Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

46
(FIVE YEARS 16)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Universitas Tunas Pembangunan

2598-2257, 2301-668x

2021 ◽  
Vol 26 (2) ◽  
pp. 10-17
Author(s):  
Herman Susila ◽  
Reki Arbianto
Keyword(s):  

Penyebaran virus covid-19 di Indonesia sangat begitu cepat, sehingga pemerintah mengeluarkan status keadaan tertentu darurat bencana wabah penyakit akibat corona virus dan berupaya untuk menekan penyebaran virus tersebut.  Langkah pencegahan penyebara covid-19 juga dilakukan di bidang jasa konstruksi. Pemerintah melalui menteri PUPR mengeluarkan Instruksi Menteri No. 02/IN/M/2020 tentang Protokol Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Dalam Penyelenggaraan Jasa Konstruksi. Masalah yang timbul adalah bagaimana penerapan protokol pencegahan COVID-19 dalam pelaksanaan proyek konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penerapan protokol pencegahan COVID-19 dalam pelaksanaan proyek konstruksi di Surakarta. Penelitian dilakkukan dengan metode deskriptif. Data diambil melalui pengamatan langsung di lapangan dan wawancara dengan questioner. Dari hasil analisis didapat bahwa 60% proyek sudah ada satgas covid-19 dan melaksanakan identifikasi potensial bahaya covid-19 di lapangan. Penyediaan fasilitas kesehatan pada tempat pekerjaan konstruksi termasuk dalam kategori baik dengan nilai mean 1,67. Penerapan Pencegahan Covid-19 dalam pelaksanaan konstruksi termasuk dalam kategori baik dengan nilai mean 1,69.   Kata kunci: konstruksi, covid-19, K3


2021 ◽  
Vol 26 (2) ◽  
pp. 51-61
Author(s):  
Wahyu Prabowo ◽  
Abito Bamban Yuuwono

Konservasi merupakan tindakan pelestarian dalam sebuah bangunan cagar budaya. Sasaran tindakan pelestarian dapat berupa bangunan (tangible) maupun non bangunan (intangible). Bangunan cagar budaya yang merupakan objek konservasi mempunyai value yang tinggi dalam proses konservasi, tidak hanya pada objek bangunannya saja namun juga terhadap sejarah, dan peradaban manusia itu sendiri. Bangunan cagar budaya yang tersebar di beberapa wilayah kota Surakarta merupakan bangunan peninggalan masa penjajahan yang mempunyai nilai arsitektur yang penting dalam perjalanan perkembangan ilmu arsitektur di Indonesia. Seiring perkembangan jaman bangunan-bangunan tersebut akan termakan usia dan mengalami degradasi kualitas material atau bahkan struktur bangunan. Sehingga dirasa perlu dilakukan pendataan atau kajian mengenai tingkat keterawatan bangunan cagar budaya tersebut, harapannya supaya dapat dilakukan langkah perawatan yang tepat guna melestarikan bangunan cagar budaya yang ada di kota Surakarta. Berdasarkan deskripsi diatas, penelitian ini dibuat untuk melihat sejauh mana tingkat keterawatan beberapa preseden bangunan cagar budaya di kota Surakarta.   Kata kunci: konservasi, bangunan cagar budaya, keterawatan, degradasi, cagar budaya


2021 ◽  
Vol 26 (2) ◽  
pp. 29-39
Author(s):  
Candra Latu Mowo ◽  
Dian Arumningsih

ABSTRACT Pertumbuhan dan perkembangan infrastruktur saat ini sangat pesat serta proses produksi semen juga menghasilkan banyak karbondioksida yang berperan penting dalam pemanasan global yang terjadi di dunia ini. Self compacting concrete merupakan salah satu inovasi terbesar yang terjadi di bidang konstruksi, dimana beton ini mempunyai daya kerja yang tinggi tetapi juga tidak mengabaikan kuat tekan. Oleh karena itu, diperlukan material baru yang berkelanjutan untuk menggantikan produksi semen dan substitusi agregat halus baru, tetapi material ini juga diperlukan untuk kemampuan kerja yang diperlukan untuk membuat beton pemadatan sendiri. Konsep Green concrete, pemanfaatan serbuk limbah bata, dan serbuk limbah beton, dapat menjadi solusi untuk menggantikan sebagian semen dan limbah debu marmer juga untuk substitusi agregat halus. Penelitian ini self compacting concrete diperoleh dengan menggunakan (waste marble dust) yang menggantikan substitusi agregat pasir 30%, serta limbah serbuk beton (concrete waste powder), dan limbah batu bata (brick waste powder) yang menggantikan 15%,15%, limbah beton dengan unsur utama kalsium oksida (CaO) dan limbah serbuk batu bata yang memiliki kandungan (SiO) dapat digunakan sebagai bahan tambahan ataupun pengganti sebagian semen dalam pembuatan beton. bahan inovasi ini dapat mencapai nilai yang tinggi diumur 28 hari mencapai 50 MPa, dan workability self compacting concrete ini juga memenuhi persyaratan yang dibutuhkan. Sehingga mendapatkan kesimpulan dapat menjadi sumber referensi dengan memanfaatkan limbah di Indonesia, mudah didapat, dan efektif.  Kata kunci : Beton memadat sendiri, limbah debu pemotongan marmer, serbuk limbah batu bata , serbuk limbah beton


