Atma Reksa : Jurnal Pastoral dan Kateketik
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

64
(FIVE YEARS 29)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende

2797-9830, 2527-7421

2021 ◽  
Vol 6 (1) ◽  
pp. 33
Author(s):  
Viktoria Lelboy

Tulisan ini berjudul “Pengaruh Penerapan Disiplin Belajar Terhadap Peningkatan Prestasi Belajar Mahasiswi di Asrama puteri Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende”. Tulisan ini dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan disiplin serta peningkatan belajar Mahasiswi asrama puteri  Sekolah Tinggi Pastoral  Atma Reksa Ende. Disiplin, adalah melatih melalui pengajaran atau pelatihan”. Disiplin berkaitan erat dengan proses pelatihan yang dilakukan oleh pihak yang memberi pengarahan dan bimbingan dalam kegiatan pengajaran. Disiplin menjadi peranan penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif serta proses pembentukan pembelajaran yang teratur sekaligus penting bagi keberhasilan prestasi akademik bagi diri anak dan melalui penerapan disiplin di asrama dapat membantu kemampuan setiap anak untuk mencapai tujuan dan harapan. Belajar bukanlah suatu tujuan tetapi merupakan suatu proses untuk mencapai tujuan, yang merupakan langkah-langkah atau prosedur yang ditempuh. Belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku individu melalui interaksi dengan lingkungan.pengertian ini menitikberatkan pada interaksi antara individu dengan lingkungan. Didalam interaksi inilah terjadi serangkaian pengalaman-pengalaman belajar. Prestasi belajar dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu disiplin belajar. Disiplin belajar bukan hanya tergantung pada faktor luar seperti orang tua, guru dan lingkungan tetapi yang paling penting disini adalah kedisiplinan diri sendiri. Cara disiplin belajar pada setiap mahasiswi untuk mencapai prestasi belajar berbeda-beda, seperti halnya disiplin mahasiswi asrama Stipar Ende. 


2021 ◽  
Vol 6 (1) ◽  
pp. 1
Author(s):  
Fransiskus Soda Betu
Keyword(s):  

Konsep kurikulum rekonstruksi sosial dapat dipakai sebagai konsep untuk mendesain tujuan, konten, proses, dan penilaian kegiatan keagamaan dan solidaritas nasional. Kurikulum rekonstruksi sosial untuk kegiatan keagamaan dan solidaritas nasional dapat didesain dalam bentuk suatu dokumen (written curriculum) untuk dijadikan sebagai pedoman arahyang membantu para fasilitator dalam implementasi aktivitas keagamaan dan solidaritas nasional. Desain Kurikulum rekonstruksi sosial tersebut didasarkan pada persoalan-persoalan sosial kemasyarakatan yang nyata. Kegiatan keagamaan merupakan kegiatan nyata yang dilaksanakan masyarakat keagamaan. Gereja Katolik yang ikut terlibat dalam upaya membangun bangsa Indonesia telah memberikan kontribusi bagi NKRI. Tawaran desain kurikulum rekonstruksi sosial dalam berbagai aktivitas kegiatan Gereja perlu dilihat sebagai tawaran yang menyediakan kerangka sistematis bagi fasilitator untuk semakin proaktif membangun bangsa dalam solidaritas yang berlandaskan iman Katolik.


