Edukais : Jurnal Pemikiran Keislaman
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

48
(FIVE YEARS 0)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta Wilayah IV Surabaya

2549-9122, 2549-9122

2020 ◽  
Vol 4 (2) ◽  
pp. 87-94
Author(s):  
Iro Waziroh ◽  
Kuratul Faizah

Salah satu ciri khas Pondok Pesantren Manbaul Ulum adalah memadukan pendidikan keagamaan dengan pendidikan yang bersifat Sains sebagai bekal ketika santri pulang kemasyarakat.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dan kualitatif atau penelitian lapangan (field research). Kepustakaan (library reseach) yaitu suatu penelitian yang bertujuan untuk mengumpulkan data dan informasi dengan bantuan bermacam-macam materi yang terdapat dalam kepustakaan, misalnya berupa buku-buku, catatan-catatan, makalah-makalah, dan lain-lain. Tinjauan pustaka adalah kegiatan yang meliputi mencari, membaca, dan menelaah laporan-laporan penelitian yang akan dilakukan.Dari hasil pengamatan peneliti, Pondok pesantren Manbaul Ulum telah melaksanakan fungsi evaluasi dalam pendidikan kewirausahan santri. Yaitu dengan melakukan rapat-rapat yang membahas evaluasi pelaksanaan wirausaha santri manbaul ulum. Di dalam Fungsi-fungsi Manajemen terlihat ditiap- tiap unit kursus diberikan arahan serta ketercapaian hasil  pelaksanaan  yang  sudah dilampaui.  Dan  diberikan arahan dari pengasuh serta pandangan, bimbingan dan motivasi kepada para santri agar meningkatkan skills


2020 ◽  
Vol 4 (2) ◽  
pp. 80-86
Author(s):  
Dahani Kusuma Wati

Dalam mengimplementasi nilai-nilai agama hal inilah yang menjadi dasar bagi penulis untuk melakukan penelitian, tentang strategi guru dalam implementasi nilai-nilai agama. Melihat fenomena diatas sehingga penulis tertarik untuk meneliti dengan judul “strategi guru dalam implementasi nilai-nilai agama pada sisa Madrasah aliyah Nurul Ulum tahun pelajaran 2019/2020.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Setelah menguraikan dan menganalisis strategi guru dalam implementasi siswa, maka secara umum dapat disimpulkan bahwa strategi guru dalam implementasi nilai-nilai siswa yang terintegrasi pada mata pelajaran pendidikan agama islam dilakukan dengan melalui berbagai kegiatan atau aktivitas keseharian berdasarkan ajaran-ajaran islam yang menjadi program sekolah dan wajib diikuti oleh seluruh warga sekolah. Seluruh wujud religiusdi Madrasah Aliyah Nurul Ulum, merupakan implementasi nilai-nilaikarakter yang dibuat oleh lembaha pondok pesantren. Implementasi nilai-nilai karakter berbasis religius di Madrasah Aliyah Nurul Ulum terbentuk melalui tiga tahap yaitu tahap pengetahuan, tahap pelaksanaan, dan tahap kebiasaan.


2020 ◽  
Vol 4 (2) ◽  
pp. 95-105
Author(s):  
Saleh Saleh ◽  
Tubi Heryandi
Keyword(s):  