2021 ◽  
Vol 26 (2) ◽  
pp. 18-28
Author(s):  
Ismadi ◽  
Bamban Yuuwono

Abstrak Taman benteng Vastenburg merupakan bagian tak terpisahkan dari destinasi wisata sejarah di kota Surakarta. Salah satu bagian terpenting taman benteng Vastenburg adalah keberadaan Parit/Selokan yang berbentuk melingkar. Fungsi Parit yang sebenarnya pada jaman kolonial belanda dulu adalah untuk pengamanan Pemerintahan Belanda dari serangan musuh. Fungsi itu saat ini sudah tidak ada lagi seiring tidak berfungsinya benteng sebagai bangunan pertahanan. Kondisi parit saat ini sudah tidak terpelihara lagi, talut banyak yang rusak, dasar parit sudah kering ,tidak berair, banyak sampah, dan ditumbuhi semak. Lokasi Benteng yang berada di pusat kota (pusat perkantoran dan perdagangan)  sangat strategis untuk dikembangkan menjadi pusat wisata kota. Disamping wisata sejarah, komplek benteng Vastenburg bisa juga dikolaborasikan dengan wisata yang moderen, salah satunya ialah  wisata air. Wisata air banyak macamnya, diantaranya adalah wisata perahu, pasar apung, kolam pancing, kolam renang, dan kolam luncur. Untuk lokasi parit benteng vastenburg yang paling cocok adalah wisata perahu. Wisata perahu ini bisa digabung dengan wisata kolam renang dan kolam luncur yang bisa dibangun disekitar bangunan benteng. Dengan dihidupkannya wisata sejarah benteng dengan wisata air dan sekaligus didukung oleh fasilitas perdagangan dan perkantoran di sekelilingnya, komplek benteng vastenburg akan bisa menjadi pusat rekreasi kota yang hidup dan ramai pengunjung. Kata kunci: kolaborasi, wisata sejarah,  wisata air   Abstract               Vastenburg Fort Park is an integral part of historical tourist destinations in the city of Surakarta. One of the most important parts of the Vastenburg Fort Park is the existence of the Moat / Gutter which is circular in shape. The actual function of the Trench in the Dutch colonial era was to protect the Dutch Government from enemy attacks. This function is now no longer in existence due to the dysfunction of the fort as a defensive building. The condition of the ditch is no longer maintained, the gutters are damaged, the bottom of the trench is dry, no water, lots of garbage, and overgrown with shrubs. The location of the fort, which is in the city center (the center of offices and trade), is very strategic to be developed into a city tourism center. Besides historical tourism, the Vastenburg Fort complex can also be collaborated with modern tours, one of which is water tourism. There are many kinds of water tourism, including boat tours, floating markets, fishing ponds, swimming pools, and sliding pools. For the location of the vastenburg fort moat it is most suitable for a boat tour. This boat tour can be combined with a swimming pool tour and a slide that can be built around the fort. With the historical fortifications turned on with water tours and at the same time supported by the surrounding trade and office facilities, the vastenburg fort complex will become the center of the city's vibrant recreation and bustling with visitors.   Keywords: collaboration, historical tourism, water tours


2021 ◽  
Vol 26 (2) ◽  
pp. 62-69
Author(s):  
Febrione Putri Rakhmanty

KONSEP RUANG BELAJAR ADAPTATIF UNTUK ANAK SEKOLAH DASAR SEBAGAI RESPON TERHADAP PANDEMI Febrione Putri Rakhmanty, S.T., M.Sc. Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Tunas Pembangunan E-mail: [email protected]   Abstrak Setelah lebih dari satu tahun sejak model Pembelajaran Jarak Jauh mulai diterapkan demi pencegahan penyebaran Covid-19 kini mulai terdapat wacana untuk menerapkan model pembelajaran ini secara permanan. Hal yang memicu banyak pro kontra, salah satunya karena tidak semua rumah tinggal memiliki fasilitas yang memadai untuk melangsungkan model pembelajaran ini. Tulisan ini bertujuan untuk memberi masukan mengenai konsep ruang beajar yang adaptatif sebagai fasilitas untuk mendukung pelaksanaan proses PJJ secara maksimal untuk anak sekolah dasar usia 6-12 tahun. metode penelitian yang akan digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik penelitian content analysis (analisis isi), dimana penelitian akan menganalisa dokumen-dokumen sekunder baik dalam bentuk tulisan, rekaman suara, maupun rekaman visual, untuk mengetahui kecenderungan pola belajar siswa sekolah dasar sebelum dan pada saat penerapan PJJ, kualitas ruangan yang dibutuhkan untuk menunjang proses pembelajaran, serta hal lain terkait pandemi dan social distancing yang dianggap berhubungan dengan masalah utama, hingga akhirnya didapatkan konsep ruang belajar adaptatif sebagai respon terhadap pandemi yaitu (1) Pemberian bukaan untuk memasukkan cahaya dan pertukaran udara secara alami (2) Peletakan ruang adaptatif di tengah rumah agar anak dapat sering berinteraksi dengan keluarga (3) mengatur arah orientasi belajar (4) Memiliki akses langsung ke ruang terbuka dalam rumah (5) Menggunakan material yang beragam. Kata kunci: adaptatif, ruang, anak, belajar


