Industry Xplore
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

20
(FIVE YEARS 0)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Universitas Buana Perjuangan Karawang

2580-5479, 2528-0821

2020 ◽  
Vol 5 (1) ◽  
pp. 24-55
Author(s):  
Annisa Indah ◽  
Ade Rahayu

Waktu pergantian brand merupakan salah satu waste yang perlu kurangi atau diminimalkan. Di bagian Secondary White Machine PT. ITC , proses setup pada saat perpindahan brand (Brand Changeover) yang sering terjadi pada mesin berdampak pada nilai perfoma  yang kecil dan berpotensi terjadi keterlambatan jadwal distribusi sehingga pada kondisi tersebut terjadi stock out pada pasar dan tidak dapat memenuhi kebutuhan konsumen sesuia dengan jadwal yang telah di tetapkan. Sehingga hal tersebut perlu diperhatikan dan di lakukan observasi terhadap kegiatan perpindahan brand pada mesin maker dan packer agar kegiatan tersebut lebih efisien. Dari hasil analisa yang dilakukan bersama dengan management, diketahui bahwa proses pergantian brand yang terjadi di area SPM memakan durasi waktu yang cukup lama di karenakan belum menerapkan metode yang tepat dalam proses tersebut. Dengan proses pemisahan kegiatan eksternal dan internal dengan metode SMED, dan memparalelkan kegiatan internal dalam suatu proses di harapkan mampu meningkatkan perfoma produksi. Waktu rata-rata yang dibutuhkan mesin protos untuk melakukan brand change adalah 85.078 menit dan mesin Focke adalah 179.105 menit. Dengan methode SMED dan melakukan pemisahan kegiatan eksternal dan internal dapat mengurangi 27.834% waktu Brand Change untuk mesin Protos dan 42.243% waktu Brand Change untuk mesin Focke. Dari implementasi metode tersebut selama 7 minggu dapat diketahui bahwa penurunan waktu Brand change dapat meningkatkan peforma uptime Link Up mesin sebesar 6.48%


2020 ◽  
Vol 5 (1) ◽  
pp. 8-16
Author(s):  
Industry Xplore ◽  
Ade Rahayu

Waktu pergantian brand merupakan salah satu waste yang perlu kurangi atau diminimalkan. Di bagian Secondary White Machine PT. ITC , proses setup pada saat perpindahan brand (Brand Changeover) yang sering terjadi pada mesin berdampak pada nilai perfoma  yang kecil dan berpotensi terjadi keterlambatan jadwal distribusi sehingga pada kondisi tersebut terjadi stock out pada pasar dan tidak dapat memenuhi kebutuhan konsumen sesuia dengan jadwal yang telah di tetapkan. Sehingga hal tersebut perlu diperhatikan dan di lakukan observasi terhadap kegiatan perpindahan brand pada mesin maker dan packer agar kegiatan tersebut lebih efisien. Dari hasil analisa yang dilakukan bersama dengan management, diketahui bahwa proses pergantian brand yang terjadi di area SPM memakan durasi waktu yang cukup lama di karenakan belum menerapkan metode yang tepat dalam proses tersebut. Dengan proses pemisahan kegiatan eksternal dan internal dengan metode SMED, dan memparalelkan kegiatan internal dalam suatu proses di harapkan mampu meningkatkan perfoma produksi. Waktu rata-rata yang dibutuhkan mesin protos untuk melakukan brand change adalah 85.078 menit dan mesin Focke adalah 179.105 menit. Dengan methode SMED dan melakukan pemisahan kegiatan eksternal dan internal dapat mengurangi 27.834% waktu Brand Change untuk mesin Protos dan 42.243% waktu Brand Change untuk mesin Focke. Dari implementasi metode tersebut selama 7 minggu dapat diketahui bahwa penurunan waktu Brand change dapat meningkatkan peforma uptime Link Up mesin sebesar 6.48%.


