Jurnal Teknik Sipil dan Teknologi Konstruksi
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

25
(FIVE YEARS 0)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Universitas Teuku Umar

2502-051x, 2477-5258

2018 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
Author(s):  
Farida Farida ◽  
Astiah Amir

 Pelaksanaan pekerjaan proyek konsruksi,  hal yang penting diperhatikan adalah memonitor kemajuan tiap-tiap kegiatan pekerjaan. Metode earned value merupakan salah satu alat yang digunakan dalam pengelolaan proyek yang mengintegrasikan biaya dan waktu. Metode earned value menyajikan tiga dimensi yaitu penyelesaian fisik dari proyek (the percent complete) yang mencerminkan rencana penyerapan biaya (budgeted cost), biaya aktual yang sudah dikeluarkan atau yang disebut dengan actual cost serta apa yang didapatkan dari biaya yang sudah dikeluarkan atau yang disebut earned value. Berdasarkan perhitungan cost variance bulan ke-1 dan ke-3 pada proyek pembangunan perumahan griya mahoni menunjukan angka positif, hal ini berarti biaya untuk menyelesaikan proyek lebih  kecil  dari  anggaran.  Perhitungan  schedule  variance  bulan  ke-1  didapatkan  hasil  schedule variance yang bernilai negatif yang menunjukan kinerja pekerjaan yang buruk karena paket-paket pekerjaan yang terlaksana lebih sedikit dari jadwal yang direncanakan. Sedangkan pada bulan ke -3 menunjukkan  nilai  positif  berarti  pekerjaan  yang  terlaksana  lebih  banyak  dari  biaya  yang dikeluarkan. CPI-1= 1,00173 dan CPI–3= 1,00173 yang bernilai lebih besar dari 1 menunjukkan biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek lebih kecil dari anggaran. Nilai SPI= 0,976 pada perhitungan menunjukkan bahwa proyek   berjalan tidak sesuai dengan yang direncanakan. SPI=1,00315 Pada bulan ke-3 berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Evaluasi Nilai BETC pada bulan ke-1= Rp 379.153.065,2 dan bulan ke-3 = Rp 150.631.012,311 yang menunjukkan sisa biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek.  Kata kunci : Earned Value, Percent Estimate At Completion


2018 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
Author(s):  
Andi Yusra ◽  
Aulia Rahman

Perencanaan struktur bangunan di Indonesia haruslah memiliki ketahanan yang baik dikarenakan sebagian besar wilayahnya memiliki tingkat kerawanan yang tinggi terhadap gempa.salah satunya Provinsi Aceh yang tergolong pada daerah paling rawan gempa, itulah sebabnya mengapa perencanaan struktur     yang baik sangatlah di butuhkan. Analisis dilakukan dengan tujuan untuk mengevaluasi  kinerja  struktur  terhadap  perencanaan,  dan  membandingkan  hasil  analisis  untuk menguji daya tahan sebuah gedung dengan cara menganalisis besarnya Displacement yang terjadi pada saat berlangsungnya gempa, dengan menggunakan metode 3D nonlinear earthquake response analysis (Respon Spektrum) dan metode 3D nonlinear static push-over analysis sebagai pembanding untuk mendapatkan hasil akurasi yang baik dengan tujuan untuk mengetahui besarnya tingkat resiko yang  akan  dialami  oleh  gedung  tersebut.  Dengan  harapan  nantinya  setiap  gedung  yang  akan dibangun  atau  gedung-gedung  yang sudah lama  dan  sudah terkena  dampak bencana  gempa  di kawasan-kawasan  yang  rawan  gempa seperti  di  Aceh,  juga  dilakukan  analisis  terhadap  struktur bangunannya agar didapat bangunan yang aman,kuat, kokoh, dan tahan terhadap gempa. Dalam analisis ini gedung yang akan penulis lakukan analisis terhadap strukturnya adalah gedung Asrama Putri Aceh Barat, Komplek Asrama IPELMABAR, Lamreung Banda Aceh. Gedung tersebut telah penulis lakukan desain ulang dari 3 lantai menjadi 4 lantai guna untuk memenuhi syarat Tugas Akhir Analisis gedung.Analisis yang akan penulis lakukan menggunakan aplikasi STERA 3D dimana Perangkat lunak ini dikembangkan untuk menganalisis struktur bangunan terhadap gempa. Mudah- mudahan  dengan  aplikasi  ini  nantinya  penulis  lebih  mudah  untuk  melakukan  analisis  terhadap struktur gedung yang akan penulis lakukan analisis terhadap strukturnya. Kata Kunci :     Analisis Struktur, Bangunan


