Jurnal Padegogik Matematika
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

28
(FIVE YEARS 0)

H-INDEX

1
(FIVE YEARS 0)

Published By LPPM Universitas Advent Indonesia

2614-3267

2020 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 57-70
Author(s):  
Louise M Saija

Gaya belajar merupakan perilaku yang sengaja diperbuat oleh siswa berupa perilaku kognitif, afektif dan psikologikal untuk memperoleh perubahan dalam belajar. Terdapat Informasi mengenai gaya belajar siswa dapat membantu guru dalam menentukan strategi pembelajaran yang akan digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gaya belajar siswa-siswa Sekolah Menengah  di Bandung.  Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif, dan sampel pada penelitian ini adalah 275 siswa dari beberapa sekolah menengah di Bandung. Sedangkan instrumen pengukuran gaya belajar yang digunakan adalah “Perceptual Learning Style Preference Questionnaire” (PLSPQ) yang dibuat oleh Reid (1987) yang menyatakan terdapat enam gaya belajar (Visual, taktil, auditory, kelompok atau grup, kinestetik, individual), dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa: (1) Terdapat 20,73 persen siswa yang memiliki hanya satu gaya belajar yang dominan atau bersifat “major”, (2) Terdapat 55,27  persen  siswa yang memiliki lebih dari satu gaya belajar dominan, (3) Terdapat 24 persen siswa yang tidak memiliki satupun gaya belajar yang dominan. Hasil lainnya adalah: Mayoritas siswa sekolah menengah memiliki gaya belajar kinestetik (belajar melalui pengalaman tubuhnya secara menyeluruh) dan atau gaya belajar kelompok  (belajar bersama teman dalam grup) sebagai gaya belajar yang dominan


2020 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 45-56
Author(s):  
Rosmaria Sihotang ◽  
Sonya Tauran
Keyword(s):  

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan pemahaman matematis siswa SMP melalui penerapan pembelajaran kontekstual tipe Hands on Activity (HOA) dan pembelajaran SAVI (Somatic, Auditory, Visual, and Intelectual). Desain penelitian ini menggunakan kasual komparatif. Sampel penelitian terdiri dari 55 siswa kelas VIII SMPN 10 Cimahi Jawa Barat. Instrumen penelitian adalah instrumen tes dan non-tes. Instrumen tes berupa soal-soal pemahaman matematis tentang bangun ruang sisi datar, dan non tes berupa angket respon siswa terhadap pembelajaran. Uji hipotesis menggunakan uji t pada taraf signifikan (α=0,05). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kemampuan pemahaman matematis siswa mengalami peningkatan pada kategori sedan, 2) Terdapat perbedaan pada peningkatan kemampuan pemahaman matematis antara siswa yang memperoleh model pembelajaran kontekstual tipe Hands on Activity (HOA) dan siswa yang memperoleh model SAVI (Somatic, Auditory, Visual, and Intelectual, 3) Siswa-siswa memberikan respon suka terhadap model pembelajaran kontekstual tipe Hands on Activity (HOA) dan model pembelajaran SAVI (Somatic, Auditory, Visual And Intelectual).


2020 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 71-80
Author(s):  
Nora Susilowaty

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas model pembelajaran project based learning terhadap peningkatan kemampuan self regulated learning mahasiswa UNAI. Penelitian ini merupakan pre eksperimental dengan menggunakan one group pretest-postest design sebagai desain penelitian. Sampel penelitian ini adalah satu kelas mahasiswa fakultas ekonomi yang mengambil mata kuliah statistik bisnis I di Universitas Advent Indonesia dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tes angket skala self regulated learning mahasiswa yang sudah diuji validitasnya dan melalui wawancara. Skala likert ini diubah menjadi skor baku z yang selanjutnya dianalisis dengan menggunakan uji statistik non parametrik Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menyatakan bahwa kemampuan self-regulated learning mahasiswa sesudah diterapkan Project Based Learning  lebih baik dibandingkan sebelum diterapkan Project Based Learning. Berdasarkan hasil analisis data penelitian, disarankan bahwa model pembelajaran project based learning dapat dijadikan salah satu pilihan pembelajaran dikelas untuk mengembangkan kemampuan self regulated learning mahasiswa ataupun kemampuan kognitif, afektif, juga kemampuan lainnya. Selain itu dapat juga diterapkan pada mata kuliah lainnya.  Hasil wawancara menunjukkan mahasiswa yang diwawancarai menyatakan bahwa mereka menjadi lebih mandiri dan lebih siap dalam belajar statistik di kelas.