2020 ◽  
Vol 5 (1) ◽  
pp. 27-34
Author(s):  
Industry Xplore ◽  
Afif Hakim ◽  
Annisa Pratiwi ◽  
Anggi Prasetyo

Jumlah frekuensi kerusakan pada mesin alumite di PT. XYZ dalam satu tahun sebesar 39 kali. Frekuensi ini cukup besar sehingga perlu dilakukan kegiatan perawatan yang efektif guna mengurangi jumlah kerusakan tersebut. Reliability Centered Maintenance salah satu metode yang digunakan untuk mengetahui cara perawatan komponen mesin yang mengalami kegagalan sesuai dengan tingkat kekritisan suatu komponen. Hasil dari analisis metode Reliability Centered Maintenance pada tahap FMEA ditemukan 1 komponen yang memiliki tingkat kritis yang tinggi dengan nilai RPN tertinggi yakni 144 yaitu pada komponen loader. Pemilihan tindakan yang akan dilakukan dengan cara conditional directed atau scheduled on-condition task dikarenakan komponen tersebut akan berfungsi dengan baik jika dilakukan penggantian komponen atau perbaikan. Biaya perawatan minimum untuk komponen loader yang didapat dari perhitungan yaitu sebesar Rp. 11.961.496,-


2020 ◽  
Vol 5 (1) ◽  
pp. 1-7
Author(s):  
Industry Xplore ◽  
Muhamad Sayuti

diproduksi oleh perusahaan ini, salah satunya adalah case assembly front with water pump and oil pump. Proses perakitan case assembly front with water pump and oil pump ada beberapa unsur yang dapat diamati yaitu mulai dari jumlah man power, SOP (Standart Operational Procedure), komponen yang dirakit, dan lain sebagainya. Dalam proses perakitannya pun ada bebarapa hal yang menjadi kendala baik dari segi kualitas produk atau dari kendala mesin yang dipakai. Perakitan case assembly front with water pump and oil pump  PT. Aisin Indonesia Automotive mempunyai standart waktu atau cycle time tersendiri untuk dapat memenuhi permintaan customer. handling untuk mensuplai kebutuhan komponen yang akan dirakit. Namun tidak menutup kemungkinan jumlah pekerja di dalam line assembly 004 dapat berubah sesuai dengan kebutuhan permintaan customer. proses produksi case assembly front with water pump and oil pump masih tercipta produk NG yang tidak dapat diteruskan ke proses selanjutnya. usulan penambahan jumlah pekerja pada line assembly 004 yaitu menjadi 4 pekerja dapat menyebabkan produktivitas menurun dari 0,85% menjadi 0,81%. Namun kapasitas produksi naik mencapai 27% dari sebelumnya.


2020 ◽  
Vol 5 (1) ◽  
pp. 35-39
Author(s):  
Industry Xplore ◽  
Ade Suhara
Keyword(s):  

Perusahaan CV. Surya Baja Mandiri termasuk perusahaan jasa berupa bengkel milik pribadi yang mengahasilkan produk Spare Part khususnya otomotif, yang sebagian besar produknya adalah pesanan langsung dari luar negeri yaitu Jepang, contohnya untuk produksi Stripper Bushing. Untuk memenuhi pesanan yang berkualitas dan tepat waktu sesuai dengan jadwal pemesanan (Due Date) demi menjaga kepuasan perusahaan yang menjadi produsennya dan tetap mendapatkan hasil yang efisien bagi perusahaan maka diperlukan jadwal produksi penyediaan material yang benar-benar efektif. Untuk menentukan jadwal produksi dan penyediaan material yang benar-benar efektif maka penulis mengawali dengan melakukan peramalan dengan menggunakan data-data permintaan masa lalu perusahaan terhitung mulai bulan Mei 2020 sampai April 2020 yang rata-rata 8000 pcs setiap bulannya. Metode peramalan Holt dipilh karena metode tersebut memberikan memberikan nilai MSE terkecil 28113,96 dibanding dengan metode peramalan Brown 741098966 dan metode peramalan Trend Linear 2381480.62


2020 ◽  
Vol 5 (1) ◽  
pp. 17-26
Author(s):  
Industry Xplore ◽  
Neni Triana ◽  
Ahmad Insani