Membaca merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan, karena dapat menambah ilmu yang tidak akan ada habisnya dan bahkan berkembang. Pengetahuan yang diperoleh dari membaca akan meningkatkan harkat dan martabat, kinerja serta produktivitas seseorang. Ilmu yang diperoleh dapat diterapkan atau didistribusikan kepada masyarakat. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Dengan lokasi penelitian di  MTs Manbaul Ulum Tangsil Wetan Wonosari Kabupaten Bondowoso. Adapun metode Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah Metode Observasi, Interview, Dokumentasi. Sedangkan analisa data dalam penelitian ini menggunakan reduksi Data (Data Reduction), Penyajian Data (Data Display) dan Kesimpulan (Conluction Drawing / Verification). peran kepala sekolah dalam menumbuhkan minat baca peserta didik di MTs Manbaul Ulum Tangsil Wetan Wonosari Bondowoso Tahun Ajaran 2019/2020, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:Dalam menumbuhkan minat baca peserta didik, kepala sekolah menjalankan perannya, yaitu pertama, peran sebagai manajer atau leader. Hal ini dapat dilihat langkah-langkah yang diambilnya, yaitu, mengarahkan peserta didik untuk membaca sebelum jadwal kegiatan belajar mengajar di mulai, mengarahkan peserta didik setiap jam istirahat meluangkan waktu untuk keperpustakaan. Kedua, peran sebagai inovator. Inovasi didalam kegiatan membaca. Ketiga, peran sebagai motivator, yaitu dengan memotivasi peserta dalam minat membaca. Peran-peran tersebut mendorong kepala sekolah tentang bagaimana ia mampu dalam menumbuhkan minat dalam membaca peserta didik sebagimana tema penelitian ini.         


2020 ◽  
Vol 4 (2) ◽  
pp. 126-139
Author(s):  
Muslimin Muslimin

Tujuan utama pendidikan islam adalah membentuk akhlakul karimah atau budi pekerti yang baik. Pendidikan akhlak berkaitan dengan pendidikan agama, karena yang baik menurut akhlak adalah apa yang baik menurut ajaran agama dan yang buruk adalah yang dianggap buruk oleh agama. Pendidikan agama biasanya diartikan pendidikan yang materi bahasanya berkaitan dengan keimanan, ketakwaan, akhlak danibadah kepada Tuhan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek peneliti. Adapun sumber data dalam penelitian ini berupa sumber data primer dan skunder. Dari permasalahan yang telah dirumuskan dapat disimpulkan bahwa dalam upaya dan usahanya pondok pesantren Manbaul Ulum melakukan pembentukan akhlak santri dengan melalui dua proses yaitu pertama, pendidikan didalam kelas(teori) yang biasa disebut madrasah diniyah yang dalam prosesnya melalui pembelajaran kitab kuning yang mengkaji tentang akhlak. Kedua, pembentukan akhlak melalui proses praktek yaitu melalui metode pembiasaan, metode keteladanan, metode hukuman, metode nasehat, metode latihan, metode wirid dan metode pengawasan dan perhatian yang diterapkan langsung dalam kehidupan sehari-hari di pondok pesantren


2020 ◽  
Vol 4 (2) ◽  
pp. 106-119
Author(s):  
Ahmad Shidqi Dian Arifandi

Evalusi kinerja meliputi empat komponen, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan program evaluasi kinerja guru. Tahap perencanaan, disusun tujuan, format dan prosedur pelaksanaan program evaluasi kinerja guru. Tujuan tersebut adalah untuk mengevaluasi profesi teraplikasi, meningkatkan kinerja secara menyeluruh dan pemetaan guru secara menyeluruh. Tahap pengorganisasian, struktur organisasi dalam program evaluasi kinerja guru merupakan bentuk organisasi lini di mana struktur tersebut terdiri dari kepala sekolah, koordinator bidang kurikulum, koordinator bidang kesiswaaan, dan koordinator bidang sarana dan prasarana, dengan demikian sudah ada pembagian tugas bagi masing-masing koordinator untuk menghindari tumpang tindih tanggung jawab. Tahap pelaksanaan evaluasi kinerja guru dilakukan secara serentak kepada seluruh karyawan baik guru maupun pegawai setiap tahun. Agar pelaksanaan evaluasi kinerja guru dapat berjalan dengan baik, kepala sekolah mensosialisasikan kepada seluruh guru dan karyawan mengenai waktu, metode, serta prosedur yang digunakan dalam proses evaluasi. Tahap pengawasan program kinerja guru setiap satu tahun sekali setelah program evaluasi tersebut dilaksakan guna mengetahui kekurangan untuk perbaikan di masa yang akan datang


