Jurnal Perpustakaan Pertanian
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

54
(FIVE YEARS 0)

H-INDEX

1
(FIVE YEARS 0)

Published By Indonesian Agency For Agricultural Research And Development (Iaard)

2541-0814, 0854-1078

2018 ◽  
Vol 27 (1) ◽  
pp. 23
Author(s):  
Sheila Savitri

<p>Untuk mengakomodir kebutuhan peneliti dan penyuluh dalam mengembangkan profesinya, BPTP Jakarta menerbitkan Buletin Pertanian Perkotaan yang telah terbit selama enam tahun, yaitu sejak 2011-2016. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran profesi penulis, distribusi sebaran subyek, distribusi sebaran artikel, kemuktahiran sitiran literatur, distribusi sumber sitiran, tingkat kolaborasi penulis, hingga produktivitas penulis. Pengkajian dilakukan pada Buletin Pertanian Perkotaan dengan periode terbit 2011-2016, dengan menggunakan metode analisis bibliometrika, dan menggunakan rumus Subramanyam untuk menghitung tingkat kolaborasi penulis. Selama periode terbit 2011-2016, Buletin Pertanian Perkotaan telah meterbitkan 56 artikel dari 46 penulis, baik yang berasal dari dalam BPTP Jakarta maupun di luar BPTP Jakarta. Penulis artikel terbanyak pada buletin adalah penulis yang berprofesi sebagai peneliti, yaitu sebanyak 25 orang dengan rincian 19 orang peneliti BPTP Jakarta dan 6 orang peneliti dari luar BPTP Jakarta. Subyek yang membahas mengenai budidaya pertanian menduduki urutan teratas, yaitu sebanyak 25 artikel. Selama kurun waktu 2011-2016, distribusi sebaran artikel terbanyak terdapat pada tahun 2013-2015, yaitu masing-masing sejumlah 10 artikel. Namun, untuk kemutakhiran sitiran masih perlu diperbaiki. Mengacu pada Pedoman Karya Tulis Ilmiah pada yang Peraturan Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Nomor 04/E/2012, pustaka acuan yang terdapat dalam artikel-artikel di buletin mayoritas merupakan terbitan di atas 5 tahun, yaitu sebanyak 701 artikel. Sedangkan menurut aturan tersebut, kemutakhiran pustaka acuan harus berusia 5 tahun ke bawah. Untuk persentase kemuktahiran sitiran artikel berdasarkan subyek diketahui artikel bersubyek sosial ekonomi pertanian mayoritas sitiran berasal dari artikel terbitan di bawah 5 tahun (43%). Sedangkan artikel bersubyek pascapanen mayoritas didominasi oleh artikel terbitan di atas 10 tahun (43,8%). Untuk distribusi sumber sitiran, sumber pustaka acuan yang berasal dari majalah ilmiah baru di angka 46,5%, angka tersebut masih jauh di bawah ketentuan yang ditetapkan oleh LIPI, yaitu sebanyak 80%. Hal ini mengindikasikan bahwa para penulis masih membutuhkan informasi-informasi terbaru mengenai penelitian yang akan dituangkan karya tulis ilmiahnya sebagai sumber pustaka acuan, terutama yang berasal dari literature sekunder. Oleh karena itu, pustakawan harus berperan aktif sebagai penyedia informasi yang muktahir. Tingkat kolaborasi penulis, berdasarkan rumus Subramanyam, diperoleh angka 0,845, dimana angka tersebut menunjukkan bahwa hasil penelitian pada bidang tersebut lebih banyak dilakukan secara berkolaborasi. Hal ini juga dapat menunjukkan sebagai wujud tanggung jawab peneliti senior dalam membina peneliti yang berada di bawahnya. Produktivitas penulis tertinggi dicapai oleh Yudi Sastro dengan menyumbang 21 artikel selama kurun waktu terbitan 2011-2016.</p>


2018 ◽  
Vol 27 (1) ◽  
pp. 7
Author(s):  
Pamela Damayanti
Keyword(s):  

Knowledge repository merupakan aplikasi untuk menghimpun, menyimpan, dan menyebarkan informasi yang dihasilkan oleh suatu institusi. Aplikasi tersebut telah diterapkan oleh Perpustakaan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam upaya menyediakan informasi yang valid dan mudah diakses oleh pemustaka. Pengkajian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan knowledge repository di Perpustakaan KKP serta mengidentifikasi manfaat dan masalahnya. Pengkajian menggunakan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi dan studi literatur yang terkait dengan perpustakaan khusus, knowledge repository, dan koleksi konten lokal. Hasil kajian menunjukkan pengelolaan teknologi informasi belum dilaksanakan secara optimal sehingga knowledge repository belum dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Selain itu, belum semua terbitan internal KKP terkumpul sebagai konten repositori. Hal ini perlu diperhatikan agar Perpustakaan KKP dapat menjadi pusat informasi kelautan dan perikanan.