Sumber daya manusia atau dikenal sebagai karyawan memiliki peran penting dalam menentukan keberhasilan dan pencapaian tujuan perusahaan sehingga perusahaan berupaya untuk mendapatkan karyawan yang dapat memberikan prestasi kerja dalam bentuk produktivitas kerja setinggi mungkin untuk mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi produktivitas di antaranya jumlah jam kerja, mutu pekerjaan, semangat kerja, disiplin kerja, efisiensi dan efektivitas pekerjaan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh disiplin kerja dan tanggung jawab terhadap produktivitas kerja pada PT. Kawai Piano Indonesia. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh karyawan PT. Kawai Piano Indonesia, dengan tingkat kesalahan 5% dengan  sampel 100 karyawan. Metode penelitian kuantitatif menggunakan regresi linear dengan SPSS 25. Hasil penelitian pada taraf signifikansi 5% menunjukkan bahwa : (1) Terdapat pengaruh secara simultan disiplin dalam tata tertib perusahaan dan disiplin dalam tanggung jawab pada pekerjaan terhadap produktivitas kerja di PT. Kawai Piano Indonesia. Hal ini dibuktikan pada tabel ANOVA diperoleh nilai f-hitung > f-tabel (60.688 > 3.09). (2) Terdapat kemampuan variabel independen yaitu disiplin dalam tata tertib perusahaan dan disiplin dalam tanggung jawab pada pekerjaan dalam menerangkan variasi perubahan variabel dependen produktivitas yaitu sebesar 54,7%, sedangkan sisanya sebesar 45,3% diterangkan oleh faktor-faktor lain


2019 ◽  
Vol 4 (1) ◽  
pp. 13-25
Author(s):  
Annisa Indah Pratiwi

Analisis dan estimasi biaya diperlukan untuk mengetahui besar biaya produksi, harga pokok produksi, Break Even Point dan mengetahui profit suatu produk. Hal ini juga berlaku di outlet Mitra Sehat Indonesia (Procil) Karawang yang banyak mendapatkan order dari pelanggan, sehingga peneliti tertarik untuk menganalisis perusahaan Mitra Procil Karawang tersebut dengan menggunakan metode service hours dalam menghitung penggunaan asset secara penuh, full costing method dalam menentukan Harga Pokok Produksi (HPP), gross margin pricing (Mark Up) method dalam menentukan harga jual dan Break Even Point dalam menentukan minimal batas penjualan untuk mendapatkan keuntungan. Dari hasil penelitian selama periode satu bulan diperoleh Harga Pokok Produksi sebesar Rp. 7.791.594, Harga Pokok Penjualan sebesar Rp. 9.739.492, harga jual per unit bubur organik sebesar Rp. 3.500, harga jual per unit puding sebesar Rp. 2.500, BEP unit bubur organik sebesar 861,8 porsi, BEP Rupiah bubur organik sebesar Rp. 3.016.300, BEP unit puding sebesar 214 cups, BEP Rupiah pudding sebesar Rp. 536.729 dan total profit sebesar Rp. 15.079.000. Kata Kunci: Harga Pokok Produksi, harga jual, Break Even Point, keuntungan


2019 ◽  
Vol 4 (1) ◽  
pp. 38-57
Author(s):  
N. Neni Triana
Keyword(s):  

Penggunaan pasir merupakan bahan baku utama yang digunakan pada industri beton dan keberadaanya bergantung kepada sumber daya alam yang tidak bisa diperbaharui, sebagai bahan baku utama maka mutu pasir juga sangat berpengaruh terhadap kekuatan beton seperti pada penelitian sebelumnya “kadar lumpur mempengaruhi terhadap kuat tekan beton, semakin kecil kadar lumpur, maka kuat tekan beton dan berat jenis beton akan semakin tinggi”(Purwanto, Yulita Arni Priastiwi, 2012), sehingga untuk mendapatkan kualitas pasir yg sesuai standar diperlukan proses pengecekan menggunakan metode by weight yang memerlukan waktu ± 2 hari untuk sampel satu mobil=32.4 ton. Sedangkan kebutuhan pasir perusahaan beton berkisar antara 15-20 mobil/hari, sehingga proses penerimaan delivery akan terhambat. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan dan membuat validasi dengan metode pengecekan alternative selain by weight yaitu (by volume) sehingga proses pengecekan menjadi lebih cepat dan dampaknya akan mempercepat proses penerimaan delivery dari supplier pasir. Metode yang digunakan adalah regresi linier dengan membuat perbandingan antara pengecekan by weight dengan by volume. Hasil pengujian regresi linier didapatkan nilai Korelasi, R = 0,95754 1, menyatakan korelasi yang sangat kuat. Dengan demikian berarti, variabel pengetesan kadar lumpur pasir dengan metode by volume memiliki hubungan yang sangat kuat terhadap hasil pengetesan kadar lumpur pasir dengan metode by weight. Nilai R2hasil pengetesan kadar lumpur pasir dengan metode by weight 91,69%, sisanya 8,31% dipengaruhi faktor-faktor lain, seperti; pemilihan dan pengambilan sampel, metode pengerjaan test (human error) dan faktor lingkungan pada saat pengetesan (suhu dan angin. Perbandingan ini membuktikan metode pengecekan by volume dapat dijadikan alternatif untuk mempercepat waktu penerimaan supply pasir dari supplier. Keywords : Beton, By weight, By Volume, delivery, Regresi linier, Pasir.