2020 ◽  
Vol 4 (2) ◽  
pp. 120-125
Author(s):  
Wedi Samsudi ◽  
Hosaini Hosaini

Pembelajaran digital menerapkan sistem pembelajaran yang tidak berlangsung dalam suatu tempat saja, sehingga tidak ada interaksi langsung secara tatap muka antara pengajar dan pembelajarnya. Interaksi antara pengajar dan pembelajar dapat dilakukan, baik dalam bentuk real time (waktu nyata) atau a real time (tidak nyata). Interaksi dalam bentuk real time (synchronous) yang dapat dilakukan antara lain melakukan interaksi langsung atau pertemuan secara online (online meeting). Kebijakan sekolah sebagai pernyataan tentang tujuan dan satu atau lebih sebagai petunjuk mengenai bagaimana sasaran dicapai yang dilaksanakan bersama serta memberikan kerangka kerja bagi pelaksanaan program sekolah. sekolah memiliki sejumlah kebijakan, bergantung atas ukuran dan programnya. Penelitian ini termasuk deskriptif kualitatif, sumber data dalam penelitian ini menentukan subjek dan objek penelitian, metode pengumpulan datanya dengan mengacu pada pedoman wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelian ini menunjukkan Kebijakan sekolah dalam menghadapi pembelajaran di era industri 4.0 di sekolah yaitu  kebijakan yang ada di sekolah adalah hasil kebijakan yang disimpulkan dari yayasan pondok pesantren, baik MA, MTs, maupun RA. Khusus untuk MA di era digital saat ini ditahun yang akan dating akan merencanakan aplikasi pembelajaran digital  pada pertengahan semester melalui pembelajaran berbasis CBT (Computer Based Training). sebelumnya tenaga sekolah telah dibekali pelatihan workshop pembelajaran CBT. Pembelajaran digital akan di terapkan di semua jenjang mulai kelas satu sampai kelas tiga pada tahun 2020 di pertengahan semester yang sebelumnya pembelajaran berbasis digital atau CBT hanya diterapkan di kelas dua saja.


2020 ◽  
Vol 4 (1) ◽  
pp. 11-19
Author(s):  
Ahmad Shidqi Dian Arifandi

Budaya dan iklim sekolah yang kondusif sangat penting agar siswa merasa tenang, aman dan bersikap positif terhadap sekolahnya, agar guru merasakan diri dihargai, dan agar orangtua dan masyarakat merasa dirinya diterima dan dilibatkan. Hal ini dapat terjadi melalui penciptaan norma dan kebiasaan yang positif, hubungan dan kerja sama yang harmonis yang didasari oleh sikap saling menghargai satu sama lain. Budaya sekolah yang perlu ditumbuhkan berupa suasana saling hormat antara siswa dengan siswa, siswa dengan guru, guru dengan guru, dan dengan pihak lainnya. Esensial dari budaya adalah unsur nilai-nilai, kepercayaan, sikap dan prilaku yang kesemuanya itu akan membentuk karakter sekolah. Unsur-unsur tersebut sangat penting bagi terciptanya iklim yang kondusif  bagi kelangsungan proses pendidikan.  Oleh karena faktor budaya dapat berpengaruh terhadap unsur-unsur lain yang ada di sekolah, maka kepala sekolah harus dapat menciptakan dan mengembangkan  budaya sekolah yang kondusif dan inovatif bagi pembelajaran siswa


