Jurnal IPTEK
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

61
(FIVE YEARS 10)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Program Studi Teknik Mesin Institut Teknologi Indonesia

2337-6783, 0852-7318

Jurnal IPTEK ◽  
2021 ◽  
Vol 5 (2) ◽  
pp. 49-56
Author(s):  
Noor Fachrizal

Laboratorium Pengujian Pemanas Air Tenaga Surya (LPPATS-B2TKE) telah mampu melayani pengujian produk Pemanas Air Tenaga Surya (PATS) komersial berdasarkan SNI 3021-1992 Edisi ke-1 (satu). Pengembangan prosedur uji perlu dtingkatkan agar melengkapi kemampuan menguji seluruh parameter yang ada dalam standar SNI. Prosedur pengujian kinerja sistem PATS terdeskripsi secara implisit dalam bentuk tabel dan rumus-rumus, sehingga perlu dirinci untuk diimplementasikan dalam pengujian. Mengadopsi prosedur termosifon pada SNI, dengan perhitungan kalor perolehan harian, prosedur ini dapat menghasilkan parameter efisiensi harian sistem, yang dapat dgunakan untuk memprediksi perolehan kalor tahunan PATS, klasifikasi produk PATS, dan fraksi matahari. Hasil ujicoba prosedur ini pada unit PATS kapasitas 150 liter dan luasan kolektor 1.97 m2 selama 19 hari, diperoleh efisiensi harian dalam rentang 39,13% hingga 47,61% dalam radiasi harian antara 3.66 – 5.82 kwh/m2, prediksi kalor perolehan tahunan 1370,87 kWh, fraksi matahari 75%, dan prediksi perolehan kalor tahunan klasifikasi 2783.49 kWh, menempatkan di kelas III berdasarkan standar SNI.


Jurnal IPTEK ◽  
2021 ◽  
Vol 5 (2) ◽  
pp. 64-68
Author(s):  
Sumiarti Andri ◽  
Fairuz Zahirah

Badan Wakaf Indonesia (BWI) merupakan organisasi yang dibentuk untuk membantu memajukan pengelolaan tanah wakaf di Indonesia. BWI dapat membentuk perwakilan di provinsi, kabupaten atau kota sesuai dengan kebutuhan. Kecamatan Rangkasbitung merupakan salah satu wilayah yang berada di bawah naungan BWI perwakilan Kabupaten Lebak. Pendataan tanah wakaf di Kecamatan Rangkasbitung saat ini belum terorganisir dengan baik. Masih banyak tanah wakaf yang belum memiliki akta wakaf dan belum dikelola dengan baik. Hal ini menimbulkan kesulitan dalam pencarian lokasi tanah wakaf tersebut. Untuk membantu penyelesaian permasalahan tersebut maka perlu dibangun aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) Pemetaan Tanah Wakaf berbasis Web di Kecamatan Rangkasbitung. Metodologi yang digunakan dalam membangun sistem ini adalah prototype. Aplikasi ini dirancang berbasis web dengan menggunakan framework Codeigniter, GeoJSON dan LeafletJS, untuk database menggunakan MySQL. Hasil dari analisis persebaran ini berupa peta digital web untuk pengetahui informasi lokasi tanah wakaf secara lebih tepat, sehingga dapat membantu untuk melakukan pencarian lokasi tanah wakaf menjadi lebih mudah. Kata Kunci : GeoJSON, LeafletJS, SIG,Wakaf, Web.


Jurnal IPTEK ◽  
2021 ◽  
Vol 5 (2) ◽  
pp. 41-48
Author(s):  
Annuridya Octasylva ◽  
Nuni Nurida ◽  
Tia Mustika

Banyaknya peluang bisnis di era globalisasi ini membuat para pengusaha berlomba-lomba mendirikan bisnis dengan berbagai bidang yang dianggap sebagai peluang besar beberapa tahun berikutnya. Seperti pada bidang bisnis jasa rental mobil membutuhkan kreatif dan inovatif sebagai strategi agar tetap mampu bersaing. PT. XYZ yang memberikan pelayanan jasa transportasi memiliki berbagai strategi dalam mempengaruhi keputusan pembelian pelanggan. Kesesuaian harga, promosi dan pelayanan yang baik akan berdampak meningkatkan keputusan pembelian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kesesuaian harga, promosi dan pelayanan terhadap keputusan pembelian dengan jumlah sampel 85 responden menggunakan metode analisis regresi linear berganda. Kesimpulan dari penelitian ini diketahui bahwa kesesuaian harga, promosi, dan pelayanan berpengaruh siginifikan secara positif terhadap keputusan pembelian.  


