Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

5
(FIVE YEARS 5)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Indonesian Society Of Applied Science (ISAS)

2775-1031

Author(s):  
Darsini ◽  
Andika Maulana ◽  
Budi Wibowo
Keyword(s):  

Beban kerja karyawan di PT. RSI di departemen pressing masih rendah, dikarenakan pada bagian pressing pembagian kerja pada masing-masing karyawan belum optimal atau merata. Maka perlu dilakukan penelitian dengan judul Analisis Jumlah Tenaga Kerja Optimal di PT. RSI. Metode yang digunakan untuk pengujian jumlah beban yang optimal dengan metode Work Load Analysis (WLA), yang tujuannya untuk menghitung beban kerja dan jumlah tenaga kerja optimal di PT. RSI. Sampel dalam penelitian ini adalah 15 karyawan di departemen pressing yang dibagi menjadi 4 bagian, dimana bagian 1 terdapat 4 karyawan, bagian 2 terdapat 4 karyawan, bagian 3 terdapat 4 karyawan, dan bagian 4 terdapat 3 karyawan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa beban kerja sebelum dilakukan penelitian pada bagian 1 sebesar 52% menjadi 70%, bagian 2 dari 51% menjadi 68%, bagian 3 dari 56% menjadi 75%, dan bagian 4 masih tetap 71% karena tidak dilakukan pengurangan tenaga kerja, diakibatkan beban kerja di bagian 4 sudah optimal. Jadi jumlah tenaga kerja yang optimal di departemen pressing adalah pada bagian 1 berjumlah 3 karyawan, bagian 2 berjumlah 3 karyawan, bagian 3 berjumlah 3 karyawan, dan bagian 4 tetap berjumlah 3 karyawan.


Author(s):  
Yudhi Chandra Dwiaji ◽  
Oka Mahendra

Mesin berteknologi VVT-i (Variable Valve Timing with Intellegence) pada dasarnya bekerja mengoptimalkan torsi mesin pada setiap kecepatan serta kondisi mengemudi. Mekanisme tersebut akhirnya akan membuahkan konsumsi BBM menjadi lebih efisien serta emisi gas buang menjadi lebih rendah. Cara kerja teknologi VVT-i cukup sederhana, yaitu untuk menghitung waktu buka tutup katup (Valve Timing) yang optimal, ECU (Electronic Control Unit) akan menyesuaikan dengan kecepatan mesin, volume udara masuk, posisi throttle dan temperatur air. Agar target valve timing senantiasa terwujud, sensor posisi crankshaft memberikan sinyal yang menjadi respon koreksi. Sistem VVT-i ini akan mengoreksi valve timing atau jalur keluar masuk bahan bakar dan udara. Disesuaikan dengan pijakan pedal gas dan beban yang ditanggung untuk menghasilkan torsi optimal di tiap putaran dan beban mesin. Teknologi ini juga diklaim memiliki kelebihan tenaga yang jauh lebih optimal dan hemat konsumsi bahan bakar, serta ramah lingkungan.


