TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

124
(FIVE YEARS 8)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

2599-2481, 2580-6181

2021 ◽  
Vol 8 (1) ◽  
pp. 79-90
Author(s):  
Muhamad Tisna Nugraha ◽  
Mansur Mansur ◽  
Agus Kusnayat

Abstrak. Penelitian ini membahas tentang banyaknya Madarasah Ibtidaiyah di Kabupaten Kubu Raya yang belum terakreditasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan perencanaan program pendampingan akreditasi Madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten Kubu Raya, dan pelaksanaannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Participatory Action Research (PAR) atau juga dikenal dengan penelitian aksi bersama. Instrument atau alat pengumpulan datanya adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan lembar penilaian. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat diketahui bahwa: 1) Kegiatan perencanaan progam pendampingan akreditasi madrasah dilakukan dengan workshop yang melibatkan Kepala Sekolah, Kemenag Kabupaten Kubu Raya dan prodi PGMI IAIN Pontianak. 2) Pelaksanaan program pendampingan madrasah ibtidaiyah di Kabupaten Kubu Raya dilakukan melalui 2 siklus kegiatan workshop dalam memahami 8 standar akreditasi. Abstract. This study discusses the number of Islamic elementary schools in Kubu Raya Regency that have not been accredited. This study aims to determine the planning activities of Madrasah Ibtidaiyah accreditation assistance programs in Kubu Raya Regency, and their implementation. The method used in this research is the Participatory Action Research (PAR) approach or also known as joint action research. Instruments or data collection tools are observations, interviews, documentation and assessment sheets. Based on the results of the study, it can be seen that: 1) The planning activities of the madrasah accreditation mentoring program were carried out by workshops involving the Principal, the Ministry of Religion of Kubu Raya Regency and the PGMI IAIN Pontianak study program. 2) Implementation of the Madrasah Ibtidaiyah mentoring program in Kubu Raya Regency is carried out through 2 cycles of workshop activities in understanding 8 accreditation standards. 


2021 ◽  
Vol 8 (1) ◽  
pp. 23-37
Author(s):  
Washilatun Novia ◽  
Wasehudin Wasehudin

2021 ◽  
Vol 8 (1) ◽  
pp. 91-101
Author(s):  
Yusuf Ali Tantowi ◽  
Syihabuddin Syihabuddin ◽  
Hilman T. Abdullah

2021 ◽  
Vol 8 (1) ◽  
pp. 12-22
Author(s):  
Tri Wulandari ◽  
Gunawan Ikhtiono ◽  
Salati Asmahasanah

2021 ◽  
Vol 8 (1) ◽  
pp. 38-48
Author(s):  
Faisal Faisal

Abstract. This study aims to determine the contribution of the guidance of the head of the Ministry of Religious Affairs and the competence of supervisors to the implementation of the professional competence of Islamic Religious Education (IRE) teachers. The method used in this research is quantitative analysis based on statistical inferential models. The data collection was done using observation, interviews, and questionnaires. After the data is collected, it is then processed using logical analysis for qualitative and statistical analysis for quantitative data using descriptive statistics, regression, and correlation. Based on the hypothesis test, the guidance of the Head of the Ministry of Religious Affairs and the competence of supervisors contributes positively and significantly to the implementation of the professional competence of Islamic Religious Education (IRE) teachers.Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi pembinaan kepala Kementerian Agama dan kompetensi pengawas terhadap pelaksanaan kompetensi profesional guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif berbasis model statistika inferensia. Adapun pengumpulan datanya dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan angket. Setelah data terkumpul, kemudian diolah dengan menggunakan analisis logika untuk kualitatif dan analisis statistika untuk data kuantitatif dengan menggunakan  statistik  deskriptif,  regresi, dan korelasi. Berdasarkan uji hipotesis, pembinaan Kepala Kemenag dan kompetensi pengawas berkontribusi secara positif dan signifikansi terhadap pelaksanaan kompetensi profesional guru PAI.


