Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM)
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

24
(FIVE YEARS 0)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Universitas Mulawarman

2686-360x

2020 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 90
Author(s):  
Reny Noviasty ◽  
Rahmi Susanti

Latar Belakang & Tujuan: Pandemi Covid 19 diketahui telah menyebabkan beberapa perubahan terhadap pola hidup masyarakat di dunia, tidak terkecuali masyarakat di Indonesia. Kebiasaan makan termasuk pola hidup yang juga mengalami perubahan termasuk pada mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan formal di perguruan tinggi khususnya bagi mahasiswa peminatan gizi yang sebeumnya telah dibekali pengetahuan tentang kebiasaan konsumsi yang sesuai dengan prinsip gizi seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan kebiasaan konsumsi yang terjadi pada mahasiswa peminatan gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman. Metode: Penelitian dilakukan pada bulan November-Desember 2020 terhadap 64 mahasiswa peminatan gizi. Kuesioner disebarkan secara online menggunakan google form. Hasil: Hasil penelitian memperlihatkan bahwa terjadi perubahan kebiasaan konsumsi yang teridenitfikasi yakni responden mengakui makan lebih banyak selama pandemi sebnyak 59,38% responden, terjadi peningkatan konsumsi cemilan (43,75%), serta peningkatan konsumsi sayur dan buah masing-masing 51,56% dan 62,5%. Kesimpulan: Sebaiknya tetap dilakukan upaya edukasi terhadap mahasiswa untuk dapat mengurangi resiko terjadinya pola konsumsi yang tidak seimbang serta pola hidup sedentary yang dapat menyebakan terjadinyagangguan gizi dan penyakit tidak menular.Kata Kunci: Mahasiswa Gizi, Pola konsumsi, COVID-19


2020 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 77
Author(s):  
Armada Armada ◽  
Renny Listiawaty ◽  
Novi Berliana

Latar Belakang & Tujuan: Kualitas pelayanan rawat jalan perlu diperhatikan guna memberikan kepuasanpada pasien yang berdampak pada loyalitas pasien untuk memanfaatkan kembali pelayanan puskesmas. Perilaku masyarakat untuk memanfaatkan pelayanan di Puskesmas Air Hitam Laut hanya 60-70%. Hal tersebut dikarenakan mutu pelayanan yang diberikan Puskesmas Air Hitam Laut pada tahun 2019 masih kurang baik dikarenakan di Puskesmas masih belum ada dokter yang memberikan pelayanan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan analitik menggunakan desain cross sectional. Sampel penelitian adalah pasien yang berkunjung ke Puskesmas Air Hitam Laut sebanyak 96 orang. Teknik pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian dilakukan di pada bulan Mei 2020 di Puskesmas Air Hitam Laut. Metode pengumpulan data adalah dengan wawancara menggunakan kuesioner. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 61,5% responden memiliki persepsi kualitas pelayanan baik dan sebanyak 69,8% responden berminat melakukan kunjungan ulang ke Puskesmas Air Hitam Laut. Ada hubungan yang bermakna antara persepsi kualitas pelayanan dengan minat kunjungan ulang ke Puskesmas Air Hitam Laut Tahun 2020 (p=0,004). Kesimpulan: Puskesmas diharapkan dapat melakukan kajian rutin setiap bulan melalui lokakarya mini tentang mutu pelayanan serta membahas seluruh keluhan baik yang didapat dari kotak saran atau yang disampaikan langsung pada petugas.Kata Kunci: Persepsi, Kualitas Pelayanan, Minat Kunjungan Ulang


2020 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 64
Author(s):  
Fauzul Hayat
Keyword(s):  

Latar Belakang & Tujuan: Klorin digunakan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bahan desinfektan, pemutih maupun pembersih. Pencemaran limbah yang mengandung klorin berpotensi mencemari perairan sungai Cidanau. Kadar klor bebas (Cl2) di perairan sungai melebihi baku mutu lingkungan berdampak pada kesehatan masyarakat. Tujuan dari penelitian untuk menganalisis kadar klor bebas (Cl2) dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat di sepanjang Sungai Cidanau Kota Cilegon. Metode: Analisis laboratorium menggunakan alat spektrofotometer pharo-Cl2 untuk menentukan kadar klor bebas (Cl2). Pengambilan sampel air sungai pada 4 (empat) titik sampling yaitu Desa Ranca Senggol Cinangka, Jembatan Cikalumpang, Jembatan Ciparay Cinangka, bendungan KTI Cinangka menggunakan grab sampling. Analisis data dilakukan membandingkan kadar klor bebas (Cl2) dengan baku mutu lingkungan air sungai menurut peraturan PP no. 82 tahun 2001 tentang pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar klor bebas (Cl2) di empat titik sampling yaitu Desa Ranca Senggol Cinangka sebesar (0,335 mg/L), Jembatan Cikalumpang sebesar (0.28 mg/L), Jembatan Ciparay Cinangka sebesar (0,295 mg/L), Bendungan KTI Cinangka sebesar (0,335 mg/L). Kasus penyakit berbasis air di wilayah Kota Cilegon diantaranya penyakit dermatitis (49,4%), gastritis (28,8%) dan kasus diare sebanyak 21,8%. Kesimpulan: Kadar klor bebas (Cl2) di Sungai Cidanau Kota Cilegon melebihi baku mutu lingkungan berdasarkan PP Nomor 82 tahun 2001 yaitu sebesar 0,03 mg/L. Penyakit berbasis air diduga akibat pencemaran klor bebas (Cl2) air sungai Cidanau. Dilakukan pengolahan air limbah di kawasan industri Kota Cilegon.Kata Kunci: Klor Bebas (Cl2), Sungai Cidanau, Penyakit Berbasis Air


