Rekayasa
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

16
(FIVE YEARS 0)

H-INDEX

1
(FIVE YEARS 0)

Published By Universitas Negeri Semarang

2527-6964, 0216-6631

Rekayasa ◽  
2019 ◽  
Vol 16 (2) ◽  
pp. 179-186
Author(s):  
Umar Samadhy ◽  
Jaino Jaino ◽  
Mujiyono Mujiyono

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan secara umum untuk memberikan pelatihan mengelola limbah kertas koran, majalah, dan buku ajar lama, menjadi sebuah bahan ajar baru dengan teknik montase. Keterampilan yang akan didapatkan oleh guru adalah memadukan dan membuat bahan ajar dengan  teknik montase. Teknik montase merupakan penggunaan dan pemanfaatan gambar  jadi (bersumber dari limbah) yang dikomposisikan dengan media gambar (pewarna), ditempelkan di atas kertas, dan diberikan keterangan atau materi ajar yang disesuaikan dengan pembelajaran di sekolah dasar. Target khusus yang ingin dicapai, menghasilkan guru yang berbakat dan terampil menghasilkan buku ajar dengan mengelola limbah kertas. Dengan pengelolaan limbah kertas dengan baik, menekan elemen perusak bumi, sebagai wujud konservasi dan peduli lingkungan yang diprogramkan oleh Universitas Negeri Semarang. Selain itu, bahan ajar dengan tampilan visual (gambar), memberikan efektifitas tersampainya materi pembelajaran lebih tinggi pada para peserta didik. Diharapkan, pengabdian ini memberikan dampak terhadap peningkatan bahan ajar di kelas, dan berkorelasi positif atas hasil belajar peserta didik. Metode yang digunakan adalah pelatihan, praktik, dan pendampingan membuat buku ajar dengan mengelola limbah kertas. Pertemuan akan diselenggarakan sebanyak 15 kali, di dalamnya terdapat 3 pertemuan dilakukan untuk memberikan pengantar dan evaluasi kegiatan, serta penguatan keterampilan dengan ilmu pengetahuan pendukung. Sebanyak 12 pertemuan, peserta pelatihan didampingi mengelola limbah kertas dengan teknik montase untuk dijadikan sebagai bahan ajar, sesuai dengan materi pembelajaran di sekolah dasar. Evaluasi ketercapaian materi dengan cara penilaian buku ajar yang dihasilkan oleh peserta pelatihan. Pelaksaan pengabdian di hari Sabtu, dalam acara rutin KKG yang diselenggarakan oleh Gugus Larasati di Gunungpati Semarang. Seluruh kegiatan pengabdian dilaksanakan selama 8 bulan, menghasilkan luaran, yaitu: peningkatan keterampilan guru membuat bahan ajar, jurnal, dan publikasi dimedia massa.


Rekayasa ◽  
2019 ◽  
Vol 16 (2) ◽  
pp. 193-198
Author(s):  
Cahyo Yuwono ◽  
Dwijanto Dwijanto

 Potensi wisata yang begitu besar belum bisa dimanfaatkan oleh warga  sekitar karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang potensi wisata yang dimilikinya. Selain itu,kurangnya partisipasi masyarakat menjadi salah satu penghambat dalam mengembangkan potensi wisata yang ada. Masyarakat cenderung lebih memilih bekerja di pabrik daripada mengembangkan potensi wisata yang dinilai belum tentu keuntungannya. Tujuan pengabdian ini adalah memberdayaan potensi wisata di Desa Gogik Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang, antara lain (1) Pengembangan potensi wisata alam unggulan daerah Kabupaten Semarang yang mampu menarik wisatawan lokal maupun mancanegara ke Desa Gogik kecamatan Ungaran Barat(2) pemetaan potensi wisata dan fasilitas pendukung seperti papan informasi, petunjuk arah, pusat kuliner serta  factor lainnya., (3) publikasi wisata yang ada di gogik melalui pengembangan objek wisata dan media social. (4) Pembentukan kelompok sadar wisata (POKDARWIS); (5) Menjalin kemitraan dengan pemerintah, perguruan tinggi, industry (UKM), dan masyarakat luas. Berdasarkan Permasalahan dan solusi yang ditawarkan, Kegiatan pengabdian ini memiliki luaran sebagai berikut: Publikasi ilmiah di Jurnal/proseding, publikasi di media masa/cetak/elektronik, peningkatan  omset dibidang ekonomi, peningkatan keterampilan dan pemahaman masyarakat, peningkatan ketentraman/kenyamanan masyarakat. dan masyarakat dapat mandiri mengelola sumberdaya yang ada di Desa Gogik kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Pelaksanaan kegiatan melalui beberapa tahapan yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, pelatihan, pendampingan dan evaluasi. Tim pelaksana pengabdi dipilih dari berbagai bidang ilmu yang relevan sehingga dapat menunjang terlaksananya program dan sudah memiliki pengalan dibidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sehingga program yang didudun dapat berjalan lancer dan sesuai target yang diharapkan.