2018 ◽  
Vol 27 (1) ◽  
pp. 1
Author(s):  
Endang Fatmawati

<p>Untuk mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan dibutuhkan kesiapan semua bidang, termasuk perpustakaan beserta pustakawannya. Pustakawan yang memiliki multi-kompetensi menjadi syarat untuk dapat berperan dalam mendukung pembangunan nasional. Pustakawan dikatakan mempunyai multikompetensi jika memiliki kemampuan yang bervariasi, baik berupa pengetahuan, sikap, maupun keterampilan sehingga mampu menjalankan tugas kepustakawanan dan tugas lain dengan baik. Selain kompetensi profesional dan kompetensi sosial, multikompetensi yang harus dimiliki pustakawan dalam mendukung pembangunan nasional adalah kompetensi hard dan soft, teknologi informasi dan komunikasi, kecerdasan, literasi media, dan literasi informasi.</p>


2018 ◽  
Vol 27 (1) ◽  
pp. 17
Author(s):  
Mumuh Muhamad Buhary ◽  
Juznia Andriani

<p>Pengkajian bertujuan untuk menganalisis jumlah paten bersertifikat (granted) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) tahun 1999–2016. Aspek yang dikaji meliputi jumlah paten, jumlah unit kerja pemilik paten, jumlah penemu paten, perbandingan jumlah dan penemu paten, serta jumlah rata-rata klaim per paten. Objek pengkajian adalah dokumen paten Balitbangtan tahun 1999–2016. Pengkajian bersifat deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur dan penelusuran dokumen paten di database Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Balitbangtan. Penelusuran informasi paten menggunakan kata kunci berdasarkan unit kerja. Hasil penelusuran disajikan dalam bentuk tabel dan penjelasan deskriptif. Hasil kajian menunjukkan terdapat 107 dokumen paten Balitbangtan bersertifikat pada tahun 1999–2016. Paten terbanyak dihasilkan pada tahun 2016 dan BBP Mektan merupakan unit kerja Balitbangtan penghasil paten terbanyak (11 paten). Sebagian besar penemu paten adalah laki-laki (205 penemu) dan perempuan 77 penemu. Jumlah klaim setiap paten terbanyak terdapat pada tahun 2016, yakni 140 klaim, dan jumlah klaim paling sedikit pada tahun 2002, 2004, dan 2005,<br />masing-masing satu klaim. Sementara jumlah rata-rata klaim per paten tertinggi terdapat pada tahun 2016 (5,83 klaim per paten), dan paling rendah pada tahun 2002, 2003, 2004, dan 2005, masing-masing satu klaim per paten.</p>


2018 ◽  
Vol 27 (1) ◽  
pp. 30
Author(s):  
Rattahpinnusa Haresariu Handisa
Keyword(s):  

<p>Minat peneliti untuk memanfaatkan koleksi Perpustakaan Cendana pada Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kupang masih rendah. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi persepsi peneliti terhadap relevansi koleksi perpustakaan dengan kegiatan penelitian, ketersediaan dan kemutahiran koleksi, serta faktor penghambat pengembangan koleksi perpustakaan. Penelitian menggunakan metode studi kasus untuk menggali informasi secara mendalam mengenai persepsi peneliti terhadap koleksi perpustakaan. Pengambilan sampel menggunakan teknik extreme sampling dengan melibatkan informan yang memiliki keterkaitan dengan topik penelitian. Jumlah informan sebanyak tiga orang. Data dikumpulkan melalui wawancara, selanjutnya data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas informan mempersepsikan koleksi perpustakan cukup relevan dengan kegiatan penelitian. Namun, koleksi perpustakaan belum ideal, khususnya ketersediaan dan kemutakhiran koleksi. Mereka juga mempersepsikan faktor luar seperti keterbatasan pendanaan, fasilitas, dan akses penghambat perpustakaan dalam mengembangkan koleksi yang ideal. Penelitian ini merekomendasikan Perpustakaan Cendana untuk (1) menyusun kebijakan pengembangan koleksi sebagai dasar pengembangan koleksi yang berorientasi kebutuhan pengguna dengan mempertimbangkan aspek relevansi, ketersediaan, dan kemutakhiran; (2)<br />menjalin kerja sama dengan perpustakaan lain dalam rangka meningkatkan ketersediaan dan kemutakhiran koleksi melalui silang layan dan konsorsium.</p>


