JURNAL MANAJEMEN RISIKO
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

10
(FIVE YEARS 5)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By UKI Press

2746-3982, 2746-3982

2021 ◽  
Vol 2 (I) ◽  
pp. 51-72
Author(s):  
Jener David Syamsia ◽  
Dr. Ir. Ktut Silvanita Mangani, MA ◽  
Dr. M.L. Denny Tewu, SE.MM

ABSTRAKPenelitian ini dilakukan di Perguruan Tinggi tentang risiko operasional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis risiko operasional yang diakibatkan dari hubungan kelembagaan Yayasan XY dan Universitas X. Secara spesifik tujuan penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi kejadian-kejadian yang tidak dikehendaki (KTD) yang diakibatkan dari hubungan kelembagaan antara Yayasan XYdanUniversitas X;(2) menganalisis seberapa besar risiko operasional dari kejadian-kejadian yang tidak dikehendaki; dan (3) memitigasi risiko sesuai dengan peluang dan dampak.Untuk menemukan data yang valid dan reliable maka metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi partisipatif, wawancara,studi dokumen, dan angket. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada sepuluh kejadian yang tidak dikehendaki yaitu (1) pengangkatan dosen dan pegawai tidak sesuai SOP; (2) aktivitas perkuliahan terhambat; (3) peran YPKH yang pasif; (4) pemberhentian rektor tidak sesuai amanat statuta; (5) intervensi dewan Pembina; (6) kurangnya kompetensi direktur human resources development; (7) penunjukan rektor tidak sesuai kebutuhan kampus pasca konflik; (8) pembayaran biaya kuliah secaracicil; (9) sistem akademik dan keuangan belum terintegrasi; dan (10) budaya masyarakat yang tidak mendukung. Risiko yang ditimbulkan dari kejadian yang tidak diinginkan dengan bobot risiko sedang sampai sangat tinggi. Kejadian yang tidak dikehendaki telah dimitigasi sesuai dengan peluang dan dampak.


2021 ◽  
Vol 2 (I) ◽  
pp. 1-34
Author(s):  
Dewi Anggraheni ◽  
Dr. Poerwaningsih S. Legowo, MS,Tr ◽  
Dr. Martua E.Tambunan,SE, AK,M.Si, CA

ABSTRAKMutu pelayanan merupakan faktor yang esensial dalam seluruh kegiatan Klinik atau RS, dimana berdampak terhadap kenyamanan pasien serta berdampak pada menurunnya kepercayaan terhadap Klinik/ RS. Salah satu kegiatan yang berdampak terhadap mutu pelayanan adalah pengambilan sampel darah yang memiliki risiko hematom. Kami meneliti kegiatan pengambilan darah di Klinik “P” yang dapat menyebabkan hematom. Hasil penelitian kami ternyata resiko terjadinya hematom disebabkan oleh beberapa factor, yaitu alat, prasarana, persiapan pasien, proses pengambilan darah dan lokasi penusukan jarum pada pengambilan darah. Dari keempat faktor tersebut didapatkan 12 risiko, dengan 8 risiko memerlukan tindakan segera untuk mengelola risiko dan 4 risiko diperlukan tindakan untuk mengelola risiko. Tindakan yang harus diambil diantaranya menerapkan manajemen risiko, memperhatikan kualitas alat, prasarana, meningkatkan keterampilan petugas dengan mengadakan pelatihan, sosialisasi SOP kepada petugas serta meningkatkan service excellent bagi petugas sehingga kepuasan pelanggan dapat terpenuhi. Dengan mengetahui dampak dan peluang dari terjadinya hematom serta dapat melakukan mitigasi dengan tepat dan benar. Maka diharapkan dapat mengurangi dampak bahkan menghindari risiko yang akan terjadi diKlinik “P”