2021 ◽  
Vol 26 (2) ◽  
pp. 1-9
Author(s):  
Andi Wiguna ◽  
Putri Anggi Permata ◽  
Donny Ariawan
Keyword(s):  

Abstrak Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui antecedents (input), transcription (proses), dan output (hasil) dari penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada pekerjaan finishing bangunan di Proyek Pembangunan Penyedian Air Baku Semarang Barat. Metode evaluasi yang digunakan adalah Countenance Stake dengan 3 tahapan meliputi antecedents (input), transcription (proses), dan output. Subyek penelitian adalah pekerja di Proyek Pembangunan Penyediaan Air Baku Semarang Barat. Obyek penelitian adalah penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Sumber data yaitu pekerja di Proyek Pembangunan Penyediaan Air Baku Semarang Barat yang berjumlah 30 pekerja dan 3 safety officer. Data dikumpulkan melalui kuesioner, pengamatan, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini adalah : (1) antecedent (input) penerapan K3 pada pekerjaan finishing bangunan diproyek kostruksi ditinjau dari penetapan dasar hukum K3 dan pelaksanaan K3 sudah terlaksana sangat baik dilihat dari nilai rata-rata 28.33 yang sudah diterapkan dilapangan. (2) transcription (proses) penerapan K3 pada pekerjaan finishing bangunan diproyek konstruksi ditinjau dari perencanaa K3 dan Penerapan K3 sudah terlaksana dengan baik dilihat dari nilai rata-rata 24.67 yang sudah diterapkan dilapangan. (3) Output penerapan K3 pada pekerjaan finishing bangunan diproyek konstruksi ditinjau dari pemantauan K3 dan evaluasi kinerja K3 sudah terlaksana dengan baik dilihat dari nilai rata-rata 13.33 yang sudah diterapkan dilapangan.   Kata kunci: evaluasi, finishing bangunan, penerapan K3.


2021 ◽  
Vol 26 (2) ◽  
pp. 70-76
Author(s):  
Suryo Handoyo ◽  
Erni Mulyandari

Jalan Banaran dan Jalan Raya Terminal Palur merupakan bagian jalan yang ada di Desa Ngringo. Pada musim penghujan, di pertemuan ruas Jalan Banaran dan Jalan Raya Terminal Palur sering terjadi banjir. Hal tersebut dikarenakan ketinggian saluran drainase yang ada tidak mampu menampung air hujan yang turun. Keadaan tersebut apabila tidak segera dilakukan tindakan pencegahan atau perbaikan dikhawatirkan akan merugikan masyarakat sekitar. Saluran drainase yang ada pada lokasi studi umumnya adalah saluran buatan masyarakat sekitar yang tidak memperhatikan aspek hidrologi dan hidraulika yang ada. Sehingga pada penelitian kali ini penulis merencanakan kondisi saluran dengan memperhatikan aspek-aspek tersebut. Berdasarkan hasil analisis maka diperoleh besarnya dimensi saluran dengan rincian Saluran 1 (Sebelah Utara Jalan Raya Terminal Palur) adalah h = 0,70 m; b = 0,9701 m ? 1 m, dan ba = 2,1343 m ? 2,2 m; Saluran 2a (Sebelah Timur Jalan Banaran) adalah h = 0,60 m; b = 0,6781 m ? 0.70 m; dan ba = 1.4917 m ? 1.5 m; dan Saluran 2b (Sebelah Barat Jalan Banaran) adalah h = 0,60 m; b = 0,5166 m ? 0.60 m; dan ba = 1,1366 m ? 1,2 m.