Rekayasa ◽  
2019 ◽  
Vol 16 (2) ◽  
pp. 199-208
Author(s):  
Sri Wuli Fitriati ◽  
Alief Noor Farida

Memperkuat Sejak tahun 2016, SD Islam Al Azhar 29 BSB Semarang merintis pengajaran bilingual (yaitu, pengajaran dalam dua bahasa, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris) untuk mata pelajaran Matematika dan IPA. Tantangan utama program ini adalah kompetensi guru dalam berbahasa Inggris. Oleh karena itu, dibutuhkan pelatihan peningkatan kemampuan guru berbahasa Inggris, khususnya Speaking English for Instructional Purposes. Pelatihan yang bertujuan untuk mempersiapkan penyelenggaraan kelas bilingual ini dilaksanakan dalam lima kali pertemuan. Setiap pertemuan berlangsung selama 2 – 2,5 jam. Teknik kegiatan meliputi: pronunciation drills, group and class discussions, modelling, penyusunan skenario pengajaran (teaching scenario), dan microteaching. Peserta selalu antusias dalam setiap kegiatan. Setiap sesi microteaching berakhir, dilakukan refleksi. Feedback dari peserta lain terhadap guru yang melakukan microteaching sangat supportif dan konstruktif. Pada akhir pelatihan, terdapat peningkatan kompetensi guru-guru peserta pelatihan dalam menggunakan ungkapan-ungkapan bahasa Inggris untuk tujuan pengajaran. Mereka tampak lebih percaya diri dan lebih lancar berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Pihak sekolah mengharapkan pelatihan berkelanjutan untuk menyukseskan program pengajaran bilingual di sekolah.  


Rekayasa ◽  
2019 ◽  
Vol 16 (2) ◽  
pp. 245-258
Author(s):  
Muhammad Azinar ◽  
Anik Setyo Wahyuningsih
Keyword(s):  

Target penurunan angka kematian ibu (AKI) menjadi 102/100.000 kelahiran hidup belum tercapai belum tercapai sampai berakhirnya MDGs tahun 2015. Dalam dua tahun terakhir, kasus kematian ibu di kabupaten Kendal meningkat. Pada tahun 2015 terjadi 23 kasus, naik dari tahun sebelumnya yaitu 19 kasus. Wilayah Singorojo merupakan wilayah yang belum bisa menekan kasus kematian ibu secara signifikan. Dua tahun terakhir terjadi 2 kasus kematian ibu. Penyebab utamanya adalah perdarahan, hipertensi dan anemia. Faktor yang memperberat terjadinya kematian ibu. Kondisi geografis, sosiokultural, letak serta wilayah yang masih pedesaan dan jauh dari pusat layanan kesehatan rujukan turut berpengaruh terhadap kejadian kematian ibu. Pemetaan awal oleh Tim Pengabdi diketahui bahwa faktor risiko gangguan kehamilan dan komplikasi persalinan banyak terjadi di desa Singorojo kecamatan Singorojo kabupaten Kendal. Deteksi dini terhadap faktor risiko gangguan kehamilan menjadi informasi yang wajib diketahui oleh setiap ibu hamil dan masyarakat sejak sedini mungkin untuk menurunkan jumlah kasus kematian ibu khususnya di wilayah pedesaan.Pemerintah telah melakukan upaya menurunkan kematian ibu melalui peran Bidan Desa. Namun, keterbatasan jumlah Bidan dan cakupan wilayah yang cukup luas menjadi kendala dalam memberikan informasi secara komprehensif kepada ibu hamil. Pos Keluarga Siaga menjadi alternatif solusi permasalahan tersebut. Melalui peningkatan peran serta masyarakat khususnya Kader Posyandu, Pos Keluarga Siaga ini dapat menjadi wadah edukasi, pemetaan kehamilan berisiko (risk mapping) sekaligus menjadi media untuk melakukan konseling (micro counseling) terhadap ibu hamil berisiko. Melalui kegiatan Pos Keluarga Siaga di wilayah pedesaan ini, Kader telah mampu melakukan kegiatan pemetaan kehamilan berisiko, terampil menggunakan instrumen surveilans factor risiko kehamilan, serta memahami seluruh isian yang ada dalam instrumen tersebut. Kader juga telah mampu melakukan interpretasi hasil pemetaan menurut skor risiko kehamilan. Berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan oleh Kader di masing-masing wilayah di desa Singorojo, diketahui hasil bahwa dari 69 ibu hamil yang telah diidentifikasi melalui kegiatan surveilans kehamilan berisiko diketahui 31,88% (22 orang) di antaranya masuk dalam kategori kehamilan risiko tinggi (KRT), dan terdapat 6 ibu hamil (8,69%) dalam kategori risiko sangat tinggi.