2021 ◽  
Vol 2 (I) ◽  
pp. 73-78
Author(s):  
Ahmad Suhaimi, M.A

ABTSRAKRisiko dalam konteks perbankan merupakan suatu kejadian potensial, baik yang dapat di perkirakan maupun yang tidak dapat diperkirakan dan berdampak negatif terhadap pendapatan dan permodalan bank. Risiko-risiko tersebut tidak dapat dihindari, tetapi dapat dikelola dan dikendalikan. Oleh karena itu sebagaimana lembaga perbankan pada umumnya. Dalam menghadapi potensi risiko, maka Bank Syariah Indonesia (BSI) harus menerapkan manajemen risiko yang tepat. Penerapan manajemen risiko pada Bank Syariah Indonesia setidaknya memuat: Penerapan manajemen risiko secara umum; Penerapan manajemen risiko untuk masing-masing risiko, mencakup 8 risiko, yaitu risiko kredit, risiko pasar, risiko likuiditas, risiko operasional, risiko hukum, risiko strategis, risiko kepatuhan, dan risiko reputasi. Penilaian profil risiko. Kualitas penerapan manajemen risiko meliputi: Tata kelola risiko Kerangka manajemen risiko Kecukupan proses manajemen risiko dan Sistem pengendalian internal yang menyeluruh.


2021 ◽  
Vol 2 (I) ◽  
pp. 79-103
Author(s):  
Rainer Prakuso Tobing ◽  
Ir. Tarcisius Sunaryo, MA, Ph.D ◽  
Dr. Ir. Ketut Silvanita Mangani, MA

ABSTRAKPerdagangan Internasional merupakan salah suatu sumber devisa bagi suatu negara, walapun banyak risiko yang bisa terjadi. Risiko yang ada mempunyai dinamika dan karakter tersendiri, yang harus selalu dicermati oleh Pelaku Ekspor - Impor, Per-bank-an, Pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya untuk selalu siap sedia menyiapkan langkah strategis mengantispasi risiko yang ada. Perdagangan dunia memasuki pasar bebas, dimana disetiap negara para pelaku usaha mempunyai peluang untuk melakukan perdagangan. Pada era pasar bebas, banyak produk-produk yang bisa di ekspor maupun di impor untuk saling memenuhi kebutuhan pasar di masingmasing negara. Tetapi walaupun dikatakan pasar bebas, proses perdagangan tetap dalam kendali dan pengawasan negara, dan organisasi perdagangan dunia yang dibentuk untuk itu. Pada setiap tindakan perdagangan, pasti akan ada transaksi pembayaran, dimana pembayaran suatu produk adalah hal yang utama dari suatu transaksi. Metode pembayaran menjadi acuan utama dalam suatu proses transaksi yang dapat dirumuskan dalam suatu Surat Perjanjian legal. Pada setiap penentuan metode transaksi pembayaran, pembuat kebijakan dalam hal ini pemerintah tidak bisa melakukan intervensi, karena kepakatan lebih menitik beratkan kepada keinginan para eksportir maupun importir Para pelaku usaha ekspor impor akan saling menjajaki dan melakukan negosiasi untuk menentukan dan menyepakati serta mengikatkan dalam suatu perjanjianyang salah satu isi perjanjian akan menjelaskan metode pembayaran. Para eksportir maupun importir akan sepakat dengan metode pembayaran yang dirasakan memiliki Risiko paling kecil. Permasalahan ketika Seseorang atau Perusahaan/ Badan Usaha ingin melakukan Perdagangan International antaralain ;  Menentukan Metode Pembayaran, karena pembeli/Buyer/ Importir dan Penjual/ Seller / Eksportir tidaksaling mengenal satu sama lain. Hukum, Peraturan, Bahasa, dan kebiasaan yang tidaksama. Hambatan Tarif/ Pajak. Politik dan Stabilitas di negara masing-masing. Mata uang pembayaran. Handling dan Transportasi.   Importir perlu waktu untuk melakukan pembayaran. Sistem perbankan masing masing negara dalam prosespengiriman dana. Penjual menginginkan pembayaran yang tepat waktu Karena terlalu banyaknya risiko yang harus diantisipasi oleh para pelaku ekspor impor, maka titik beratkan pembahasan dalam jurnal ini adalah risiko yang terjadi pada transaksi pembayaran.


