Jurnal Akuakultura
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

25
(FIVE YEARS 0)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Universitas Teuku Umar

2620-7397, 2579-4752

2020 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
Author(s):  
Fitria Rahmayanti ◽  
Neneng Marlian

Udang Penaeid merupakan salah satu komoditas perairan yang dibudidayakan dan diminati oleh masyarakat saat ini. Udang Pisang (Penaeus sp.) adalah salah satu udang yang termasuk ke dalam Genus Penaeus yang hanya dapat dijumpai di wilayah Pantai Barat Aceh dan mulai dibudidayakan. Kegiatan budidaya tersebut tidak terlepas dari infeksi parasit, baik endoparasit maupun ektoparasit. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan Agustus 2018 dan bertujuan untuk mengetahui profil hemosit Udang Pisang (Penaeus sp.) yang dibudidayakan pada tambak di Pantai Barat Aceh ditinjau dari serangan ektoparasit dan parameter kualitas airnya. Hasil penelitian menunjukkan Total Haemocyte Count (THC) rata-rata Udang Pisang (Penaeus sp.) dari Kabupaten Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Barat dan Nagan Raya berkisar antara 3.97- 4.90 x 107 sel/ml. Jenis ektoparasit yang menyerang Udang Pisang (Penaeus sp.) adalah Vorticella sp., Epistylis sp., dan Zoothamnium sp. Parameter kualitas air yang diukur selama penelitian menunjukkan kisaran DO 3.98 – 4.27 mg/L, suhu 33.2 – 35.7 oC, pH 7 – 7.6, dan salinitas 22.4 – 26 ppt.


2020 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
Author(s):  
Dini Islama ◽  
Nurhatijah Nurhatijah ◽  
Muhammad Muntadhar ◽  
Muhammad Fadhli

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian sumber nutrien berbeda pada media kultur terhadap kepadatan populasi dan laju pertumbuhan Daphnia sp. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap non faktorial dengan tiga perlakuan dan lima kali ulangan. Perlakuan yang diteliti adalah kultur Daphnia sp. dengan pemberian air endapan dedak fermentasi pada media (A), kultur Daphnia sp. dengan pemberian air endapan kotoran ayam pada media (B) dan kultur Daphnia sp. dengan pemberian bakteri merah pada media (C). Padat tebar awal Dahpnia sp. pada masing-masing wadah adalah 100 ind/l. Masa pemeliharaan Daphnia sp. berlangsung selama 20 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian sumber nutrien berbeda pada media kultur berpengaruh nyata terhadap kepadatan populasi dan laju pertumbuhan Daphnia sp. Kepadatan populasi dan laju pertumbuhan Daphnia sp. tertinggi diperoleh pada perlakuan pemberian bakteri merah dalam media kultur (C) yaitu 1271.8 ind/l dan 0,14 ind/l/hari.


2020 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
Author(s):  
Yusran Ibrahim ◽  
Fazril Saputra ◽  
Devi Yusnita ◽  
Abdul Karim

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pertumbuhan dan perkembangan gonad ikan serukan yang diberikan pakan tepung kunyit. Metode penelitian eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Empat dosis tepung kunyit dicampur ke dalam pakan yaitu 0, 0,2, 0,4, dan 0,6 %/kg. Induk yang digunakan dalam percobaan adalah induk betina ikan serukan sebanyak 120 ekor (10 ekor/wadah) berukuran panjang 12-14 cm dan bobot 30-40 g hasil tangkapan dan penangkaran kelompok petani ikan di Kabupaten Nagan Raya. Parameter yang diamati yaitu pertumbuhan (bobot dan panjang), gonadosomatic index (GSI) dan hepatosomatic index (HSI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung kunyit dapat meningkatkan pertumbuhan dan mempercepat proses perkembangan gonad ikan dengan dosis terbaik yaitu P4 (0,6%/kg pakan).


2020 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
Author(s):  
Arfan Afandi ◽  
Arif Syam

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kuantitas terbaik yang dihasilkan dari varietas coklat, merah dan hijau rumput laut K. alvarezii  yang dibudidaya dengan metode long line.  Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Mei sampai Juni 2014 di Perairan Pulau Panjang, Desa Kamelanta, Kecamatan Kapontori, Kabupaten Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara.  Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan tiga perlakuan dan setiap perlakuan diulang tiga kali sebagai kelompok berdasarkan jarak penanaman yakni darat (jarak tanam 15 m dari darat), tengah (jarak tanam 30 m dari darat) dan dalam (jarak tanam 45 m dari darat).  Dengan demikian unit percobaan yang dilibatkan sebanyak tiga unit pada setiap blok sehingga secara keseluruhan dibutuhkan 9 unit percobaan.  Perlakuan yang dicobakan pada penelitian ini adalah rumput laut K. alvarezii  varietas coklat (C), merah (M) dan hijau (H).  Parameter yang diukur yaitu kualitas air, klorofil-a, fikoeritrin, laju pertumbuhan dan produksi.  Data dianalisis dengan menggunakan sidik ragam (ANOVA).  Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Rumput laut K. alvarezii varietas coklat yang dibudidaya dengan metode long line menghasilkan kuantitas terbaik.


2020 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
Author(s):  
Sufal Diansyah ◽  
Teuku Amarullah ◽  
Shela Rachmita ◽  
Sukardi Sukardi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi yang tepat dan keefektifan ekstrak Tagetes erecta L dalam pengendalian infeksi jamur Saprolegnia sp. Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan. Ekstraksi dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian (THP) Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala dan Uji Fitokimia dilaksanakan di Laboratorium Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), uji In- Vivo dilaksanakan di Balai Benih Ikan Krueng Batee Kabupaten Aceh Barat Daya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), masing- masing dengan tiga taraf perlakuan dan tiga kali ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah perendaman ekstrak Tagetes erecta L. dengan konsentrasi berbeda, yakni konsentrasi 45 ppm (P1), konsentrasi 50 ppm (P2), konsentrasi 55 ppm (P3). Parameter yang diamati meliputi Uji Fitokimia daun Tagetes erecta L., daya tetas telur, dan parameter kualitas air. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak daun tahi ayam (Tagetes erecta L) mengandung beberapa senyawa bioaktif yang meliputi; alkaloid, steroid, tanin, dan fenolik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya tetas telur ikan tawes yang diberikan ektrak daun Tagetes erecta L menunjukkan tingkat penetasan yang berbeda-beda yaitu 95% (P1), 96,67% (P2), dan 97,66 (P3). Hal ini menunjukkan bahwa semua perlakuan memiliki daya tetas diatas 90 persen, yang mengindikasikan bahwa dosis yang diberikan berada pada kisaran optimal.


2018 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
Author(s):  
Syarifah Zuraidah ◽  
Budiman Budiman ◽  
Eri Safutra

Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document