MEDIALOG: Jurnal Ilmu Komunikasi
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

39
(FIVE YEARS 0)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Universitas Muhammadiyah Buton

2684-9054, 2656-0690

2020 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 178-185
Author(s):  
AK Jailani, Yan Hendra Ribut Priadi, Prasetiyo
Keyword(s):  

Penelitian ini dilatar belakangi oleh keberadaan media massa dalam melaksanakan fungsinya yakni informasi, edukasi, kontrol sosial dan hiburan. Sebagai media lokal di Aceh, keberadaan Serambi Indonesia turut memunculkan beragam persepsi dari masyarakat, salah satunya mengenai implementasi fungsinya sebagai media massa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan implementasi fungsi media massa Harian Serambi Indonesia dalam menjalankan fungsi informasi, edukasi, kontrol sosial dan hiburan. Peneliti memakai pendekatan kualitatif, sedangkan data-data penelitian dikumpulkan melalui wawancara dan observasi. Jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak enam orang, jumlah tersebut ditetapkan setelah ditemukan titik jenuh data dalam penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Doy berpersepsi positif terhadap empat fungsi media massa yang dijalankan oleh Serambi Indonesia, yakni fungsi informasi, edukasi, kontrol sosial dan Hiburan. Hanya saja, masyarakat Desa Doy kurang puas terhadap fungsi hiburan yang dijalankan oleh Harian Serambi Indonesia belum dapat memenuhi kebutuhan seperti yang mereka inginkan.


2020 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 208-226
Author(s):  
Ahmad Tamrin Sikumbang, Muhammad Husni Ritonga, Aja Syahri
Keyword(s):  

Hubungan dengan konstituen merupakan salah satu aspek penting dalam tugas seorang legislator, namun ia penting karena alasan dan dapat memberikan manfaat bagi konstituen, legislator, partai politik dan masyarakat secara keseluruhan. Kontak langsung antara legislator dan warga negara dapat membangun kepercayaan publik kepada legislator dan lembaga legislatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis komunikasi politik yang dilakukan PPP dalam menjalin hubungan dengan konstituen di kota Medan. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan deskriptif kualitatif. Waktu penelitian dilakukan selama tiga bulan mulai Desember 2019 hingga Februari 2020 yang berlokasi di kota Medan. Sumber data diperoleh dari hasil observasi dan wawancara dan dokumentasi. Wawancara dengan informan penelitian yaitu terdiri dari anggota DPRD Medan periode 2014-2019, Ketua-Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC), sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP), kemudian juga sumber data dipilih secara purposive sampling dari para narasumber. Teknik analisis data dengan reduksi data dan verifikasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan teori komunikasi interpersonal dalam menjalin hubungan dengan bentuk komunikasi langsung dan tatap muka. Hasil penelitian didapatkan bahwa komunikasi politik yang dilakukan PPP diawali dengan bentuk komunikasi yang terdiri dari identifikasi, legitimasi, partisipasi, penetrasi dan distribusi kemudian dengan tahapan perencanaan komunikasi yaitu mengedepankan nilai-nilai Islam, merangkul tokoh-tokoh agama dan dengan marketing politik.


2020 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 43-51
Author(s):  
Suciati Bahar Sarro, Adhea Rifty

Therapeutic communication is an attempt at healing through communication. In the case of Down Syndrome child therapy, therapists are required to pay attention to factors that influence the implementation of therapy so that communication is carried out effectively so that healing goals can be achieved. This study intends to describe the therapeutic communication phase of therapists with children with Down syndrome in forming independence in SLBN 1 Bantul, Yogyakarta. This study uses a qualitative descriptive type with 2 (two) pairs of informants, PT and LN . Data obtained through interviews, observations, and documentation. Based on the results of the study, it can be concluded that there are four therapeutic communication phases which include the pre-interaction phase, the orientation phase, the work phase, and the termination phase. In the work phase, the therapist uses YouTube in play therapy. The use of this new media has been proven to improve children's moods and thus speed healing. The four phases of therapeutic communication have been carried out effectively by a therapist informant and it is proven that children with down syndrome can experience changes toward healing in increasing independence, interacting, and building caring attitudes. The other informants did not carry out the four phases of therapeutic communication to the maximum, causing children to be lazy to attend school and slow to develop towards a better direction. Keywords: therapeutic communication, pre-interaction phase, orientation phase, work phase, termination phase  


2020 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 113-121
Author(s):  
Aswar Aswar

