Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

56
(FIVE YEARS 8)

H-INDEX

1
(FIVE YEARS 0)

Published By Gunadarma University

2089-807x, 0216-4086

2021 ◽  
Vol 20 (1) ◽  
pp. 1-14
Author(s):  
Rakhmanita ◽  
Edi Purwanto ◽  
R. Siti Rukhayah ◽  
Arief Rahman
Keyword(s):  

Kota kolonial dunia banyak membahas tentang hubungan antara siapa yang dijajah dan siapa yang menjajah dalam konteks penetapan teritori wilayah kekuasaan yang tercermin pada bentuk perkotaannya. Tujuan dari penulisan ini adalah ingin mengetahui perkembangan kota-kota kolonial Belanda di Indonesia dilihat dari sisi masyarakat pribumi serta respon yang diberikan masyarakat pribumi terhadap kota kolonial Belanda. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini, serta pengumpulan data dilakukan dengan metode literature review dengan mengeksplor sumber sekunder yaitu literatur elektronik. Hasil dari penelitian ini yaitu bahwa diskusi pendekatan perancangan bangunan selama ini merupakan metode pendekatan yang dilakukan oleh Bangsa Belanda ketika menetap di Indonesia. Pola pikir yang menyatakan bangsa Belanda lebih unggul membuat masyarakat pribumi ingin meniru apapun yang dilakukan bangsa Belanda salah satunya adalah menduplikasi bentuk bangunan mereka memiliki kelas sosial yang sama dan dapat bergaul dengan bangsa Belanda untuk kepentingan dagangnya.


2021 ◽  
Vol 20 (1) ◽  
pp. 84-97
Author(s):  
Retno Dwi Wulandari ◽  
Budi Santosa

Jaringan pipa distribusi air eksisting di perumahan Golden Vienna 1 dan 2 dikatakan belum optimal dikarenakan faktor tekanan dan kecepatan air di dalam pipa yang rendah pada waktu tertentu. Serta kebutuhan debit air yang lebih besar dibandingkan suplai yang tersedia. Penelitian ini bertujuan mengetahui kebutuhan air bersih harian pelanggan serta menganalisis jaringan pipa distribusi air bersih di perumahan Golden Vienna 1 dan 2, Kota Tangerang Selatan. Analisis jaringan pipa distribusi ini menggunakan perangkat lunak EPANET 2.0. Hasil simulasi EPANET 2.0 kemudian dibandingkan dengan hasil analisis manual menggunakan perhitungan hidraulika (Hazen-William). Dari hasil penelitian, diketahui kebutuhan debit harian yang harus dipenuhi sebesar 209.547 liter/hari dan total fluktuasi debit sebesar 210.359 liter/hari. Sebanyak 15 pipa yang nilai headloss nya tidak memenuhi standar sebesar 10m/km . Sebanyak 2 pipa tekanan airnya tidak sesuai kriteria sebesar 1-5 atm, serta sebanyak 28 pipa yang nilai kecepatan aliran airnya tidak sesuai kriteria sebesar 0,3-3 m/s. Rekomendasi perbaikan dari segi manajerial pada jaringan perpipaan distribusi air bersih perumahan Golden Vienna 1 dan 2, yakni melakukan perubahan diameter pipa eksisting sehingga tekanan dan kecepatan pada jaringan pipa dapat optimal . Terdapat perbedaan nilai tekanan air yang cukup signifikan antara hasil simulasi model EPANET dengan hasil analisis manual menggunakan hidraulika (Hazen-Williams) dikarenakan penambahan beberapa item pada EPANET 2.0 yang tidak ada pada jaringan eksisting. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kondisi untuk running.


2021 ◽  
Vol 20 (1) ◽  
pp. 48-55
Author(s):  
Dewi Astuti ◽  
Gagoek Hardiman ◽  
R. Siti Rukhayah ◽  
Irina Mildawani
Keyword(s):  

Kawasan Pecinan Meester Jatinegara memiliki nilai tradisi, sosial ekonomi, sejarah juga nilai-nilai arsitektural yang masih tersisa hingga saat ini. Pada akhirnya nilai- nilai serta karakter Pecinan Meester Jatinegara, semakin lama semakin memudar seiring pembangunan yang dilakukan di sekitar kawasan. Hal inilah yang menjadikan penelitian ini bertujuan untuk mengkaji komponen – komponen Townscape dari kawasan Pecinan Jatinegara ini dengan Serial Vision, Place dan Content yang terdapat ada pada Teori Gordon Cullen. Studi yang dilakukan menggunakan metode kualitatif serta observasi dengan menggunakan teori – teori yang ada untuk menilai lokasi penelitian dengan pengamatan langsung. Hasil temuan dari penelitian adalah memperlihatkan visual bentuk Townscape dengan menggunakan komponen Place dari kawasan Pecinan Meester Jatinegara, agar dapat membantu stake holder untuk dapat memperkuat karakter dari kawasan Pecinan Meester Jatinegara serta sebagai alat pertimbangan juga sebagai bahan referensi.


