TECHNO-FISH
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

44
(FIVE YEARS 4)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Dr. Soetomo University

2581-1665, 2581-1592

TECHNO-FISH ◽  
2021 ◽  
Vol 5 (1) ◽  
Author(s):  
Muhammad Aris ◽  
Tamrin Tamrin

Dewasa ini kegiatan budidaya rumput laut Kappaphycus alvarezii mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Rumput laut Kappaphycus alvarezii merupakan salah satu komoditas utama budidaya perikanan yang bernilai ekonomis penting.  dan telah dibudidayakan secara komersial. Budidaya Kappaphycus alvarezii telah berkembang sangat pesat karena merupakan sumber penghasil karaginan. Kabupaten Pulau Taliabu merupakan Kabupaten yang menjadi prioritas pengembangan budidaya rumput laut Kappaphycus alvarezii terutama di pulau Limbo. Kondisi perairan budidaya rumput laut Kappaphycus alvarezii penting diketahui, karena sangat menentukan keberhasilan budidaya rumput laut Kappaphycus alvarezii. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat kesesuaian lahan budidaya rumput laut Kappaphycus alvarezii di Pulau Limbo, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara. Dalam penelitian ini setiap parameter dibagi dalam tiga kelas yaitu sesuai (S1), cukup sesuai (S2) dan tidak sesuai (N). Parameter kualitas air yang diamati adalah suhu, kecerahan, kedalaman, kecepatan arus, salinitas, pH, oksigen terlarut, nitrat dan fosfat. Hasil analisis kesesuaian perairan pada lokasi penelitian menunjukan bahwa lokasi budidaya rumput laut Kappaphycus alvarezii pada stasiun 1 cukup sesuai, sementara stasiun 2, stasiun 3, stasiun 4 serta stasiun 5 sangat sesuai.


TECHNO-FISH ◽  
2021 ◽  
Vol 5 (1) ◽  
Author(s):  
Mohammad Hasanusi ◽  
Selvi Tebay ◽  
Alianto Alianto
Keyword(s):  

Peralatan budidaya ikan diperlukan  untuk mempermudah kegiatan budidaya seperti pemberian pakan, pengontrolan kondisi kolam dan kondisi ikan, bertujuan untuk  mengetahui tingkat adopsi teknologi peralatan budidaya dan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap tingkat adopsi teknologi peralatan budidaya ikan.  Penelitian dilakukan di Distrik Masni dan Distrik Prafi Kabupaten Manokwari pada bulan Agustus-September 2020.  Metode yang digunakan yaitu deskriptif  dan wawancara langsung ke pembudidaya.  Objek penelitan adalah pembudidaya sebanyak 30 orang dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Barat serta penyuluh.  Analisis data secara deskriptif untuk mengukur tingkat adopsi teknologi peralatan pembudidayaan dengan teknik skoring dan chi-square dengan nilai signifikan 90% serta koefisien kontingensi untuk melihat asosiasi ketergantungan.  Hasil penelitian menunjukkan tingkat adopsi tergolong tinggi dengan persentase 73,3%, sedang 16,7% dan rendah 10%.  Faktor internal dan eksternal seperti umur, pendidikan formal dan non-formal, pengalaman, dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Barat serta Penyuluh berpengaruh terhadap tingkat adopsi teknologi peralatan pembudidayaan ikan dengan nilai X2 hitung<X2tabel, akan tetapi memiliki asosiasi ketergantungan yang lemah, sedangkan untuk keuntungan relatif dan kerumitan peralatan tidak berpengaruh terhadap tingkat adopsi dengan nilai X2hitung>X2hitung namun memiliki asosiasi ketergantungan yang kuat.  