2018 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
Author(s):  
Andi Yusra ◽  
T. Budi Aulia ◽  
Jufriadi Jufriadi
Keyword(s):  
Fly Ash ◽  

Perkembangan daerah Barat Selatan Provinsi Aceh semakin baik, karena pada saat ini telah berdiri pembangkit listrik tenaga uap (PLTU 2 x 110 W) dengan menggunakan bahan bakar batu bara yang menghasilkan limbah hasil pembakaran tanur yaitu abu terbang batu bara (fly ash) dimana pemanfaatan  limbah  tersebut  masih  perlu  dikembangkan  terus  menerus.  Salah  satunya  adalah sebagai bahan tambah (additive) pengganti silica fume untuk menghasilkan beton mutu tinggi. Dalam penelitian ini digunakan zat tambah yaitu abu terbang batu bara, dimana jumlah yang ditambahkan adalah 0  %, 5  %, 8  %,  10  % dan 15  % terhadap berat semen, juga digunakan superplastizer (Viscocrete N 10) sebanyak 1,5 % dari berat semen. Beton direncanakan dengan faktor air semen (FAS) sebesar 0,3. Pengujian dilakukan terhadap kuat tekan beton pada umur 28 dan 56 hari. Pengujian kuat tekan dilakukan pada benda uji silinder beton dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Jumlah benda uji 30 buah, setiap variabel menggunakan 3 buah benda uji. Hasil pengujian kuat beton pada umur 28 hari menunjukkan pada penambahan masing-masing fly ash, 0% menghasilkan kuat tekan   (56,21 MPa), 5% (56,21 MPa), 8% (51,68 MPa), 10% (56,59 MPa), dan 15% (60,36MPa). Untuk umur pengujian 56 hari, 0% menghasilkan kuat tekan (64,13 MPa), 5% (63,26 MPa),8% (56,59 MPa), 10% (63,94MPa), dan 15% (66,96 MPa). Terjadi penambahan kekuatan 10,94% pada umur 56 hari dibandingkan kuat tekan pada umur 28 hari dengan penambahan fly ash batu bara sebesar 15%.


2018 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
Author(s):  
Muhammad Ikhsan Muhammad Ikhsan ◽  
Meidia Refiyanni ◽  
Imun Safriana