2020 ◽  
Vol 7 (2) ◽  
pp. 126-139
Author(s):  
Fahrudin Fahrudin ◽  
Endis Firdaus ◽  
Alhadi Shafiyullah

Abstract. The role of the Islamic Religious Education teacher in learning is very important, especially in instilling students’ religious values. With the application of the religious culture of students in daily life at school, it will have a major influence on the attitudes and practice of students’ religious teachings in their daily life. In general, this study aims to describe the efforts of Islamic Education teachers in improving religious culture at SMPN 44 Bandung. Specifically, the purpose of this study is to describe the planning, implementation, constraints, and outcomes of the religious culture program at SMPN 44 Bandung. This research uses a qualitative approach with descriptive methods. The results of this study indicate that the PAI teacher in improving religious culture at SMPN 44 Bandung can be said to be quite successful, especially in changing the character or behavior of students. Abstrak. Peranan guru Pendidikan Agama Islam dalam pembelajaran sangat penting, khususnya dalam menanamkan nilai-nilai religius siswa. Dengan diterapkannya budaya religius siswa dalam kehidupan sehari-hari di sekolah akan besar pengaruhnya terhadap sikap dan pengamalan ajaran agama siswa dalam kehidupan sehari-hari. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya  guru PAI dalam meningkatkan budaya religius di SMPN 44 Bandung. Secara khusus tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan  perencanaan, pelaksanaan, kendala, dan hasil dari program budaya religius di SMPN 44 Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif.  Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa guru PAI dalam meningkatkan budaya religius di SMPN 44 Bandung ini bias dikatakan cukup berhasil, khususnya dalam merubah akhlak atau perilaku siswa yang sebelumnya kurang baik menjadi baik.  Kata kunci: Upaya Guru PAI, Budaya Religius, PAI di Sekolah


2020 ◽  
Vol 7 (2) ◽  
pp. 163-180
Author(s):  
Munawar Rahmat ◽  
Endis Firdaus

Abstract. Religious tolerance among students is quite problematic. The results of previous studies showed that student’s intolerance was quite high. The question is, how to teach students a solid faith and be tolerant of other religions and different Islamic groups? Abdurrahman An-Nahlawi, An Islamic Scholar and Professor of Islamic Education in Egypt introduced seven types of Quranic methods, one of which is Hiwar Jadalī (dialogue-argumentative Qurani). This method is thought to strengthen faith as well as religious tolerance of students, provided that the lecturer can choose the right verses. This study aims to produce Hiwar Jadalī learning model in Islamic Religious Education to strengthen the religious belief and tolerance of UPI students. This research uses descriptive-comparative method. Two classes used the Hiwar Jadalī learning model while the other two classes used the ordinary model. As a result, Hiwar Jadalī’s learning model was proven to be more effective in strengthening students’ faith and religious tolerance. Abstrak. Toleransi beragama di kalangan mahasiswa cukup bermasalah. Hasil-hasil penelitian terdahulu menunjukkan intoleransi mahasiswa cukup tinggi. Pertanyaannya, bagaimanakah mengajarkan keimanan yang kokoh kepada mahasiswa sekaligus toleran terhadap agama dan golongan Islam lain yang berbeda?. Abdurrahman An-Nahlawi, Ulama dan Guru Besar Pendidikan Islam Mesir mengenalkan tujuh jenis metode Qurani, salah satunya Hiwar Jadalī (dialog-argumentatif Qurani). Metode ini diduga dapat mengokohkan keimanan sekaligus toleransi beragama bagi mahasiswa, dengan catatan dosen dapat memilih penggalan ayat-ayat yang tepat. Penelitian ini bertujuan menghasilkan model pembelajaran Hiwar Jadalī dalam Pendidikan Agama Islam untuk mengokohkan keimanan dan toleransi beragama mahasiswa UPI. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-komparatif. Dua kelas menggunakan model pembelajaran Hiwar Jadalī sedangkan dua kelas lainnya menggunakan model biasa. Hasilnya, model pembelajaran Hiwar Jadalī terbukti lebih efektif mengokohkan keimanan dan toleransi beragama mahasiswa.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document