JURNAL LEMURU
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

5
(FIVE YEARS 5)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Universitas PGRI Banyuwangi

2685-7227

JURNAL LEMURU ◽  
2021 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 1-7
Author(s):  
Nadya Adharani
Keyword(s):  

Bulan Maret 2020 Indonesia dilanda wabah penyakit membahayakan yakni adanya virus corona disease atau yang sering disebut pandemic covid-19. Meningkatnya masyarakat Indonesia yang terkonfirmasi positif corona menyebabkan pemberlakukan social distancing sangat ketat di seluruh wilayah atau yang dikenal dengan peraturan PSBB. Tentu pandemic Covid-19 berdampak buruk disemua sektor, terutama pada sektor ekonomi dan pangan.  Salah satu daerah yang berdampak dari pandemic Covid-19 adalah Desa Tamanbaru Kecamatan Banyuwangi, sebagai langkah awal untuk penguatan ekonomi dan pangan di Desa Tamanbaru Banyuwangi maka dilakukan pelatihan dan penyuluhan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat Program Studi Teknologi Hasil Perikanan UNIBA melalui program Budikdamber (Budidaya Ikan dan Tanaman Dalam Ember), budikdamber merupakan perpaduan teknik pertanian dan perikanan yang membutuhkan modal cukup murah dan mudah. Komoditas ikan yang di budidaya adalah ikan lele dan menggunakan tanaman kangkung. Kelompok masyarakat di Desa Tamanbaru Kabupaten Banyuwangi telah berhasil dengan program budikdamber sehingga mampu menciptakan peluang usaha dan mempertahankan gizi pangan ditengah masa pandemic Covid-19.


JURNAL LEMURU ◽  
2021 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 8-14
Author(s):  
Ike Kartika Anggraini

Pada bidang perikanan istilah pasca panen diartikan sebagai berbagai tindakan atau perlakuan yang diberikan pada hasil perikanan setelah panen hingga komoditas berada di tangan konsumen. Istilah tersebut secara lebih tepat disebut pasca produksi (postproduction) yang dapat dibagi dalam dua bagian atau tahapan, yaitu pasca panen (postharvest) dan pengolahan (processing).  Penanganan pasca panen (postharvest) sering disebut juga sebagai pengolahan primer (primary processing) merupakan istilah yang digunakan untuk semua perlakuan dari mulai panen sampai komoditas dapat dikonsumsi “segar” atau untuk persiapan pengolahan berikutnya. Umumnya perlakuan tersebut tidak mengubah bentuk penampilan atau penampakan, kedalamnya termasuk berbagai aspek dari pemasaran dan distribusi. Pengolahan (secondary processing) merupakan tindakan yang mengubah hasil tanaman ke kondisi lain atau bentuk lain dengan tujuan dapat tahan lebih lama pengawetan, mencegah perubahan yang tidak dikehendaki atau  untuk  penggunaan lain. Ke dalamnya termasuk pengolahan pangan dan pengolahan industri.


JURNAL LEMURU ◽  
2021 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 33-44
Author(s):  
Dhita Widhiastika

Sektor perikanan merupakan sektor yang strategis untuk meningkatkan devisa negara dalam pembangunan nasional. Namun, dikarenakan munculnya wabah Corona Virus Disease 19 (Covid-19) bidang perikanan tangkap terkena dampak pandemi tersebut. Pelaku usaha perikanan yaitu nelayan, pedagang ikan skala kecil (pedagang retail), pemilik UMKM terkena imbas dari pandemi Covid-19. Pendapatan para pelaku usaha perikanan menurun karena permintaan pasar yang menurun sehingga harga ikan juga menurun. Pelaku usaha perikanan lebih sulit dalam memasarkan produk perikanannya. Maka dari itu, terdapat sebuah solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu aplikasi jual beli ikan, baik ikan segar maupun ikan olahan yang mampu dijangkau oleh masyarakat luas berbasis online. Aplikasi ini merupakan sebuah aplikasi jual beli ikan secara online yang menghubungkan penjual dengan konsumen secara langsung dengan sistem pengantaran dengan driver. Perancangan aplikasi menggunakan metode Software Development Lifecycle (SDLC) Waterfall yang terdiri dari enam tahap yaitu analysis, design, implementation, testing, deployment, dan maintainance. Aplikasi FO-KLIK bersifat real-time yaitu mampu melakukan pembaharuan secara otomatis dalam sistem. Fitur pada FO-KLIK yaitu beli, co-book, diskusi, berita, informasi gizi, akun, aktivitas. Aplikasi yang sederhana, praktis, mudah dan nyaman dioperasikan oleh user.


JURNAL LEMURU ◽  
2021 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 26-32
Author(s):  
Mirna Zena Tuarita

Regarding source of animal protein, pindang (salted and cooked fish) seems to have a greater potentiality than ikan asin (salted and dried fish), since pindang is more favorable in terms of sensory properties; thereby, pindang can be more widely consumed.  Besides, pindang  is also ready-to-eat product, which make it easier to consume. This research aimed at evaluating the different degree of salting and cooking on quality of scad mackerel pindang. The experiment was carried out according to Randomized Block Design, consisting of two processing methods: steam (A) and pressured or presto (B), with various concentrations of salt, i.e. 5%, 10% and 15%. The sample was then analyzed for content of protein, moisture, ash, as well as hedonic profile. The results showed that the best quality of scad mackerel pindang was achieved at pressured fish with salt  5%, yielding protein of 34,68%, moisture of 64,79%, and ash of 1,80%.


JURNAL LEMURU ◽  
2021 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 15-25
Author(s):  
Ayu Ningsih

Untuk meningkatkan produksi udang secara maksimal, usaha budidaya udang memerlukan manajemen kualitas air yang bagus, mencakup kondisi semua parameter kualitas air tambak sehingga pertumbuhan udang dapat tercapai secara optimum. Tujuan dari praktik kerja lapang ini adalah untuk mempelajari manajemen kualitas air pada budidaya udang vanamei secara super intensif, mengetahui permasalahan apa saja yang mengganggu kualitas air pada budidaya udang vanamei, mempelajari secara langsung tentang teknik dan faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam menjaga kualitas air pada budidaya udang vanamei di PT. Surya Windu Kartika. Praktik kerja lapang ini dilaksanakan di PT. Surya Windu Kartika (SWK) Desa Bomo, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur mulai tanggal 16 November-10 Januari 2021. Jenis usaha budidaya udang vanamei ini milik perseorangan. Kegiatan usaha budidaya udang vanamei (Litopenaeus vannamei) pada PT. Surya Windu Kartika unit Bomo C menggunakan sistem budidaya teknologi super intensif. Manajemen kualitas air pada udang vanamei meliputi: persiapan tambak dan pengisian air, penebaran benur, pengelolaan kualitas air. Pengambilan sampel air dilakukan setiap hari, pada pagi hari jam 05.00 WIB dan siang hari jam 12.00 WIB. Uji NO3, NO2, alkalinitas, NH4, PO4, dan Total Organic Matter (TOM) dilakukan seminggu 3 kali. Bertujuan untuk mengontrol fisika air, kimia air dan bilogi air. Pengontrolan kualitas air yang telah ditetapkan perusahaan adalah salinitas sebesar 31 ppt, pH sebesar 8,3, suhu sebesar 28,5oC, DO sebesar 5,5 ppm, kecerahan sebesar 55,5 cm, dan warna air dari hijau hingga coklat tua.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document