondisi kini, para Peternak sebagai subyek dalam produksi pedet belum sepenuhnya memahami mekanisme pembibitan untuk menghasilkan ternak yang baik. Sebagai contoh, sistem perkawinan belum optimal, dan program Inseminasi Buatan (IB) belum terlaksana dengan baik. Peternak dengan mudah melepas atau menjual ternak yang mempunyai performa baik sehingga secara tidak langsung terjadi seleksi negatif, dalam populasi dan antar populasi.  Berkenaan dengan hal tersebut, perlunya penyuluhan dan kaji terap masalah kesehatan reproduksi ternak serta program Inseminasi Buatan (IB) sehingga meningkatkan wawasan peternakan dalam pengembangbiakan dan kesehatan reproduksi Sapi Pasundan di daerah Pangandaran.


2020 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
pp. 25
Author(s):  
Fitrah Khairi

ABSTRAKPeternakan merupakan bagian integral dari bidang pertanian yang merupakan salah satu bidang andalan dalam menopang perekonomian masyarakat pedesaan yang berbasis kepada perekonomian kerakyatan. Sektor peternakan merupakan sektor yang sangat penting dalam skala nasional karena berkaitan dengan ketahanan pangan dalam hal penyediaan protein hewani yang ASUH (Asli Sehat Utuh dan Halal).  Pentingnya sektor peternakan berkaitan dengan peningkatan taraf hidup masyarakat, maka faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas dan reproduktivitas ternak perlu mendapat perhatian dari pemerintah, untuk meningkatkan produktivitas ternak perlu dilakukan pembuatan pakan dengan formulasi yang baik dan seimbangan dalam arti pemenuhan kebutuhan akan nutrisi ternak, selanjutnya untuk meningkatkan system kekebalan tubuh ternak dapat dilakukan dengan pemberian probiotik. Kegiatan pengabdian masyarakat berbasis produk yang dilaksanakan di Desa Manggra, Mukim Meureu, Kecamatan Indrapuri Kabupaten Aceh Besar dalam pembuatan formulasi ransum untuk pakan ayam petelur, dan di Desa Tumbo Baro Kecamatan Kuta Malaka Kabupaten Aceh Besar dalam pembuatan probiotik untuk ternak unggas. Kegiatan diawali dengan survei dan pemetaan masalah, dilanjutkan pelaksanaan yang terdiri dari tahap persiapan, tahap pembekalan, tahap workshop dan pelaksanaan pembuatan formulasi ransum dengan berbagai jenis bahana pakan yang tersedia dan pembuatan probiotik untuk ternak unggas. pengolahan pakan yang bersumber dari limbah dan industri pertanian. Tahapan utama dari kegiatan ini berupa tahap perencanaan dan pengolahan complete feed yang dilakukan oleh fasilitator dan masyarakat. Tahap akhir kegiatan ini adalah melakukan monitoring dan peninjauan langsung terhadap produktivitas ternak dari forrmulasi ransum yang dibuat dan probiotik yang diproduksi. Kegiatan ini berhasil meningkatkan produktivitas ternak, pemahaman dan partisipasi masyarakat tentang pembuatan formulasi ransum dan produksi probiotik


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document