Jurnal Jejaring Matematika dan Sains
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

36
(FIVE YEARS 5)

H-INDEX

1
(FIVE YEARS 0)

Published By Universitas Palangka Raya

2686-1658

2021 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 01-06
Author(s):  
Eva Cahya Pratiti ◽  
Eny Hartadiyati Wasikin Haryanti ◽  
Reni Rakhmawati

Pengetahuan lokal secara substansial merupakan norma yang berlaku dalam suatu masyarakat yang diyakini kebenarannya dan menjadi acuan dalam bertindak dan berperilaku sehari-hari. Sebagian masyarakat di kawasan hutan jati di wilayah Desa Pecalungan Kabupaten Batang, bermata pencaharian sebagai petani dengan memanfaatkan area hutan Jati. Dalam mengelola lahan para pekerja hutan berpedoman sesuai aturan yang berlaku secara turun-temurun, pedoman pengelolaan lahan dengan teknik tersebut merupakan pengetahuan lokal yang perlu dikaji melalui studi etnoekologi. Penelitian ini bertujuan menggambarkan interaksi pekerja hutan dengan lingkungan hutan jati terkait pertanaman tumpangsari yaitu cabe rawit, kacang panjang dan jagung dengan pohon jati. Metode yang digunakan dalam penelitian ini kualitatif deskriptif.  Pengumpulan data menggunakan metode wawancara mendalam kepada tiga informan (pekerja hutan) menggunakan pedoman wawancara. Setiap kegiatan wawancara dilakukan recording. Pengumpulan data juga menggunakan metode observasi dan setiap kegiatan didokumentasikan dalam bentuk foto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerja hutan memiliki pengetahuan tentang pertanaman tumpangsari dan menerapkan dalam kehidupannya yaitu pengetahuan pemilihan jenis tanaman yang sesuai dengan tanaman jati; pengetahuan waktu dan karakteristik tanah yang sesuai dengan tanaman; pengetahuan pembuatan pupuk alami; pengetahuan pola tanam; pengetahuan pemeliharaan tanaman; pengetahuan masa panen; dan tradisi pekerja hutan. Semua kegiatan budidaya yang dilakukan para pekerja hutan berdasarkan pemahaman untuk kelestarian hutan jati.


2021 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 11-14
Author(s):  
Budi Hariyanto ◽  
Lady M. Panggabean ◽  
Luqman Hakim

Analisis komposisi unsur, senyawa oksida, dan fasa pasir pantai Citra, Kabupaten Sukamara berhasil dilakukan. Proses identifikasi komposisi unsur dan senyawa oksida menggunakan XRF, sedangkan identifikasi fasa menggunakan analisis XRD. Analisis XRF menunjukkan bahwa Si dan SiO2 mendominasi komposisi unsur dan senyawa oksida masing-masing sebesar 95,6% dan 98,1%. Selain itu, analisis kualitatif pola XRD menunjukkan bahwa SiO2 pada pasir pantai Citra adalah kuarsa. Hasil ini memberikan informasi bahwa pasir pantai Citra memiliki potensi yang sangat baik sebagai sumber SiO2.     


2021 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 07-10
Author(s):  
Hanum Previaningrum ◽  
Abdul Qadir ◽  
Yupi Isnaini
Keyword(s):  

Nepenthes rafflesiana Jack. merupakan tumbuhan unik karena ujung daunnya yang memiliki sulur dengan membentuk kantong untuk merangkap serangga. Keunikannya ini membuat N. rafflesiana banyak diambil dari habitat aslinya untuk dijual. Pengambilan dari alam dapat menyebabkan kepunahan dan kerusakan habitat ekosistem. Upaya mencegah kepunahan melalui konservasi ex situ dengan kultur N. rafflesiana secara in vitro dengan metode slow growth. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh paclobutrazol terhadap pertumbuhan N. rafflesiana dan untuk mendapatkan konsentrasi paclobutrazol yang paling sesuai dalam konservasi in vitro N. rafflesiana. Penelitian dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya dari bulan Januari sampai dengan April 2020. Rancangan yang dilakukan dalam percobaan adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak dengan faktor tunggal yaitu konsentrasi paclobutrazol: 0, 1, 3 dan 5 ppm. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi paclobutrazol terbaik untuk konservasi in vitro N. rafflesiana adalah 5 ppm yang dapat menghambat pertumbuhan tinggi batang dan jumlah daun serta dapat mempertahankan warna hijau daun.