TECHNO-FISH ◽  
2021 ◽  
Vol 5 (1) ◽  
Author(s):  
Endah Sih Prihatini ◽  
Yogi Febrianto

Budidaya ikan lele keberhasilannya ditentukan pakan. Prosentase protein dalam pakan mempengaruhi kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelangsungan hidup ikan lele dengan prosentase protein yang berbeda dalam pakan dan mengetahui pertumbuhan ikan lele dengan prosentase protein yang berbeda dalam pakan. Penelitian ini dilaksanakan mulai 25 Juni sampai dengan 15 Juli 2020 2020 di desa Karang Wedoro kecamatan Turi kabupaten Lamongan.. Metode yang digunakan adalah eksperimen dendan rancangan acak lengkap. Perlakukan yang digunakan adalah Pakan dengan prosentase protein 20 %, Pakan yang digunakan adalah pakan pellet (pabrik) Pakan dengan prosentase protein 20 %, pakan  dengan prosentase protein 30 %, Pakan dengan prosentase protein 40 %. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pakan dengan prosentase protein 30 % memberikan kelangsungan hidup tertinggi. Sedangkan pakan dengan prosentase  protein 40 % memberikan pertumbuhan yang tertinggi. Disarankan perlu dilaksanakan penelitian terapan kadar protein 30 % pada budidaya ikan lele atau jenis ikan lainnya.


TECHNO-FISH ◽  
2021 ◽  
Vol 5 (1) ◽  
Author(s):  
Venda Jolanda Pical ◽  
Samuel Filemon Imanuel Leasa

Ikan terbang (cypselurus sp.) di Maluku Tenggara sangat potensial tetapi yang dimanfaatkan hanya telurnya sedangkan ikan terbang belum dimanfaatkan secara optimal.  Tujuan penelitian adalah menganalisis persepsi masyarakat terhadap nilai ekonomi ikan terbang (cypselurus sp.) dan motivasinya dalam pengembangan usaha perikanan di Kabupaten Maluku Tenggara.  Lokasi penelitian adalah  di Tual Kabupaten Maluku Tenggara. Metode sampling menggunakan stratified random sampling. Data primer melalui kuesioner, FGD, wawancara mendalam, dokumentasi, catatan harian serta observasi. Data sekunder dari penelusuran pustaka.  Hasil penelitian tentang identitas dan karakteristik responden mayoritasnya berada di usia produktif, didominasi laki-laki dan sudah menikah. Responden  mayoritas  berpendidikan SMU, kurang mengikuti pendidikan non formal. Responden terlibat dalam usaha perikanan namun tidak terlibat dalam usaha non perikanan.  Selain itu juga tidak terlibat dalam organisasi masyarakat, pekerjaan utamanya adalah nelayan dan tidak memiliki pekerjaan sampingan. Persepsi masyarakat terhadap nilai ekonomi  ikan terbang (cypselurus sp.) adalah rendah. Hal ini disebabkan nilai jualnya dalam bentuk segar maupun olahan sangat rendah dibandingkan ikan pelagis lainnya. Motivasi masyarakat dalam pengembangan usaha perikanan ikan terbang (cypselurus sp.) sangat tinggi dilihat dari tingkat partisipasi  masyarakat dalam mengikuti kegiatan penyuluhan dan pelatihan optimalisasi pemanfaatan ikan terbang (cypselurus  sp.) bagi pengembangan usaha perikanan berskala industri rumah tangga sangat tinggi.  


TECHNO-FISH ◽  
2020 ◽  
Vol 4 (2) ◽  
pp. 72-84
Author(s):  
Teguh Heriyanto ◽  
Irwan Limbong ◽  
Fitri Ariani

Ikan kembung perempuan adalah ikan ekonomis penting yang sering menjadi target tangkapan oleh nelayan di Kecamatan Sorkam Barat, Kabupaten Tapanuli Tengah. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan pola variabilitas dan mengetahui status pertumbuhan pada karakter morfometrik ikan. Metode yang digunakan adalah metode observasi di laboratorium. Analisis data yang diterapkan yaitu statisktik deskriptif, korelasi dan regresi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa ukuran rata-rata karakter morfometrik dan status allometrik (allometrik positif (AP), isometrik (I) dan allometrik negatif (AN)) secara berturut-turut adalah panjang total 16,81 cm, panjang standar 13,56 cm (AN), diameter mata 1,06 cm (AN), panjang moncong 2,24 cm (AN), panjang kepala 4,21 cm (AN), panjang dasar sirip dorsal pertama 2,46 cm (AP), panjang dasar sirip dorsal kedua 2,03 cm (I), panjang sirip pektoral 1,96 cm (AP), panjang dasar sirip pelvik 1,71 cm (AP), panjang dasar sirip anal 1,96 cm (AN), panjang batang ekor 2,95 cm (AP), tinggi batang ekor 2,92 cm (AP), panjang sirip ekor bagian bawah 3,52 cm (AN), panjang sirip ekor bagian atas 3,55 cm (AN), tinggi badan 4,42 cm (I), tinggi kepala 3,08 cm (AN). Variasi ukuran ikan yang tertangkap termasuk rendah (alat tangkap diduga selektif) dan ukuran ikan yang tertangkap diduga belum matang gonad. Status pertumbuhan pada karakter-karakter morfometrik ikan kembung perempuan diketahui bahwa status allometrik positif terdapat pada alat-alat gerak sebagai bentuk adaptasi morfologi.