2018 ◽  
Vol 26 (2) ◽  
pp. 55
Author(s):  
Jelita Wilis

Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan) memiliki web dengan kode operasional www.pangan. litbang.pertanian.go.id. Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui teknis pengelolaan konten dan intensitas pencarian informasi pada web Puslitbangtan pada tahun 2016. Pengkajian dilakukan di Perpustakaan Puslitbangtan di Bogor pada April - Mei 2017 menggunakan metode deskriptif. Hasil pengkajian menunjukkan menu pada web Puslitbangtan meliputi Beranda, Profil, Berita, Hasil Penelitian, Publikasi, Kinerja, Kerja Sama, Kontak, dan Layanan Jasa. Pengelolaan konten web mencakup pembaruan data dan informasi pada semua menu, kecuali menu “Profil” dan “Kontak” yang bersifat permanen. Selain berita utama, menu “Beranda” berisi agenda seminar bulanan dengan materi yang diperbarui 1-2 minggu sebelum penyelenggaraan. Menu “Berita” diperbarui dengan 65 informasi penelitian dan pengembangan, rata-rata 5-6 berita per bulan. Berita tentang hasil penelitian padi dan kedelai paling dominan, masing-masing 26% dan 23%. Menu “Publikasi” diperbarui dengan Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan (Jurnal PP), Buletin Iptek Tanaman Pangan (Buletin Iptek), dan Berita Puslitbangtan yang terbit secara berkala. Menu “Kinerja” diperbarui dengan laporan tengah tahun dan laporan akhir tahun, LAKIP, renstra, dan kinerja utama Puslitbangtan. Pembaruan menu “Kerja Sama” sesuai dengan data yang tersedia, termasuk kerja sama lisensi varietas unggul. Pengelola web telah merespons permintaan benih padi, palawija, magang, dan lainnya pada menu “Layanan Jasa”. Pada tahun 2016, web Puslitbangtan dikunjungi 137.809 kali, rata-rata 11.484 kali per bulan.


2018 ◽  
Vol 26 (2) ◽  
pp. 68
Author(s):  
Dicki Agus Nugroho ◽  
Sri Haryati
Keyword(s):  

Perpustakaan sekolah di Indonesia umumnya belum berkembang dan kondisinya memprihatinkan sehingga fungsi perpustakaan belum dapat berjalan sebagaimana mestinya. Hal ini terjadi pula di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Islam Balesari, Windusari, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Berdasarkan masalah tersebut, perlu adanya Program Membangun Prototipe Perpustakaan Ramah Anak. Program ini diadopsi dari Perpustakaan Sekolah Room To Read dan berbagai literatur. Pengkajian ini menjelaskan enam tahap pembangunan perpustakaan ramah anak, yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) hasil pelaksanaan, (4) monitoring dan evaluasi, (5) dampak pelaksanaan, dan (6) perubahan sebagai akibat pelaksanaan program. Melalui enam tahap tersebut berhasil dibangun Perpustakaan Ramah Anak di MI Al-Islam Balesari, yang memiliki ruang perpustakaan yang nyaman dan area membaca. Melalui program tersebut juga dilakukan aktivitas pembiasaan membaca, pelayanan jasa sirkulasi, penataan buku pada rak, dan terciptanya kesadaran kepala sekolah dan guru terhadap peran perpustakaan di sekolah. Program ini perlu disebarluaskan karena masih banyak perpustakaan sekolah dasar yang membutuhkan pendampingan dalam pengembangan perpustakaan. Hasil kajian ini dapat diadopsi untuk membangun perpustakaan ramah anak di sekolah dasar lainnya.