2021 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 15-18
Author(s):  
Alpi Mahisha Nugraha ◽  
Nurullaeli Nurullaeli

Efek pairing merupakan fenomena kolektif ketika jumlah fermion pada inti atom banyak, pasangan-pasangan dari fermion tersebut akan membentuk kondisi nukleon (bersifat boson) yang akan membuat energi ikat inti makin kecil (semakin negatif). Salah satu alternatif cara untuk melihat fenomena ini adalah dengan penggunaan model Relativistic Mean Field (RMF) dan dikombinasikan dengan teori BCS pada isotop Zr. Efek pairing juga mempresentasikan bentuk inetraksi total yang terjadi pada level terluar inti atom setelah inti atom melewati kondisi closed shell-nya yakni 40Zr90 pada level 2d5/2, 1g7/2, 3s1/2, 2d3/2, dan 4s1/2. Bentuk interaksi ini dipengaruhi oleh potensial interaksi antar level, pada paper ini penggunaan potensial interaksi uniform 0.5 MeV dapat mewakili bentuk interaksi antar level meskipun memiliki akurasi yang tidak mencapai 100% (berkisar 88%-99%). Diperlukan metode optimasi untuk menentukan potensial interaksi agar dapat mempresentasikan bentuk interaksi antar level yang sesuai.


2021 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 19-28
Author(s):  
Lilis Rosmainar ◽  
Dominikus Niholan Tukan ◽  
Mitha Deviyanti

Plastik merupakan suatu polimer yang mempunyai sifat unik dan merupakan benda yang luar biasa. Polimer merupakan bahan yang terdiri dari molekul-molekul yang disebut dengan monomer dengan jenis homopolimer. Polimer biasa dikenal dalam kehidupan sehari-hari seperti selulosa, protein, karet dan bahan alam lainnya. Peningkatan penggunaan plastik merupakan dampak dari berkembangnya dunia perindustrian, teknologi dan meningkatnya jumlah penduduk dunia. Di Indonesia, kebutuhan plastik terus mengalami peningkatan dengan rata-rata 200 ton per tahun. Pada tahun 2002 telah tercatat sekitar 1,9 juta ton sampah plastik, dan ditahun 2011 jumlah sampah plastik meningkat menjadi 2,6 juta ton pertahun. Berdasarkan asumsi Kementrian Lingkungan Hidup (KLH), setiap hari penduduk Indonesia dapat mengahsilkan 0,8 kg sampah per orang dan jika ditotal maka sebanyak 189 ribu ton sampah per hari. Sampah yang dihasilkan sebanyak 15% berupa sampah plastik atau sekitar 28,4 ribu ton per hari. Pada awalnya polimer alam digunakan sebagai bahan pembuatan perkakas dan pembuatan senjata. Monomer dalam pembentukan polimer merupakan molekul yang memiliki ikatan rangkap atau yang memiliki gugus fungsi tertentu. Polimer digolongkan atas polimer alam dan polimer sintetik. Polimer alam seperti selulosa, pati, kitin, kitosan, gelatin, dekstran, alginat, pektin, gum guar dan karet digunakan dalam pembuatan nanokomposit. Polimer alam menunjukkan sifat seperti kemurnian, kristalinitas, solditas tarik, meningkatkan elastisitas dan memilikki permukaan yang luas. Kesimpulannya adalah daya tarik pada bioplastik memiliki kekuatan yang sama namun jika ditambahkan dengan material-material yang lain  maka daya hantar akan semakin kuat dan semakin baik.


2020 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 41-46
Author(s):  
Yusinta Oktaviani ◽  
Abdul Gafur

Nematodes are microscopic worms belonging to the soil biota with high species diversity. Nematodes have different compositions in different types of soil and areas. This research is conduct to determine the presence and genus of soil nematodes found in mustard plantations in Landasan Ulin Utara Village, Banjarbaru, South Kalimantan. Soil samples are taken from community vegetable plantations with a depth of 0-20 cm around the mustard plant rhizosphere located in ??Jalan Kurnia and Jalan Sukamara, Landasan Ulin Utara Village, Banjarbaru. Extraction to separate nematodes from soil using the Whitehead & Hemming method (1965) and nematode fixation using the Seinhorst method (1959). Furthermore, the permanent nematode preparations were made for the identification stage by morphological observations and morphometric measurements. The identification results showed that the genera of nematodes found in the study site's soil samples were Iotonchus, Crustorhabditis, Ironus, and Xiphinema.