2020 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 83
Author(s):  
Alpha Olivia Hidayati ◽  
Andreas Rian Aprilino Lengkong ◽  
Siti Arifah ◽  
Ikrimah Nafilata
Keyword(s):  

Latar Belakang & Tujuan: Pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat telah meningkatkan prevalensipenyakit pada colon. Salah satu pemeriksaan yang harus dilakukan untuk mendeteksi penyakit ini adalahpemeriksaan Colon in Loop. Tujuan dari pemeriksaan ini yaitu untuk mendapatkan gambaran anatomis daricolon sehingga dapat membantu menegakkan diagnosa suatu penyakit atau kelainan-kelainan pada colon.Pemeriksaan ini sering dilakukan, namun pengetahuan masyarakat mengenai pemeriksaan Colon in Loop masih kurang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas pendidikan kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pemeriksaan Colon in Loop. Metode: Penelitian ini merupakan quasi eksperimental dengan pendekatan one group pretest postest, dengan besar sampel sebanyak 54 subjek penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Data penelitian dianalisis dengan uji univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang mempunyai tingkat pengetahuan kurang turun 75,9%, sedangkan yang berpengetahuan cukup naik 7,4% dan yang tingkat pengetahuannya baik naik 68,5%. Analisis statistik menunjukkan perbedaan pengetahuan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pemberian pendidikan kesehatan (p=0,000). Kesimpulan: Kesimpulan yang dapat diambil adalah pendidikan kesehatan melalui media komunikasi langsung dan leflet efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pemeriksaan Colon in Loop. Berdasarkan penelitian ini perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui tingkat kecemasan pasien dalam pemeriksaan Colon in Loop.Kata Kunci: Colon in Loop, Pendidikan Kesehatan, Tingkat Pengetahuan


2020 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 58
Author(s):  
Puti Ana Lestari ◽  
Ratna Sari Dewi ◽  
Suroso Suroso

Data Dinas Kesehatan Provinsi Jambi tahun 2018 menunjukkan bahwa prevalensi balita pendek (stunting) di Kabupaten Kerinci sebesar 35,0%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Semurup Kabupaten Kerinci Tahun 2020. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan case control. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 62 responden yaitu 31 (kasus) dan 31 (kontrol). Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner. Teknik pengambilan data dengan wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pendidikan (p=0,000; OR=85,5) dan saluran pembuangan air limbah (p=0,000; OR=62,6) dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Semurup Kabupaten Kerinci. Tidak ada hubungan antara pendapatan (p=0,129), imunisasi dasar (p=1,27) dan ASI Eksklusif (p=0,25) dengan kejadian stunting wilayah kerja Puskesmas Semurup Kabupaten Kerinci. Hal tersebut menunjukkan bahwa pendidikan dan saluran pembuangan air limbah merupakan faktor risiko kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Semurup Kabupaten Kerinci.


2020 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 70
Author(s):  
Ana Jumiati ◽  
Eti Kurniawati ◽  
Akhsin Munawar