TECHNO-FISH ◽  
2020 ◽  
Vol 4 (2) ◽  
pp. 122-133
Author(s):  
Maria Agustini ◽  
MUHAJIR MUHAJIR ◽  
RAHMAD RAHMAD

Penyakit pada ikan terutama ukuran benih harus segera diatasi, salah satu bahan kimia yang dapat digunakan untuk memerangi penyakit parasit yang disebabkan oleh Argulus sp adalah KMnO4. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis yang tepat untuk  perlakuan benih KMnO4 terinfeksi ikan mas Argulus sp. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan enam ulangan. Adapun perlakuan dalam penelitian ini adalah dosis KMnO4, perlakuan A = 1,5 ppm, B = 2,5 ppm, dan C = 3,5 ppm. Wadah yang digunakan berupa bak plastik volume 20 liter. Namun, setiap wadah hanya diisi 5 liter air tawar. Variabel yang diukur adalah kelangsungan hidup benih ikan mas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan B dengan dosis 2,5 ppm menghasilkan ikan mas penetas sebesar 80,2%. Sedangkan untuk perlakuan A dan C mengalami penurunan masing-masing sebesar 63,8% dan 46,8%.Sedangkan kualitas air pada suhu perairan berkisar antara 28-290C, derajat keasaman berkisar antara 7,0 - 7,8 dan oksigen terlarut berkisar antara 5,2 - 6 ppt. 


TECHNO-FISH ◽  
2020 ◽  
Vol 4 (2) ◽  
pp. 106-121
Author(s):  
Vonda M.N Lalopua ◽  
IMELDA E.K SAVITRI ◽  
ODE F ZAINUDIN

Kerang “Buah” (Donax variabillis.) merupakan salah satu biota laut yang banyak dikonsumsi terutama karena kandungan proteinnya yang tinggi. Kerang “Buah” biasanya diolah dengan cara kerang dilepas dari cangkang dengan pisau atau dipanaskan, setelah itu direbus dan di tumis dengan bumbu-bumbu seperti bawang putih bawang merah dan caberawit[TR1] . Kerang dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan makanan sudah cukup lama namun kandungan gizi  terutama perubahan kandungan lemak dan komposisi asam lemak akibat penanganan kerang belum ada penelitian serta informasinya. Penelitian bertujuan  untuk membandingkan kandungan lemak dan profil asam lemak kerang “Buah” (Donax variabillis.) perlakuan pelepasan cangjang dengan dipanaskan dan tanpa dipanaskan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dan dilakukan analisa kandungan lemak dan profil asam lemak kerang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan  lemak kerang buah ( Donax variabilis )  perlakuan dipanaskan meningkat sedangkan kadar air menuru. Kandungan asam lemak daging kerang buah ( Donax variabilis ) terdeteksi 24 jenis asam lemak yang terdiri dari dari 10 asam lemak jenuh (Saturated Fatty Acid/SAFA), 5 asam lemak tak jenuh tunggal ( Monounsauturated Fatty Acid/MUFA) dan 9 asam lemak jenuh jamak (Polysaturated Fatty Acid/PUFA). Kandungan asam lemak jenuh (SAFA) menurun demikian pula asam lemak omega-3, EPA dan DHA menurun tetapi asam lemak jenuh tunggal (MUFA) meningkat dengan perlakuan dipanaskan.[TR2]  