Jurnal IPTEK ◽  
2021 ◽  
Vol 5 (2) ◽  
pp. 69-79
Author(s):  
Sri Handayani ◽  
Melati Zahra Nur Abrar ◽  
Olivia Yolanda Bellanimalona ◽  
Enjarlis Enjarlis

Sabun tranparan banyak disukai oleh konsumen, karena mempunyai fungsi melembabkan sehingga aman bagi kulit, daya bersih yang efektif dan penampilan transparan yang menarik perhatian bagi penggunanya.Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan formulasi pembuatan sabun transparan menggunakan basis minyak kelapa murni atau dikenal virgin coconut oil (VCO) dengan penambahan minyak sereh dan pengaruhnya terhadap karakteristik sabun. Bahan-bahan untuk membuat sabun transparan adalah VCO, natrium hidroksida, stearat, gliserin, etanol, gula, asam sitrat dan minyak sereh (yang divariasikan). Minyak sereh dilakukan dengan mengekstrak sereh 125 gr sereh dalam 250 ml etanol  (50% b/v) dan 1875 gr dalam 250 ml etanol (75% b/v) dari kebutuhan etanol yang dibutuhkan dalam pembuatan sabun transparan. Parameter yang diamati adalah pH, kadar air dan alkali bebas. Hasil penelitian menunjukkan dengan menggunakan minyah sereh dihasilkan sabun transparan yang sudah memenuhi standar SNI sabun padat No. 3532-2016 yaitu pH 10, kadar air 12-13%  dan alkali bebas 0,03-0,08%.  Penambahan minyak sereh menghasilkan sabun tranparan yang mempunyai sifat anti bakteri dan jamur yang lebih baik serta bau yang lebih wangi  jika dibandingkan dengan sabun tranparan tanpa minyak sereh.


Jurnal IPTEK ◽  
2021 ◽  
Vol 5 (2) ◽  
pp. 57-63
Author(s):  
Rachmi Yanita ◽  
Romadhon MS

Abstrak   Pada perencanaan proyek konstruksi harus mempertimbangkan project constrain. Pada proyek dengan dana APBN dan  kontrak single year perlu dipertimbangkan constraint waktu yang akan menentukan metode konstruksi yang tepat. Pada proyek studi Rusun Sewa tipe 36/3 lantai dari Dirjen Penyediaan Perumahan PUPR dengan metode cast ini situ/cor ditempat, dibeberapa lokasi di revisi dengan metode pracetak untuk percepatan. Dilakukan analisis perbandingan proses konstruksis, waktu dan biaya pada  pelaksanaan elemen kolom,balok dan pelat lantai antara metode cast in situ terhadap metode pracetak.  Dengan metode pracetak, diperoleh percepatan waktu sebesar 3 minggu sehingga pekerjaan dapat selesai sesuai kontrak. Diperoleh penghematan biaya 0,15% dibandingkan metode cast in situ. Hal ini menunjukkan perlunya pemilihan metode konstruksi yang tepat sesuai project constraint pada saat tender.   Kata Kunci : metode pracetak, efisiensi biaya dan waktu, project constraint


Jurnal IPTEK ◽  
2021 ◽  
Vol 5 (1) ◽  
Author(s):  
Titieandy Lie ◽  
Intan Findanavy Rdzqo ◽  
Medtry Medtry

Rumah tinggal peninggalan Raden Aria Wangsakara yang berlokasi di permukiman Lengkong, Tangerang, Banten merupakan salah satu bangunan bersejarah yang telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya. Namun, seiring dengan gencarnya aktivitas pembangunan kota untuk meningkatkan nilai kawasan, terutama yang terjadi di Lengkong, hal ini berpotensi menggerus dan menghilangnya bukti sejarah serta nilai-nilai budaya kawasan tersebut apabila tidak adanya upaya pelestarian yang lebih lanjut. Penelitian terdahulu terhadap Rumah Arya Wangsakara telah lebih banyak dilakukan pada lingkup yang makro, yaitu obyek bangunan yang dikaitkan dengan konteks sejarah dan geografis kawasan. Sementara itu, dalam upaya pelestarian yang lebih teknis pada bangunan, pengetahuan membangun bangunan belum banyak dibahas. Padahal, langkah ini sangat diperlukan untuk mengetahui nilai-nilai budaya yang terkandung pada bangunan rumah Raden Aria Wangsakara melalui tipologi arsitektur bangunannya dan menentukan signifikansi bangunan yang berkontribusi untuk meluaskan khasanah arsitektur dan ketukangan. Untuk itu, langkah penelitian ini, yaitu menguraikan kesejarahan bangunan cagar budaya rumah Raden Aria Wangsakara, mengidentifikasi tipologi bangunan cagar budaya rumah Raden Aria Wangsakara melalui elemen-elemen arsitekturnya, dan menganalisa elemen-elemen arsitektural bangunan sekitar bangunan cagar budaya rumah Raden Aria Wangsakara. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi peningkatan nilai sejarah dan budaya bangunan serta kawasan, dokumentasi catatan ketukangan, dan menginspirasi masyarakat untuk mengekspresikan upaya pelestarian melalui elemen arsitektural yang diterapkan pada bangunan atau kawasan sekitar mereka.