Author(s):  
Teguh Catur Prambudi ◽  
Laily Ulfiyah ◽  
Lukman Hadiwijaya

Beras merupakan makanan pokok yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia yang dihasilkan dari penggilingan gabah kering. Pada proses penggilingan gabah kering terdapat beras yang berbeda bentuk yaitu beras utuh dan tidak utuh. Hal itu disebabkan oleh kualitas padi yang kurang bagus. Dari perbedaan bentuk beras memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Beras yang utuh akan lebih mahal dibandingkan beras yang tidak utuh. Oleh karena itu dilakukan penyortiran untuk mendapatkan perbedaan beras. Penelitian ini membuat suatu alat penyotir beras dengan sistem berupa mekanisme engkol peluncur sebagai sistem getaran. Alat ini mempunyai beberapa komponen yang terdiri dari dua mesh dan dua buah turnbuckle eye & eye sebagai pengaturan kemiringan ayakan. Dalam eksperimen kemiringan didapat dua variasi sudut yaitu sudut 10° dan sudut 15°. Pada alat ini menggunakan motor listrik satu phase sebagai penggerak poros engkol peluncur. Sistem transmisi menggunakan pulley dan v-belt yang dari motor listrik satu phase yang diteruskan ke pulley. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan variasi dua sudut dengan kapasitas 10 kg. Pada sudut 15° didapatkan beras murni 69% dengan hasil kurang maksimal karena kemiringan sudut terlalu curam. Sedangkan pada sudut 10° didapatkan hasil beras murni 85% yang mempunyai kemiringan sudut lebih minim sehingga penyortiran beras lebih maksimal.


Author(s):  
Darsini ◽  
Yustinus Nandha Dian ◽  
Suprapto

PT. XXX mendapatkan sampah-sampah plastik yang tidak terpakai dari supplier penyedia sampah-sampah dalam negeri maupun sampah-sampah dari luar negeri. Dalam proses pengolahan sampah plastik ini, PT. XXX masih menggunakan tenaga sortir secara manual yang berjumlah 40 orang, hasil yang diperoleh juga kurang maksimal karena masih banyak material lain yang tercampur dalam sampah plastik dari 4200 kg sampah plastik hanya dapat memisahkan material lain yang tidak terpakai sebanyak 915,92 kg per harinya. Penelitian ini bertujuan untuk merancang mesin Centrifugal sebagai alat pemisah antara sampah plastik yang terpakai dari material lain yang tidak terpakai serta meminimalisir tenaga sortir sebanyak 40 orang menjadi 8 orang, dan memaksimalkan pemisahan material yang tidak terpakai menjadi 1355,308 kg per hari. Dari perancangan mesin Centrifugal ini mampu mengatasi masalah yang ada pada bagian sortir sehingga dapat menghasilkan biji plastik yang lebih bersih dan mempercepat proses penyortiran.


Author(s):  
Deva Kurnia Bagus ◽  
Muh Anhar ◽  
Abdul Halim

Proses Uji bahan material Gear Sprocket meliputi proses pemotongan material yang digunakan sebagai sampel Uji Bahan yang dilakukan pencampuran maupun tidak dilakukan pencampuran. Dalam sampel yang dilakukan pencampuran yaitu Logam dasar yang sudah dilakukan pemotongan dengan perbandingan nilai 10:2 Ons Material Gear Sprocket 10 dan Material Timah 2 Ons, akan dilakukan peleburan untuk proses pemaduan/mempersatukan kedua jenis material tersebut sebagai bahan material sampel Uji bahan dengan pencampuran tersebut, sedangkan sampel material Gear Sprocket yang tidak dilakukan pencampuran juga diambil nilai beban 10 Ons, untuk sebagai sampel pengujian yang tidak dilakukan pencampuran tersebut. Data hasil pengujian dari Sampel material Gear Sprocket dengan pencampuran Timah dengan empat kali pengujian dari beberapa bagian permukaan yang berbeda didapat nilai 51,5, 55, 50, 53 kgf. Sedangkan Sampel material Gear Sprocket yang tanpa pencampuran Timah didapat hasil nilai 50, 51, 50, 50 kgf. didalam pemaduan Material Timah dengan logam dasar Gear Sprocket dengan perbandingan Material Timah 2 Ons dan Material Gear Sprocket 10 Ons didapat hasil kekerasan yang tidak stabil, sehingga nilai yang didapat dari material yang dilakukan perlakuan tersebut didapat nilai yang kurang memungkinkan, sedangkan nilai uji bahan dari Material Gear Sprocket yang tidak dilakukan pemaduan didapat hasil yang baik dari tiap-tiap permukaanya walaupun nilai kekerasannya sedikit lebih kecil dari hasil material yang dilakukan perlakuan.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document