Anak sebagai objek yang dipandang lemah dalam struktur keluara, seringkali menjadi korban kekerasan/agresi oleh orang tuanya. Hal tersebut terjadi karena kurangnya kemampuan komunikasi yang dimiliki oleh orang tua di Kota Makassar. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh kemampuan komunikasi terhadap perilaku agresi orang tua kepada anak di kota Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif,populasi pada penelitian ini yaitu seluruh warga kota Makassar yang telah menikah dan memiliki anak. Penentuan sampel dengan menggunakkan tabel krejcie dan Morgan diperoleh sampel sebanyak 384 orang. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala model Likert. Uji asumsi yaitu normalitas, Linieritas,Heteroskedastisitas, dilakukan sebelum melakukan hipotesis dengan uji analisis regresi sederhana. Diperoleh nilai signifikan sebesar 0,000, < 0,05.Dengan R Squaredengan nilai sebesar 0,058 atau sama dengan 5,8 %. yang berarti bahwa  kemampuan komunikasi  (X) berpengaruh negatif signifikan terhadap agresi orang tua kepada anak di kota Makassar sebesar 5,8%. Sedangkan sisanya sebesar 94,2% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti pada penelitian ini. Sehingga peneliti menyimpulkan bahwa kemampuan komunikasiberpengaruh negatif signifikan terhadap perilaku agresi orang tua kepada anak di Kota Makassar. Yang berarti bahwa jika kemampuan komunikasi meningkat, maka perilaku agresivitas orang tua kepada anak akan menurun, begitupun sebaliknya. Kata Kunci:Kemampuan Komunikasi;Agresi;Orang Tua


2020 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 52-64
Author(s):  
Woro Harkandi Kencana Kencana

Majalah menjadi salah satu media penyebaran informasi di Indonesia yang menjangkau target pembaca yang segmented. Sampul majalah merupakan pintu masuk sebuah media cetak, setiap redaksional media mempunyai ciri khas dan karakternya sendiri dalam menentukan gaya sampul majalahnya secara konsep maupun teknik. Pada masa pandemi Covid-19 majalah Tempo menjadikan sosok Jokowi sebagi sampul majalah mereka. Ilustrasi dan teks yang digunakan merupakan bentuk kritikan terhadap kebijakan dalam penanganan Covid-19.Penelitian ini ingin mengkaji makna pada sampul majalah Tempo dalam edisi yang menampilan sosok Presiden Joko Widodo dalam menangani tahapan krisis pandemi Covid-19 di Indonesia. Metode yang digunakan dengan pendekatan kulitatif dan analisis semiotika Pierce. Analisis dilakukan pada empat edisi majalah Tempo yang menampilkan sosok Jokowi pada edisi 9-15 Maret 2020, 16-22 Maret 2020, 6-17 April 2020 dan 1-7 Juni 2020. Hasil penelitian ini pemaknaan pada sampul majalah Tempo di masa ini terbagi menjadi tiga tahap dalam menampilkan sosok presiden Joko Widodo.Masa awal krisis,maintance dan resolusi. Pada tiap tahapannya, sosok Jokowi  dalam bentuk ilustrasi ditampilkan secara satire, metafora dan personifikasi. Pada masa Pandemi Covid-19 sosok Jokowi ditampilkan sebagai bentuk kritik media terhadap segala kebijakan yang dikeluarkan pada masa pemerintahan presiden Jokowi.


2020 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 65-84
Author(s):  
Dwi Susanti ◽  
Moch Imron Rosyidi
Keyword(s):  

Perkembangan industri film di Indonesia menempatkan perempuan yang pada mulanya berada dalam layar, bergerak hingga ke belakang layar. Perempuan mengambil peran penting sebagai produser, penulis naskah dan sutradara. Nia Dinata merupakan salah satu perempuan yang memulai karirnya  di baliklayar  dan menyutradarai film Arisan ! Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsep hegemoni maskulinitas yang selama ini telah dipakai pemerintah dalam mengkonstruksi bentuk-bentuk maskulinitas di Indonesia. Konstruksi maskulinitas tersebut terdapat pada film-film yang diproduksi melalui dengan figur bapak sebagai tokoh sentral dalam keluarga.. Perspektif Women’s Cinemajuga digunakan dalam penelitian ini berkaitan dengan penggunaan kacamata perempuan dalam merepresentasikan maskulinitas melalui sebuah film. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan paradigma konstruktivistik. Teknik analisis data yang digunakan yakni semiotika Pierce yang bersumber pada segitiga semiotik yakni, Sign, Interpretantdan Object.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, terdapat representasi maskulinitas plural. Ada tiga bentuk maskulinitas yang terdapat dalam film tersebut. Yang pertama,adalah fatherhood.Yang kedua, adalah laki-laki jenis baru, atau new man. Yang terakhir dan menjadi fokus dalam penelitian ini, adalah maskulinitas dan relasi seksual. Film Arisan!merepresentasikan hubungan seksual sesama jenis atau homoseksual ke dalam citra yang positif. Hubungan Nino dan Sakti yang mendapatkan dukungan dari teman-teman serta keluarganya, bahkan Nino dan Sakti berani dan bangga coming out tentang identitas seksual mereka. Kata Kunci: Relasi Seksual, Semiotika, Representasi Maskulinitas


2020 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 157-167
Author(s):  
Derina Herman ◽  
Nela Widiastuti