2021 ◽  
Vol 20 (1) ◽  
pp. 15-25
Author(s):  
Maharjuno Erlanda Putra ◽  
Maria Immaculata Ririk Winandari ◽  
Sri Handjajanti
Keyword(s):  

Kawasan Taman Ismail Marzuki merupakan Kawasan budaya pendidikan dan kesenian di Cikini yang memiliki nuansa bangunan kolonial yang kuat pada area sekitar Kawasan. Kawasan tersebut telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai Pusat Kesenian Jakarta. sebagai bangunan yang berada di wilayah Pusat Kesenian Jakarta, Terdapat permasalahan pada fasad bangunan teater Taman Ismail Marzuki seperti fasad bangunan kurang merepresentasikan arsitektur khas Jakarta. Konsep Arsitektur Post-Modern yang menerapkan elemen historis dan sifat modernisme dapat dikatakan sebagai solusi dalam menanggapi permasalahan yang terdapat pada Kawasan. Paper ini mengeksplorasi konsep post-modern yang dapat di terapkan di bangunan baru kawasan Taman Ismail Marzuki. Dalam pengumpulan data, metode kualitatif exploratif digunakan untuk mendapatkan elemen post-modern yang cocok untuk bangunan baru di Kawasan tersebut. Variabel yang digunakan terdiri dari atap, penggunaan material, pewarnaan, dan ornamentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atap post-modern pada kawasan Cikini dapat berupa atap arsitektur neoklasik yang berbentuk kubah yang memiliki keterkaitan elemen historis dengan arsitektur neoklasik zaman kolonial Belanda. Penggunaan material dan pewarnaan menggunakan material modern dalam selubung bangunan penggunaan material utama seperti penggunaan material bata hebel dan curtain wall kaca untuk menimbulkan unsur modernisme pada bangunan dan menggunakan pewarnaan putih dengan perpaduan warna terracotta untuk membawakan suasana historis bangunan peninggalan kolonial Belanda di Jakarta. Penggunaan ornamentasi pada bangunan seperti ornamentasi garis-garis horizontal pada kolom neoklasik kolonial Belanda dan list atap untuk memperkuat kesan historis yang terdapat pada bangunan.


2021 ◽  
Vol 20 (1) ◽  
pp. 56-69
Author(s):  
Ega Dyas Nindita

Terkadang karya arsitektur Jawa memiliki sudut yang remang-remang. Keremangan tersebut kerap memberikan kesan yang wingit. Remang dan wingit adalah sebuah kualitas spasial yang bisa dijelaskan melalui estetika. Studi kasus dalam tulisan ini adalah kedai teh dengan nuansa Jawa. Kedai teh ini mempunyai ruang yang sederhana, hangat, dan wingit. Untuk melihat lebih lagi ke dalam, dibutuhkan pemahaman mengenai sistem pengetahuan Jawa seperti kejawen dan rasa. Rasa berhubungan dengan kualitas teologis dan monistis yang rumit dan membentuk persepsi mengenai estetika. Metode yang digunakan adalah fenomenologi, penulis menggunakan aspek inderawi sebagai alat untuk mencerap interior kedai dan menafsirkannya dalam kerangka estetika Jawa. Ternyata keremangan ini berkorelasi dengan mistisisme Jawa, rasa (roso). Rasa adalah hal yang sangat penting bagi orang Jawa, untuk mengukur kehalusan budi dan hati, dan menjadi pengetahuan kehidupan.