2021 ◽  
Vol 6 (1) ◽  
pp. 17
Author(s):  
Yohanes Fransiskus Siku Jata

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat eksplanatoris. Subyek penelitian adalah 20 pasangan kawin pintas dan 7 narasumber. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi praktek kawin pintas (hidup bersama sebelum perkawinan mereka diresmikan dalam Gereja Katolik) dan apa karakteristik kawin pintas yang dipraktekkan di wilayah Kevikepan Ende. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawin pintas secara implisit direstui adat demi mempermudah proses pembelisan. Kawin pintas sebagai strategi dari pasutri untuk mempermudah urusan belis. Adanya krisis pada lembaga adat dan lembaga penegak norma (gereja dan pemerintah). Kawin pintas biasanya disertai praktek hubungan intim sebagai suami istri. Hubungan intim kadang terjadi sebelum kawin pintas sebagai bentuk pemaksaan terhadap perempuan untuk menyerahkan diri kepada laki-laki atau sebaliknya supaya laki-laki harus menerima sang perempuan agar  tidak memicu konflik dengan keluarga besar perempuan. Kawin pintas merupakan ungkapan kebebasan calon suami istri. Pada masa sekarang, jodoh ditentukan oleh individu bersangkutan. Pihak keluarga hanya menerima (karena anak memiliki otonomi untuk menentukan pilihan). Praktek ini semakin umum dan ini menjadi trend atau model perkawinan zaman kini. Karena semua orang kawin pintas maka mereka juga ikut pintas. Kawin pintas terjadi karena pacaran yang singkat lewat hand phone atau mungkin dipengaruhi oleh teknologi komunikasi modern yang juga menyelubungkan pornografi.


2021 ◽  
Vol 6 (1) ◽  
pp. 10
Author(s):  
Maria Yulita C. Age

Solidaritas adalah suatu sikap yang dapat dimiliki oleh setiap manusia yang didalamnya saling berkaitan dengan sebuah ungkapan perasaan seseorang atas rasa senasib dan sepenanggungan terhadap apa yang orang lain rasakan maupun kelompok itu sendiri. Solidaritas pun dapat diwujudnyatakan dalam sikap saling melayani rasul awam. Adapun rasul awam yang dimaksudkan dalam tulisan ini adalah para katekis atau guru agama. Artikel ini bertujuan memberikan gambaran tentang upaya menghidupkan kembali “atma reksa” yang berarti jiwa/roh pelayanan atau semangat melayani dalam diri rasul awam sebagai wujud solidaritas di masa pandemic. Konsili Vatikan II dengan tegas dan jelas telah memberikan keluhuran, panggilan, tugas perutusan, dan martabat kaum awam dalam dekrit Kerasulan Awam (Apostolicam Actuositatem). Metode yang digunakan dalam uraian ini adalah metode kepustakaan. Data dianalisis secara induktif dengan cara menguraikan hal-hal yang berkaitan dengan solidaritas kaum awam dalam terang roh pelayanan kemudian menarik kesimpulan atas uraian yang dipaparkan. Adapun hal-hal yang dipaparkan dalam tulisan ini antara lain makna atma reksa, gambaran tentang solidaritas rasul awam, dan wujud solidaritas rasul awam sebagai pendidik, sebagai petugas pastoral di masa pandemik.


2021 ◽  
Vol 5 (2) ◽  
pp. 25
Author(s):  
Oktavianus Supriyanto Seni

Kepemimpinan dalam pendidikan merupakan kemampuan untuk mempengaruhi, mengkoordinir, dan menggerakkan orang-orang lain yang ada hubungannya dengan pelaksanaan dan pengembangan pendidikan agar dapat dicapai tujuan pendidikan atau sekolah secara efektif dan efisien. Tujuan sekolah dapat dicapai secara efektif dan efisien dibutuhkan kepemimpinan kepala sekolah yang efektif. Ada tujuh karekateristik kepemimpinan kepala sekolah efektif, yaitu: (1) memiliki visi yang jelas; (2) memiliki harapan tinggi terhadap prestasi; (3)memprogramkan dan memberikan umpan balik yang positif dan konstruktif; (4) mendorong pemanfaatan waktu secara efisien; (5) mendayagunakan berbagai sumber belajar; (6), memantau kemajuan peserta didik baik secara individual maupun kelompok; (7), melakukan evaluasi dan perbaikan secara berkesinambungan.