Seiring dengan Meningkatnya permintaan akan bahan baku untuk pembuatan minyak dari kelapa sawit (palm oil) maka pembukaan lahan untuk perkebunan juga semakin besar, akibatnya tutupan lahan menjadi berpengaruh terhadap jumlah air yang diresap oleh tanah karena terjadinya intersepsi.   Intersepsi hujan oleh tanaman adalah proses tertahannya air hujan pada permukaan tanaman yang kemudian diuapkan kembali  ke  atmosfer  atau  diserap  oleh  tanaman  yang  bersangkutan.  Air  hujan  yang  jatuh  diatas tanaman tidak langsung sampai ke permukaan tanah untuk berubah menjadi aliran permukaan (surface run off), tetapi untuk sementara air hujan akan ditampung oleh tajuk, batang dan tanaman. Setelah tempat- tempat tersebut jenuh air, air hujan akan sampai ke permukaan tanah melalui air lolos (throughfall) dan aliran batang (stemflow). Dalam analisis keseimbangan air, intersepsi diperlakukan sebagai kehilangan air (rainfall interception loss) jenis tanaman yang digunakan pada penelitian ini adalah tanaman kelapa sawit. Hal ini disebabkan karena daerah sekitar banyak terdapat perkebunan kelapa sawit. Tujuan studi ini adalah mengetahui  besarnya  intersepsi  kelapa  sawit  dari  berbagai  kelas  umur.  Penelitian  dilakukan  secara langsung di lapangan pada perkebunan kelapa sawit yang terletak di PT. Scofindo Nagan Raya. Untuk mengetahui besarnya nilai intersepsi air hujan dapat dilakukan melalui pendekatan neraca volume yaitu dengan mengukur curah hujan, air lolos dan aliran batang. Hasil penelitian akan didapatkan hubungan antara curah hujan dengan intersepsi hujan berbeda pada tiap kelas umur. Luas proyeksi tajuk  dan curah hujan berpengaruh terhadap intersepsi, air lolos dan aliran batang. Hubungan ini akan membentuk persamaan regresi yang akan digunakan dalam menghitung besarnya intersepsi hujan oleh perkebunan kelapa sawit. Hasil perhitungan didapatkan intersepsi yang terjadi pada pohon kelapa sawit yang 10 tahun adalah sebesar 40,81% mm dan yang 20 tahun adalah 64,04% dari total curah hujan sebesar 225,00 mm. Perhitungan air lolos yang 10 tahun sebesar 56,62 % dan yang 20 tahun sebesar 36,25%. Perhitungan aliran batang yang 10 tahun adalah 7,17% dan yang 20 tahun sebesar 3,12%. Semakin besar curah hujan maka intersepsi semakin besar, dan semakin tua umur kelapa sawit maka intersepsi juga semakin besar.  Kata Kunci: Tanaman Kelapa sawit,  intersepsi, air lolos, aliran batang


2018 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
Author(s):  
Indra Riandi ◽  
Muhammad Ikhsan ◽  
Astiah Amir

Muara Batu Putih terletak di Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat. Penumpukan sedimen pada jetty sebelumnya di mulut muara menjadi permasalahan pada muara ini. Permasalahan ini dapat ditanggulangi dengan pembangunan ulang konstruksi jetty sebagai pelindung muara dari penumpukan sedimen. Oleh karena itu, tugas akhir ini bertujuan untuk merencanakan ulang konstruksi jetty di Muara Batu Putih. Data yang digunakan dalam perencanaan ini berupa data angin, data bathymetri, data pasang surut, data kapal dan data material. Angin dominan yang terjadi adalah dari arah barat sebesar16,08%. Tinggi gelombang rencana dihitung dari karakteristik angin yang terjadi adalah 2,00 m. Berdasarkan analisis sedimen di Muara batu Putih didominasi oleh sedimen sepanjang pantai sebesar23.740.084,35m3/tahun yang berasal dari arah Barat menuju Barat Laut. Perencanaan dimensi alurmuara menggunakan ukuran kapal 30 GT sebagai acuan. Lebar alur muara menggunakan lebar alur hidrolik sungai yaitu 80 m dan kedalaman alur pelayaran yang digunakan adalah 2,5 m. Konstruksi jetty yang dibangun adalah tipe jetty panjang. panjang jetty sebelah kanan 450 m dan sebelah kiri 460 m. Jetty direncanakan dari material batu alam. Lapis luar jetty bagian kepala digunakan batu dengan berat1429,580 kg/unit sedangkan bagian lengan adalah 1357,151 kg/unit. Elevasi  tinggi rencana jetty adalah+3,60 m dan lebar puncak jetty bagian kepala 4,50 m serta bagian lengan 3,00 m.+3,60 m dan lebar puncak jetty bagian kepala 4,50 m serta bagian lengan 3,00 m.   Kata kunci:    gelombang, angkutansedimen, Jetty