2021 ◽  
Vol 20 (1) ◽  
pp. 70-83
Author(s):  
Eristian Gunadi ◽  
Nahdalina
Keyword(s):  

Kemacetan lalu lintas memberikan dampak negatif yang sangat besar bagi pengguna jalan seperti pemborosan bahan bakar, terbuangnya waktu secara percuma, dan kerusakan lingkungan akibat polusi udara yang dikeluarkan oleh kendaraan bermotor. Oleh karena itu penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam menganalisis besaran kerugian akibat kemacetan. Lokasi yang ditinjau pada penelitian ini yaitu ruas jalan tol Jakarta-Cikampek kilometer 26. Penelitian ini memfokuskan pembahasan pada kerugian berdasarkan biaya operasional kendaraan (BOK) menggunakan pedoman biaya operasi kendaraan Departemen Pekerjaan Umum tahun 2005, biaya waktu perjalanan menggunakan metode income approach untuk penentuan nilai waktu, dan biaya emisi yang mengacu pada Permen LH no.7 tahun 2014 mengenai biaya per unit pencemarannya. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh besaran kerugian dari biaya operasional kendaraan (BOK) sebesar Rp.134.725,51/km dengan rincian biaya untuk kendaraan jenis LV sebesar Rp.30.209,10/km, jenis MHV sebesar Rp.26.407,76/km, jenis LB sebesar Rp.27.309,12/km dan jenis LT sebesar Rp.50.799,52. Besaran kerugian berdasarkan biaya waktu perjalanan sebesar Rp.1.907.353,40/jam, dan besaran kerugian berdasarkan biaya emisi sebesar Rp.598.593,03/jam. Sehingga dapat disimpulkan bahwa biaya waktu perjalanan menjadi aspek dengan besaran kerugian tertinggi akibat kemacetan, hal ini dikarenakan aspek ini lebih merepresentasikan nilai dari produktivitas manusia.


2021 ◽  
Vol 20 (1) ◽  
pp. 26-33
Author(s):  
A. A. Ista Ratnamaya ◽  
I Wayan Mudra

Starbucks Dewata merupakan salah satu cabang gerai Starbucks terbesar di Asia Tenggara yang menyediakan minuman dengan bahan dasar kopi. Starbucks Dewata ini memiliki perbedaan jika dibandingkan dengan gerai Starbucks lainnya, salah satu perbedaan tersebut dapat dilihat dari makna yang terkandung dalam desainnya yakni pada elemen estetik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji elemen estetik sebagai daya tarik berdasarkan teori C.S. Peirce pada interior Starbucks Dewata. Kasus ini kemudian diteliti pada tahun 2020 dan dianalisa menggunakan metode penelitian dengan teknik pengumpulan data yakni observasi dan dokumentasi secara online dan offline yang dianalisis berdasarkan teori semiotika Peirce. Hasil dari penelitian ini berupa beberapa elemen estetik yang mengandung makna sesuai dengan teori Peirce yang kemudian akan digunakan sebagai referensi dari pemaknaan suatu objek yang dalam kasus ini ialah elemen estetik dengan kesimpulan bahwa terdapat makna lain pada suatu objek. Selain itu hasil dari penelitian ini juga dapat mengedukasi civitas awam sehingga civitas dapat mengetahui faktor pembeda antara Starbucks Dewata dengan cabang Starbucks lainnya dari segi pemaknaan objek


2021 ◽  
Vol 20 (1) ◽  
pp. 34-47
Author(s):  
Agus Dharma Tohjiwa
Keyword(s):  

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan strategi adaptive reuse pada bangunan lama di kawasan revitalisasi. Sebagai studi kasus dipilih bangunan bekas gudang percetakan uang milik Perum Peruri yang sudah lama di tinggalkan. Bangunan lama yang berlokasi di M Bloc Jakarta ini diubah fungsinya menjadi restoran. Penelitian studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Terdapat tiga aspek yang akan dijelaskan melalui penelitian ini yaitu (1) proses restorasi bangunan, (2) implementasi adaptive reuse, dan desain interior. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan adaptive reuse dilandasi keinginan mengembalikan kondisi kawasan Blok M ke era 1980-an di mana kawasan tersebut menjadi pusat berkumpul (pergaulan) dan trendsetter anak-anak muda di Jakarta. Strategi Adaptive reuse diterapkan dengan mengubah fungsi bangunan tetapi masih menjaga nilai historisnya. Perubahan fisik dilakukan tanpa mengubah kondisi aslinya walaupun ada beberapa renovasi seperti penambahan skylight dan pemanfaatan beranda sebagai ruang makan tambahan. Adanya intervensi desain yang tepat dan cermat telah berhasil mengubah fungsi bangunan gudang menjadi restoran dan bar yang unik. Arsiteknya tetap berupaya melakukan konservasi bangunan seperti layaknya cagar budaya. Elemen interior yang diterapkan dalam restoran ini mempertahankan gaya dan material pada bangunan aslinya. Secara keseluruhan desain interior restoran ini berkonsepkan industrial tropical vintage di mana elemen lantai, dinding, plafon, dan pendukung lainnya cenderung diekspos untuk menciptakan keunikan tetapi tetap menjaga kenyamanan fungsional.


