Lutjanus
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

10
(FIVE YEARS 2)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

2721-3757, 0853-7658

Lutjanus ◽  
2021 ◽  
Vol 25 (2) ◽  
pp. 60-65
Author(s):  
Nursidi Nursidi ◽  
Ratnasari Ratnasari ◽  
Alimuddin Alimuddin ◽  
Andi Yusuf

Penelitian bertujuan untuk mengetahui aktivitas enzim protease, lipase dan amilase pada ikan nila Oreochromis niloticus yang dipelihara pada perairan tawar dan payau. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Pangkep, Kecamatan Ma’rang dan Kecamatan Balocci.  Selanjutnya sampel dibedah dan ususnya dianalisis di laboratorium.  Dari hasil penelitian didapatkan kinerja enzim yang dipelihara pada perairan payau adalah : enzim protease  0,372 lipase  0,112  amilase 0,420 kinerja enzim ikan nila yang dipelihara pada perairan tawar adalah protease 0,33, lipase 0,083  dan amilase 0,071.  Enzim pencernaan ikan yang dipelihara dilingkungan air payau lebih aktif tatistic enzim pencernaan ikan nila yang dipelihara di lingkungan air tawar. Dari hasil uji tatistic pada taraf 95 % aktivitas enzim pencernaan tidak berbeda nyata 


Lutjanus ◽  
2021 ◽  
Vol 25 (1) ◽  
pp. 22-32
Author(s):  
Adam Adam ◽  
Mukhlisa A. Ghaffar
Keyword(s):  

Salah satu upaya mewujudkan kegiatan perikanan yang bertanggung jawab adalah melalui penerapan teknologi yang ramah lingkungan. Kriteria ramah lingkungan dalam teknologi penangkapan, diantaranya adalah alat tangkap yang digunakan selektif terhadap target species baik jenis maupun ukurannya (Monintja dan Yusfiandayani, 2001). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat selektifitas unit penangkapan jaring rajungan di perairan Kabupaten Pangkep berdasarkan jenis hasil tangkapan, komposisi ukuan rajungan yang tertangkap dan penanganan hasil tangkapan oleh nelayan. Data yang dikumpulkan adalah ukuran rajungan yang diukur dengan menggunakan mistar geser (mm). Berat rajungan diukur dengan menggunakan timbangan elektrik  (gram). Penentuan unit penangkapan jaring insang tetap yang digunakan dilakukan secara purposive. Alat tangkap yang digunakan merupakan alat tangkap yang biasa digunakan oleh nelayan setempat tanpa diberikan perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jumlah hasil tangkapan jaring insang tetap yang di gunakan selama penelitian adalah 142 ekor,  dengan komposisi jenis sebanyak 6 spesies. Rajungan sebagai target utama hasil tangkapan jaring rajungan memberikan proporsi sebesar 55,6% dari total hasil tangkapan. Hal ini berarti bahwa proporsi hasil tangkapan sampingan relatif lebih rendah yaitu 44,4% (di bawah 60%). Dari hasil tersebut, menunjukkan bahwa jaring rajungan yang digunakan selama penelitian memiliki tingkat selektifitas terhadap hasil tangkapan yang cukup baik. Distribusi ukuran rajungan yang tertangkap baik betina maupun jantan menggambarkan adanya ukuran yang sangat beragam. Untuk ukuran lebar karapas rajungan betina dan jantan sebesar 37,5% dan 36%.  Ukuran panjang karapas betina dan jantan sebesar 37,5% dan 32 %, dan Ukuran berat masing-masing sebesar 25% untuk betina dan 26 % untuk jantan. Dari hasil tersebut,  sangat sulit untuk menentukan selektivitas jaring rajungan yang digunakan terhadap ukuran hasil tangkapan. Hal ini,  mengingat rajungan yang tertangkap secara terpuntal. Rajungan yang tertangkap selama penelitian semuanya berada pada ukuran kedewasaan, baik rajungan betina maupun jantan. Sedangkan untuk ukuran layak tangkap 90 % untuk rajungan jantan dan 95% rajungan betina. Berdasarkan penanganan hasil tangkapan yang dilakukan oleh nelayan termasuk dalam kategori selektif karena jumlah biota yang berpeluang hidup sebesar 75%.  (lebih besar dari 60%).