TECHNO-FISH ◽  
2020 ◽  
Vol 4 (2) ◽  
pp. 85-94
Author(s):  
Muhammad Aris

Kabupaten Pulau Taliabu merupakan wilayah prioritas pengembangan budidaya laut. Salah satu pulau di Kabupaten Pulau Taliabu yang menjadi prioritas pengembangan budidaya laut adalah Pulau Limbo. Budidaya rumput laut Kappaphycus alvarezii merupakan aktivitas dominan budidaya laut di Pulau Limbo. Permintaaan akan ketersediaan Kappaphycus alvarezii sangat tinggi karena jenis rumput laut ini dapat dimanfaatkan sebagai penghasil karaginan. Kandungan karaginan pada rumput laut Kappaphycus alvarezii adalah jenis kappa-karaginan. Kandungan karaginan rumput laut Kappaphycus alvarezii sangat dipengerahui oleh parameter lingkungan perairan salah satunya kedalaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kedalaman perairan dengan kandungan kappa-karaginan rumput laut Kappaphycus alvarezii yang dibudidayakan di perairan Pulau Limbo. Kondisi parameter lingkungan menunjukan kedalaman perairan sesuai dengan pengamatan yang diamati, yaitu 5 meter, 10 meter dan 15 meter. Kecerahan perairan 3 - 8 meter. Suhu perairan 29 - 30℃. Salinitas 31 – 36 ppt. Derajat keasaman (pH) 7,1 - 9,1. Oksigen terlarut 4,2 – 5,4 mg/l. Nitrat 0,005 – 0,155 mg/l. Fosfat < 0,005. Kecepatan arus 0,16 – 0,19 m/s. Subtrat dasar pasir berlumpur, pasir berkarang, pasir berbatu. Hasil analisa menunjukan interaksi antara kedalaman dengan kandungan kappa-kararagian rumput laut Kappaphycus alvarezii tidak menunjukan pengaruh yang signifikan.


TECHNO-FISH ◽  
2020 ◽  
Vol 4 (2) ◽  
pp. 95-105
Author(s):  
IKA PURNAMASARI
Keyword(s):  

ABSTRAKMayoritas penduduk pesisir Surabaya bermata pencaharian sebagai nelayan yang berada dalam kategori menengah ke bawah dari segi sosial ekonomi. Untuk meningkatkan pendapatan keluarga, peranan dan fungsi istri nelayan di dalam suatu keluarga nelayan sangat penting sebagai penambah keuangan keluarga. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kontribusi pendapatan istri nelayan karang penyelam terhadap pendapatan rumah tangga dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi curahan waktu kerja istri nelayan karang penyelam di pesisir Surabaya Jawa Timur. Teknik sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 51 orang. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi pendapatan istri nelayan karang pnyelam terhadap total pendapatan keluarga masih tergolong kecil  yaitu sebesar 25,48%. Faktor yang berpengaruh signifikan terhadap curahan waktu kerja istri nelayan karang penyelam yaitu pendapatan suami, pendapatan istri, jumlah anggota keluarga dan umur. Sedangkan variabel yang tidak berpengaruh signifikan terhadap curahan kerja istri nelayan karang penyelam yaitu variabel pendidikan. Kata Kunci : curahan waktu kerja, istri nelayan, kerang, nelayan karang, pendapatan


TECHNO-FISH ◽  
2020 ◽  
Vol 4 (1) ◽  
pp. 22-37
Author(s):  
Yonvitner Yonvitner ◽  
Mennofatria Boer ◽  
Isdradjad Setyobudiandi ◽  
Masykur Tamanyira ◽  
A Habibi ◽  
...  

Pemanfaatan ikan tuna begitu intensif sehingga potensial menyebabkan kerentanan.  Namun dalam perikanan multi spesies, kelompok non target (retain) sering tertangkap dalam jumlah lebih besar sehingga turut berpengaruh pada tingkat kerentanyan.  Penelitian yang dilakukan selama 2013 di Bali, Jakarta dan Pelabuhan ratu bertujuan melihat potensi kerentanan tersebut dari alat tangkap longline.  Pendekatan analisis PSA (producitivity dan susceptabilitas) dilakukan pada jenis ikan retain tuna yaitu ikan tenggiri, cakalang (Katsuwonus pelamis), bawal dan Ikan lemadang (Coryphaena hippurus).  Tingkat kerentanan kelompok retain alat longline secara keseluruhan masih rendah dari 1,8 dan dan ikan masih berpotensi berkelanjutan


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document