Latar Belakang & Tujuan: Dermatitis kontak akibat kerja didefinisikan sebagai penyakit kulit dimana pajanan di tempat kerja merupakan faktor penyebab yang utama serta faktor kontributor. Petani terpapar pestisida mulai saat pencampuran dan sampai panen selesai selain terpapar pestisida pupuk juga dikaitkan dengan dermatitis kontak akibat kejra. Determinan terjadinya dermatitis kontak adalah personal hygiene, alat pelindung diri dan pengetahuan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan gejala klinis dermatitis kontak pada kelompok tani di Mendahara Ilir. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah kelompok petani di Mendahara Ilir sebanyak 97 responden. Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2020. Instrumen penelitian adalah lembar observasi dan kuesioner. Uji statistik yang digunakan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian diketahui bahwa 67 (69,1%) responden memiliki gejala klinis dermatitis kontak, 52 (53,6%) responden memiliki pengetahuan rendah, 60 (61,9%) memiliki personal hygiene kurang baik dan 53 (54,6%) responden tidak lengkap menggunakan APD. Hasil bivariat diketahui ada hubungan antara pengetahuan (p value=0,001), personal hygiene (p value=0,001) dan penggunaan APD (p value=0,001) dengan gejala klinis dermatitis kontak pada kelompok petani di Mendahara Ilir Kabupaten Tanjung Jabung Timur tahun 2020. Kesimpulan: Diharapkan pengelola SATKER BPP agar lebih memperhatikan para petani, dengan cara memberikan edukasi berupa waktu khusus mengenai APD serta dibuatkan aturan untuk penggunaan APD dan bagi kelompok tani selalu menggunakan alat pelindung diriyang lengkap agar terhindar dari dermatitis kontak. Petani berupaya menjaga personal hygiene dan bila memiliki gejala klinis dermatitis kontak agar datang ke puskesmas terdekat.Kata Kunci: Dermatitis, Pengetahuan, Personal Hygiene, Penggunaan APD


2020 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
pp. 49
Author(s):  
Desi Ambar Sari ◽  
Yuni Andriani ◽  
Medi Andriani
Keyword(s):  

ABSTRAK Latar Belakang : Resistensi Antibiotik berdampak pada tingginya angka morbiditas dan mortalitas, serta biaya terapi dan kegagalan terapi. Tingginya penggunaan antibiotik merupakan salah satu faktor terjadinya resistensi antibiotik. Pada ruang bedah penggunaan antibiotik terbilang tinggi, sehingga risiko resistensi antibiotik juga tinggi. Restriksi antibiotik merupakan strategi di dunia kesehatan untuk mengurangi kejadian resistensi antibiotik dengan cara membatasi penggunaan antibiotik, antibiotic yang dibatasi disebut juga dengan antibiotic restriksi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resistensi antibiotik di bangsal bedah dalam periode 2016-2018 di RSUD Raden Mattaher Jambi pada penyakit appendiks akut dan peritonitis. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan desain penelitian non-eksperimental. Dengan pengambilan data secara retrospektif dengan melihat data rekam medik pasien di RSUD Raden Mattaher Jambi. Hasil dan pembahasan : Hasil penelitian menunjukkan dari 28 diagnosa yang diambil dari bangsal bedah. Bakteri yang terdapat yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif, seperti Escherichia coli dan Enteroccocus faecium. Tingginya penggunaan antibiotik dengan tingkat resistensi tinggi seperti Ceftriaxone (37,2%) Cefixime (21,6%) dan yang paling sedikit adalah Metronidazole, Gentamicin, Amoxicillin, Benzylpenicillin, Eritromycin , Tertacycline, Cefadroxil, Cefotaxime, Ampicillin, Streptomycin, Clindamycin, Qunopristine dan Oxacillin 1,9%. Dan terjadinya resistensi antibiotik pada penyakit appendiks akut pada tahun 2016 - 2018 secara berturut-turut yaitu (27%), (21%) dan (25%). Pada penyakit peritonitis pada tahun 2016-2018 secara berturut-turut yaitu (25%), (21%) dan (0%). Kesimpulan : Dihasilkan kejadian resistensi antibiotik dari tahun 2016-2018 mengalami penurunan. Kata Kunci : Resistensi, Antibiotik, Appendiks akut, Peritonitis


2020 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
pp. 14
Author(s):  
Eka Diah Kartiningrum ◽  
Nurul Mawaddah ◽  
Nike Wardani

Latar belakang: Penurunan fisiologis terjadi seiring dengan proses penuaan dan mulai terjadi penurunan kemandirian seseorang. Keterbatasan pada lansia diduga menjadi salah satu sumber stress keluarga selaku caregiver yang merawat lansia setiap harinya. Tujuan dari penelitian untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi tingkat stress yang dialami keluarga lansia yang menderita demensia di Poli Lansia RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang. Metode: desain penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ialah keluarga lansia dengan demensia yang datang di Poli Lansia RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang. Sampel sebanyak 30 responden diambil dengan cara purposive sampling. Data lama perawatan dan lama menderita demensia diambil dari hasil observasi terhadap data rekap, sedangkan data tingkat ketergantungan dikumpulkan menggunakan kuesioner barthel indeks dan tingkat stress dikumpulkan menggunakan kuesioner PSS-10. Data dianalisis menggunakan uji regresi logistik. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 50% responden telah menderita demensia lebih dari 5 tahun, sebagian besar keluarga mendampingi lansia dalam menjalani perawatan di poli lansia, setengah dari responden memiliki tingkat ketergantungan pada kategori ringan (50,0%), dan hampir seluruh responden memiliki tingkat stress pada kategori sedang (83,3%). Hasil uji regresi logistik menjelaskan bahwa tingkat stres keluarga dalam mendampingi lansia dipengaruhi oleh lama menderita, lama perawatan, dan tingkat ketergantungan lansia (Nagelkerke R2= 0,611 dengan p value (0,004)) . Tingkat ketergantungan merupakan variabel yang paling dominan (OR= 15,556). Kesimpulan: Ketergantungan sering kali muncul pada lansia demensia dan keluarga selaku caregiver sering merasakan stress. Keluarga perlu meluangkan waktu untuk rekreasi sehingga bisa mengurangi stress yang dirasakan.