Lutjanus ◽  
2020 ◽  
Vol 25 (2) ◽  
pp. 66-71
Author(s):  
Husniati Husniati ◽  
Adam Adam ◽  
Lendri Lendri

Selain es, perlu penambahan zeolit dalam palka ikan untuk mempertahankan mutu hasil tangkapan, namun belum diketahui berapa komposisi zeolite yang digunakan.Tujuan penelitian ini adalah menguji komposisi zeolite yang cocok untuk menghambat bakteri pada tubuh ikan.  Penelitian ini dilakukan selama 8 bulan, berupa pengambilan sampel pada nelayan Kabupaten Barru  dan pengamatan  di Workshop Alat Tangkap Jurusan Penangkapan Ikan  pada bulan Juni sampai Agustus 2019.  Penelitian ini menggunakan 3 perlakuan dengan komposisi ikan : es : Zeolit , masing-masing  3x ulangan menggunakan score sheet uji organoleptic ikan.  Data hasil pengamatan dianalisis dengan analisis sidik ragam ( analysis of variance) menggunakan SPSS V. 16.  Bila hasil dari analisis sidik ragam memperlihatkan pengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji BNT.Hasil penelitian diperoleh rata-rata nilai score sheet tertinggi sebesar 8,6 pada perlakuan A2(1:1:2), selanjutnya pada perlakuan A1(1:1:1) sebesar 8,4, dan terendah pada perlakuan A3 (1:1:3) sebesar 6,6.Hasil analisis sidik ragam menunjukkan penggunaan komposisi zeolite pada palka ikan berpengaruh nyata(P<0,05) terhadap mutu hasil tangkapan.Hasil uji lanjut BNT menunjukkan perlakuan A1 tidak berbeda nyata dengan perlakuan A2, namun berbeda nyata dengan perlakuan A3.sehingga  komposisi zeolite yang cocok untuk menghambat bakteri pada tubuh ikan adalah perlakuan A1dan A2. 


Lutjanus ◽  
2020 ◽  
Vol 25 (2) ◽  
pp. 72-85
Author(s):  
Lendri Lendri ◽  
Husniati Husniati

Proses pembangunan kapal kayu di Kabupaten Takalar masih bersifat tradisional, pembangunan tersebut  mempunyai kekurangan antara lain mengenai stabilitas kapal. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis desain dan stabilitas kapal purse seine Takalar dalam tiga variasi muatan (kosong, setengah full dan kondisi penuh ikan).  Penelitian ini dilakukan di kabupaten Takalar Provinsi Sulawesi Selatan pada bulan Maret- Oktober 2018 dengan melakukan pengukuran, pengamatan dan wawancara langsung di lapangan terkait dimensi utama dan stabilitas kapal.  Parameter hidrostatis dilakukan dengan menggunakan formula naval architecture sedangkan analisis stabilitas menggunakan maxsufr yang selanjutnya dibandingkan dengan nilai acuan.  Hasil analisis menyimpulkan bahwa nilai rasio dimensi utama kapal purse seine yang dibangun di Takalar tidak sesuai dengan nilai acuan, sehingga diperlukan redesain ukuran utama kapal, setelah redesain dilakukan, maka nilai stabilitas kapal purse seine telah sesuai dengan standar International MaritimeOrganitation.


Lutjanus ◽  
2020 ◽  
Vol 25 (2) ◽  
pp. 49-59
Author(s):  
Nursyahran Nursyahran ◽  
Hasri Hasri
Keyword(s):  

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian probiotik Bacillus sp melalui Rotifer dan Artemia dengan dosis yang berbeda terhadap tingkat ketahanan stres zoea kepiting bakau (S. olivacea). Penelitan ini dilaksanakan di Balai Budidaya Air Payau (BBAP), Desa Bontoloe, Kecamatan Galesong Selatan, Kaupaten Takalar, Sulawesi Selatan dari bulan Maret sampai Juni 2012. Hewan uji yang digunakan pada penelitian ini adalah larva kepiting bakau stadia zoea. Larva tersebut diperoleh dari hasil penetasan di Balai Budidaya Air Payau Takalar. Rancangan Percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan 3 ulangan. Data dianalisis dengan menggunakan analisis ragam dan uji tukey digunakan untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketahanan larva kepiting bakau terhadap stres tertinggi dicapai pada perlakuan dengan dosis 0.1 g/L (perlakuan C) dan terendah pada perlakuan dengan dosis 0.0 g/L (perlakuan A).  Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perbedaan dosis probiotik Bacillus sp melalui rotifer dan artemia berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap tingkat stres larva kepiting bakau stadia zoea sampai megalopaSementara kualitas air Suhu media untuk semua perlakuan berkisar 26.7-29.4 oC, oksigen terlarut 5,37 – 6,37 ppm, pH 7.5-8.0 dan amonia 0.003-0.009 ppm