2020 ◽  
Vol 4 (1) ◽  
pp. 1-10
Author(s):  
Hosaini Hosaini ◽  
Wedi Samsudi

Moderasi dalam beragama berarti percaya diri dengan esensi ajaran Agama yang di peluknya, yang mengajarkan prinsip adil dan berimbang, tetapi berbagi kebenaran sejauh menyangkut tafsir  beragama. Karakter Moderasi beragama Menescayakan adanya keterbukaan, penerimaan, dan Kerjasama dari masing-masing kelompok yang berbeda. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis study fenomenologi. Dikatakan kualitatif karena memiliki ciri-ciri sebagai berikut;Latar alamiah, manusia sebagai instrumen, metode kualitatif, analisis data induktif, teori dari dasar, deskriptif, lebih mementingkan proses dan hasil. Moderatisme diterapkan terhadap masyarakat daerah 3 T Desa Wonorejo kabupaten Situbondo untuk mengatisipasi terjadinya kontradiksi dan ektrimesmisasi ideologi masyarakat yang akan cenderung menuai tindakan radikal, yang dilakukan masyarakat mayoritas kepada masyarakat minoritas atau sebaliknya. Upaya membentuk karakter masyarakat mayoritas islam di Desa wonorejo agar memiliki sifat/karakter tolerasi saling hormat-menghormati antar umat beragama. Membangun kekompakan dan kebersamaan.


2020 ◽  
Vol 4 (1) ◽  
pp. 66-79
Author(s):  
Ahmad Shidqi Dian Arifandi ◽  
Rafiq Bil Faqih ◽  
Saeful Kurniawan

Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan murid atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Interaksi tersebut merupakan syarat utama  berlangsungnya proses belajar mengajar, interaksi dalam proses belajar mengajar mempunyai arti yang lebih luas, tidak hanya sekedar hubungan antara guru dan murid, tetapi berupa interaksi edukatif, dan juga terdapat aspek afektif di dalammya. . Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dan kualitatif atau penelitian lapangan (field research). Kepustakaan (library reseach) yaitu suatu penelitian yang bertujuan untuk mengumpulkan data dan informasi dengan bantuan bermacam-macam materi yang terdapat dalam kepustakaan. Dalam memetakan konsep-konsep pemikiran KH. M. Hasyim Asy’ari tentang sikap pribadi murid kepada guru, yang kemudian menurut peneliti dikatagorisasi dalam dua jenis, yaitu etika spiritual dan etika pembelajaran yang dapat dijumpai secara utuh dan mendalam pada kitab beliau dalam adab al-alim wa al-mutaallim. Sikap murid kepada guru merupakan suatu aktulisasi dari penanaman nilai-nilai spiritual kepribadian dan karakter kepribadian. Adapun sikap yang hendaknya dimiliki seorang murid kepada gurunya menurut KH. M. Hasyim As’ari, terbagi kedalam beberapa kategori, yaitu pertama, etika spiritual.


2020 ◽  
Vol 4 (1) ◽  
pp. 20-42
Author(s):  
Iro Waziroh
Keyword(s):  

Anak usia dini memiliki karakteristik yang khas, baik secara fisik, psikis, sosial, moral, dan sebagainya. Pendidikan karakter di sekolah akan terlaksana dengan lancar, jika guru dalam pelaksanaannya memperhatikan beberapa prinsip – prinsip yaitu : melibatkan seluruh komponen disekolah baik dari aspek kurikulum, proses pembelajaran, kualitas hubungan, penanganan mata pelajaran, pelaksanaan aktivitas kurikuler, dan etos seluruh lingkungan sekolah.  Serta beberapa elemen yang harus saling bekerjasama yaitu:   (1) lingkungan keluarga (2) lingkungan sekolah, dan (3) lingkungan masyarakat. Ketiga hal tersebut harus bekerjasama dan saling mendukung agar terciptanya karakter anak didik yang baik sesuai nilai-nilai luhur yaitu: berperilaku manusia yang berhubungan dengan tuhan YME, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, budaya dan adat istiadat. Individu yang berkarakter baik. Penelitian ini bertujuan Untuk memperoleh informasi secara mendalam mengenai pendidikan karakter anak usia dini di RA Miftahul Ulum 2(1) Untuk memperoleh informasi mengenai pentingnya  pendidikan karakter di Usia Dini di RA Miftahul Ulum 2 (2) peran guru dalam membentuk pendidikan karakter (3) Faktor - faktor  pendukung dan penghambat pendidikan karakter di RA Miftahul Ulum 2.Dengan Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data meliputi (1) Observasi, (2) Wawancara mendalam, (3) Catatan Lapangan, (4) Dokumentasi. Teknik analisa data yang digunakan model analisis interaktif  yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document