2021 ◽  
Vol 2 (I) ◽  
pp. 35-50
Author(s):  
Maximus Ali Perajaka ◽  
Yohanes Ngamal

Abstrak:Studi ini mempelajari mengenai konsep dan penerapan manajemen risiko, secara khusus dalam bidang Pendidikan (sekolah). Topik ini dipilih karena, pandemic Covid-19 telah menimbulkan dampak yang sangat luas dan mendalam pada bidang Pendidikan, sehingga sekitar 80 persen para guru dan siswa di tingkat global, dan sekitar 90-an persen sekolah di Indonesia pernah ditutup untuk kegiatan pembelajaran tatap muka. Studi ini terasa semakin penting, karena saat ini, Ketika tren penyebaran Covid-19 mulai melandai, otoritas Pendidikan (Kemendikbudristed) dan penyelenggara dan/atau pengelola sekolah bersiap-siap membuka kembali sekolah. Ketika sekolah Kembali dibuka, maka otoritas bersama penyelenggara dan/atau pengelola sekolah perlu menerapkan manajemen risiko secara lebih serius guna mencegah agar sekolah tidak Kembali menjadi kluster penyebaran Covid-19 gelombang baru.


2020 ◽  
Vol 1 (I) ◽  
pp. 93-126
Author(s):  
Presetyo Firgianto ◽  
Prof. Dr. S. Pantja Djati, M.Si., MA

Upstream oil and gas activities both searching up to oil and gas production are government programs where activities are regulated in legislation. Before drilling, to obtain oil and gas reserves, the need for land for drilling activities is a step that must be passed. Since the upstream oil and gas activities are government programs, the government guarantees the availability of land for such activities that can be classified into the public interest and set forth in Law No. 2 of 2012 on Land Procurement for Development for the Public Interest.               The formulation of the problem in this research is : How the stages of activities Land acquisition for the public interest PT.Pertamina EP - Paku Gajah Development Project?, What are the opportunities and impacts at each stage of the activity ? Land acquisition for public interest PT.Pertamina EP - Paku Gajah Development Project ?, and How is the mitigation effect of each stage of Land Acquisition activities for This research uses semi-quantitative descriptive method. The data collection tool used is questionnaire with liekert scale (1-5). The results of this study indicate that the stages of land acquisition for the public interest consists of planning, preparation, implementation, and delivery of results.


2020 ◽  
Vol 1 (I) ◽  
pp. 1-16
Author(s):  
Jasmen G. Sihotang, M.M ◽  
Dr. M.L Denny Tewu, M.M

Penelitian dilakukan di sebuah perusahaan swasta yang bergerak di bidang perdagangan barang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis risiko penerapan good corporate governance pada PT IBU. Prinsip tata kelola perusahaan (GCG) yang baik terdapat prinsip keterbukaan, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan kewajaran. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya potensi risiko yang berkaitan dengan prinsip GCG, dimana dengan penerapan prinsip GCG maka akan memajukan perusahaan di berbagai sektor. Hasil penelitian juga menyatakan bahwa perusahaan belum menerapkan prinsip GCG yang baik.  Sejalan dengan hasil penelitian di atas, penulis memberikan saran bahwa Head Quarters perlu merubah struktur organisasi, menerapkan budaya perusahaan, proses seleksi karyawan dilakukan dengan benar, kajian kebutuhan SDM, dan membuka departemen Risk Management yang akan membangun sistem pengendalian yang baik.   Kata kunci: Risiko Good Corporate Governance


2020 ◽  
Vol 1 (I) ◽  
pp. 69-92
Author(s):  
Amelda Sinaga, SS ◽  
Prof. Dr. Adler Manurung, ME.,M, Com

Kartu kredit memiliki manfaat yang sangat besar terhadap masyarakat sehingga masyarakat berusaha memiliki kartu kredit baik individu ataupun perusahaan, sehingga pihak Bank khususnya BCA lebih berhati – hati dalam menyetujui setiap pengajuan kepemilikan kartu kredit.             Bank BCA Menerapkan prinsip kehati – hatian yang disebut dengan 5 C ( Character, Capacity, Capital, Collateral dan Condition Of Economy ) dengan harapan mengurangi risiko gagal bayar,   Dalam penelitian ini, penulis mendapatkan fakta bahwa pada tahun 2017  jumlah NPL Bank BCA  meningkat menjadi 1,9% dengan penghapusan sebesar Rp.451 Milliar, mengapa hal tersebut bisa terjadi???. Dalam penelitian ini penulis menemukan bahwa faktor yang paling mempengaruhi kinerja kartu kredit adalah “ Character” sehingga pada bab kesimpulan penulis melakukan tindakan mitigasi dengan cara menaikkan jumlah collateral dari setiap calon nasabah.