Rekayasa ◽  
2019 ◽  
Vol 16 (2) ◽  
pp. 133-140
Author(s):  
Akh. Sokhibi ◽  
Mia Ajeng Alifiana

Madumongso adalah salah satu makanan khas Kudus, berbahan dasar ketan hitam, yang identik dihidangan pada Idul Fitri. Perkembangan madumongso tidak sepesat jenang yang telah menjadi oleh-oleh khas Kudus. Oleh karena itu, pembinaan  UMKM madumongso perlu ditingkatkan. Peningkatan  pembinaan tersebut adalah dengan memanfaatkan dana desa, yang salah satu peruntukannya adalah untuk pembinaan masyarakat dan pemberdayaan masyarakat. Pembinaan UMKM madumongso dengan memanfaatkan dana desa pada pengabdian ini dilakukan pada UMKM madumongso di Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah 1) adanya peningkatan pengetahuan pelaku UMKM akan pemanfaatan dana desa untuk usaha; 2) peningkatan keterampilan mitra dalam pengemasan produk yang aman  dan lebih berdaya jual. Pengabdian ini dilakukan dengan metode: 1) sosialisasi; 2) pelatihan; dan 3) pendampingan. Hasil yang diperoleh dari pengabdian ini adalah: 1) peningkatan pengetahuan UMKM tentang pemanfaatan dana desa untuk usaha; 2) peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam pengemasan yang baik.


Rekayasa ◽  
2019 ◽  
Vol 16 (2) ◽  
pp. 141-148
Author(s):  
Muhammad Khumaedi ◽  
Sudarman Sudarman ◽  
Dwi Widjanarko ◽  
Imam Sukoco

Program kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk membantu permasalahan yang dihadapi oleh usaha kecil pembuatan tempe “Jumari” yang mengalami permasalahan dalam produksi dimana pengelupasan kedelainya masih dilakukan secara tradisional dengan menginjak injak kedelai, sehingga proses pengerjaan lama, kualitas tempenya tidak bersih dan hasil produksi tempenya tidak maksimal. Solusi untuk membantu permasalahan yang dihadapi adalah dengan membuatkan mesin pengelupas kedelai, memberikan pelatihan penggunaan mesin, mendampingi sampai dapat meningkatkan produksi tempe dan melakukan evaluasi kegiatan. Berdasarkan hasil evaluasi dari pengabdian yang berupa pemberdayaan ini adalah telah ddapatkan mesin pengelupas kedelai dan ada peningkatan produksi, dimana waktu untuk mengelupas kedelai lebih cepat dari sebelumnya, kualitas hasil tempe lebih bersih, dan adanya peningkatan laba bersih


Rekayasa ◽  
2019 ◽  
Vol 16 (2) ◽  
pp. 271-280
Author(s):  
Rusdarti Rusdarti ◽  
Achmad Slamet ◽  
Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti

Kualitas tenaga pendidik sebagai agen pembelajaran di satuan pendidikan, guru yang profesional diharapkan dapat meningkatkan mutu pembelajaran dan mutu pendidikan di Indonesia secara berkelanjutan. Peningkatan kualitas pendidikan merupakan suatu proses yang terintegrasi dengan proses peningkatan kualitas sumber daya manusia itu sendiri. Dalam rangka peningkatan kualitas SDM peran guru sebagai tenaga pendidik dituntut menjadi tenaga profesional. Pentingnya peran guru sangat menentukan berhasilnya usaha peningkatan mutu pendidikan, terutama pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Peran guru secara konkrit dijelaskan, bahwa guru lebih tepat memiliki falsafah dan tujuan pendidikan, kriteria keberhasilan pendidikan, ilmu dan teori pendidikan yang relevan, struktur pendidikan, kurikulum, organisasi dan kepemimpinan pendidikan maupun pembiayaan pendidikan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme guru melalui pembuatan proposal penelitian tindakan kelas dan guru menjadi terbiasa melakukan karya pengembangan profesi melalui budaya meneliti dengn permasalahan di kelas yang dialami dan menulis di journal. Dalam upaya meningkatan profesionalisme dan meningkatkan budaya akademik, yang merupakan nilai-nilai budaya mutu. Hasil akhir adanya workshop dan pendampingan ini adalah guru dapat membuat penelitian tindakan kelas secara berkelanjutan dan dapat menulis karya pengembangan profesi untuk pengembangan diri tidak hanya PTK saja; Guru menguasai dan dapat memilih model-model pembelajaran sesuai kebutuhan dalam pembelajaran. Hal ini menunjukkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat sudah dilaksanakan sesuai dengan tujuan dan harapan antara masyarakat sasaran yaitu para guru SMA Kota Semarang dengan pengabdi yang dapat meningkatkan profesionalisme guru dalam karya pengembangan profesi melalui workshop dan pendampingan pembuatan karya ilmiah pengembangan profesi dan pengembangan diri dari tim pengabdi merupakan hasil nyata oleh para guru yang mengikuti workshop dan pendampingan PKB