2018 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
Author(s):  
Astiah Amir ◽  
Zakia Zakia

Pasca gempa dan tsunami yang melanda kawasan Provinsi Nanggroe Aceh Darusalam (NAD) khususnya di Kabupaten Aceh Barat sehingga menelan korban jiwa serta infrastruktur yang cukup parah. Hal ini memberikan tugas besar pada pemerintah untuk menanggapi permasalahan secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemeliharaan bangunan Komplek perumahan nelayan di Desa Suak Timah Kecamatan Samatiga Kabupaten Aceh Barat. Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif kualitatif.   Analisis ini untuk menggambarkan tentang apa yang   di wilayah studi yang tidak terukur dengan menggunakan analisis kualitatif dan analisis kuantitatif yang terukur  antara  lain  menganalisis karakteristik   fisik   bangunan.   Acuan   yang   digunakan   adalah Keputusan Menteri permukiman dan Prasarana Wilayah No. 403/KPTS/M/2002 Tentang Pedoman Teknis Pembangunan Rumah Sederhana Sehat. kriteria dalam Sertifikat Layak Fungsi (SLF) bangunan/gedung sesuai dengan amanat PP 36 tahun2005, pemerintah mensyaratkan pemberlakuan sertifikat layak fungsi (SLF) yang disesuaikan dengan kondisi bangunan. Hasil penelitian ini memberikan informasi tentang bahwa penyebab terbengkalainya bangunan pada komplek Perumahan Nelayan di Desa Suak Timah adalah rasa memiliki dari penghuni bangunan rumah tidak begitu besar dan ketidakmampuan untuk memperbaiki dan memelihara  bangunan rumah yang sedang ditempati. Pengelolaan dan perawatan bangunan yang bermafaat bagi masyarakat dan untuk diadakan evaluasi bagi   sebuah   kompleks   perumahan   berdasarkan   Keputusan   Menteri permukiman  dan  Prasarana Wilayah No. 403/KPTS/M/20, Sistem Manajemen Pemeliharaan Bangunan merupakan solusi paradigmatik masyarakat, bahwa komplek perumahan nelayan dilakukan pemeliharaan oleh  masyarakat,  meningkatkan        kesadaran  masyarakat  akan  perlunya  pemeliharaan  terhadap bangunan baik bangunan rumah, maupun infrastruktur yang ada di Desa Suak Timah yang berkoordinasi dengan instansi terkait. Kata Kunci : Manajemen, pemeliharaan, bangunan, pasca tsunami, 


2018 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
Author(s):  
Andi Yusra ◽  
Aulia Rahman ◽  
Fizarya Musliadi

Perencanaan struktur bangunan di Indonesia harus dibuat dengan baik disebabkan karena sebagian besar wilayahnya memiliki tingkat kerawanan yang tinggi terhadap gempa. Salah satunya Provinsi Aceh yang berada pada daerah paling rawan gempa. Analisis dilakukan dengan tujuan mengevaluasi kinerja struktur terhadap perencanaan untuk menguji daya tahan sebuah gedung dengan cara menganalisis besarnya Displacement yang terjadi pada saat berlangsungnya gempa. Dengan menggunakan metode 3D nonlinear earthquake response analysis (Respon Spektrum) kita dapat mengetahui besarnya tingkat resiko yang akan dialami oleh gedung tersebut. Spektrum respons dipakai untuk menentukan gaya horizontal maupun simpangan struktur MDOF. Spektrum respons disajikan dalam bentuk grafik/plot antara periode getar struktur T. Respon-respon maksimum dapat berupa simpangan maksimum (spektrum  displacement,  SD) kecepatan maksimum  (spektrum  velocity, SV) atau percepatan maksimum (spectrum accelaration, SA) massa struktur. Analisis menggunakan metode 3D nonlinear earthquake response analysis (Respon Spektrum) ini sangat baik dilakukan pada gedung-gedung yang akan dibangun atau gedung-gedung yang sudah lama dan sudah terkena dampak bencana gempa di kawasan-kawasan yang rawan gempa seperti di Aceh, agar didapat bangunan yang aman, kuat, kokoh, dan tahan terhadap gempa. Dalam analisis ini gedung yang akan dilakukan analisis terhadap strukturnya adalah gedung Asrama Putri Aceh Barat, Komplek Asrama IPELMABAR, Lamreung Banda Aceh. Gedung tersebut telah di lakukan penambahan seismic isolasion dan membandingkan dengan gedung tanpa seismic isolasion terhadap gempa kobe dan el centro. Analisisya dilakukan menggunakan aplikasi STERA 3D .Perangkat lunak ini dikembangkan untuk menganalisis struktur bangunan terhadap gempa. Hasil dari analisis tersebut bahwa seismic isolasion dapat meredam getaran gempa yang di berikan sehingga seismic isolasion merupakan salah satu solusi untuk perencanaan bangunan tahan gempa.