2020 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 56-60
Author(s):  
Salsabila Aqila Putri ◽  
Ratih Febrianti ◽  
Sunardi Sunardi

Cellulose is the most abundant polymer on earth consisting of ?-l, 4 glycoside rings bound to ?-D-glucose. Cellulose can be obtained from various wood and non-wood sources. Nanocellulose is one of the cellulose derivatives that have the potential to be developed as a carrier agent for natural materials to increase their bioactivity and bioavailability. Nanocellulose, which is cellulose with a nano-size (1-100 nanometer), has been proved as one of the functional material sources that have superior properties due to its attractive and excellent characteristics such as high aspect ratio, better mechanical properties, biocompatibility renewable, and abundance. This paper discusses the sources, production methods, and applications of nano cellulose as a slow-release agent for various natural materials to an applications of biomedical, cosmetic, and biotechnology.


2020 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 65-70
Author(s):  
Noer Komari ◽  
Samsul Hadi ◽  
Eko Suhartono

The three-dimensional (3D) structure of proteins is necessary to understand the properties and functions of proteins. Determining protein structure by laboratory equipment is quite complicated and expensive. An alternative method to predict the 3D structure of proteins in the in silico method. One of the in silico methods is homology modeling. Homology modeling is done using the SWISS-MODEL server. Proteins that will be modeled in the 3D structure are proteins that do not yet have a structure in the RCSB PDB database. Protein sequences were obtained from the UniProt database with code A0A0B6VWS2. The results showed that there were two models selected, namely model-1 with the PDB code template 1q0e and model-2 with the PDB code template 3gtv. The results of sequence alignment and model visualization show that model-1 and model-2 are identical. The evaluation and assessment of model-1 on the Ramachandran Plot have a Favored area of ??97.36%, a MolProbity score of 0.79, and a QMEAN value is 1.13. Model-1 is a good 3D protein structure model.


2020 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 51-55
Author(s):  
Annisaa Siti Zulaicha ◽  
Iwan Syahjoko Saputra ◽  
Indah Puspita Sari ◽  
Dicky Annas

The synthesis of magnetite (Fe3O4) microparticles has been successfully carried out using rust and leaf extract of grass (Imperata cylindrica L). The purpose of this research is the synthesis and characterization of Fe3O4 microparticles using the Green Synthesis method. The UV-Vis results showed that the absorption peak was at a wavelength of 273 nm with an absorbance value of 0.75. FTIR analysis shows the shift of the peak at wave number 3356 cm-1 to 3290 cm-1 and the appearance of a new peak at wave number 500 cm-1 which is characteristic of the Fe-O-Fe functional group and indicates the formation of Fe3O4 microparticles. XRD results showed six specific peaks, which were crystallinity of Fe3O4 microparticles at position 2 theta 30.40 °, 35.70 °, 43.30 °, 53.80 °, 57.40 °, and 63.00 °. PSA analysis showed that the mean particle size was > 100 nm, and the PZC results showed a zeta potential of 20 mV. SEM results showed the morphology of Fe3O4 microparticles with 1000x magnification, and EDS analysis results showed Fe and O's elemental composition.


2020 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 32-35
Author(s):  
Bakruddin Bakruddin ◽  
Faukas Rachmatillah ◽  
Asbahrul Amri ◽  
Zulkarnain Jalil

Quartz sand is a non-metallic natural resource that can be used to develop various kinds of human needs, however, it is necessary to know in advance the amount and elements contained therein. This research will conduct a study related to the amount of element concentration in quartz sand in Samadua District, South Aceh Regency. The research method used in this research is the X-Ray Fluorescence technique. The results showed that the elements found in the quartz sand samples were Si, K, Ca, Ti, V, Cr, Mn, Fe, Cu, Sr, Ba, and Eu. From these results, there are three elements that have the highest concentration, namely the element Si as much as 62%, Ca as much as 15.7%, and element K as much as 13.7%.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document