2020 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 1-44
Author(s):  
Hendri Prastyo

Pendidikan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Untuk mengetahui kualitas pendidikan perlu dilakukan penilaian secara berkesinambungan. Penilaian dapat dilakukan secara nasional dan internasional. Indonesia melakukan penilaian secara nasional melalui ujian nasional dan mengikuti beberapa penilaian yang dilakukan secara internasional. Salah satu penilaian berskala internasional yang diikuti Indonesia adalah PISA (Programme for International Student Assessment). Hasil PISA menunjukkan bahwa Indonesia masih berada di bawah rata-rata peserta lainnya. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah siswa-siswa di Indonesia belum terbiasa mengerjakan soal-soal seperti soal yang digunakan dalam PISA. Tulisan ini menganalisa soal-soal yang digunakan PISA, kemudian mengembangkan beberapa soal berkriteria PISA menggunakan konteks Kalimantan Timur. Setiap soal dianalisa dan dideskripsi berdasarkan tingkat kompetensi matematika, konten matematika, konteks yang digunakan, tingkat literasi, bentuk soal, dan tinjauan berdasarkan kurikulum 2013.


2020 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 81-93
Author(s):  
Febi Yolanda Sanaki
Keyword(s):  

Penelitian ini merupakan studi komparatif yang bertujuan untuk membandingkan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan dua model pembelajaran yang berbeda. Sampel penelitian ini adalah dua kelas di SMA Pasundan 8 Bandung, yaitu kelas XI IPA 1 dan XI IPA 3. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan pemecahan masalah berupa soal uraian dan angket respon siswa. Hasil dari penelitian ini adalah (1) Peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model Group Investigation dan Logan Avenue Problem Solving (LAPS) – Heuristik   tergolong dalam   kategori   sedang. (2) Terdapat   perbedaan yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang memperoleh model pembelajaran Group Investigation dan siswa yang memperoleh model pembelajaran Logan Avenue Problem Solving (LAPS) – Heuristik. (3) Siswa suka terhadap pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran Group Investigation (GI) dan Logan Avenue Problem Solving (LAPS) – Heuristik.


2019 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 73-80
Author(s):  
Lilis Apriliani Siburian ◽  
Louise Saija

Kemampuan komunikasi matematis merupakan salah satu kemampuan yang penting dari pembelajaran matematika. Penelitian ini merupakan studi komparatif yang bertujuan untuk mengetahui apakah peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang memperoleh model pembelajaran Ing Ngarsa Sung Tuladha secara signifikan lebih baik dari pada siswa yang memperoleh model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition. Sampel pada penelitian ini adalah siswa-siswi pada dua kelas VII SMP Negeri 5 Lembang, Bandung Barat. Siswa kelas VII-D  memperoleh model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition, sedangkan siswa kelas VII-B  memperoleh model pembelajaran Ing Ngarsa Sung Tuladha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang memperoleh model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition dan siswa yang memperoleh model pembelajaran Ing Ngarsa Sung Tuladha termasuk dalam kategori sedang. Selanjutnya, secara statistik, siswa yang memperoleh model pembelajaran Ing Ngarsa Sung Tuladha memiliki peningkatan kemampuan komunikasi matematis yang secara signifikan lebih baik dari pada siswa yang memperoleh model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition. Hasil lainnya adalah: Siswa suka terhadap model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition dan model pembelajaran Ing Ngarsa Sung Tuladha. Kata Kunci: Kemampuan Komunikasi Matematis, Cooperative Integrated Reading and Composition, Ing Ngarsa Sung Tuladha.


2019 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 81-89
Author(s):  
Nora Susilowaty

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa yang menerapkan pembelajaran CORE dengan strategi konflik kognitif dan pembelajaran konvensional, serta untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pembelajaran CORE dengan strategi konflik kognitif terhadap kemampuan pemahaman matematis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen atau aksperimen semu dengan desain kelompok kontrol non-ekuivalen. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan pada siswa kelas VIII di salah satu SMP Negeri di Cimahi. Soal kemampuan pemahaman matematis pada materi bangun ruang sisi datar yang diberikan kepada siswa telah diujicobakan dan memenuhi karakteristik untuk digunakan dalam penelitian seperti validitas, reliabilitas, daya pembeda dan tingkat kesukaran. Analisis data kuantitatif dilakukan dengan menggunakan uji t, sedangkan analisis data kualitatif dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian ini adalah siswa yang mendapatkan pembelajaran model CORE dengan strategi konflik kognitif peningkatan kemampuan pemahaman matematisnya lebih baik secara signifikan dibandingkan dengan siswa yang pembelajarannya menggunakan pembelajaran konvensional, dan pembelajaran CORE dengan strategi konflik kognitif sangat berpengaruh terhadap kemampuan pemahaman matematis siswa.   Kata kunci:    Pembelajaran Model CORE, Strategi Konflik Kognitif, Pemahaman Matematis.