2018 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
Author(s):  
Riskawati Riskawati ◽  
Andi Yusra ◽  
Samsunan Mahmud
Keyword(s):  

 Dampak bencana tsunami dirasakan langsung pada saat kejadian, dan     dampak tidak langsung berupa  penurunan  kekuatan  beton  setelah  tsunami  terjadi.  Tsunami  besar  melanda  Aceh  pada tanggal  26  Desember  2014  telah  melanda  barat  Aceh.  Kerusakan  tidak  langsung  dirasakan masyarakat  Aceh  setelah 10  tahun  terjadinya  tsunami  di  Aceh.  Banyak  bangunan  di  Aceh  yang terkena tsunami pada tahun 2004 silam, kondisi saat ini beton mulai keropos, sehingga terjadi perubahan kekuatan pada beton yang terkena tsunami. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui adanya perubahan kekuatan beton pada bangunan pasca tsunami. Kondisi perubahan tersebut  menjadi  alasan  untuk  melakukan  analisa  mengenai  perbedaan  kekuatan  beton  terkena tsunami dengan yang tidak terkena tsunami pada kolom bangunan. Bangunan yang diuji    adalah bangunan Mesjid Peunaga Paya Kecamatan Mereubo Kabupaten Aceh Barat. Komponen struktur yang  dianalisis  hanya  pada  kolom     yang sebagian terkena tsunami dan sebagian tidak terkena tsuanami. Kekuatan beton tersebut diukur pada elemen struktur kolom tanpa merusak konstruksi dengan menggunakan alat uji yaitu concrete hammer test. Data diambil pada bagian kolom yang terkena tsunami dan pada bagian yang tidak terkena tsunami. Hasil pengujian     yang dilakukan menunjukkan bahwa kolom bangunan pada bagian yang terkena tsunami mengalami penurunan kekuatan beton dibandingkan dengan bagian yang tidak terkena tsunami. Hasil pengujian kekuatan beton pada kolom 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 8 pada bagian yang tidak terkena tsunami adalah 26, 29, 33,33, 32, 28, 31, sedangkan hasil pengujian kekuatan beton pada kolom 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 8 pada bagian yang terkena tsunami adalah 25, 15, 17, 29, 19, 46, 19, sehingga didapatkan besar penurunan kekuatan beton pada kolom 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 8  adalah sebagai berikut: 4%, 45%, 48%, 12%, 19%,46%, dan 19%. Kata Kunci : Tsunami, Hammer Test dan Kekuatan Beton


2018 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
Author(s):  
Astiah Amir ◽  
Zakia Zakia