2019 ◽  
Vol 4 (1) ◽  
pp. 26-37
Author(s):  
Muhamad Sayuti

Industri Kecil dan Menengah (IKM) merupakan industri yang semakin berkembang di Indonesia. Industri ini merupakan salah satu yang tahan dari kerisis ekonomi, sehingga bisa menjadi alternatif usaha untuk di kembangkan. Kue semprong merupakan hasil dari industri kecil dan menengah yang di kembang di Karawang. Kue semprong merupakan makanan khas Karawang, sehingga banyak sekali orang membeli kue ini sebagai oleh-oleh khas daerah. Produksi kue semprong sangat berpengaruh terhadap permintaan dari konsumen, tetapi selain permintaan yang mempengaruhi yaitu jumlah tenaga kerja. Penelitian ini akan meneliti bagaimana penentuan kapasitas produksi untuk menentukan jumlah pegawai yang dipekerjakan, sehingga dapat mempengaruhi kapasitas produksi. Setelah dilakukan perhitungan dengan menggunakan waktu baku, waktu standard an waktu normal, dari masing-masing kegiatan pengelolahan bahan, pencetakan dan pengemasan. Dengan rata-rata produksi 848 perbulan, dibutuhkan tenaga kerja masing-masing kegiatan diatas yaitu membutuhkan karyawan sebanyak 25 orang dalam satu kegiatan. Jumlah karyawan tersebut untuk meningkatkan produktivitas dan meningkatkan kapasitas produksi. Kata Kunci : Kapasitas Produksi, produktivitas, IKM Semprong


2019 ◽  
Vol 4 (1) ◽  
pp. 58-71
Author(s):  
Trio Yonathan Teja Kusuma ◽  
Andhira Farizki Santoso ◽  
Ahmad Muzaeni

PT. Geo Dipa Energi (Persero) Unit Dieng merupakan perusahaan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) yang berada di kab. Bajarnegara, Jawa Tengah. Merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang energi, perusahaan tersebut adalah perusahaan besar di Indonesia yang didirikan antara PT. Pertamina (Persero) dan PT. PLN (Persero). Perusahaan tersebut juga merupakan badan usaha milik negara (BUMN) karena menghibahkan sahamnya sebesar 67% kepada negara Indonesia dan sisanya sebesar 33% dihibahkan ke PT. PLN (Persero). Adupun permasalahan yang ditemukan adalah tingkat efektifitas KSB WKTB Pump jika dihitung dengan menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) adalah 45.33 % nilai terebut masuk dalam kategori rendah karena < 85% dan faktor penyebabnya adalah waktu breakdown dan setup mesin yang lama, dan pipe line terkena scalling sehingga mengurangi debit brine. Penerapan metode Fishbone diharapkan dapat memudahkan kegiatan maintenance dengan menganalisis faktor – faktor penyebab rendahnya efektifitas KSB WKTB Pump diantaranya: Faktor metode terdiri dari komponen tidak sesuai spesifikasi, parit tidak efektif, preventive maintenance tidak efektif, terjadi pengikisan komponen, terjadi scalling. Faktor manusia terdiri dari predictive maintenance tidak ada, maintenance kurang maksimal, pengoperasian tidak sesuai SOP. Faktor lingkungan karena scalling. Faktor material karena komponen kurang baik. Penerapan Reliability Centered Maintenance (RCM) dilakukan dengan tujuan meningkatkan efektifitas KSB WKTB Pump. Kata Kunci : KSB WKTB Pump, Efektifitas, Overall Equipment Effectiveness (OEE), Reliability Centered Maintenance (RCM).


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document