2019 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 101-109
Author(s):  
Andi Pujo Rahadi

Many of high school students find difficulty in studying three dimensional geometry. They find difficulty in understanding three dimension objects such as cube, cuboid, pyramide, etc. Most students fail to make correct perception about the distance to calculate, when the problems are dealing with lines or planes. Only students with good spatial capability can solve such problems.  This research focused on making new approaching method to understand and then calculate the distance in a three dimensional objects. The approach is vector approach, including develop connection vectors, normal vector of a plane, and calculating distance from a point to certain line or plane using vector theorems. The Approach was tested by experimental study to a class of XII grade of high school students in SMAN 1 Parongpong, Indonesia,  consists of 30 students, and conducted in six meeting. A similar class treated with the conventional spatial approach as the control class. SPSS 20 was used to analyze the research data. Based on the research data analysis, the conclusion of the study was  that students treated with vector approach achieve higher performance improvement compare with the students treated with conventional approach. By using vector theorems to solve three dimensional problems, we turn the theory into action.   Keywords       :  Vector Approach, Three Dimensional, Distance, Line, Plane


2019 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 110-117
Author(s):  
Martha Maruliana

Kemampuan koneksi Matematis siswa adalah  salah satu kemampuan dasar dalam pelajaran matematika. Namun  kemampuan siswa masih yang rendah dalam hal  kemampuan  koneksi  matematis.  Model  pembelajaran  Cooperative  Script adalah model pembelajaran dimana siswa dibagi   berpasangan, menuliskan ringkasan, dan saling menjelaskan dan mengoreksi materi kepada pasangannya. Pembelajaran lebih baik lagi jika dalam penerapannya menggunakan video interaktif. Penelitian ini adalah studi komparatif   bertujuan untuk melihat peningkatan, perbedaan, dan untuk mengetahui    respon siswa terhadap kemampuan koneksi matematis siswa dengan menggunakan model Cooperative Script  berbantuan video interaktif  atau tanpa  berbantuan video interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan koneksi matematis pada siswa yang memperoleh model pembelajaran Cooperative Script berbantuan video interaktif tidak lebih baik dari siswa yang memperoleh model pembelajaran Cooperative Script saja. Selanjutnya, siswa memberi respon yang dikategorikan “suka” pada pembelajaran Cooperative Script berbantuan video interaktif dan kategori “biasa” pada model pembelajaran Cooperative Script saja. Guru dapat mempertimbangkan model pembelajaran Cooperative Script berbantuan video interaktif sebagai salah satu alternatif untuk membuat pembelajaran matematika lebih bervariasi  dan tidak membosankan.


2019 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 90-100
Author(s):  
Kartini Hutagaol

Penelitian ini bertujuan untuk: (1)   membangun kepercayaan, kebebasan dalam diri siswa melalui bentuk representasi yang dipilihnya, (2) mengetahui peningkatan (gain)  kemampuan pemecahan  masalah  matematis  siswa,       dan     (3)  mengetahui  interaksi  antara  faktor pembelajaran dengan gain kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain kelompok kontrol, pretes dan postes.  Populasi penelitian ini adalah siswa SMP Kabupaten Bandung   Barat. Sedangkan sampelnya adalah diambil dua kelas secara acak siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Cisarua mewakili sekolah level sedang  dan dua kelas siswa kelas  VIII SMP Negeri Satu Atap Kertawangi mewakili  siswa sekolah level rendah. Hasil temuan dalam penelitian ini adalah bahwa peningkatan atau gain siswa yang belajar dengan strategi multi representasi berbeda secara signifikan dibandingkan dengan  gain  kemampuan  pemecahan  masalah   matematis  siswa  yang  belajar  dengan konvensional. Siswa yang berpengetahuan awal tinggi lebih memilih representasi aljabar dan lebih terampil dalam menggunakan berbagai bentuk reprentasi, siswa yang berpengetahuan awal sedang lebih memilih representasi  tabel dan siswa yang berpengetahuan awal rendah lebih menyukai representasi   skema. Selanjutnya interaksi yang terjadi lebih efektif pada siswa yang berpengetahuan awal sedang dan rendah.   Kata Kunci: Strategi Multi   Representasi, Kemampuan Pemecahan Masalah     Matematis siswa.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document