2018 ◽  
Vol 26 (2) ◽  
pp. 47 ◽  
Author(s):  
Asep Saeful Rohman ◽  
Sukaesih Sukaesih

Perpustakaan memiliki peran, fungsi, dan tujuan yang strategis. Selain turut mencerdaskan bangsa serta menumbuhkan minat dan kebiasaan membaca, perpustakaan juga diharapkan mampu berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran aktif perpustakaan desa dan transformasinya dalam pemberdayaan masyarakat agar dapat berkontribusi dalam membangun desa dan memberdayakan masyarakat. Penelitian dilakukan pada bulan Mei - September 2017 dengan menggunakan metode studi kasus dan pendekatan kualitatif pada perpustakaan desa Pabukon Saba Desa di Desa Margamukti, Pangalengan-Bandung. Data diperoleh melalui pengamatan, analisis dokumen, dan wawancara mendalam terhadap responden, yaitu pengurus perpustakaan desa, kepala desa, dan kelompok tani. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa perpustakaan dikem-bangkan dengan berbasis teknologi informasi dan komunikasi serta potensi lokal, sebagai tempat untuk memperoleh informasi dan beragam pengetahuan bagi masyarakat. Berbagai program pelibatan masyarakat dalam belajar dan berkegiatan di bidang pertanian, perkebunan, dan ekonomi kreatif dikembangkan secara inovatif oleh pengelola perpustakaan. Untuk menjangkau masyarakat yang ada di pelosok, disediakan layanan mobil perpustakaan keliling. Kemitraan dilakukan dengan berbagai stakeholder, baik yang ada di desa maupun di luar desa, untuk bersama-sama melakukan program pemberdayaan masyarakat. Selain mendapat anggaran dari dana desa, perpustakaan juga memperoleh dana dari kegiatan usaha pertanian dan perkebunan. Masyarakat desa memperoleh dampak positif yang nyata dari perpustakaan berupa peningkatan kesejahteraan, keterampilan, dan pengetahuan. Perpustakaan Pabukon Saba Desa berhasil melakukan transformasi dan berperan aktif dalam pembangunan desa melalui pemberdayaan masyarakat dengan konsep ekonomi hijau berbasis literasi.


2018 ◽  
Vol 26 (2) ◽  
pp. 77
Author(s):  
Arif Cahyo Bahtiar

Salah satu bentuk dari penerapan teknologi informasi di perpustakaan perguruan tinggi ialah perpustakaan digital yang memuat hasil dari civitas akademik dalam repositori institusi. Pengkajian ini bertujuan untuk mempelajari indikator dan nilai webometrics repositori perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga yang pada tahun 2017 menduduki peringkat teratas dibandingkan dengan repositori milik Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri lainnya di Indonesia. Pengkajian menggunakan pendekatan webometrics dengan indikator visibility (V), size (S), rich file (R), dan scholar (S). Penjumlahan dan pembobotan terhadap keempat indikator tersebut akan menghasilkan nilai webometrics institusi. Hasil perhitungan masing-masing indikator untuk repositori UIN Sunan Kalijaga menunjukkan, indikator size mendapat nilai 0,8700, indikator visibility 0,007, scholar 0,7643, dan rich file 0,7820. Setelah melalui pembobotan, nilai total webometrics sebesar 0,8451.


2018 ◽  
Vol 26 (2) ◽  
pp. 82
Author(s):  
Dwi Fajar Saputra

Penerapan sistem manajemen perpustakaan berdampak pada proses bisnis di perpustakaan yang menjadi lebih cepat dan keluarannya dapat terukur. Potensi tersebut perlu lebih ditingkatkan sehingga menghasilkan keluaran yang lebih mendalam bagi pustakawan. Visualisasi data pada sistem manajemen merupakan bagian yang dapat diterapkan untuk mencapai tujuan tersebut. Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan visualisasi data pada sistem manajemen perpustakaan serta pola kerja dan manfaatnya terhadap manajeman perpustakaan. Perancangan visualisasi data dibuat dengan memanfaatkan metadata pengarang dan judul. Uji coba dilakukan pada aplikasi Senayan Library Management System (SLiMS) versi Cendana dengan cara menambahkan file kode jenis javascript. Hasil yang diperoleh berupa diagram pohon yang menggambarkan hubungan antarpengarang sehingga dapat diketahui kolaborasi dan kompetensi tiap pengarang yang datanya sudah tersimpan di pangkalan data. Visualisasi data juga menghasilkan keluaran yang dapat menjadi bahan untuk mengevaluasi konten di perpustakaan, sehingga mempermudah pustakawan dalam pengambilan keputusan pengembangan perpustakaan.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document