Lutjanus ◽  
2020 ◽  
Vol 25 (2) ◽  
pp. 41-48
Author(s):  
Seniati Seniati ◽  
Rahmi Mulyani ◽  
Syahruddin Syahruddin
Keyword(s):  

Bakteri A. hydrophila merupakan salah satu bahan yang sering digunakan dalam dunia pendidikan baik sebagai bahan praktikum maupun bahan penelitian, sehingga intensitas kebutuhannya sangat tinggi khususnya di laboratorium Kesehatan Ikan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkep.  Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian metode penyimpanan A. hydrophila yang tepat sehingga ketersediaannya di laboratorium selalu berkesinambungan, sifat fisika dan kimianya selalu terjaga dan kemungkinan untuk munculnya strain baru lebih kecil. Penelitian in bertujuan untuk mengetahui komposisi media TSB dan gliserol yang terbaik yang dapat mempertahankan kehidupan A. hydrophila yang disimpan pada pada suhu beku dalam jangka waktu tertentu. Penelitian ini berlangsung selama empat bulan di Laboratorium Kesehatan Ikan Politeknik Pertanian Negeri Pangkep.  Metode yang digunakan adalah penyimpaan A. hydrophila dengan menggunakan media TSB dan gliserol dengan konsentrasi yang berbeda-beda (80% + 20%,  70% + 30% dan 60% + 40%).  Pemantauan perubahan sifat sifat dan karakterisasi A. hydrophila dilakukan pada awal penyimpanan, dua minggu, sebulan, dua bulan dan tiga bulan umur penyimpanan. Hasil yang diperoleh setelah 3 bulan masa penyimpanan menunjukkan bahwa penyimpanan bakteri A. hydrophila pada media 70 % TSB yang ditambahkan gliserol 30% dapat mempertahankan pertumbuhan bakteri dengan penurunan populasi terkecil dibandingkan perlakuan lainnya.  Disisi lain, bakteri A. hydrophila dapat mempertahankan sifat dan karakteristiknya, yaitu tipe penggandengan sel, sifat pembentukan koloni dan sifat kimia selama masa penyimpanan.


Lutjanus ◽  
2020 ◽  
Vol 25 (1) ◽  
pp. 1-6
Author(s):  
Mukhlisa A. Ghaffar ◽  
Erna Erna ◽  
St. Muslimah Bachrum
Keyword(s):  

Rantai pasok hasil tangkapan berperan dalam menyampaikan produk dari titik asal hingga titik akhir tempat produk digunakan atau dikonsumsi, sedangkan komoditas ikan bersifat perishable food.  Semakin panjang rantai pasok hasil tangkapan, maka semakin menurun kualitas ikan yang diterima konsumen akhir.  Tujuan penelitian ini untuk menganalisis model supply chain hasil tangkapan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Paotere dan pihak-pihak yang terlibat dalam model rantai pasok tersebut.  Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan data primer dari wawancara dan observasi lapangan.  Hasil penelitian menunjukkan pihak-pihak yang terlibat dalam model rantai pasok hasil tangkapan di TPI Paotere yaitu nelayan penangkap, koperasi/nelayan pemasaran, pengusaha perikanan (pengusaha besar dan pengecer), dan konsumen akhir.  Dalam penyaluran hasil tangkapan, nelayan penangkap tidak berhubungan langsung dengan konsumen akhir.  Seluruh hasil tangkapan dijual ke koperasi untuk selanjutnya didistribusikan ke pengusaha perikanan dan pengecer.  Nilai jual ditentukan oleh nelayan pemasaran.  Rantai pasok berakhir pada konsumen yang membeli ikan dari pengecer.    Dengan model demikian, nelayan tidak menanggung kerugian, namun tidak memiliki kemampuan untuk memilih pihak pembeli.  Di pihak konsumen, nilai jual yang diberikan akan lebih tinggi karena telah melalui beberapa tahapan distribusi dengan tingkat kualitas ikan yang relative telah menurun.