Jurnal IPTEK ◽  
2021 ◽  
Vol 5 (1) ◽  
Author(s):  
Ni Made Sudri ◽  
Mohammad Hardiyanto ◽  
Annuridya Rosyidta Pratiwi Octasylva ◽  
Kintan Salsabila

Peningkatan efisiensi produk closet pada perusahaan keramik sanitary dengan penerapan lean manufacturing untuk peningkatan persaingan perusahaan. Identifikasi permasalahan ditemukan pemborosan pada proses pembuatan closet yaitu jenis pemborosan dominan inventory (21,81%), overproduction (20,21%) dan motion (18,87%). Penyelesaian jenis pemborosan agar efisiensi proses meningkat dilakukan proses mapping tools untuk penentuan jenis tools yang sesuai dengan masalah dominan, diperoleh adalah process activity mapping (PAM) dan supply chain response matrix (SCRM). Usulan perbaikan yang dapat dilakukan agar efisiensi proses meningkat adalah penambahan alat bantu operator untuk pengurangan waste motion, efisiensi waktu pengeringan dengan penambahan alat pengering bagian bawah storage. Pemborosan inventory dapat diminimalisir dengan penerapan sistem gudang metoda FIFO serta peramalan target produksi untuk atasai overproduction. Peningkatan process cycle efficiency (PCE) diperoleh sebesar 3,15%.


Jurnal IPTEK ◽  
2021 ◽  
Vol 5 (1) ◽  
pp. 11-17
Author(s):  
Annuridya Octasylva

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan penggerak  perekonomian Indonesia yang memiliki potensi yang besar, guna meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Namun berdasarkan wawancara terhadap pakar , pendamping dan pelaku UMKM, untuk memaksimalkan potensi tersebut masih banyak masalah di lapangan yang perlu diperbaiki. Oleh sebab itu, rumusan masalah pada penelitian ini adalah hal apa saja yang masalah utama yang terjadi pada UMKM di Tangerang Selatan dan strategi apa yang dapat dilakukan untuk pengembangan UMKM Tangerang Selatan.  Sehingga  tujuan penelitian ini adalah merumuskan alternatif kebijakan pengembangan UMKM di Tangerang Selatan dengan pendekatan SSM. Penelitian ini menggunakan pendekatan soft system methodology (SSM), dimana inti proses pendekatan metode SSM adalah membandingkan antara kondisi nyata yang ada dengan kondisi model yang seharusnya terjadi, sehingga menghasilkan pemahaman lebih baik atas kondisi yang dijadikan objek penelitian.  Dari hasil analisa perbandingan terhadap model konseptual dengan  model dunia nyata (aktual), dapat disimpulkan bahwa masalah utama yang dihadapi UMKM adalah  masih terdapat gap yang besar antara kondisi ideal yang diharapkan dengan kondisi nyata.  Strategi yang perlu dilakukan adalah  1.Akademisi perlu mengarahkan risetnya ke riset terapan yang dibutuhkan UMKM/ industri, pengabdian masyarakat yang bersifat insidentil perlu diarahkan menjadi tematik berkelanjutan. 2. Perbankan perlu memberikan pinjaman ringan khusus bagi para UMKM baik dari segi persyaratan maupun suku bunga. 3.Bantuan pemerintah tidak bersifat sepotong-sepotong tidak saling terkait dan pelatihan yang bersifat proyek, tapi perlu pendampingan, yang berkelanjutan. 4.UMKM perlu didorong untuk memiliki jaringan dan motivasi yang kuat hingga  mampu bertahan dan menjawab setiap tantangan. 5.UMKM perlu dibantu untuk mampu memenuhi hak konsumen yang sering kali diabaikan, sehingga mampu membangun kepercayaan dan loyalitas pelanggan.