2020 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
pp. 01
Author(s):  
Dwi Rizky Oktaverina ◽  
Andi Anwar ◽  
Riza Hayati Ifroh
Keyword(s):  

Latar Belakang & Tujuan: Peningkatan jumlah produksi sampah di Kalimantan Timur mencapai 173.515 m3 per hari. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Kota Samarinda termasuk peringkat 5 besar dengan jumlah sampah yang tidak dikelola. Salah satu cara mengelola sampah untuk meminimalisir sampah plastik yaitu pembuatan Ecobrick. Ecobrick yaitu upaya kreatif mengelola sampah plastik rumah tangga yang terbuat dari bekas kemasan produk yang dimasukkan dan dipadatkan ke dalam botol-botol plastik bekas minuman. Metode demonstrasi dilakukan untuk meningkatkan keterampilan pembuatan Ecobrick dalam pengelolaan sampah plastik sebelum dan sesudah pelatihan pada Ibu PKK di Kelurahan Air Putih. Metode: Desain penelitian menggunakan pre eksperimen one group Pre Test post test dengan purposive sampling. Subjek penelitian yaitu 54 orang kader PKK di Kelurahan Air Putih. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi keterampilan dengan 12 tahapan yang disesuaikan pembuatan Ecobrick. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon dengan derajat kepercayaan sebesar 95%. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil rerata nilai keterampilan sebelum demonstrasi pembuatan Ecobrick sebesar 16,19, sedangkan hasil rerata nilai keterampilan setelah demonstrasi pembuatan Ecobrick sebesar 30,91, maka dapat disimpulkan ada perbedaan nilai keterampilan sebelum dan sesudah demonstrasi pembuatan Ecobrick dengan perbedaan nilai rerata sebesar 27,5. Kesimpulan: Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan keterampilan Ibu PKK  dalam pembuatan Ecobrick untuk mengelola sampah plastik rumah tangga sebelum dan sesudah pemberian metode demonstrasi. Kata Kunci : Ecobrick, Demonstrasi, Keterampilan, Ibu


2020 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
pp. 44
Author(s):  
Indah Nur Imamah
Keyword(s):  

Latar Belakang: Perawat adalah tenaga medis yang selama 24 jam bersama dengan pasien yang dirawat di rumah sakit. Peran perawat sangat besar dalam proses penyembuhan pasien. Perawat dituntut mempunyai pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang baik selama merawat pasien. Kepatuhan perawat dalam melaksanakan prosedur tetap tindakan keperawatan, termasuk didalamnya prosedur mencuci tangan. Mencuci tangan merupakan syarat utama yang harus dipenuhi sebelum melakukan tindakan keperawatan misalnya: memasang infus. Mencuci tangan merupakan proses yang secara mekanik melepaskan kotoran dan debris dari kulit tangan dengan menggunakan sabun biasa dan air. Cuci tangan juga bisa dilakukan dengan menggunakan agen antiseptik. Agen antiseptik yang sering digunakan adalah penggosok tangan handrub yang berbasis alkohol. Hand sanitizer adalah antiseptik yang sering digunakan. Tujuan Penelitian untuk mengidentifikasi gambaran cuci tangan perawat dengan menggunakan hand sanitizer pada waktu pemasangan infus di ruang flamboyan RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Metode: Jenis penelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif. Sampel pada penelitian ini menggunakan Accidental Sampling dengan jumlah sampel 15 responden, dan teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi. Hasil: Cuci tangan perawat menggunakan hand sanitizer pada waktu pemasangan infus diperoleh data observasi sebesar tidak cuci tangan 10 responden (66,7%), cuci tangan tidak sesuai SPO 2 responden (13%), dan cuci tangan sesuai SPO 3 responden (20%). Kesimpulan: Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa gambaran cuci tangan perawat dengan menggunakan hand sanitizer pada waktu pemasangan infus di ruang flamboyan RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda adalah sebanyak 10 responden (66,7%) tidak mencuci tangan.Kata Kunci: Cuci tangan, perawat, hand sanitizer


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document