Rekayasa ◽  
2019 ◽  
Vol 16 (2) ◽  
pp. 229-244
Author(s):  
Puji Astuti ◽  
Prayudias Margawati ◽  
Anjar Pangestu

ermasalahan yang dihadapi oleh guru-guru MGMP bahasa Inggris SMPSub Rayon 1 Ungaran (mitra) adalah bahwa mereka membutuhkan hal-hal berikut: 1) panduan praktis dalam melaksanakan Kurikulum 2013 (Kurtilas), khususnya dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran, 2) pelatihan kegiatan pembelajaran yang mengintegrasikan dan dapat mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik, dan 3) pelatihan tentang kegiatan pembelajaran yang dapat membantu peserta didik untuk meningkatkan kompetensi komunikatif dalambahasa Inggris. Oleh karena itu, tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat iniadalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru-guru MGMP mitradalam Kurtilas. Lebih spesifik, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuandan keterampilan guru-guru dalam MGMP tersebut dalam menerapkanpembelajaran kooperatif.


Rekayasa ◽  
2019 ◽  
Vol 16 (2) ◽  
pp. 209-218
Author(s):  
Muhammad Khafid ◽  
Agus Wahyudin

Every citizen expects that RT / RW cover letter service can be obtained quickly and accurately. However, the expectation of public services such as introducing RT / RW letters sometimes can not be realized. Often the handling of RT / RW cover letters takes days. The purpose of this community service activity is to improve the quality of public service in the form of introductory letter service of RT / RW for the people in need. Specific targets of community service are: (1) establishment of public service system of RT / RW introduction letter online, and (2) implementation of public service system of RT / RW introduction letter online. Based on the results of community service activities, it is concluded that the RT RW online introduction letter application system is one of the alternative solutions for effective citizen administration services, since this system can overcome the difficulties of citizens in obtaining administrative services indefinitely dimensional space and time. The residents welcomed the existence of this RT RW online introduction letter application system, especially for residents of immigrant residents (residents of residential complex). However, for the original villagers, the existence of this system has not been so needed. The majority of the original villagers will not use this online system. Based on feedback on the ease of use of the system and the attractive appearance of this system, it is realized that the system is still a lot of shortcomings, so that future improvements are still needed.


Rekayasa ◽  
2019 ◽  
Vol 16 (2) ◽  
pp. 259-270
Author(s):  
Muhamad Taufiq ◽  
Wiyanto Wiyanto

Dalam rangka pembinaan untuk menjadi guru yang profesional, diperlukan Pengembangan Keprofesionalan Berkelanjutan (PKB). Pengembangan keprofesian berkelanjutan merupakan salah satu dari unsur utama yang kegiatannya dapat diberikan angka kredit. Sementara masih sering dialami kendala yang terjadi disaat guru membuat proposal maupun laporan penelitian dalam pembuatan latar belakang, landasan teori, teknik pengumpulan data, analisis data bahkan dalam kaidah dan lain-lain, seperti halnya yang dialami oleh guru-guru anggota Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA Kabupaten Batang. Guru-guru masih mengalami kendala membuat rancangan maupun pelaksanaan PTK karena keterbatasan kemampuan guru maupun pembimbing yang berasal dari Guru Pemandu. Kegiatan di MGMP IPA SMP Kabupaten Batang, sebagai wadah pengembangan kompetensi guru, khususnya dalam pembuatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) masih belum maksimal. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru IPA dalam merencanakan, melaksanakan, melaporkan, serta mempublikasikan hasil PTK pada jurnal ilmiah. Strategi yang digunakan untuk mencapai tujuan pengabdian masyarakat ini yaitu pelatihan dan pendampingan penyusunan PTK bagi guru-guru anggota MGMP IPA Kabupaten Batang. Kegiatan pelatihan dan pendampingan dilakukan melalui tahap analisis masalah, paparan materi, diskusi dan pada akhir sesi dilakukan pendampingan dalam merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan PTK. Pada akhir kegiatan pengabdian guru sasaran telah menghasilkan proposal PTK dan telah memiliki wawasan pengetahuan cara mempublikasikan pada jurnal ilmiah yang akan dituju.  


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document