2021 ◽  
Vol 5 (1) ◽  
pp. 29
Author(s):  
Ignasius Suswakara ◽  
Ermelinda Bhoko

Pandemi Coronavirus telah membawa banyak pengaruh bagi kehidupan masyarakat. Salah satu pengaruhnya adalah banyak umat yang makin terpuruk dalam kemiskinan karena hilangnya pekerjaan dan susah mencari pekerjaan. Umat yang kehidupan ekonominya pas-pasan sebelum pandemi ini terjadi, menjadi makin menderita. Banyak toko, kios, UMKM masyarakat yang terpaksa ditutup karena tidak dapat menjalankan usahanya dengan normal. Akibatnya pengangguran terjadi, banyak umat terpaksa kembali ke kampung halaman karena tidak mempunyai pekerjaan. Sementara, di desa, kehidupan umat juga berdampak. Hasil pertanian tidak mudah menghasilkan uang. Kehidupan ekonomi yang sulit membuat masyarakat bertambah miskin. Umat di Keuskupan Agung Ende tidak selalu ditandai dengan kemakmuran tapi juga oleh kesederhanaan dan kemiskinan yang dialami dalam banyak segi kehidupan. Kenyataan di masyarakat menunjukkan perbedaan dan jurang yang lebar antara yang kaya dan miskin. Banyak orang menjadi miskin bukan saja karena mental atau faktor alam tetapi juga karena sistem dan struktur yang tidak mendukung. Gereja sejak awal kedatangannya di Keuskupan Agung Ende sangat memberi perhatian kepada masalah kemiskinan ini. Prinsip misionaris di tahun-tahun awal kedatangan mereka adalah kemiskinan hanya dapat diatasi dengan solusi utama: pendidikan. Maka, dimulailah pembangunan dan pengembangan karya-karya pendidikan dan sosial untuk membangun umat yang sederhana. Walaupun ada banyak kendala, sekarang pun pelayanan-pelayanan sosial-edukatif dari Gereja masih terus nampak baik lewat karya-karya pendidikan, kesehatan, karitatif, dsb. Paroki sebagai lingkup pastoral dimana Gereja berkarya diharapkan untuk terus memperhatikan aspek pelayanan sosial ini. Pelayanan sakramen, administarsi, dan pembangunan fisik tidaklah boleh menjadi halangan bagi pelayanan sosial ekonomi kepada umat. Lewat karya-karya cinta kasih, Gereja menemukan jiwa dan inti pelayanannya. Tulisan ini mengangkat pentingnya kepedulian sosial kepada mereka yang miskin dan menderita, terutama di masa pandemi ini, sebagai inti dari kegiatan berparoki.


2021 ◽  
Vol 5 (2) ◽  
pp. 59
Author(s):  
Kristoforus Kopong

SMA Negeri 1 Ende yang beralamat di Kelurahan Onekore, Kecamatan Ende Tengah Kabupaten Ende, merupakan salah satu sekolah yang siswanya berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda termasuk agama. Karena itu, peneliti mengangkat tema internalisasi dan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam membangun sikap toleransi antara siswa beda agama di SMA Negeri 1 Ende. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah internalisasi dan implementasi nilai-nilai Pancasila di SMA Negeri 1 Ende dalam membangun sikap toleransi antara siswa beda agama? Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana internalisasi dan implementasi nilai-nilai Pancasila yang dilakukan SMA Negeri 1 Ende. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumbangan pemikiran bagi SMA Negeri 1 Ende dalam melakukan upaya strategis untuk menginternalisasi dan mengimplementasi nilai-nilai Pancasila dalam membangun sikap toleransi antara siswa beda agama. Subyek atau narasumber dalam penelitian ini 15 orang, yang terdiri dari 8 guru dan 7 orang siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, awancara, dan dokumentasi; sementara analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data observasi, wawancara dan dokumentasi dianalisis dengan menggunakan tahap-tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Disimpulkan bahwa internalisasi nilai-nilai Pancasila di SMA Negeri 1 Ende sudah terlaksana dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan hasil wawancara baik dengan para guru maupun siswa bahwa internalisasi atau proses penanaman nilai-nilai Pancasila sudah dilakukan dengan baik melalui kegiatan intra kurikuler (proses pembelajaran), ko-kurikuler (pendalaman materi pembelajaran), maupun kegiatan ekstra kurikuler. Demikian pun dengan implementasi (pelaksanaan) nilai-nilai Pancasila. Namun demikian dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila masih ada siswa yang belum melakukannya secara sungguh-sungguh baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah atau masyarakat dimana siswa itu berada. Untuk itu diperlukan upaya limplementasi nilai-nilai Pancasila secara terprogram dan berkelanjutan agar terbangun sikap toleransi di antara siswa beda agama di SMA Negeri 1 Ende.