2020 ◽  
Vol 1 (I) ◽  
pp. 41-68
Author(s):  
Novlinda Susy Anrianawati Manurung, M.M ◽  
Dr. Indra Gunawan, ST., ME

Penelitian dilakukan dengan latar belakang, adanya Keputusan Menteri Kesehatan No.65 Tahun 2015 tentang standar pelayanan fisioterapi yang digunakan sebagai dasar manajemen risiko dalam mempersiapkan strategi untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diharapkan muncul pada penatalaksanaan proses fisioterapi.Keputusan Menteri Kesehatan Nomor:81/MENKES/SK/2004, tentang  Pedoman Penyusunan Perencanaan SDM Kesehatan di Tingkat Propinsi, Kabupaten/Kota serta Rumah Sakit untuk menghitung kebutuhan SDM di Rumah Sakit, yaitu workload indicator staffing need (WISN)sebagai strategi pengambilan kebijakan.  Penelitian ini bertujuan untukmeningkatkanmutu pelayanan fisioterapi melalui perhitungan risiko proses fisioterapi dan tindakan mitigasi risiko menggunakan metode Workload Indicator Staffing Need. Penelitian menggunakan Metodetahapan manajemen risiko sebagai metode analisisnya dan WISN sebagai metode untuk mitigasi risiko. Analisis risiko diawali dengan identifikasi risiko kemudian mengukur risiko dengan menghitung peluang dan dampak dari resiko tersebut dan merancang manajemen risiko sebagai mitigasinya. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh kejadian dengan risiko tertinggi 25 pada tahap pemeriksaan dan pengukuran dengan peluang tidak memiliki waktu yang memadai untuk pemeriksaan dan pengukuran fisioterapi dengan nilai 5 dan dampak penulisan laporan hasil pemeriksaan tidak lengkap dengan nilai 5 pada tahap dokumentasi, sedangkan pada tahap intervensi fisioterapi terjadi peluang pengurangan jenis dan waktu intervensidengan nilai 5 dan dampak berupa penyembuhan yang lama atau tidak sembuh (cacat) mendapat nilai5 sehingga didapat nilairisiko 25.  Adapun pemicu terjadinya potensi risiko adalah jumlah pasien (rata-rata 5060/hari) yang tidak sebanding dengan jumlah tenaga fisioterapis (4 orang) serta kurangnya sarana alat intervensi fisioterapi (penatalaksanaan alat menggunakan dosis waktu min : 15 menit). Dalam Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa untuk meningkatkan mutu pelayanan fisioterapi sesuai dengan PMK 65 tahun 2015, maka langkah strategis yang harus dilakukan adalah pengambilan kebijakan mitigasi kejadian yang tidak diharapkan muncul dengan menurunkan peluang, seperti: menambah jumlah tenaga fisioterapissesuai dengan kebijakan pemerintah dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 81 /MENKES/SK/2004, tentang  Pedoman Penyusunan Perencanaan SDM Kesehatan di Tingkat Propinsi, Kabupaten/Kota serta Rumah Sakit untuk menghitung kebutuhan SDM di Rumah Sakit, yaitu workload indicator staffing need (WISN), mengatur jadwal pemisahan hari pemeriksaan pengukuran fisioterapi dengan hari pelaksanaan intervensi dan menambah jumlah alat intervensi fisioterapi.    Kata kunci : Analisis risiko, proses fisioterapi, mitigasi risiko, workload indicatorstaffing need


2020 ◽  
Vol 1 (I) ◽  
pp. 17-40
Author(s):  
Eunike Elisabet, M.M ◽  
Ir. Tarsicius Sunaryo, MA., Ph.D

-


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document