Lutjanus ◽  
2020 ◽  
Vol 25 (1) ◽  
pp. 7-15
Author(s):  
Ihsan Ihsan ◽  
Mustamin Tajuddin

Udang merupakan jenis crustacea dan termasuk dalam komoditi perikanan laut yang bernilai ekonomis penting dan saat ini banyak diburu oleh nelayan dan umumnya ditemukan di perairan pantai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Produksi Udang dan Pola Musim Penangkapannya di Perairan Kabupaten Pangkep. Kegunaannya adalah sebagai bahan landasan dalam pemanfaatan sumberdaya udang di perairan Kabupaten Pangkep. Data dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder.  Data primer diperoleh dengan cara pengamatan langsung di lapangan melalui metode survei lapang (visual recall) terhadap potret kondisi sumberdaya rajungan. Sedangkan data sekunder dikumpulkan dari instansi terkait sesuai atribut yang akan dikaji dan mencatat data-data dari nelayan pengumpul yang ada di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Kabupaten Pangkep. Produksi udang  dari hasil tangkapan trammel net dan mini trawl di perairan Kecamatan Sigeri Kabupaten Pangkep tahun 2015 yang terdiri dari udang putih 706  ton dan Udang dogol  4.481 ton, sedangkan  tahun 2016   udang putih 706  ton dan udang dogol4.481 ton. Analisis persentase indeks musim penangkapan udang di perairan Kabupaten Pangkep, terjadi pada bulan Januari, Februari, Maret dan April. Persentase indeks musim penangkapan tertinggi terjadi pada bulan Januari setiap tahun.


Lutjanus ◽  
2020 ◽  
Vol 25 (1) ◽  
pp. 33-40
Author(s):  
Muhammad Aras ◽  
Muhammad Sulaiman ◽  
Hasmawati Hasmawati
Keyword(s):  

Pengembangan alat pemanggil ikan dengan suara ikan  khususnya pada perikanan bagan (liftnet) dilaksanakan untuk merekam  suara ikan sendiri dan  diimplementasikan pada alat pemanggil ikan sehingga akan menciptakan alat bantu penangkapan ikan yang efesien dan ramah lingkugan dalam meningkatkan hasil tangkapan  Tujuan mendesain alat perekaman suara ikan di laut khususnya ikan teri dan diharapkan memperoleh rekaman suara ikan yang dapat dipergunakan untuk memanggil ikan yang efesien dan ramah lingkungan. Desain  alat perekam suara yang dibuat  dimuali dari kepala rekam kedap air,  pre amp, sound card dan komputer sebagai tempat penyimpanan hasil rekaman dan sekaligus pengolah suara. Konsumsi daya 1 watt pada tegangan listrik 12 volt 7 ampere dc dapat bekerja selama 80 jam tanpa henti. Hasil rekaman yang diperoleh mengatakan terdapat 8 jenis suara ikan dengan amplitude dan frekuensi yang berbeda-beda.


Lutjanus ◽  
2020 ◽  
Vol 25 (1) ◽  
pp. 16-21
Author(s):  
Erna Erna ◽  
Sultan Alam ◽  
Salman Salman

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara teknis melalui uji awal terhadap palka berinsulasi zeolit serta untuk menjajaki pengaruh penggunaan zeolit sebagai insulator dan mempertahankan  mutu kesegaran ikan pada palka/peti ikan. Penelitian dilaksanakan melalui 2 tahap. Penelitian tahap pertama yaitu  mengetahui pengaruh pemberian zeolit dalam mempertahankan kesegaran ikan  dan penelitian tahap  kedua adalah untuk menentukan jumlah dan waktu penggunaan zeolit mempertahankan kesegaran ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan es dan zeolith dalam penyimpanan ikan dalam peti berinsulasi dapat mempertahankan mutu organoleptik ikan segar. Peningkatan konsentrasi penggunaan zeolith yang dikombinasikan dengan es pada penyimpanan ikan segar dalam peti berinsulasi cenderung meningkatkan nilai organoleptik ikan segar tersebut. Penggunaan zeolit dan es pada penyimpanan dingin ikan segar perlu diterapkan pada tingkat nelayan untuk mempertahankan mutu dan meningkatkan nilai jual hasil tangkapan.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document