2021 ◽  
Vol 5 (2) ◽  
pp. 36
Author(s):  
Yohanes Fransiskus Siku Jata

Judul tulisan ini ialah Simulasi Sebagai Penyebab Cacat Konsensus atau Kesepakatan Nikah. Topik ini diangkat karena dalam memproses perkara anulasi perkawinan, simulasi atau kepurapuraan sering ditetapkan sebagai pokok sengketa (caput nulitatis). Dalam Kitab Hukum Kanonik 1983, simulasi sebagai cacat kesepakatan nikah ada dalam Kanon 1101. Penulis membahas simulasi menurut Kan. 1101 dengan maksud agar pembaca memahami inti hakekat simulasi atau kepura-puraan sebagaimana dimaksudkan oleh kanon tersebut. Metode penulisan yang digunakan ialah penelitian kepustakaan. Penulis secara khusus menggali tulisan dan informasi tentang simulasi dari sisi hukum kanonik Gereja Katolik. Karena itu bukubuku sumber yang digunakan umumnya adalah karya para yurist. Simulasi berarti adanya ketidaksesuaian antara kata-kata atau isyarat yang dinyatakan dalam merayakan perkawinan dengan kesepakatan batin dalam hati. Menurut Kan. 1101, ada simulasi total (simulatio totalis) dan simulasi sebagian (simulatio partialis). Simulasi terjadi ketika salah satu pihak atau kedua belah pihak dengan positif kemauannya mengecualikan perkawinan itu sendiri (simulatio totalis), atau salah satu unsur hakiki perkawinan, atau salah satu sifat hakiki perkawinan (simulatio partialis) pada saat perkawinan dilangsungkan. Dan adanya simulasi dapat menjadi dasar untuk anulasi perkawinan melalui Tribunal Gerejawi.


2021 ◽  
Vol 5 (2) ◽  
pp. 52
Author(s):  
Catarina Florida Kumanireng

Motivasi merupakan daya untuk mendorong seseorang dalam melakukan suatu tindakan. Banyak orang sudah lazim menyebutkan dengan “motif” untuk menunjuk alasan mendasar mengapa seseorang berbuat sesuatu. Peneliti ingin mengetahui pentingnya motivasi terhadap kinerja guru PAK pada Sekolah Dasar di wilayah Kuasi Paroki Santo Yohanes Maria Vianney Pemo. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Motivasi merupakan dasar yang mendorong manusia untuk melakukan suatu perbuatan dalam mencapai tujuan tertentu. Motivasi terbagi atas dua jenis yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Kedua motivasi ini sangat memengaruhi seseorang dalam melakukan suatu tindakan. Berkaitan dengan tugas atau profesi sebagai seorang guru Agama Katolik, motivasi menjadi sangat penting dan berkaitan erat dengan kinerjanya. Pilihan untuk menjadi guru agama Katolik bukanlah pilihan favorit bagi kebanyakan orang. Motivasi menjadi guru Agama Katolik terkait dengan panggilan Kristus sendiri sebagai guru sejati dan tugas perutusan yang diemban oleh guru agama Katolik. Namun untuk membangun motivasi intrinsik yang bersumber pada Kristus, membutuhkan proses panjang dalam pergulatan melalui pengalaman hidup seorang guru agama Katolik. Guru agama Katolik yang memiliki motivasi yang murni akan tercermin dalam spiritualitas hidup yang baik. Spiritualitas hidup yang bermutu nampak dalam keutamaan-keutamaan yang dimiliki oleh seorang guru agama melalui dedikasi kerja yang tinggi dan mampu menampilkan kinerja yang optimal dalam tugasnya di sekolah.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document