Jurnal IPTEK ◽  
2021 ◽  
Vol 5 (1) ◽  
pp. 1-10
Author(s):  
Medtry MEDTRY

Abstrak   Kawasan mixed use pada dasarnya adalah suatu kawasan urban yang dirancang secara terintegrasi (integrated development), dengan kepadatan bangunan yang cukup tinggi dan merupakan kombinasi fungsi lahan yang bersifat campuran (mixed used), dimana kunci terpenting dalam keberhasilannya adalah berjalannya fungsi mekanisme kontrol yang merupakan implementasi dari regulasi-regulasi pengembangan kawasan superblok itu sendiri (Wikipedia, 2018). Pengertian lain berdasarkan arsitag.com   menyebutkan bahwa Mixed use merupakan penggunaan sebuah bangunan, satu kompleks bangunan, atau lingkungan untuk lebih dari satu kegunaan. Konsep ini telah diadopsi oleh beberapa negara di dunia sejak tahun 1920. Idenya adalah untuk menggabungkan kantor, tempat tinggal, dan pusat aktifitas lainnya di area yang berdekatan atau bahkan di gedung yang sama. Di Indonesia kawasan campuran diperbolehkan dan diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 15 tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang yang mengamanatkan bahwa untuk meningkatkan kualitas struktur ruang dan pola ruang. Selain itu dalam Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 16 Tahun 2017 tentang Pedoman Pengembangan Kawasan Berorientasi Transit, Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 1 Tahun 2018  tentang Penyusunan Rencanan Tata Ruang Wilayah (RTRW), dan Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 16 Tahun 2018  tentang Penyusunan Rencanan Detail Tata Ruang (RDTR) dan Peraturan Zonasi (PZ. Dalam peraturan penataan ruang, kawasan campuran diatur dalam zona campuran (C), yang meliputi; perumahan dan perdagangan/jasa, perumahan dan perkantoran, perdagangan/jasa dan perkantoran. Untuk penggunaan kategori zona campuran harus didukung oleh adanya batas zona yang jelas yang dapat membatasi perluasan fungsi campuran lebih lanjut dan harus ada upaya untuk mendorong perkembangan fungsi campuran menuju ke satu zona peruntukan tertentu. Oleh karena itulah perlu dilakukan penelitian ini untuk memberikan masukan dan usulan bagi pihak terkait antara lain tipologi kawasan campuran, prasyarat kawasan campuran, prinsip kawasan campuran, kriteria dan standar kawasan campuran.   Kata Kunci: kawasan campuran, tipologi, prasyarat, prinsip, kriteria


Jurnal IPTEK ◽  
2021 ◽  
Vol 5 (1) ◽  
pp. 18-26
Author(s):  
Haifan Mohamad Haifan

Buah jengkol (Archidendron pauciflorum B) adalah salah satu buah yang cukup diminati masyarakat, selain dapat mengundang selera makan, buah jengkol juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Salah satu pemanfaatan buah jengkol digunakan sebagai bahan baku pembuatan kerupuk. Permintaan kerupuk jengkol terus meningkat setiap tahunnya, sehingga prospek peluang usahanya cukup bagus. Melihat peluang tersebut, perlu peningkatan kapasitas produksi industri/ Industri Kecil dan Menengah (IKM) kerupuk jengkol untuk memenuhi permintaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan melakukan analisis kelayakan rencana pengembangan industri/ IKM kerupuk jengkol di wilayah sentra IKM kerupuk di Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat diskriptif-kuantitatif. Analisis kelayakan rencana pengembangan IKM kerupuk jengkol meliputi aspek bahan baku, aspek teknologi dan aspek finansial. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa ketersediaan bahan baku jengkol untuk mendukung industri/ IKM sangat memadai yang berasal dari wilayah Provinsi Banten, teknologi proses serta mesin dan peralatan sudah tersedia dan dikuasai. Analisis aspek finansial dengan asumsi umur ekonomi usaha selama lima tahun menggunakan suku bunga 9,75 persen memberikan nilai Net Present Value (NPV) positif sebesar Rp 857.492.977; Internal Rate of Return (IRR) sebesar 28,64 persen, Benefit/ Cost (B/C Ratio) sebesar 1,10; Payback Period (PP) selama 2 tahun 6 bulan dan Break Event Point (BEP) sebanyak 154.104 kemasan per tahun. Sementara itu, analisis senstivitas yang dilakukan terjadi kenaikan biaya produksi sebesar lima persen dan penurunan jumlah produksi sebesar lima persen didapat perhitungan usaha yang masih layak untuk dikembangkan.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document