2021 ◽  
Vol 26 (2) ◽  
pp. 40-50
Author(s):  
Andri Nur Aziz ◽  
Wita Widyandini ◽  
Yohannes Wahyu Dwi Yudono

Cirebon merupakan kota pesisir yang terletak di Provinsi Jawa Barat di bagian Utara berbatasan langsung dengan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Kota ini memiliki potensi besar dalam keberagaman budaya dan keseniannya. Ironisnya fasilitas pementasan atau pagelaran seni yang ada di Cirebon sangat tidak memadai untuk mewadahi kegiatan kebudayaan tersebut. Solusi yang tepat agar masalah tersebut bisa teratasi adalah dengan membuat kawasan yang mampu menjadi tempat pengenalan,pengembangan dan pelestarian kebudayaan dan kesenian berupa taman budaya. Taman budaya dirancang dengan menggunakan pendekatan arsitektur regionalisme, yaitu dengan menerapkan unsur-unsur arsitektur lokal Cirebonan, sehingga mampu menjadi area yang mencerminkan keanekaragaman kebudayaan dan kesenian Cirebon. Kata Kunci : Taman Budaya, Cirebon, Regionalisme


2021 ◽  
Vol 26 (1) ◽  
pp. 41-48
Author(s):  
Teguh Yuono ◽  
Erni Mulyandari

Perencanaan talang air umumnya berada di daerah pinggiran yang aksesnya sulit dijangkau belum lagi jika dilihat dari sulitnya memperoleh data sekunder. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan besarnya perencanaan dimensi talang air dengan menggunakan data hujan manual dan data hujan satelit (TRMM). Hal tersebut berguna ketika nanti perencanaan tidak tersedia data hujan manual. Tahap pertama diawali dengan melakukan uji kepanggahan data hujan manual kemudian mendownload data hujan satelit. Data hujan satelit sengaja tidak dilakukan validasi. Data hujan harian memiliki korelasi 0,22 sedangkan untuk data hujan setengah bulanan memiliki korelasi 0,59 sehingga dipilih analisis dengan menggunakan data hujan satelit setengah bulanan. Kemudian dicari besarnya kebutuhan air irigasi dan didapat nilai korelasi antar keduanya adalah 0,93 yang berarti hubungan antar keduanya adalah sangat kuat. Talang air yang direncanakan diambil dengan dimensi paling kecil karena besarnya debit yang dibutuhkan hanya berkisar 0,10 m3/d yaitu b= 0,5 m dan h = 0,5 m. Berdasarkan dimensi talang air tersebut besarnya anggaran biaya yang dibutuhkan adalah sekitar Rp 35,934,545.52.


2021 ◽  
Vol 26 (1) ◽  
pp. 12-24
Author(s):  
Sumina ◽  
Eny Krisnawati

Analisis ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang karakteristik parkir dalam Mall Solo Square Surakarta. Data yang digunakan adalah data primer yaitu pencatatan waktu masuk dan keluarnya kendaraan. Data sekunder yang dipakai adalah luas areal parkir, tipe parkir, dan kapasitas parkir. Metode yang diterapkan dalam analisis ini adalah dengan malakukan survei langsung di lapangan. Dari data kendaraan dilakukan analisis untuk mendapatkan karakteristik parkir berupa, akumulasi parkir, volume parkir, indeks parkir, tingkat turnover, durasi parkir, kebutuhan ruang parkir. Berdasarkan analisis karakteristik parkir di Mall Solo Square ini yaitu akumulasi maksimum harian tertinggi pada rentang waktu 15 menit untuk mobil sebanyak 595 kendaraan, untuk sepeda motor 758. Rata-rata volume harian untuk mobil adalah 1583 kendaraan, adapun untuk sepeda motor adalah 2381 kendaraan. Indeks parkir maksimum untuk mobil adalah 108,58%, serta untuk sepeda motor adalah 112,40%. Rata-rata tingkat turnover parkir mobil adalah 2,89 kend/hari/ruang, serta untuk sepeda motor adalah 2,14 kend/hari/ruang. Rata-rata durasi parkir harian tertinggi untuk mobil adalah 77,108 menit, serta untuk sepeda motor adalah 70,644 menit. Kebutuhan ruang parkir untuk mobil dengan melihat akumulasi maksimum adalah sebesar 595 kendaraan dengan luas area parkir 7437,5 m2, sedangkan luas area parkir tersedia 17432 m2, dengan demikian area parkir untuk mobil di Mall Solo Square masih memenuhi standar kebutuhan parkir. Kebutuhan ruang parkir untuk sepeda motor dengan melihat akumulasi maksimum adalah sebesar 852 kendaraan dengan luas area parkir 1278 m2, sedangkan luas area parkir tersedia 2365 m2, dengan demikian area parkir untuk mobil penumpang dan sepeda motor di Mall Solo Square masih memenuhi standar kebutuhan parkir. Jadi secara keseluruhan area parkir di Mall Solo Square masih mampu memenuhi kebutuhan parkir. Kata kunci: Karakteristik parkir, Kapasitas, dan Kebutuhan Ruang Parkir


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document