2020 ◽  
Vol 19 (2) ◽  
pp. 132-141
Author(s):  
Uppit Yuliani

Proses penentuan proyek jalan pada pembangunan infrastruktur jalan, disusun berdasarkan skala kebutuhan dan kemendesakan seperti yang ada dalam Daftar Usulan Rencana Proyek (DURP). Pada penerapannya di lapangan ditemukan perbedaan antara DURP dengan rencana proyek yang telah disetujui seperti pada Daftar Isian Proyek (DIP). Studi penelitian menggunakan kasus jalan raya Demak – Godong Jawa Tengah yang dibangun oleh Dinas Bina Marga. Pendekatan ilmiah perlu dilakukan sebagai bahan untuk memutuskan penanganan proyek jalan sehingga dapat mengurangi unsur subyektivitas para pembuat kebijakan. Metode ilmiah yang digunakan adalah metode Analytic Hierarchy Process (AHP), metode yang cukup dikenal dan banyak digunakan dalam pengambilan keputusan dan manajemen. Melalui studi ini dapat dibuktikan bahwa metode AHP cukup handal dalam membantu para pembuat kebijakan dalam proses pengambilan keputusan yang obyektif. Metode AHP yang digunakan adalah Expert Choice untuk menentukan manakah prioritas jalan yang tepat, apakah beton atau aspal melihat dari beberapa faktor seperti daya tahan konstruksi serta dari segi penilaian kualitatif berupa perbandingan tingkat kenyamanan, dampak lingkungan, dampak sosial, ketersediaan bahan & peralatan dilokasi, serta metode & teknologi pelaksanaan. Dari hasil penelitian dapat diketahui faktor teknis yang mempunyai bobot tertinggi adalah faktor daya tahan terhadap cuaca sebagai prioritas dengan nilai 0,493, faktor non teknis yang mempunyai bobot tertinggi adalah faktor ketersediaan sumber daya dengan nilai prioritas 0,298 terhadap cuaca, 0,356 terhadap pergerakan tanah dan 0,363 terhadap perubahan lalu lintas. Konstruksi jalan beton unggul pada empat faktor yaitu daya tahan terhadap cuaca, daya tahan terhadap pergerakan tanah, daya tahan terhadap lalu lintas dan jangka waktu perawatan dengan tingkat keunggulan rata-rata enam kali dibanding konstruksi aspal. Keunggulan konstruksi aspal terdapat pada faktor-faktor kenyamanan permukaan jalan, kemudahan pelaksanaan pembangunan, ketersediaan sumber daya dan teknologi serta biaya dengan yang perbandingan keunggulannya dengan konstruksi beton adalah rata-rata empat kali. Dari berbagai aspek tersebut menunjukkan jalan beton rata-rata lebih unggul dibanding dengan jalan aspal.


2020 ◽  
Vol 19 (2) ◽  
pp. 102-113
Author(s):  
Segel Ginting
Keyword(s):  

Hietograf hujan rencana memiliki pengaruh signifikan dalam menentukan besarnya puncak dan volume banjir. Umumnya, prediksi banjir berdasarkan hujan rencana dibutuhkan hietograf hujan, dan biasanya dipenuhi dengan menggunakan pola yang dihasilkan dari wilayah lain, sehingga memberikan hasil yang kurang tepat. Untuk itu, maka dibutuhkan pola pola hietograf yang sesuai dengan kondisi setempat, khususnya di Kota Bekasi. Kajian ini bertujuan untuk mengembangkan pola hietograf hujan rencana di Kota Bekasi, supaya membantu perencana dalam merencanakan dimensi saluran drainase yang tepat. Berbagai variasi tipe data hujan dibutuhkan untuk kajian. Data hujan durasi pendek dengan interval pencatatan 5 menit berhasil dikumpulkan. Data tersebut diolah menjadi data hujan durasi 5 menit, 10 menit, 15 menit, 30 menit, 1 jam sampai dengan 3 jam. Metode menggunakan analisis statistik terhadap data historis dengan membentuk grafik yang menghubungkan antara pesentase akumulasi hujan ( dengan persentase durasi hujan . Hasilnya, telah terbentuk pola hietograf di Kota Bekasi untuk durasi 60 menit sampai 180 menit. Pola hietograf yang dihasilkan memiliki bentuk early peak dan berbeda dengan pola distribusi hujan yang telah banyak digunakan seperti metode Mononobe, metode Chicago, metode SCS dan metode Huff


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document