Penelitian  ini  dilakukan  untuk  optimalisasi  biaya  pelaksanaan  konstruksi  jalan  dengan  aplikasi metode rekayasa nilai (value engineering). Objek yang dikaji adalah Project Package JNB1 of Road : Lueng Gayo – Arongan Lambalek pada STA 198 – STA 216 Kabupaten Aceh Barat Provinsi Aceh. Fungsi jalan ini merupakan infrastruktur penghubung antara Banda Aceh dengan Meulaboh. Dalam metode Rekayasa Nilai terdapat beberapa tahapan yang harus dilakukan yaitu tahap informasi, tahap kreatif, tahap analisa, dan tahap rekomendasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa komponen pekerjaan yang  layak  diadakan  aplikasi  rekayasa  nilai  adalah  selected  embankment  dan  asphalt  yang merupakan wilayah studi. Kedua division ini dianalisis fungsi dan layak untuk diadakan rekayasa nilai. Hasil analisis menunjukkan bahwa alternatif Vertical Vibre Drain (VVD) dan Horizontal Sand Drain (HSD), Cakar ayam Modifikasi (CAM) yang menjadi ide kreatif berdasarkan brainstorming, setelah diadakan rekayasa nilai memiliki keunggulan dibandingkan alternatif existing (Geotextile dan geogrid kombinasi cerucuk), dengan melihat kriteria mutu konstruksi, biaya pemeliharaan, ramah lingkungan dan   Life Cycle Cost (LCC). LCC untuk alternatif pemancangan VVD dan HSD   Rp.120.865.300.964,  alternatif  CAM  adalah  Rp.115.639.315.748,61.;  dibandingkan  dengan  life  cycle cost (LCC) existing (Geotextile dan geogrid kombinasi cerucuk) sebesar Rp. 128.487.519.598. Besar penghematan  biaya  (cost  saving)  setelah  dilakukan  Rekayasa  Nilai  (Value  Engineering)  adalah sebesar Rp.12.848.203.849,39 atau 10% untuk pelaksanaan konstruksi dengan metode dan teknologi konstruksi CAM sebagai alternatif terpilih. Kata Kunci : Rekayasa Nilai, Optimalisasi, Biaya konstruksi, Jalan.


2018 ◽  
Vol 4 (1) ◽  
Author(s):  
Zulfaika Zulfaika

Efektivitas dan efisiensi dari kinerja tim proyek adalah persyaratan keberhasilan proyek. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana hubungan antara faktor-faktor yang menpengaruhi kinerja tim proyek terhadap keberhasilah proyek dan seberapa besar konstribusi faktor yang mempengaruhi kinerja tim proyek terhadap keberhasilan proyek. Penelitian dilakukan melalui pengumpulan data dengan cara survei kuesioner kemudian diolah dengan metode statistik (SPSS.17) menggunakan analisis korelasi dan regresi berganda. Hasil penelitian membuktikan bahwa Adanya hubungan /korelasi antara faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja tim proyek terhadap keberhasilan proyek pada penyelenggaraan proyek konstruksi di Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Satker Balai Wilayah Sungai Sumatera-1 Provinsi Aceh. Besarnya konstribusi faktor penentu yaitu faktor anggota (X1), faktor tugas (X2), faktor kepemimpinan (X3), faktor organisasi (X4) serta faktor dorongan dan hambatan (X5) dalam tim terhadap keberhasilan proyek dari segi biaya (Y1), segi mutu (Y2) dan segi waktu (Y3), melalui persamaan regresi linier berganda Y1 = 0,830-0,100X1+0,337X2+0,067X3-0,016X4+0,367X5. Y2 = 3,089+0,163X1+0,378X2-0,032X3 +0,248X4+0,181X5. Y3 = 11,857+0,250X1-0,519X2-0,130X3+0,598X4+0,412X5. Nilai korelasi yang diperoleh pada penelitian ini didominasi dengan katagori kuat artinya nilai interval koefisien berada 0,600–0,799 dan besar konstribusi faktor penentu berada dibawah 60%, untuk itu Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Satker Balai Wilayah Sungai Sumatera-I dan para rekanannya harus lebih memperhatikan dan  melaksanakan fungsi kerja tim lebih baik. Kata Kunci: Tim Proyek, Kinerja Tim, Sasaran Proyek,


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document