Proses komunikasi kelompok sangat penting untuk mencapai kohesivitas kelompok. Dalam kelompok harus muncul kesadaran kolektif sebagai anggota kelompok sehingga antara sesama anggota kelompok tumbuh perasaan-perasaan atau sentiment atas dasar kesamaan sehingga tercipta komunikasi yang interaktif dan bisa mencapai tujuan bersama dalam kelompoknya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kohesivitas di kalangan anggota XTC (PAC Cimenyan) dalam upaya menjaga eksistensi kelompok. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengambilan data melalui observasi dan wawancara mendalam bersama anggota komunitas XTC (PAC Cimeyan). Teknik pemeriksaan ke absahan data dengan triangulasi dan mengunakan teori activity interaction sentiment. Penelitian ini menunjukan bahwa kohesivitas kelompok terbentuk dari kebersamaan kelompok seperti proses menumbuhkan perasaan atau sentiment-sentimen pada saat berkumpul. Inilah yang menyebabkan kohesivitas dalam komunitas XTC (PAC Cimenyan) dan membuat komunitas ini mampu menjaga eksistensinya diantara komunitas sejenis lainnya.


2020 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 168-177
Author(s):  
Hasto Bimo Aji, Witrie Nuringtyas Gita A

Perkembangan teknologi pada zaman ini memunculkan sederetan fenomena kehidupan terkini dan terbaru yang serba digital di sejumlah bidang. Penggunaan media sosial untuk meningkatkan brand awareness dan penjualan online sudah tidak bisa dipungkiri. Sebab, mayoritas penduduk di Indonesia, terutama generasi milennial, saat ini adalah pengguna aktif media sosial. Melihat fenomena sosial media dan menanggapi pandemic Covid-19 yang mengharuskan masyarakat untuk tetap dirumah membuka kesempatan untuk sebuah brand memenuhi kebutuhan beriklannya melakukan product placement sebagai cara untuk meningkatkan brand awareness seperti yang telah dilakukan oleh Le Minerale. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi product placement yang digunakan le minerale agar menjadi top of mind. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah dengan adanya pandemic Covid-19 ini, product placement yang digunakan oleh Le Minerale dapat meningkatkan brand awareness dimana orang banyak menghabiskan waktu dirumah dan lebih banyak menggunakan internet untuk menonton YouTube atau program televisi sehingga kedepannya cara yang dilakukan oleh Le Minerale dalam penempatan produknya dapat digunakan oleh brand lain untuk mempromosikan produk nya melalui social media atau media lainnya.


2020 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 96-106
Author(s):  
Mochamad Irfan Radika ◽  
Sri Dewi Setiawati

Perkembanagan teknologi diiringi oleh perkembangan zaman, membuat munculnya banyak sekali teknologi-teknologi baru yang di buat untuk menyesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan bagi manusia, podcast merupakan suatu konten dalam audio broadcast di media baru internet, podcast DoYouSeeWhatISee merupakan podcast bertemakan horor yang merupakan salah satu podcast terbaik di Indonesia , Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi komunikasi yang di gunakan podcast DoYouSeeWhatISee dalam mempertahankan pendengar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskritif dengan pengumpulan data yang di lakukan menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. penelitian ini menggunakan aspek strategi komunikasi yaitu pengenalan khalayak, penyusunan pesan, menetapkan metode, penetapan media. Hasil penelitian strategi komunikasi yang dilakukan dalam mempertahankan pendengar oleh  podcast DoYouSeeWhatISee adalah konten yang berkualitas, kemudahan dalam mendengarkan, dan ter-update secara berkala


2020 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 85-95
Author(s):  
Ina Novita Sari ◽  
Tiara Pratiwi

Berdasarkan kasus kematian Goerge Floyd di Minneapolis, Amerika Serikat yang menimbulkan reaksi keras banyak kalangan di Amerika Serikat dan media dunia menyoroti kasus ini hingga memunculkan tagar #BlackLivesMatter di media sosial, Facebook dikabarkan memulai tindakan melabeli konten berita yang berasal dari media asing seperti Rusia, China, Korea Utara, dan Iran melalui fitur Facebook Newsroom, yang bertujuan sebagai upaya Facebook mereduksi saluran media asing yang dikendalikan oleh negara serta meredam aktivitas pemberitaan yang berpotensi mendorong informasi palsu. Pemberian label laman ‘media asing’ ini didasarkan pada berbagai faktor, seperti informasi kepemilikan hingga kebijakan koreksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembentukan dan efektivitas Facebook Newsroom dalam menekan kasus rasisme, berfokus pada pemberian label pada media asing dengan menggunakan penelitan kualitatif deskriptif dan observasi sebagai unit analisis. Hasil penelitian ini menemukan bahwa Facebook Newsroom merupakan strategi Facebook untuk menyaring informasi yang dikonsumsi oleh penggunanya. Namun setelah satu bulan launcing di Amerika Serikat, Facebook masih dinilai memiliki masalah yang sama yakni misinformasi dan tempat seseorang menyebarkan ujaran kebencian. Sampai saat ini dapat dinyatakan bahwa tindakan ini tidak cukup berarti untuk meredam amarah publik dan mengembalikan kepercayaan dari pengiklan. Bila tidak ada perubahan dalam waktu dekat, Facebook bisa saja ditinggalkan oleh pengguna karena kehilangan kredibilitas


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document